Perjalanan

Situs Percandian Batu Jaya Kerawang

Sebenarnya saya bukanlah orang yang cocok bercerita mengenai Situs Percandian Batu Jaya Kerawang. Karena waktu diajak kesini saya tidak  punya ekspektasi apapun dan sama sekali tidak membaca sejarah, latar belakang dan perihal mengenai situs sebelum berangkat.

Jadi maaf kan saya kalau dihalaman ini tidak berisi mengenai sejarah dan riwayat situs.

Mengawali tahun 2016, saya menerima ajakan teman blogger yaitu Gara. Yang mana kemudian ajakan tersebut disambut dengan baik oleh Nita yang berdomisili disekitar Bekasi Kerawang. Dengan kebaikan hatinya mau memberi tumpangan kepada kami untuk mengunjungi situs percandian batu jaya. Terima kasih yach Nita.

situs percandian batu jaya kerawang 3

Perjalanan menuju Candi Jiwa.

Jadilah kami janjian di stasiun kereta Cakung dan dari sana Nita sudah menunggu kami dan sama-sama berangkat menuju Kerawang. Ternyata dari tempat saya menuju Bekasi itu kalau naik commuter line tidak sejauh yang saya bayangkan dan kami saat itu berangkat di hari Minggu.

Dimana arah kami berlawanan dengan kebanyakan orang pada umumnya. Sehingga jalan menuju Bekasi sangat cepat dan sepanjang jalan naik commuter line saya selalu dapat tempat duduk. Penumpang commuter linenya nga ramai jika dibanding hari biasanya.

Setelah keluar dari stasiun kami melewati pusat kota Bekasi, baru dech ngerasain hiruk pikuk kota Bekasi yang padat oleh Mall dan lalu lintas nya yang macet. Disini aja kita sudah ngabisin waktu sejam, kemudian dengan berbekal GPS mulai lah perjuangan kami mencari situs percandian batu jaya.

Kejadian yang tidak terlupakaan adalah disaat kami salah jalan dan dengan tujuan mencari jalan pintas kami pun melewati persawahan yang tidak berujung. Jalannya sempit kayaknya hanya muat 2 mobil mepet dan kondisi jalannya berlumpur. Dengan genangan air ditengah jalan sempat membuat kami was-was dan akhirnya tiba diposisi maju kena mundur pun sudah nga mungkin. Hehehehe..

Setelah perjuang dan kelelahan akhirnya ketemu juga lokasi situs dan pada saat kami datang pengunjung bisa dibilang cukup ramai datang kesini. Di komplek situs percandian Batu Jaya berada diatara perumahan warga dan sepanjang mata memandang terdapat hamparan rumput hijau dengan banyak kambing berseliweran disepanjang komplek. Dimana dikomplek ini terdapat dua lokasi candi yaitu candi Jiwa dan candi Blandongan.

Candi Jiwa

situs percandian batu jaya kerawang 8

situs percandian batu jaya kerawang 1

Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata.

Menurut keterangan penduduk setempat kata jiwa berasal dari sifat unur (gundukan tanah yang mengandung candi) yang dianggap mempunyai “jiwa”. Karena beberapa kali kambing diikat diatasnya mati. Sehingga tidak ada hubungan dengan Dewa Syiwa.

Kata “jiwa” sangat dekat dengan nama salah satu nama dewa dalam agama Hindu yaitu Dewa Syiwa. Perubahan dari “syiwa” menjadi “jiwa” bisa terjadi karena perjalanan waktu, atau karena aksen Sunda. Barangkali kedekatan kata syiwa dan jiwa bisa dijadikan salah satu objek penelitian meskipun agak aneh jika data yang telah didapat bahwa candi Jiwa lebih kepada Budha daripada Hindu. Di Budha tidak ada dewa Syiwa. Sumber Wikipedia.

Candi Blandongan

situs percandian batu jaya 4

Berdasarkan analisis radiometri karbon 14 pada artefak-artefak peninggalan di candi Blandongan, salah satu situs percandian Batujaya, diketahui bahwa kronologi paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12.

Di samping pertanggalan absolut di atas ini, pertanggalan relatif berdasarkan bentuk paleografi tulisan beberapa prasasti yang ditemukan di situs ini dan cara analogi dan tipologi temuan-temuan arkeologi lainnya seperti keramik Cina, gerabah, votive tablet, lepa (pleister), hiasan dan arca-arca stucco dan bangunan bata banyak membantu. Sumber Wikipedia

situs percandian batu jaya 5

 

situs percandian batu jaya 6

 

situs percandian batu jaya 2

Mengunjungi Situs Percandian Batu Jaya Kerawang bersama Gara, Nita dan Dita.

Dari pengamatan saya selama disana, Situs Percandian Batu Jaya Kerawang menurut saya cukup terawat dan beberapa kali saya melihat pengelola situs banyak beredar disekitar komplek mengawasi dan memberi pengarahan kepada pengunjung jika ada yang iseng melakukan perbuatan tidak senonoh seperti mencoret-coret dan mengambil sesuatu yang harusnya tidak diambil.

Dan dari hasil wawancara dengan pengelola situs, kami mendapatkan banyak informasi mengenai asal usul, sejarah dan apa saja yang ditemukan selama proses penggalian dan pemugaran lokasi percandian. Dimana tempat ini nantinya akan dikembangkan menjadi komplek yang lebih hijau dan tertata dengan baik. Sehingga diharapkan situs ini menjadi tempat tujuan wisata yang menarik.  Semoga saja dalam waktu dekat dapat terealisasi.

24 Comments

  1. arikus 7 Maret 2016
    • adelinatampubolon 8 Maret 2016
  2. erty 7 Maret 2016
    • adelinatampubolon 8 Maret 2016
  3. Lia Harahap 7 Maret 2016
    • adelinatampubolon 8 Maret 2016
  4. eda 8 Maret 2016
    • adelinatampubolon 8 Maret 2016
  5. inayah 8 Maret 2016
    • adelinatampubolon 8 Maret 2016
  6. Anis Hidayah 8 Maret 2016
  7. Gara 8 Maret 2016
    • adelinatampubolon 10 Maret 2016
  8. bersapedahan 10 Maret 2016
    • adelinatampubolon 11 Maret 2016
  9. Gio | Disgiovery 11 Maret 2016
    • adelinatampubolon 11 Maret 2016
  10. Surya Hardhiyana 12 Maret 2016
    • adelinatampubolon 14 Maret 2016
  11. Jonathan Bayu 13 Maret 2016
    • adelinatampubolon 14 Maret 2016
  12. bukanrastaman 1 April 2016
    • Adelina 29 April 2016

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: