Hidup Sehat Sponsor post

Rumah Ramah Lingkungan

rumah ramah lingkungan 1

 

Weekend kemaren saya dan sahabat saya Nik, menghabiskan waktu dengan Komunitas Sahabat Bumi dan Jakarta Good Guide. Karena hari nya di waktu yang berbeda dan bahasannya agak panjang jadi saya pecah menjadi 2 bagian. Bagian pertama saya akan membahas mengenai Rumah Ramah Lingkungan yang mana pemilik rumah merupakan salah satu pengurus dari Komunitas Sahabat Bumi.

Rumah Ramah Lingkungan.

Rumah ramah lingkungan yang kemaren kami kunjungi adalah rumah milik pasangan Andoko Aribowo dan Sherly Novita yang mana berada dikawasan Cibubur. Terima kasih mas Ari dan mbak Sherly atas kebaikan hati kalian, sehingga kami dapat masuk dan melihat-lihat isi rumah mereka.

Banyak hal yang saya pelajari dari mereka dan rumah ini benar-benar sangat inspiratif sekali menurut saya. Keberadaan rumah ini secara tidak langsung bercerita bagaimana besarnya kepedulian pemilik rumah akan lingkungan dan itu semua diterapkan didalam rumah ini.

Karena pemilik rumah pada saat kami datang, lagi ada keperluan jadi kami pun disambut oleh pendiri dan pengurus Komunitas Sahabat Bumi yaitu mbak Wulan Sary dan mbak Ika Roseliyana. Mereka pun menjelaskan kepada saya dan Nik mengenai latar belakang terbentuknya Komunitas Sahabat Bumi dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan. Kalau mbak Wulan banyak bercerita mengenai sampah, sedangkan mbak Ika banyak menjelaskan mengenai air dan listrik. (Kalau ada yang salah atau kurang-kurang informasinya tolong dikoreksi yach mbak) πŸ™‚

Komunitas Sahabat Bumi.

Latar belakang terbentuk nya komunitas ini adalah adanya keprihatinan, kecemasan dan kegelisahan sekelompok orang akan kondisi alam saat ini. Dimana khususnya Indonesia yang amat sangat kecil kepedulian akan pelestarian lingkungan baik itu mengenai pencemaran lingkungan berupa limbah sampah. Kemudian kondisi air, yang mana jika musim panas terjadi kekeringan dan di musim penghujan tidak pernah absen akan banjir. Serta kebutuhan listrik yang selalu tidak seimbang dengan ketersediaan PLN.

Membuat mereka akhirnya harus ambil tindakan dengan membentuk komunitas sahabat bumi. Untuk melihat lebih detail mengenai aktivitas mereka dapat mengunjungiΒ Komunitas Sahabat Bumi.

Kenapa menggunakan nama sahabat bumi, karena mereka ingin berkontribusi untuk melakukan sesuatu bagi bumi. Jika menggunakan kata sahabat, selayaknya sahabat yang sesungguhnya pasti ada perasaan kind, love dan care. Bukti cinta bagaimana memperlakukan bumi dengan baik, yaitu dengan adanya rasa peduli dan lama-lama timbul rasa sayang, semua itu terjadi dengan cara mengenal bumi itu sendiri terlebih dahulu. Memiliki pengenalan yang baik mengenai bumi serta kondisi yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu salah satu agenda utama dari Komunitas Sahabat Bumi adalah memberi informasi dan pengenalan lebih dini kepada anak-anak dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Memperdayakan masyarakat untuk memisahkan sampah dan cara mendaur ulang sampah sehingga menghasilkan suatu kerajinan tangan yang berkualitas sehingga dapat dijual dipasaran dan menjadi komoditi yang dapat dibanggakan.

Hal yang sangat diperhatikan oleh Komunitas Sahabat Bumi:

A. Sampah.

Bagaimana cara mengelolah Sampah yaitu memisahkan sampah Organik dan Non Organik.

1. Sampah Non Organik

Sampah organik mereka kumpulkan di Bank Sampah. Jadi menurut mbak Wulan, sampah-sampah yang terkumpul dari nasabah sampah, mereka ambil ke rumah tiap-tiap nasabah. Dimana ada jadwal rutin berdasarkan area dan lokasi. Semisalnya hari senin khusus area Kota Wisata, hari selasa Cibubur Juction dan sekitarnya, demikian hari rabu dan hari-hari selanjutnya.

Dan jika memang jadwalnya hari senin di Kota Wisata, nasabah yang ada disekitar Kota Wisata terlebih dahulu menghubungi mbak Wulan untuk mengkonfirmasi bahwa di rumahnya sudah terkumpul banyak sampah dan siap untuk didatangi dan mengambil sampah yang dimaksud. Ini cukup membantu mbak Wulan agar tidak sia-sia datang ke rumah nasabah yang ternyata sampahnya belum banyak.

Sampah yang telah dikumpulkan dari nasabah sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk dan kerajinan tangan yang nantinya dapat dijual. Beberapa produk yang telah dihasilkan dari bank sampah tersebut dapat dilihat disini.

2. Sampah Organik.

Sampah organik berupa daun, sisa potongan sayur dan buah yang biasa kita pergunakan dimasukkan kedalam kotak Fermentasi Limbah Rumah Tangga atau FELITA. Yang mana nantinya sisa sampah organik dapat menghasilkan kompos dan pupuk cair. Mbak Wulan sempat mengajarkan kepada kami bagaimana cara mengolah sampah organik sendiri yang mana dapat kita praktekkan dirumah masing-masing. Kotak FELITA dapat dibeli dengan menghubungi mbak Wulan di nomor telephone 081905937788.

Saya sudah membeli kotak FELITA dan tadi pagi langsung saya praktekan. Kotak tersebut bentuknya seperti kotak plastik besar dengan corong keran dibawah tetapi didalamnya terdapat dinding pemisah berlubang-lubang untuk memisahkan bahan material dan cairan hasil penguraian sampat tersebut. Dan satu paket dengan kotak FELITA juga ada bakteri yang nantinya bekerja sebagai pengurai yang mana mengubah sampah menjadi pupuk kompos.

Karena baru tadi pagi saya praktekan jadi saya mesti nunggu 2 minggu lagi agar bakteri tersebut bekerja dan jadilah kompos. Kalau berhasil akan saya bagikan disini mengenai cara dan tahapannya.

B. Air.

Dirumah yang kami kunjungi ini sudah mempraktekan bagaimana caranya memanfaatkan dan memaksimalkan air dengan baik. Yaitu dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan membuat sumur resapan dan biopori. Di rumah ini terdapat 5 titik sumur resapan dan lebih dari 80 titik biopori dihalaman rumah mereka.

Dengan bahasa yang lebih sederhana adalah dengan adanya sumur resapan dan biopori tersebut membuat air hujan yang jatuh dari langit tidak langsung kebuang ke saluran kota. Melainkan diserap dan ditampung lebih lama, kemudian disaring dan dapat digunakan kembali. Sumur resapan berfungsi sebagai area penampungan sedangkan dengan adanya biopori kita mengundang biota-biota yang ada didalam tanah untuk tinggal dan membuat rongga-rongga.

Dengan adanya rongga-rongga hasil pekerjaan hewan yang ada didalm tanah membuat daya tampung tanah untuk menyerap air tinggi. Jika daya serap air lebih tinggi, cadangan air bersih lebih banyak dan kebutuhan akan air bersih terpenuhi walaupun dimusim kering sekalipun. Serta dapat mengurangi resiko banjir akibat meluapnya air hujan.

C. Listrik.

Untuk materi listrik saya tidak terlalu bisa menguraikannya disini karena saya sendiri tidak begitu paham. Mbak Ika mencoba membantu kami untuk mengerti dengan menjelaskan cara kerja solar panel dan kincir angin sampai harus naik keatas atap. Ternyata cukup menguras energi untuk naik keatas atap dan melihat langsung peletakan solar panel dan kincir angin.

Menurut penuturan mbak Wulan dan mba Ika, pemilik rumah sudah dapat memproduksi listrik sendiri. Kelebihan supply listrik sudah dijual ke PLN. Pada saat saya datang, kincir angin nya sama sekali tidak bergerak dikarenakan kapasitas baterainya sudah penuh. Dan kincir angin akan kembali bergerak jika kapasitas baterai menipis atau berkurang.

rumah ramah lingkungan 2

Tampak Belakang Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita.

rumah ramah lingkungan 3

Dari ruang duduk keluarga kita dapat langsung melihat halaman. Yang hijau-hijau begini rasanya adem bangat.

 

rumah ramah lingkungan 5

Pada saat kami hendak naik keatas atap, saya mengambil foto situasi ruang tamu dari lantai atas.

 

rumah ramah lingkungan 6

Ini dia tampilan solar panel. (Informasi bagi yang belum pernah melihat wujud solar panel) :-). Saya lupa menghitung ada berapa panel yang ada disini.

 

rumah ramah lingkungan 4

Kincir Angin.

rumah ramah lingkungan 7

Halaman Rumah, dari atas kelihatan beberapa lubang biopori dan sumur resapan.

rumah ramah lingkungan 8

Spot dibelakang rumah, ini juga merupakan salah satu lokasi penempatan sumur resapan.

rumah ramah lingkungan 9

Sumur resapan yang dikamuflase dengan adanya pot tanaman. Dirumah ini terdapat 5 titik.

rumah ramah lingkungan 10

Hijau sekali halaman rumahnya. Saya sangat betah untuk berlama-lama disini, sampai rasanya ogah bangat untuk pulang.

Pengalaman yang amat sangat berharga yang saya habiskan di Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita. Jangan bosan yach mas dan mbak kalau kita datang berkunjung lagi (ngarep bangat untuk datang kesini lagi). Semoga dengan keberadaan rumah ramah lingkungan menjadikan inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain untuk mempertimbangkan aspek eco dan green house dirumah masing-masing dan dengan cara sendiri.

42 Comments

  1. Cicha 14 Desember 2015
    • adelinatampubolon 14 Desember 2015
      • ari 15 Desember 2015
        • adelinatampubolon 16 Desember 2015
  2. winny 14 Desember 2015
    • adelinatampubolon 15 Desember 2015
  3. Lyliana Thia 15 Desember 2015
    • adelinatampubolon 15 Desember 2015
    • ari 15 Desember 2015
      • adelinatampubolon 16 Desember 2015
  4. bukanrastaman 15 Desember 2015
    • adelinatampubolon 15 Desember 2015
  5. Sandrine - SanWa Journeys 15 Desember 2015
    • adelinatampubolon 15 Desember 2015
  6. Alris 15 Desember 2015
    • adelinatampubolon 15 Desember 2015
  7. Gara 15 Desember 2015
    • adelinatampubolon 15 Desember 2015
  8. jampang 15 Desember 2015
    • adelinatampubolon 16 Desember 2015
      • ari 17 Desember 2015
        • adelinatampubolon 17 Desember 2015
          • ari 19 Desember 2015
          • adelinatampubolon 19 Desember 2015
  9. Cubby 16 Desember 2015
    • adelinatampubolon 17 Desember 2015
  10. Nasirullah Sitam 17 Desember 2015
    • adelinatampubolon 17 Desember 2015
  11. ari 19 Desember 2015
    • adelinatampubolon 19 Desember 2015
  12. kutukamus 25 Desember 2015
    • adelinatampubolon 26 Desember 2015
  13. Rifqy Faiza Rahman 29 Desember 2015
    • adelinatampubolon 29 Desember 2015
  14. Wiwien 30 Desember 2015
    • adelinatampubolon 30 Desember 2015
  15. BaRT 7 Januari 2016
    • adelinatampubolon 8 Januari 2016
  16. coretan denina 2 Februari 2016
  17. yenny 24 Juni 2016
    • Adelina 11 Juli 2016

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: