Hidup Sehat

Gangguan Tidur dan Hubungannya dengan Kesehatan Otak

Gangguan tidur yang saya alami akhir-akhir ini membuat saya mulai kembali mengatur ulang skala prioritas otak dan tingkat stres saya. Ternyata mengatur tingkat stres dan skala prioritas otak tidak segampang yang saya kira. Dan saya tidak mau gangguan tidur yang saya alami saat ini berlarut-larut sampai saya harus menderita insomnia dan mengkonsumsi obat resep dokter.

Oleh karena itu saya harus mengatasi gangguan tidur ini sesegera mungkin. Karena selain mempengaruhi mood dan mental saya, gangguan tidur juga dapat berimbas kepada kesehatan fisik juga.

Di artikel sebelumnya saya sempat cerita mengenai cara memperkuat imun menghadapi masa new Normal. Dimana tidur yang cukup sangat penting agar kita tetap fit dan semangat menghadapi hari. Dan saya pun sampai hari ini berjuang dengan kegelisahan dan kecemasan yang ada. Dimana saya terbiasa tidur 8 jam sehari. Tiba-tiba jam tidur saya berubah dan berkurang membuat saya harus mengatur lagi apa yang dulu menjadi kebiasaan saya.

Mengistirahatkan kerja otak agar dapat tidur dengan nyenyak

Depresi atau kecemasan membuat pikiran berpaju cepat, walaupun tubuh dalam posisi tidur. Apa yang menjadi kecemasan dan beban pikiran yang tidak dapat diselesaikan pada saat sadar. Justru di alam bawah sadar topik tersebut menari-nari dengan irama yang tidak dapat kita kontrol.

Ada kalanya kecemasan dan ketakutan menjadi bensin pemacu kreativitas dan semangat. Tapi jika tidak dapat dikelola dengan baik yang ada jatuhnya yach gitu dech, stres berkepanjangan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengelompokan dan mengurai stres sehingga kerja otak dapat diistirahatkan.

Otak atau pikiran adalah bagian terpenting dari tubuh. Jadi menjaga kesehatan otak sangat penting buat kelangsungan hidup. Bukan hanya kesehatan otak tapi bagaimana menjaga kinerja otak sehingga tubuh menjadi awet muda. Ada saat nya kita harus memaksimalkan kerja otak, tapi jika otak di push terus menerus bisa penat juga dong yach dan nga ada guna.

Duduk diam di rumah ibadah. Membuat hati sejuk. Foto diambil dari Pexels.

1. Menulis Jurnal Harian

Jurnal Harian sangat penting buat saya. Dari kecil saya terbiasa menulis semuanya di catatan. Selain untuk pengingat catatan juga dapat merekam apa saja yang terjadi sepanjang hari.

Dari buku catatan tersebut kita dapat mengevaluasi dan menganalisa di apa yang jadi topik persoalan. Dengan mencatat kita tau di area mana kita kurang dan area mana yang harus diperbaiki.

Dengan menulis kita dapat mengurai masalah dan menentukan skala prioritas, mana yang bisa kita dahulukan dan mana yang belakangan kita kerjakan kemudian. Ketika menulis pasti tidak melulu masalah dong yach, pasti juga ada hal-hal yang kita syukuri yang membuat kita semangat.

2. Membaca Buku

Membaca buku sebelum tidur membuat pikiran dan otak saya rileks. Fokus dan perhatian kita mengarah kepada isi buku. Apalagi kalau isi buku dan ceritanya menarik. Bisa-bisa saya senyum-senyum sendiri dan membayangkan saya berada didalam cerita di buku tersebut.

List buku menarik yang saya baca belakangan ini adalah buku nya Leila S. Chudori (Pulang dan Laut Bercerita) dan Michelle Obama (Becoming), cerita perjalanan karir mantan ibu negara Amerika Serikat.

Membaca buku membuat kita terinspirasi akan jalan hidup seseorang melewati suka duka dan bagaimana mereka ditantang sampai dibatas kemampuan mereka. Apakah itu buku fiksi dan non fiksi, setiap buku pasti ada pembelajaran yang bisa kita ambil.

Membaca buku sebelum tidur membuat pikiran saya tenang dan tidak butuh waktu lama saya pun pasti tertidur nyenyak.

3. Mendengarkan Musik

Mendengar musik yang menenangkan hati dengan irama lambat juga membantu saya menghadapi masa-masa sulit tidur. Setiap alunan irama lagu, pikiran kita diajak untuk tenang, rileks dan damai. List lagu di playlist saya kebanyakan jazz dan instrumental.

Lagu-lagu tersebut cenderung datar tanpa banyak embel-embel dan tanpa nada yang menikuk naik turun. Ternyat menurut penelitian mendengar musik dapat meregangkan frekuensi kerja otak. Kalau mungkin ada beberapa teman yang tidak bisa mendengar lagu-lagu dengan alunan lambat mungkin bisa mengikuti podcast yang sekarang sedang ngetrend.

Intinya adalah dengan mendengar lagu dengan irama yang menenangkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur. Dan dapat mengalihkan pikiran agar dapat tidur dengan nyenyak.

4. Meditasi

Bagi saya meditasi adalah upaya me-restart atau shut down pikiran-pikiran negatif. Walaupun kadang pikiran tersebut masih ada yang berseliweran. Tetapi meditasi adalah salah satu upaya yang jitu buat saya untuk melepaskan ketegangan dan kegelisahan hati dan pikiran.

Beberapa orang ada yang bertanya kepada saya apa sich sebenarnya yang kita kerjakan pada saat meditasi. Kadang usaha untuk duduk diam dan nga ngapa-ngapain itu malah membingungkan. Tindakan pertama yang perlu diperhatikan adalah ketika duduk diam, atur nafas se-rileks mungkin. Ketika nafas teratur, maka detak jantungpun iramanya melambat.

Pada saat irama jantung melambat, perlahan-lahan kita dapat merasakan irama nafas kita yang naik dan turun. Ada saat irama tersebut panjang dan pendek. Di saat kita menarik nafas yang panjanglah secara tidak langsung kita melepaskan aura negatif dan toksin dari tubuh kita.

Untuk pemula, latihan meditasi tidak perlu dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Cukup 10-15 menit tapi setiap hari lebih bermanfaat dibandingkan durasi nya lama hanya dilakukan 1 kali seminggu. Latihan ini mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri yang tinggi.

5. Jauhkan Ponsel atau TV

Frekuensi dari layar ponsel dan TV menurut penelitian mengganggu irama tubuh dan kerja otak. Belum lagi paparan sinar biru dari layar nya sering kali membuat mata lelah. Saya sendiri kadang sebelum tidur suka mantengin layar hp dan nonton TV supaya mata lelah. Kalau mata lelah sekejap itu juga tidur. Tapi kalau terus menerus dilakukan bisa-bisa mata saya rusak dan mesti pakai alat bantu melihat alias kacamata.

Mengatasi masalah gangguan tidur dan membuat kualitas tidur menjadi lebih baik menjadi tugas sehari-hari saya saat ini. Jika cara satu tidak berhasil, saya pantang menyerah mencoba cara yang lain. Tapi yang pasti di penghujung hari saya harus release dan berdamai dengan diri sendiri agar pikiran-pikiran negatif tidak menumpuk dan membuat saya depresi serta susah tidur.

4 Comments

  1. bersapedahan 16 Juni 2020
    • Adelina 16 Juni 2020
  2. peralatanbakery 26 Juni 2020
    • Adelina 26 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: