Tempat Makan

Ayam Goreng Gajah Mungkur

ayam goreng gajah mungkur logo

Setelah mengunjungi rumah ramah lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan mbak Sherly Novita. Kami pun diajak mbak Wulan Sary melihat-lihat hasil kerajinan dari sisa sampah non organik. Sampai nga berasa kalau jam saat itu sudah menunjukan arah jam 7. Karena saat itu cuaca sedang dingin-dinginnya, perut pun kelaparan, akhirnya saya diajak mbak Rini, mas Adjie, Nik dan Tata untuk singgah di Rumah Makan Ayam Goreng Gajah Mungkur.

Kalau lihat tampilan rumah makan dari luar sich seperti nya biasa saja. Dan dibenak saya yang namanya ayam goreng dimana-mana yach sama saja. Jadi saya tidak terlalu mengharap terlalu tinggi akan ayam yang disajikan disini. Saat itu saya hanya memesan dan menanti hidangan datang ke meja kami sambil ngobrol-ngobrol membahas rumah yang tadi kami kunjungi.

ayam goreng gajah mungkur tampak depan

 

ayam goreng gajah mungkur dari depan

 

ayam goreng gajah mungkur interior

Nikmatnya ayam goreng Gajah Mungkur.

Karena disini menyediakan ayam goreng kampung khas Wonogiri, dibenak saya yang namanya ayam kampung pasti ukuran ayamnya kecil. Tetapi ketika tiba di meja, koq yach gede gini? Entah karena saya nya lagi maruk atau cuacanya emang mengundang selera makan jadi tinggi, rasa nich ayam benar-benar nampol habis. Yang tadinya saya nga mau makan pakai nasi (sudah pamer ke mas Alris kalau saya sudah nga makan nasi dong yach). Ketika ngelihat hidangan ayam dengan ukuran jumbo seperti ini koq yach sayang amat kalau nga ditemani dengan nasi. hehehe, alesan bangat dech.

Dan alhasil saya pun menghabiskan seluruh hidangan di piring saya dengan ludes tanpa ada sisa. Sambil nyicipin sup iga pesanan nya Nik, trus lirik lagi makanan yang ada di piring nya mbak Rini dan mas Adjie. Yang ada porsi makanan saya saat itu jadi lebih banyak dari teman-teman yang lain. Wah mantap juga nich rasa ayam goreng. Walaupun ini ayam kampung entah kenapa ukurannya bisa besar, bumbunya meresap sampai kedalam, ditambah nasi panas dan ada kremes-kremes nya menambah nikmat rasa makanan.

Ayam Goreng tidak lengkap tanpa sambal yang nampol habis.

Belum lagi sambal nya yang nampol habis pedesnya kemudian ditambahan dengan perasan jeruk dan kecap membuat rasa sambal jadi makin sedap. Tapi pedesnya nich sambel, sampai membuat saya takut untuk mencocolnya banyak-banyak dan itupun mesti ditambah kecap yang banyak supaya rasa pedasnya nga menggigit. Tetap saja bibir saya gemetaran menahan kepedesan, emang sambelnya menurut saya juara dech.

Dari segi harga, untuk paket nasi ayam komplit dihargai Rp. 47.000,- Dengan ukuran ayam sebesar itu sich menurut saya harganya normal. Asal jangan dibandingkan dengan ayam goreng yang ada di pinggir jalan yach? Sudah pasti hitungannya lebih mahal hehehehe..

Sedangkan sop iga Rp. 38.000. Sop iganya sendiri bening, dengan campuran wortel dan daging yang berlemak tapi porsi dagingnya banyak. Membuat rasa dagingnya empuk dan sop iga menjadi gurih. Untuk cuaca dingin seperti ini menu yang paling cocok menurut saya yach sop iga.

Untuk nasi putih dihargai Rp. 8.000,- sedangkan lalapan Rp. 9.000,- Kita juga dapat memesan ati ampela dan kepala dengan harga Rp. 6.000,- dan beberapa menu lainnya. Tapi karena saya sangat kenyang, jadinya saya tidak begitu berminat untuk mencoba menu makanan yang lainnya.

 

ayam goreng gajah mungkur 5

Ukuran daging ayam yang kami pesan ternyata besar juga yach?

 

ayam goreng gajah mungkur lalapan

Lalapan berupa daun pepaya, timun dan kol.

 

ayam goreng gajah mungkur soup daging

Sop Iga.

 

ayam goreng gajah mungkur pesanan saya

Makanan yang saya pesan.

Ayam Goreng Gajah Mungkur.
Jalan Tranyogi Km 15.
Cibubur.

Nikmatnya makanan yang disajikan di rumah makan Ayam Goreng Gajah Mungkur, membuat saya ketagihan dan pengen kesini lagi. Hanya sayang lokasinya sangat jauh. Selain di Cibubur, rumah makan ini juga ada di Sentul – Bogor, hikss sama saja jauhnya nga ketulungan. Kalau ada kesempatan main ke Cibubur lagi ini merupakan tempat makan yang akan saya kunjungi.

6 Comments

  1. Gara 17 Desember 2015
    • adelinatampubolon 18 Desember 2015
  2. Alris 18 Desember 2015
    • adelinatampubolon 19 Desember 2015
  3. ari 18 Desember 2015
    • adelinatampubolon 19 Desember 2015

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: