Mie Kangkung

Dingin-dingin begini didepan komputer rasanya otak saya ikutan beku. Sampai tidak tau harus melakukan apa, pengennya cuma nyemil dan ngunyah sesuatu. Asal jangan orang aja yang dicemilin. Tiba-tiba keingat mie kangkung yang pernah saya makan sewaktu berjelajah dengan teman-teman Jakarta Good Guide ketika berwisata mengitari kawasan china town.

mie kangkung 1

 

Ini dia tampilan mie kangkungnya. Menggoda tidak? Saya ngelihatin foto nya berasa sudah kenyang aja #boongbangat. Sambil nyemilin ayam bakar karena nyari mie kangkung sekitaran kantor nga ada.

Yang mana mie kangkung ini terdiri dari mie kuning ukuran sedang, kangkung tentunya, udang, daging dan kaldu yang sangat kental dengan rasa ebi. sruppp tiba-tiba air liur menetes. Yang buat lebih nikmat yaitu ketika menambahkan jeruk nipis dan sambal seperlunya.

Jadi ceritanya saya ikutan wisata china town yang diadakan oleh Jakarta Good Guide, kita ketemuan di Candra Naya. Pesertanya saat itu ada 6 orang tambah 1 orang cowok ganteng bernama mas Farid sebagai guide dan satu-satunya pria diantara kami. Harusnya cerita mengenai wisata china town sudah saya siapkan tapi entah kenapa belum dipublish juga. Jadi akan saya ceritakan dihalaman yang berbeda. Karena dihalaman ini saya beneran pengen ngomongin tentang mie kangkung.

Saya beneran suka berkeliling berwisata disekitaran Jakarta, untuk area china town dan old town rasanya sudah berkali-kali saya kelilingi hanya saja kalau perginya barengan dan ada yang memberi pengarahan rasanya lebih seru saja. Makanya ketika tau ada acara seperti ini saya langsung ikutan mendaftar. Dan saya tau Jakarta Good Guide itu dari blogger kondang si Males Mandi, Dita. Dan sejak itu saya jadi ketagihan dan nanyain terus jadwalnya Jakarta Good Guide yang mana bisa disesuiakan dengan waktu kosongnya saya.

Jadi kalau pas waktu nya langsung saya oke-in dan berangkat lah saya sendirian dari rumah. Setibanya disana nantinya pasti bertemu dengan teman-teman baru dan menikmati wisata yang kami pilih. Setelah menyelesaikan seluruh rute perjalanan, mas Farid meninggalkan rombongan dan memberi kesempatan untuk kami memilih mau makan dimana yang kami mau tanpa kehadiran beliau.

Karena kita orangnya nga mau rugi, akhirnya kami pun singgah dibeberapa tempat untuk nyicipin makanan dimana makan semangkok atau sepiring bisa berdua atau bertiga. Romantis kan yach, padahal kenal aja nga? Baru tau orangnya disana dan habis itu kalau sekarang saya ditanya namanya sekarang sudah rada lupa, maaf yach teman-teman bukan bermaksud yang gimana-gimana tapi emang ini memory harus diupgrade.

Jadi pada saat melewati area china town yaitu seputaran Candra Naya – Pecenongan – Gang Glory kita sudah ngetag-in makanan mana yang kira-kira akan kami kunjungi setelah selesai tour. Jeany memilih mencoba makanan yang ada di Tak kie, saya karena sudah beberapa kali makan di Tak Kie kepengen rasain laksa di lao hoe, sedangkan teman-teman yang lain yang kebetulan berhijab rada ragu-ragu kalau makanan yang kami sebut tadi itu tidak halal. Jadi atas saran mas Farid akhirnya pilihan pun jatuh ke tempat makanan mie kangkung yang ada disini.

 

mie kangkung 2

 

Tepatnya dipertigaan jalan paling ujung setelah gang glorya. Dan sebenarnya ini tempat biasa bangat dan sangat gampang ditemukan. Dan makanan yang disajikan bukan hanya mie kangkung tapi juga soto ayam, kari ayam, sate, siomay dan makanan kecil lainnya. Tapi dari semua pilihan emang yang paling menarik buat kita itu mie kangkung. Porsinya banyak dan isinya komplit. Mie kangkung yang ada diatas itu porsinya sudah dibagi 2 jadi bisa dibayangkan kalau porsi full nya sebanyak apa. Mungkin karena kuahnya yang kental dan berkaldu sehingga rasanya jadi sangat menyenangkan.

Dan saya lupa harga satu porsinya berapaan. Saya masih punya keinginan untuk balik lagi dan mencicipi mie kangkung ini. Kira-kira ada yang mau ikutan nga yach? Atau ada yang mau berbagi referensi mie kangkung enak yang ada di Jakarta? Kalau nga, adakah yang mau berbagi resep bagaimana membuat mie kangkung, kalau ada saya mau dong dibagi resepnya. Hehehe..

mie kangkung 3

Rombongan saya ketika berwisata china town yang dibawa oleh mas Farid dari Jakarta Good Guide.

Wisata kota Jakarta

Memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke 486 tahun. Dalam beberapa hari ini saya mencoba menyusuri beberapa tempat atau lokasi yang ada di kota tercinta Jakarta. Lokasi atau tempat yang menjadi tempat menarik yang biasa dikunjungi oleh wisatawan ataupun penduduk Jakarta untuk berekreasi diseputaran kota. Sebenarnya masih banyak tempat lain yang belum saya bahas, belum saya kunjungi ataupun sudah saya kunjungi hanya saja saya lupa menaruh fotonya dimana, seperti contoh Monas dan Monumen Gajah. Rasanya saya sudah berkali-kali mengunjungi dua tempat diatas, tapi setelah saya periksa lagi file saya, koq tidak ada yach?

Keterangan detail dan sejarah mengenai tempat dan lokasi dibawah saya ambil dari Wikipedia. Saya khawatir jika saya menaruh informasi dengan bahasa saya sendiri yang ada jadi salah.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

IMG_0068

IMG_0066
Deretan sepeda onthel

Menara Syahbandar

Menara Syahbandar (Uitkijk) dibangun sekitar tahun 1839 yang berfungsi sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut serta berfungsi kantor “pabean” yakni mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa.

Menara ini sebenarnya menempati bekas bastion (kubu) Culemborg yang dibangun sekitar 1645, seiring pembuatan tembok keliling kota di tepi barat. Sebelum dibangun Menara Syahbandar, fungsi menara pemantau sudah dibangun didekat bastion Culemborg dengan bentuk “tiang menara”, diatasnya terdapat “pos” bagi petugas.
Salah satu saksi bisu perkubuan Belanda adalah pintu besi di bawah Menara Syahbandar yang berupa jalan masuk ke dalam lorong bawah tanah menuju Benteng Frederik Hendrik (sekarang Masjid Istiqlal).

Sesudah masa kemedekaan, beberapa bangunan didekatnya dirobohkan untuk perluasan jalan Pakin. Bangunan di tengah antara menara dan gedung administrasi, diganti dengan Prasasti di tugu yang ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin tahun 1977 sebagai penanda Kilometer 0 pada masa lalu.

Bertambahnya usia bangunan hingga saat ini kurang lebih 168 tahun, membuat bangunan setinggi 12 meter dengan ukuran 4×8 meter ini, secara perlahan menjadi miring sehingga kerap disebut “Menara Miring”. Posisinya yang persis disisi jalan raya Pakin, dimana setiap hari padat oleh kendaraan dan tak jarang jenis kendaraan berat seperti truk kontainer, menambah beban getar disisi selatan menara. Menara ini juga disebut “Menara Goyang” karena menara ini terasa bergoyang ketika mobil melewati sekitarnya.

Pada awal April 2007, telah dilakukan perbaikan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai realisasi Program Revitalisasi Kota Tua yang dicanagkan sejak tahun 2006.
Menaiki tangga menara, menelusuri ruang-ruangnya, serta mencapai puncak dan memandang kapal- kapal aneka rupa di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah daya tarik menara ini.

Sebagai bekas benteng, dilantai bawah masih terdapat ruang bawah tanah untuk perlindungan dan pintu terowongan bisa tembus hingga Fatahillah (Museum Fatahillah, dulu Stadhuis) bahkan kemungkinan hingga Masjid Istiqlal karena dulu pernah ada Benteng Frederik Hendrik. Saat ini pintu menuju terowongan sudah ditutup, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

IMG_0207

Jembatan Tarik Kota Intan

IMG_0240

Toko Merah

IMG_0272

Pelabuhan Sunda Kelapa

Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah

Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.

IMG_0108

Taman Mini Indonesia Indah

6

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.

Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.

7

22

Pusat Perbelanjaan

Kalu ditanya sebutan apa yang paling cocok buat kota Jakarta, saya pasti akan menjawab “Kota dengan 1001 Mall”. Jumlah Mall atau Pusat Perbelanjaan di kota ini amat sangat banyak. Saat ini saya tidak akan mengomentari dampak positive dan negative Mall yang ada. Hanya saja saya lebih mengomentari bahwa ada satu sudut tepatnya di roof top salah satu Mall yang saya kunjungi buat mengambil foto pemandangan kota Jakarta, yaitu Plasa Semanggi.

47

54
Pemandangan Matahari Terbenam dibelakang gedung di pusat kota Jakarta

69

Kelenteng Pancoran Jakarta

Walaupun saya tidak merayakan perayaan Tahun Baru China, tapi secara otomatis tiap tahun setiap perayaan Tahun Baru China saya pasti mengunjungi Klenteng ini.

140

143

104

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

DSC_0882

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

Museum Bank Indonesia buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dan mengunjunginya tidak dipungut biaya.

171

Pekan Raya Jakarta – JIExpo

Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair adalah pameran tahunan terbesar di Indonesia. Walaupun dinamai “pekan”, biasanya berlangsung selama satu bulan penuh dari pertengahan Juni sampai pertengahan Juli untuk memperingati hari jadi kota Jakarta.

PRJ pertama diadakan pada tahun 1968. Sampai saat ini setiap tahun penyelenggaraannya tidak pernah terputus. Dari 1968 sampai 1991 PRJ pernah berlangsung di Taman Monumen Nasional.

Penyelenggaraan PRJ atau Jakarta Fair ini, dari tahun ke tahun mulai mengalami perkembangan pengunjung dan pesertanya bertambah dan bertambah. Dari sekedar pasar malam, “bermutasi” menjadi ajang pameran Modern yang menampilkan berbagai produk. Areal yang dipakai juga bertambah. Dari hanya tujuh hektar di Kawasan Monas kini semenjak tahun 1992 dipindah ke Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat yang menempati area seluas 44 hektar.

Jakarta Fair Kemayoran menampilkan produk dalam negeri, baik berskala besar, menengah, kecil dan koperasi dari seluruh Indonesia, terselenggara Jakarta Fair selalu bertepatan dengan HUT Kota Jakarta.

Secara garis besar panitia mengharapkan event ini menjadi pembangkit semangat promosi produk dalam negeri, selanjutnya meningkatkan lapangan kerja dan secara tidak langsung meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Shuttle Bus secara gratis disediakan selama masa buka pameran dari Parkir IRTI Monas (seberang Kantor Gubernur DKI Jakarta) diperkirakan berangkat setiap 30 menit sekali.

Wisata dan belanja merupakan gabungan yang bisa dilakukan bagi jutaan pengunjung baik dari Jabodetabek, dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, maupun pengunjung dari manca-negara, sehingga acara ini diharapkan bisa menjadi wahana belanja sekaligus wisata.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Jakarta Fair kali ini juga akan dimeriahkan oleh Pentas Musik 32 Hari Nonstop, dengan 100 group band top ibukota, Pesta Kembang Api Spektakuler, Malam Muda Mudi, Pemilihan Miss Jakarta Fair, Panggung Kesenian di Taman Budaya, Karnaval, berbagai promosi menarik di stand-stand pameran, dan undian berhadiah mobil dan sepeda motor.

Berbagai produk unggulan dalam negeri serta hasil produksi industri kecil, UKM, dan koperasi akan dipamerkan dalam event pameran terbesar di Asia Tenggara ini. Ada produk furniture, interior, building material, otomotif, handycraft, garment, sport & health, telekomunikasi, banking, stationary, komputer & elektronik, property, kosmetik, food & drink, handphone, mainan anak-anak, sepatu, branded fashion, leather, branded product, multi-product, jasa dan produk BUMN, produk kreatif, dan berbagai produk unggulan lainnya.

Tahun ini rencananya adalah tahun terakhir diadakannya PRJ di JIExpo.

DSC_0036

DSC_0009

DSC_0033

Ancol

DSC_0007

Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Sejak awal berdirinya pada tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.

c

Taman Nasional Kepulauan Seribu

Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia yang terletak kurang lebih 45 km pada lokasi geografis 5°23’ – 5°40’ LS, 106°25’ – 106°37’ BT sebelah utara Jakarta.

Secara administratif kawasan TNKpS berada dalam wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Secara geografis Taman Nasional ini terletak pada 5°24’ – 5°45’ LS, 106°25’ – 106°40’ BT’ dan mencakup luas 107.489 ha, yang terdiri dari wilayah perairan laut seluas 107.489.ha (22,65% dari luas perairan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) dan 2 pulau (Pulau Penjaliran Barat dan Pulau Penjaliran Timur) seluas 39,50 ha. Dengan demikian, pulau-pulau lain (wilayah daratan) yang berjumlah 108 sesungguhnya tidak termasuk dalam kawasan TNKpS Pulau Seribu.

3
Pulau Pari

SN852198
Pulau Pari

4
Pulau Tidung

13
Jembatan Cinta Pulau Tidung

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time