Cara Saya Menghindari Gula

Tulisan mengenai cara saya menghindari gula, murni saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya dalam proses menjalankan hidup sehat dan mengurangi berat badan. Bukan berarti saya lebih ngerti atau lebih ahli daripada yang lain. Tapi justru saya ingin menceritakan betapa saya sangat berjuang dan mengalami berkali-kali jatuh bangun dalam hal ini.

Saya punya riwayat kesehatan dengan keluarga atau sahabat yang bermasalah gula. Dan berada dilingkungan tersebut membuat habit atau kebiasaan saya akan mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis menjadi sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana dahulu saya bisa meminum 3 cangkir kopi susu dan segelas teh manis dingin seharian dan itu dalam kurun waktu yang cukup lama. Belum yang lain-lain.

Kalau dibilang saat ini saya sudah lepas dari hal tersebut, percayalah jika rasa kecanduan akan yang manis-manis kambuh, kadang kala saya masih melakukannya tapi untungnya tidak separah dahulu. Dan sungguh ini sangat menyiksa saya. Saya rasa hal ini juga berlaku bagi teman-teman yang memiliki kecanduan di area yang berbeda pasti tau rasanya seperti apa.

menghindari gula 3

Sumber disini.

Tahapan dalam Menghindari Gula.

Cara saya menghindari gula tidak serta merta hilang begitu saja. Tapi membutuhkan proses yang sangat panjang. Sampai pada akhirnya lidah saya harus di”mati” rasakan. Koq kelihatan ekstrim bangat yach.

Sebenarnya sich nga segitu-gitunya bangat juga. Hanya setelah tahapan yang panjang akhirnya lidah pun menjadi terbiasa dengan pola tersebut. Dan pada waktu lidah sudah terbiasa justru apa yang tadinya menjadi kesenangan menjadi hal yang biasa-biasa saja,

1. Menghilangkan Minuman yang Manis.

Jika tadinya saya pikir kalau saya ketagihan kopi susu dan sejenisnya, ternyata bukan kopinya yang saya rindukan. Melainkan rasa manis dari campuran kopi tersebut. Dan untuk tahap pertama saya harus benar-benar tega dengan diri saya. Cara pertama untuk menghindari gula adalah saya harus benar-benar putus hubungan dengan yang namanya minuman yang manis.

Sebulan penuh saya berpuasa minum minuman manis. Kalau beberapa teman ada yang sangat ketagihan dengan soft drink, saya justru sangat tersiksa dengan teman seruangan yang sedang menyeduh kopi. Aroma kopi yang semerbak didalam ruangan membuat rasa kepengen saya akan minuman manis menjadi.

Dan untuk menggantikannya saya selalu punya cadangan buah-buahan dikantor maupun dirumah.  Setiap saat, saya mengkonsumsi buah, baik itu yang dimakan langsung atau dengan cara di-jus. Rasa manis dari buah setidaknya dapat menggantikan rasa kepengen akan manis di lidah saya.

Saya pernah membagikan pengalaman saya mengenai jus sayur dan buah sebagai menu sarapan pagi.

2. Menghilangkan Nasi dari menu makanan.

Ini pekerjaan rumah kedua yang berat bagi saya selain putus hubungan dengan minuman yang manis. Hikksss.. rasanya lebih berat daripada putus ama pacar.  Secara nasi sudah ada dalam daftar menu kita orang Indonesia sejak dari keci sampai dewasa. Jadi wajar saja ketika menghilangkan nasi dari daftar makanan menjadi sangat sulit.

Ditahapan ini saya membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu 6 bulan – 1 tahun. Dan itupun menggunakan berbagai macam cara. Dari mulai menggantikan nasi beras putih dengan beras merah, lalu oatmeal, kentang dan roti. Tapi lama-lama akhirnya bisa dengan sendirinya terbiasa makan tanpa ada nasi ataupun karbohidrat jenis apapun.

Kebetulan saya juga menganut pola makan food combining. Jadi mulai bisa membiasakan tubuh saya hanya makan dengan sayur dan protein hewani tanpa karbohidrat.

3. Mengenal dan Mengurangi Gula yang tersembunyi.

Ditahapan ini saya berada dalam masa penuh kesadaran. Bahwa apa yang akan saya konsumsi saya mesti melihat-lihat dulu kandungan yang ada didalam makanan tersebut. Untuk makanan olahan sudah bisa dipastikan ada kandungan gula yang sangat tinggi didalamnya walaupun secara kasat mata kelihatan tidak ada.

Foto yang ada dibawah memberi saya pengetahuan dan pengenalan akan jenis-jenis makanan yang harus saya hindari. Karena jenis makanan dibawah sifatnya rekreasional, maksudnya bukan makanan utama yang biasa kita konsumsi. Jadi untuk tahapan ini rasanya bukanlah tantangan yang sulit bila dibandingkan tahapan 1 dan 2 diatas.

menghindari gula 2

Sumber disini.

4. Mempertahankan Pola Makanan Baru

Dengan melewati beberapa tahap diatas, otomatis kita memiliki pola makan yang baru. Kalau dahulu aktivitas pagi dimulai dengan sarapan nasi uduk, lontong sayur, mie ayam dan bubur ayam. Sudah pasti sekarang sudah nga nyari makanan ini lagi dong yach.

Walaupun dalam seminggu saya punya hari bebas yang saya tentukan sendiri yaitu hari Sabtu dan Minggu. Tetap aja ketika saya mencoba lagi sarapan dengan menu nasi uduk, tubuh saya langsung protes dan ujung-ujungnya harus bolak balik ke toilet.

Begitu juga dengan menu makan siang dan makan malam. Dan secara tidak langsung kita membentuk pola makan yang baru. Dan menurut saya ini adalah cara diet atau pola makan yang efektif buat saya. Kalau dahulu kala saya melakukan berbagai macam cara diet dimana terlihat hasil yang fantastik dalam kurun waktu singkat. Tetapi dalam waktu yang singkat juga kembali ke berat semula. Membuat saya jenuh dan bosan mencoba berbagai macam pola diet.

Tetapi dengan mengatur dan menjadikannya kebiasaan makan atau pola hidup sehari-hari membuat berat badan stabil dan tubuhpun sehat. Jujur saya sendiri takjub dengan perubahan yang saya alami hanya dengan mengubah pola makan dan menghindari gula.