Shirakawago diakhir musim semi

Shirakawago diakhir musim semi tampak tidak kalah menarik dengan musim-musim lainnya. Mungkin ini kalimat yang saya pergunakan untuk menghibur diri saya sendiri. Jujur saja, saat merencanakan keberangkatan ke Jepang, yang saya bayangkan adalah bunga-bunga sakura bermekaran.

Tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, antara lain berkunjung ke negara ini pada saat musim semi bisa dipastikan sangat ramai pengunjung. Oleh karena itu kami pun memundurkan jadwal keberangkatan ke Jepang diakhir musim semi. Dengan konsekuensi kami akan kehilangan pemandangan kota Jepang yang penuh dengan bunga sakura, hikkkksss.

shirakawago diakhir musim semi 2

shirakawago diakhir musim semi 7

shirakawago diakhir musim semi 5

shirakawago diakhir musim semi 4

shirakawago diakhir musim semi 1

Hector, Tiara dan Dewi berpose dengan latar belakang desa shirakawago dari atas. Sedangkan saya masih dibawah sibuk berjelajah dan berfoto-foto.

shirakawago diakhir musim semi 9

Di halaman ini, saya berbagi foto-foto pemandangan Shirakawago diakhir musim semi. Langit biru, daun-daun berwarna hijau cerah, sinar matahari terik tetapi angin bertiup agak kencang sehingga udara cukup sejuk untuk berjalan-jalan keliling kota.

Mengenang Pasar Ikan Tsukiji Tokyo

pasar ikan tsukiji tokyo 1

Menceritakan kembali perjalanan kami mengunjungi Pasar Ikan Tsukiji Tokyo, mengingatkan saya akan ucapan Ishai Gohlan seorang host acara TV Street Food yang tayang di NatGeo People. “Jika sedang mengunjungi suatu kota ataupun daerah, sempatkan untuk berkunjung ke pasar tradisional dimana kita berada. Kamu akan melihat budaya, kebiasaan dan tradisi suatu negara dari makanan yang disajikan di pasar tersebut”. 

Benar juga sich. Pada saat kita berkunjung ke pasar tradisional, kondisi pasar, hiruk pikuk, tingkat kebersihan dan bahan-bahan yang disajikan mempresentasikan kehidupan masyarakat tempat dimana kita berkunjung.  Begitu juga dengan pasar Tsukiji, pasar ikan tradisional terbesar yang ada di Tokyo.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar dari sahabat saya Tiara dimana Pasar Ikan Tsukiji Tokyo akhirnya direlokasi juga. Berita tersebut sebenarnya sudah santer terdengar sebelum keberangkat kami ke Jepang. Hanya beberapa kali rencana pemerintahan Jepang untuk memindahankan pasar tersebut ditunda. Dan ini memberikan kami berpeluang untuk menjadikan pasar ikan tersebut menjadi salah satu objek yang harus kami kunjungi jika kami ke Tokyo.

Jikalau rencana pemindahan pasar ikan tersebut benar akan direlokasi, setidaknya kami sudah pernah menginjakkan kaki disini.  Dan benar saja tepat tanggal 1 Oktober 2018 resmi pasar ikan Tsukiji dipindahkan ke Toyosu.

Pasar Ikan Tsukiji Tokyo, Tinggal Kenangan.

Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan pasar ikan Tsukiji sulit untuk dilupakan.

Lokasi Pasar Ikan Tsukiji.

Pasar Ikan Tsukiji yang merupakan pasar induk Tsukiji lokasinya berada di Tenggara kota Tokyo, berdekatan dengan kawasan Ginza. Sehingga pencapaian dari dan menuju pasar ikan Tsukiji gampang dicapai. Dari tempat kami menginap yaitu di Day Nice Hotel ke pasar Tsukiji hanya berkisar 3,8 – 4 km saja atau sekitar 15 – 20 menit dengan kendaraan bermotor.

Sejarah dan Latar Belakang Pasar Ikan.

Ternyata pasar ikan Tsukiji sudah beroperasi selama 83 tahun yaitu tepatnya Februari 1935. Yang mana merupakan salah satu pasar tertua yang ada di Tokyo. Dan merupakan pasar ikan terbesar di dunia.

Sama seperti pasar pada umumnya yang ada di berbagai tempat. Pasar ikan Tsukiji menjual berbagai macam buah, sayur, cemilan, pernak pernik serta peralatan dapur yang cukup lengkap disini. Hanya yang membuat pasar Tsukiji terkenal yaitu adanya acara pelelangan ikan yang diadakan pada dini hari.

Pelelangan ikan yang diadakan di pasar dalam Tsukiji tidak dapat disaksikan oleh pengunjung umum. Hanya pelaku bisnis, orang yang terdaftar dan pihak-pihak yang ikut serta dalam pelelangan yang boleh masuk ke area dalam pasar Tsukiji. Sebenarnya disediakan quota bagi pengunjung umum untuk dapat masuk ke area dalam pasar, hanya saja peluang cukup sedikit yaitu 120 pengunjung per hari yang dapat masuk.

Objek wisata kuliner bagi turis.

Bagi pecinta kuliner sangat disarankan untuk menjadikan pasar Tsukiji sebagai tempat memuaskan keingin tauan akan kuliner khas Jepang. Kami yang memang tidak berencana untuk datang subuh dan menghadiri acara pelelangan ikan.  Sudah cukup senang dengan mengitari pasar luar Tsukiji. Dimana sepanjang jalan tersedia berbagai macam makanan yang unik dan hanya tersedia di pasar ini.

Kami yang tiba di lokasi yaitu sekitar jam 9 dan selesai jam 11, yaitu sekitar 2 jam sudah cukup puas mengitari pasar dan mencicipi jajanan yang ada di pasar tersebut. Dimana perut kenyang walaupun tadi pagi sudah menyediakan ruang kosong di perut dengan sarapan seadanya di hotel. Dengan harapan bisa dengan leluasa mencicipi beraneka ragam cemilan yang disediakan di pasar Tsukiji.

Keluar dari pasar, perut benar-benar penuh, padahal sudah menanti makanan utama yang sudah disediakan di restaurant selanjutnya yang memang akan kami kunjungi untuk makan siang. Hikssss…

pasar ikan tsukiji tokyo 4

pasar ikan tsukiji tokyo 3

Mochi red bean dengan topping strawberry utuh. Ukuran mochi besar dan cukup mengenyangkan untuk porsi saya.

pasar ikan tsukiji tokyo 2

Berbagai jenis mochi yang disediakan di kios ini.

pasar ikan tsukiji tokyo 10

Ice cream black bean merupakan cemilan favorite di pasar Tsukiji. Antriannya sangat panjang dan merupakan cemilan yang cocok diujung musim semi saat itu.

Relokasi Pasar Ikan Tsukiji.

Relokasi pasar ikan Tsukiji sudah cukup lama direncanakan. Dikarenakan lokasinya yang berada dipusat kota Tokyo membuat turis dan pengunjung yang berdatangan ke pasar ini membludak. Yang mana alasan sanitasi dan kenyamanan membuat pasar tersebut harus direlokasi.

Belum lagi bencana gempa dan kebakaran besar yang terjadi di tahun 2017, membuat struktur bangunan yang ada di pasar Tsukiji terancam. Oleh karena itu diharapkan perpindahan pasar ikan Tsukiji ke Toyosu dapat mengakomodir kebutuhan pedagang dan penjual yang ada di pasar tersebut. Dan turis serta pengunjung pun nyaman untuk datang kesana.

pasar ikan tsukiji tokyo 12

Berikut ini beberapa foto yang bisa saya bagikan sebagai kenang-kenangan selama berkunjung ke Pasar Ikan Tsukiji Tokyo. Semoga menikmati.

pasar ikan tsukiji tokyo 5

pasar ikan tsukiji tokyo 6

pasar ikan tsukiji tokyo 7

pasar ikan tsukiji tokyo 8

pasar ikan tsukiji tokyo 15

pasar ikan tsukiji tokyo 18

pasar ikan tsukiji tokyo 19

pasar ikan tsukiji tokyo 20

pasar ikan tsukiji tokyo 14

 

Menikmati Keseruan di The Wizarding World of Harry Potter Universal Studios Osaka

universal studio osaka 3

universal studio osaka 2

Mengunjungi Universal Studios Osaka merupakan salah satu mimpi atau bucket list saya yang akhirnya terwujud. Setelah sebelumnya sempat menyambangi Universal Studios Singapore, keinginan untuk mengunjungi Universal Studios Jepang semakin besar. Salah satu alasan dimana saya sangat ingin kesini adalah karena adanya wahana The Wizarding World of Harry Potter.

Siapa sich yang tidak mengikuti cerita Harry Potter, baik itu novel maupun filmnya? Ketika pertama kali membaca novel J.K. Rowling, komentar pertama yang muncul dibenak saya adalah ide penulis sangat briliyan. Dimana sanggup menggambarkan suatu detail demi detail diluar ekspektasi orang pada umumnya.

Dari sebuah novel yang mana dikala itu cukup fantastik bisa menemukan sebuah buku setebal alkitab. Dan melahap nya satu demi satu sampai akhirnya buku terakhir yaitu buku ke-7. Kemudian bisa mengunjungi wahana The Wizarding World of Harry Potter, rasanya kayak mimpi.

Pengalaman Pertama berlibur ke Jepang.

Sebelum cerita lebih detail mengenai keseruan kami di The Wizarding World of Harry Potter Universal Studios Osaka. Saya mau cerita terlebih dahulu mengenai rencana kami berlibur ke Jepang.

Tulisan ini sebenarnya saya khususnya untuk mengucapkan terima kasih saya yang sebesar-besarnya untuk sahabat saya Tiara yang telah mewujudkan mimpi berlibur bersama ke Jepang. Sudah cukup lama kami berdiskusi dan berwacana hendak berlibur keluar negari bersama-sama. Dan akhirnya di tahun 2017, kami pun mulai mematangkan rencana tersebut dengan mencari dan membeli tiket pesawat.

Untuk liburan kali ini, Tiara lah orang yang paling repot mengurusi semua detail perjalanan. Dimulai dari mencari operator travel yang akan kami pergunakan sampai lokasi dan objek wisata yang hendak kami kunjungi. Dikarenakan peserta adalah keluarga besar dari Tiara, dimana rentang usia peserta cukup jauh. Mulai dari usia batita sampai lansia. Sehingga banyak hal yang mesti dipertimbangkan dan menfasilitasi kebutuhan seluruh peserta.

Diakhir perjalanan kami semua sangat bersyukur karena telah menjalani hari demi hari sepanjang liburan di Jepang dengan hati gembira tanpa ada drama.  Jadi bisa dibilang pengalaman pertama menginjakkan kaki di negeri Sakura amat sangat berkesan dan jika ada kesempatan ingin kembali lagi kesini dilain waktu.

The Wizarding World of Harry Potter.

The Wizarding World of Harry Potter merupakan salah satu bagian dari sekian banyaknya wahana yang ada di Universal Studio Jepang. Diantaranya ada Minion Park, Jurasic Park, The Amazing Adventures of Spider Man, Universal Wonderland dan lain-lain. Tapi menurut saya yang paling istimewa dan paling banyak peminatnya adalah The Wizarding World of Harry Potter.

Untuk mengetahui informasi lebih detail dan acara apa saja yang ditampilkan di Universal Studios Osaka dapat langsung mengunjungi website nya. Dan sangat disarankan untuk terlebih dahulu membeli tiket Express Pass sebelum datang ke USJ. Karena bisa dipastikan antrian loket tiket akan sangat panjang. Sehingga akan mengurangi keseruan kita dalam menikmati keseluruhan sesi yang ditawarkan oleh The Wizarding World of Harry Potter.

Dari gerbang utama Universal Studios, karena kita sudah pada tau tujuan utama nya hendak kemana yaitu ke The Wizarding World of Harry Potter. Dengan berbekal peta dan arah petunjuk, kita semua langsung berlarian menuju tujuan utama.

Dari pintu gerbang utama kita sudah melihat begitu banyaknya pengunjung yang hilir mudik. Setelah dapat info dan sharing beberapa teman yang sebelumnya sudah pernah kesini, memberitahukan bahwa wahana tersebut adalah wahana yang paling banyak dicari. Sehingga bisa dipastikan antriannya akan panjang. Membuat kami berlari-larian takut ketinggalan antrian.

Area The Wizarding World of Harry Potter ditandai dengan batu-batu besar beserta hutan dengan kumpulan pohon cemara disepanjang jalan setapak. Beberapa meter setelah kumpulan pohon cemara kita akan bertemua mobil rusak milik ayah Ron Weastley seperti foto dibawah ini.

universal studio osaka 8

universal studio osaka 9

Kastil dan Wahana yang ada di The Wizarding World of Harry Potter.

Gerbang dibawah ini menunjukkan bahwa kita berada di kawasan yang benar yaitu area The Wizarding World of Harry Potter. Dimana keseruan dimulai di gerbang ini.

universal studio osaka 17

Setelah memasuki gerbang, disebelah kanan kita akan menemukan Lokomotif Hogwarts Express. Tidak ada salahnya untuk berfoto dengan latar belakang lokomotif sebagai kenang-kenangan.

universal studio osaka 28

Pengalaman saya akan film Harry Potter terpuaskan dengan melihat kastil-kastil disepanjang jalan. Dimana disebelah kiri dan kanan terdapat signage dan pengumuman atau foto yang dapat bergerak-gerak seperti yang ada di-film.

Mengunjungi kastil demi kastil yang berisi kios atau toko cinderamata yang menjual baju, jubah, sapu terbang, burung hantu dan tongkat sihir membuat mata kita segar dengan atribut, printilan atau pernak pernik khas Harry Potter  yang lucu-lucu. Rasanya pengen beli semuanya.

universal studio osaka 20

universal studio osaka 10

Kastil yang berisi kios beraneka macam atribut bernuansa Harry Potter.

universal studio osaka 21

universal studio osaka 27

Photo by Hector Tiara.

universal studio osaka 15

Pengunjung sangat ramai dan didominasi oleh pelajar dan anak sekolahan.

universal studio osaka 26

Toko yang berisikan sapu terbang dan barang-barang bernuansa Harry Potter. Photo by Hector Tiara.

universal studio osaka 23

universal studio osaka 22

Kios The Owl Post yang menjual kartu pos dengan cap Hogwart.

universal studio osaka 18

Kaos atau baju motif atau logo kelas yang mewakili sekolah Harry Potter.

universal studio osaka 14

Ollivander Wand Shop yang menjual berbagai macam tongkat sihir yang dipergunakan oleh tokoh yang ada di film Harry Potter.

universal studio osaka 13

Kios Honeydukes yang menjual berbagai macam permen.

universal studio osaka 12

Tiara yang sedang mencoba jubah Hogwart Harry Potter.

universal studio osaka 11

Setelah mengunjungi kios yang ada disetiap kastil. Keseruan tidak lengkap jika tidak mengunjungi tur Hogwarts School of Withcraft and Wizardry. Dimana berisi wahana yang memiliki efek spesial berupa simulasi terbang dan tur didalam kastil. Dimana kita seolah-oleh memasuki ruangan demi ruangan yang ada sekolah Hogwart.

universal studio osaka 25

Pemandangan kastil dari luar wahana The Wizarding World of Harry Potter. Photo by Hector Tiara.

universal studio osaka 24

Selesai sudah perjalanan mengelilingi wahana The Wizarding World of Harry Potter Universal Studios Osaka Jepang. Dan jangan lupa untuk mencicipi Butterbeer yang merupakan minuman favorite dan khas yang ada diwahana ini. Yang mana Butterbeer dapat dikonsumsi oleh anak-anak karena tidak mengandung alkohol. Serunya adalah kita juga dapat membeli gelas atau wadah Butterbeer sebagai cinderamata.