Situs Percandian Batu Jaya Kerawang

Sebenarnya saya bukanlah orang yang cocok bercerita mengenai Situs Percandian Batu Jaya Kerawang. Karena waktu diajak kesini saya tidak  punya ekspektasi apapun dan sama sekali tidak membaca sejarah, latar belakang dan perihal mengenai situs sebelum berangkat. Jadi maaf kan saya kalau dihalaman ini tidak berisi mengenai sejarah dan riwayat situs.

Mengawali tahun 2016, saya menerima ajakan teman blogger yaitu Gara yang mana kemudian ajakan tersebut disambut dengan baik oleh Nita yang berdomisili disekitar Bekasi Kerawang, yang dengan kebaikan hatinya mau memberi tumpangan kepada kami untuk mengunjungi situs percandian batu jaya. Terima kasih yach Nita.

 

situs percandian batu jaya kerawang 3

 

Jadilah kami janjian di stasiun kereta Cakung dan dari sana Nita sudah menunggu kami dan sama-sama berangkat menuju Kerawang. Ternyata dari tempat saya menuju Bekasi itu kalau naik commuter line tidak sejauh yang saya bayangkan dan kami saat itu berangkat di hari Minggu. Dimana arah kami berlawanan dengan kebanyakan orang pada umumnya. Sehingga jalan menuju Bekasi sangat cepat dan sepanjang jalan naik commuter line saya selalu dapat tempat duduk. Penumpang commuter linenya nga ramai jika dibanding hari biasanya.

Setelah keluar dari stasiun kami melewati pusat kota Bekasi, baru dech ngerasain hiruk pikuk kota Bekasi yang padat oleh Mall dan lalu lintas nya yang macet. Disini aja kita sudah ngabisin waktu sejam, kemudian dengan berbekal GPS mulai lah perjuangan kami mencari situs percandian batu jaya.

Kejadian yang tidak terlupakaan adalah disaat kami salah jalan dan dengan tujuan mencari jalan pintas kami pun melewati persawahan yang tidak berujung. Jalannya sempit kayaknya hanya muat 2 mobil mepet dan kondisi jalannya berlumpur. Dengan genangan air ditengah jalan sempat membuat kami was-was dan akhirnya tiba diposisi maju kena mundur pun sudah nga mungkin. Hehehehe..

Setelah perjuang dan kelelahan akhirnya ketemu juga lokasi situs dan pada saat kami datang pengunjung bisa dibilang cukup ramai datang kesini. Di komplek situs percandian Batu Jaya berada diatara perumahan warga dan sepanjang mata memandang terdapat hamparan rumput hijau dengan banyak kambing berseliweran disepanjang komplek. Dimana dikomplek ini terdapat dua lokasi candi yaitu candi Jiwa dan candi Blandongan.

 

Candi Jiwa

 

situs percandian batu jaya kerawang 8

 

situs percandian batu jaya kerawang 1

 

Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata.

Menurut keterangan penduduk setempat kata jiwa berasal dari sifat unur (gundukan tanah yang mengandung candi) yang dianggap mempunyai “jiwa”. Karena beberapa kali kambing diikat diatasnya mati. Sehingga tidak ada hubungan dengan Dewa Syiwa.

Kata “jiwa” sangat dekat dengan nama salah satu nama dewa dalam agama Hindu yaitu Dewa Syiwa. Perubahan dari “syiwa” menjadi “jiwa” bisa terjadi karena perjalanan waktu, atau karena aksen Sunda. Barangkali kedekatan kata syiwa dan jiwa bisa dijadikan salah satu objek penelitian meskipun agak aneh jika data yang telah didapat bahwa candi Jiwa lebih kepada Budha daripada Hindu. Di Budha tidak ada dewa Syiwa. Sumber Wikipedia

 

Candi Blandongan

 

situs percandian batu jaya 4

Berdasarkan analisis radiometri karbon 14 pada artefak-artefak peninggalan di candi Blandongan, salah satu situs percandian Batujaya, diketahui bahwa kronologi paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12.

Di samping pertanggalan absolut di atas ini, pertanggalan relatif berdasarkan bentuk paleografi tulisan beberapa prasasti yang ditemukan di situs ini dan cara analogi dan tipologi temuan-temuan arkeologi lainnya seperti keramik Cina, gerabah, votive tablet, lepa (pleister), hiasan dan arca-arca stucco dan bangunan bata banyak membantu. Sumber Wikipedia

situs percandian batu jaya 5

 

situs percandian batu jaya 6

 

situs percandian batu jaya 2

Mengunjungi Situs Percandian Batu Jaya Kerawang bersama Gara, Nita dan Dita.

 

Dari pengamatan saya selama disana, Situs Percandian Batu Jaya Kerawang menurut saya cukup terawat dan beberapa kali saya melihat pengelola situs banyak beredar disekitar komplek mengawasi dan memberi pengarahan kepada pengunjung jika ada yang iseng melakukan perbuatan tidak senonoh seperti mencoret-coret dan mengambil sesuatu yang harusnya tidak diambil.

Dan dari hasil wawancara dengan pengelola situs, kami mendapatkan banyak informasi mengenai asal usul, sejarah dan apa saja yang ditemukan selama proses penggalian dan pemugaran lokasi percandian. Dimana tempat ini nantinya akan dikembangkan menjadi komplek yang lebih hijau dan tertata dengan baik. Sehingga diharapkan situs ini menjadi tempat tujuan wisata yang menarik.  Semoga saja dalam waktu dekat dapat terealisasi.

 

 

Jelajah Seru Rumah Ramah Lingkungan

Kalau teman-teman ngikutin cerita yang ada dihalaman saya sebelumnya. Beberapa kali saya menulis tentang semua hal yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Mulai itu dari yang namanya rumah ramah lingkungan, bagaimana memisahkan sampah organik dan non organik, mengelolah sampah rumah tangga, pemanfaatan energi berupa kincir angin dan solar pannel sampai pada hobi menanam yang mana semua berkaitan dengan semangat penghijauan atau go green.

Setelah kita bertemu langsung dengan pengurus dan pendiri Komunitas Sahabat Bumi dan berbagi banyak hal mengenai apa saja sich yang harus kita lakukan sebagai salah satu makhluk tercerdas yang menempati bumi ini. Dengan penjelasan tersebut saya pribadi langsung tergerak dengan melakukan apa yang bisa saya lakukakan. Yang ada saya menjadi lebih aware dan diharapkan  secara kontinu timbul kesadaran untuk melakukan banyak hal bagi lingkungan yang ada disekitar saya.

Setelah itu kita jadi kepikiran bagaimana kalau ilmu yang kemaren kita terima tidak hanya kita yang saat itu datang saja yang mendapatkan nya. Tapi semua orang bisa merasakan semangat yang sama dan membagikannya ke orang lain. Setelah lama berdiskusi akhirnya tercetuslah ide untuk membuat acara jelajah seru rumah ramah lingkungan yang mana kesempatan kali ini khusus diperuntukkan kepada anak-anak beserta orang tuanya masing-masing.

Kesadaran Lingkungan dimulai dari masa kanak-kanak.

Kenapa anak-anak? Karena anak-anak lebih cepat menangkap pesan tersebut dan paling mudah menyerap sesuatu jika diberi edukasi tentang pentingnya mencintai lingkungan yang ada disekitar mereka. Seperti contohnya budaya membuang sampah, anak-anak akan lebih bisa menerima jika diberi penjelasan kenapa kita tidak boleh buang sampah sembarangan. Budaya dan pemahaman tersebut harus kita beri sedini mungkin yaitu pada masa kanak-kanak.

Mungkin disekolah anak-anak tersebut sudah ditanamkan kesadaran akan perlunya pelestarian lingkungan, tapi rasanya kurang begitu efektif. Alangkah lebih baiknya jika pemahaman itu tidak hanya sekedar slogan atau ceramah, tetapi dengan membuat suatu atraksi dan permainan yang mana diharapkan pesan tersebut dapat direkam oleh memori mereka.

Atau dengan mempertontonkan seperti apa kondisi bumi yang rusak akibat ulah tangan manusia. Betapa binatang-binatang dibelahan bumi yang jauh dari pengamatan mata kita, mati kehabisan nafas karena lingkungan mereka tercemar sampah. Dan banyak hal-hal lain yang kalau hanya diceritakan melalui ceramah atau narasi akan lewat begitu saja dibenak anak-anak ini.

Oleh karena itu akan amat disayangkan kalau dari generasi yang akan datang tidak memahami hal tersebut karena nantinya merekalah juga yang akan menjadi korban efek dari kerusakan lingkungan. Sehingga kita perlu untuk selalu mengkampanyekan semangat penghijauan dan pelestarian lingkungan pada generasi muda dan anak-anak.

Acara Jelajah Seru Rumah Ramah Lingkungan.

 

Kenapa diberi nama Jelajah Seru Rumah Ramah Lingkungan? Karena edukasi mengenai pemahaman akan cinta lingkungan diberikan tidak hanya dalam bentuk ceramah atau seminar melainkan anak-anak tersebut diajak melakukan aktifitas berupa permainan seru yang nantinya disiapkan oleh panitia.

Aktifitas tersebut berupa games, sesi sharing, nonton film pendek tentang kondisi bumi dan pencemaran lingkungan, bagaimana berkreasi dengan barang-barang bekas dan ditutup dengan menjelajahi contoh rumah ramah lingkungan yang dimiliki oleh pasangan mas Andoko Aribowo dan mbak Sherly Novita yang berada dikawasan Cibubur.

Acara Jelajah Seru Rumah Ramah Lingkungan diselenggarakan oleh Swara Sadira bersama Komunitas Sahabat Bumi yang akan diadakan pada tanggal 3 April 2016 dari jam 09:00 – 15:00. Jadi agendanya benar-benar full seharian dimana harga tersebut  diperuntuk 1 orang anak + 1 orang tua. Harga sudah termasuk makan siang, snack, alat peraga untuk permainan dan nonton film pendek.

 

Periode pembayaran

25 Februari – 10 Maret Rp 650.000 (Early Bird)

11 Maret – 18 Maret 206  Rp. 750.000

19 Maret – 25 Maret Rp 850.000.

 

Adapun round down acara antara lain:

 

ice breaking

09 : 00 – 11 :00 welcome Eco (berisi materi ringan dan nonton film pendek)

11 :00 – 11 :30 Games

11 : 30 – 13 :00 Makan Siang

13 : 00 – 14 :00 Kreasi daur ulang

14 :00 – 14 :30 Snack

14 :30 – 15 :00 Acara Penutup

 

Untuk informasi lebih detail mengenai Acara Jelajah Seru Rumah Ramah Lingkungan dapat menghubungi Nik di nomor 081317616161. Karena acara ini sangat bermanfaat dan pastinya seru jadi jangan sampai ketinggalan.

 

jelajah seru rumah ramah lingkungan

Rumah Ramah Lingkungan

rumah ramah lingkungan 1

 

Weekend kemaren saya dan sahabat saya Nik, menghabiskan waktu dengan Komunitas Sahabat Bumi dan Jakarta Good Guide. Karena hari nya di waktu yang berbeda dan bahasannya agak panjang jadi saya pecah menjadi 2 bagian. Bagian pertama saya akan membahas mengenai Rumah Ramah Lingkungan yang mana pemilik rumah merupakan salah satu pengurus dari Komunitas Sahabat Bumi.

Rumah Ramah Lingkungan

 

Rumah ramah lingkungan yang kemaren kami kunjungi adalah rumah milik pasangan Andoko Aribowo dan Sherly Novita yang mana berada dikawasan Cibubur. Terima kasih mas Ari dan mbak Sherly atas kebaikan hati kalian, sehingga kami dapat masuk dan melihat-lihat isi rumah mereka. Banyak hal yang saya pelajari dari mereka dan rumah ini benar-benar sangat inspiratif sekali menurut saya. Keberadaan rumah ini secara tidak langsung bercerita bagaimana besarnya kepedulian pemilik rumah akan lingkungan dan itu semua diterapkan didalam rumah ini.

Karena pemilik rumah pada saat kami datang, lagi ada keperluan jadi kami pun disambut oleh pendiri dan pengurus Komunitas Sahabat Bumi yaitu mbak Wulan Sary dan mbak Ika Roseliyana. Mereka pun menjelaskan kepada saya dan Nik mengenai latar belakang terbentuknya Komunitas Sahabat Bumi dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan. Kalau mbak Wulan banyak bercerita mengenai sampah, sedangkan mbak Ika banyak menjelaskan mengenai air dan listrik. (Kalau ada yang salah atau kurang-kurang informasinya tolong dikoreksi yach mbak) 🙂

Latar belakang terbentuk nya komunitas ini adalah adanya keprihatinan, kecemasan dan kegelisahan sekelompok orang akan kondisi alam saat ini. Dimana khususnya Indonesia yang amat sangat kecil kepedulian akan pelestarian lingkungan baik itu mengenai pencemaran lingkungan berupa limbah sampah. Kemudian kondisi air, yang mana jika musim panas terjadi kekeringan dan di musim penghujan tidak pernah absen akan banjir. Serta kebutuhan listrik yang selalu tidak seimbang dengan ketersediaan PLN.

Membuat mereka akhirnya harus ambil tindakan dengan membentuk komunitas sahabat bumi. Untuk melihat lebih detail mengenai aktivitas mereka dapat mengunjungi Komunitas Sahabat Bumi.

Kenapa menggunakan nama sahabat bumi, karena mereka ingin berkontribusi untuk melakukan sesuatu bagi bumi. Jika menggunakan kata sahabat, selayaknya sahabat yang sesungguhnya pasti ada perasaan kind, love dan care. Bukti cinta bagaimana memperlakukan bumi dengan baik, yaitu dengan adanya rasa peduli dan lama-lama timbul rasa sayang, semua itu terjadi dengan cara mengenal bumi itu sendiri terlebih dahulu. Memiliki pengenalan yang baik mengenai bumi serta kondisi yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu salah satu agenda utama dari Komunitas Sahabat Bumi adalah memberi informasi dan pengenalan lebih dini kepada anak-anak dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Memperdayakan masyarakat untuk memisahkan sampah dan cara mendaur ulang sampah sehingga menghasilkan suatu kerajinan tangan yang berkualitas sehingga dapat dijual dipasaran dan menjadi komoditi yang dapat dibanggakan.

Hal yang berkaitan dengan Komunitas Sahabat Bumi itu terdiri dari 3 hal yaitu Sampah, Air dan Listrik.

Sampah.

Bagaimana cara mengelolah Sampah yaitu memisahkan sampah Organik dan Non Organik.

1. Sampah Non Organik

Sampah organik mereka kumpulkan di Bank Sampah. Jadi menurut mbak Wulan, sampah-sampah yang terkumpul dari nasabah sampah, mereka ambil ke rumah tiap-tiap nasabah. Dimana ada jadwal rutin berdasarkan area dan lokasi. Semisalnya hari senin khusus area Kota Wisata, hari selasa Cibubur Juction dan sekitarnya, demikian hari rabu dan hari-hari selanjutnya.

Dan jika memang jadwalnya hari senin di Kota Wisata, nasabah yang ada disekitar Kota Wisata terlebih dahulu menghubungi mbak Wulan untuk mengkonfirmasi bahwa di rumahnya sudah terkumpul banyak sampah dan siap untuk didatangi dan mengambil sampah yang dimaksud. Ini cukup membantu mbak Wulan agar tidak sia-sia datang ke rumah nasabah yang ternyata sampahnya belum banyak.

Sampah yang telah dikumpulkan dari nasabah sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk dan kerajinan tangan yang nantinya dapat dijual. Beberapa produk yang telah dihasilkan dari bank sampah tersebut dapat dilihat disini.

2. Sampah Organik.

Sampah organik berupa daun, sisa potongan sayur dan buah yang biasa kita pergunakan dimasukkan kedalam kotak Fermentasi Limbah Rumah Tangga atau FELITA. Yang mana nantinya sisa sampah organik dapat menghasilkan kompos dan pupuk cair. Mbak Wulan sempat mengajarkan kepada kami bagaimana cara mengolah sampah organik sendiri yang mana dapat kita praktekkan dirumah masing-masing. Kotak FELITA dapat dibeli dengan menghubungi mbak Wulan di nomor telephone 081905937788.

Saya sudah membeli kotak FELITA dan tadi pagi langsung saya praktekan. Kotak tersebut bentuknya seperti kotak plastik besar dengan corong keran dibawah tetapi didalamnya terdapat dinding pemisah berlubang-lubang untuk memisahkan bahan material dan cairan hasil penguraian sampat tersebut. Dan satu paket dengan kotak FELITA juga ada bakteri yang nantinya bekerja sebagai pengurai yang mana mengubah sampah menjadi pupuk kompos.

Karena baru tadi pagi saya praktekan jadi saya mesti nunggu 2 minggu lagi agar bakteri tersebut bekerja dan jadilah kompos. Kalau berhasil akan saya bagikan disini mengenai cara dan tahapannya.

Air

Dirumah yang kami kunjungi ini sudah mempraktekan bagaimana caranya memanfaatkan dan memaksimalkan air dengan baik. Yaitu dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan membuat sumur resapan dan biopori. Di rumah ini terdapat 5 titik sumur resapan dan lebih dari 80 titik biopori dihalaman rumah mereka.

Dengan bahasa yang lebih sederhana adalah dengan adanya sumur resapan dan biopori tersebut membuat air hujan yang jatuh dari langit tidak langsung kebuang ke saluran kota. Melainkan diserap dan ditampung lebih lama, kemudian disaring dan dapat digunakan kembali. Sumur resapan berfungsi sebagai area penampungan sedangkan dengan adanya biopori kita mengundang biota-biota yang ada didalam tanah untuk tinggal dan membuat rongga-rongga.

Dengan adanya rongga-rongga hasil pekerjaan hewan yang ada didalm tanah membuat daya tampung tanah untuk menyerap air tinggi. Jika daya serap air lebih tinggi, cadangan air bersih lebih banyak dan kebutuhan akan air bersih terpenuhi walaupun dimusim kering sekalipun. Serta dapat mengurangi resiko banjir akibat meluapnya air hujan.

Listrik

Untuk materi listrik saya tidak terlalu bisa menguraikannya disini karena saya sendiri tidak begitu paham. Mbak Ika mencoba membantu kami untuk mengerti dengan menjelaskan cara kerja solar panel dan kincir angin sampai harus naik keatas atap. Ternyata cukup menguras energi untuk naik keatas atap dan melihat langsung peletakan solar panel dan kincir angin.

Menurut penuturan mbak Wulan dan mba Ika, pemilik rumah sudah dapat memproduksi listrik sendiri. Kelebihan supply listrik sudah dijual ke PLN. Pada saat saya datang, kincir angin nya sama sekali tidak bergerak dikarenakan kapasitas baterainya sudah penuh. Dan kincir angin akan kembali bergerak jika kapasitas baterai menipis atau berkurang.

 

rumah ramah lingkungan 2

Tampak Belakang Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita.

 

rumah ramah lingkungan 3

Dari ruang duduk keluarga kita dapat langsung melihat halaman. Yang hijau-hijau begini rasanya adem bangat.

 

rumah ramah lingkungan 5

Pada saat kami hendak naik keatas atap, saya mengambil foto situasi ruang tamu dari lantai atas.

 

rumah ramah lingkungan 6

Ini dia tampilan solar panel. (Informasi bagi yang belum pernah melihat wujud solar panel) :-). Saya lupa menghitung ada berapa panel yang ada disini.

 

rumah ramah lingkungan 4

Kincir Angin

 

rumah ramah lingkungan 7

Halaman Rumah, dari atas kelihatan beberapa lubang biopori dan sumur resapan.

 

rumah ramah lingkungan 8

Spot dibelakang rumah, ini juga merupakan salah satu lokasi penempatan sumur resapan.

 

rumah ramah lingkungan 9

Sumur resapan yang dikamuflase dengan adanya pot tanaman. Dirumah ini terdapat 5 titik.

 

rumah ramah lingkungan 10

Hijau sekali halaman rumahnya. Saya sangat betah untuk berlama-lama disini, sampai rasanya ogah bangat untuk pulang.

Pengalaman yang amat sangat berharga yang saya habiskan di Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita. Jangan bosan yach mas dan mbak kalau kita datang berkunjung lagi (ngarep bangat untuk datang kesini lagi). Semoga dengan keberadaan rumah ramah lingkungan menjadikan inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain untuk mempertimbangkan aspek eco dan green house dirumah masing-masing dan dengan cara sendiri.

Peppino House – Bogor

peppino 26

 

Peppino House Bogor adalah tujuan short getaway kami kali ini. Tempat yang asyik di Bogor untuk melarikan diri sejenak dari rutinitas sehari-harinya kami. Nge-charger tubuh, jiwa dan raga hanya dengan memindahkan lokasi pertemuan ditempat yang berbeda dengan tempat biasa kita ketemu.

Kenapa memilih kota Bogor.

Karena jaraknya relatif dekat dengan tempat kami tinggal. Kalau nga pengen ribet, mesti naik turun angkutan beberapa kali. Ada baiknya memilih naik commuterline, menurut saya ini jauh lebih praktis dan nyaman jika dibandingkan transportasi lainnya. Tadinya saya dan Nik benar-benar nga janjian naik commuterline, karena dia dari Serpong dan saya dari Kemayoran (mesti absen dulu dari kantor karena sabtu saya tetap masuk kantor).

Yang terlintas dibenak kita supaya nga ribet mesti ketemuan dimana kami memutuskan yang penting sampe di stasiun Bogor titik. Tiba di stasiun bogor nya habis itu gimana-gimananya yach tergantung entar aja dech. Selama di commuterline saya sama sekali nga menghubungi Nik, karena hp dimatiin buat menghemat baterai dan saya menghabiskan waktu didalam kereta dari Kemayoran sampai Bogor nyaris tertidur pulas.

Sesampainya di Stasiun Bogor, hp dihidupin trus dapat pesan kalau Nik sudah sampai sama dengan waktu nya saya sampai disana. Pas nanya ternyata dia naik commuterline yang sama dengan saya hanya nga tau dianya di gerbong mana, saya dibagian yang mana. Yang pasti kita bisa samaan gitu nyampe dan langsung ngabarin teman yang ada di Bogor untuk jemput kita.

 

peppino 1

 

Pilihan pun jatuh ke Peppino House Bogor.

Karena kita benar-benar tidak punya rencana khusus mau makan dimana, yang ada kita menyerahkan pilihan ke teman yang jemput kita. Dan mereka pun mendaratkan kami kesini. Dengan pertimbangan tempat ini tidak jauh dari Stasiun Bogor dan akses kesini sangatlah mudah. Jadi kalaupun mau jalan kaki sebenarnya tidak lah jauh-jauh amat, secara kita emang doyan jalan kaki apalagi di Bogor udaranya cukup enak untuk pejalan kaki dibandingkan dengan Jakarta.

 

peppino2

 

Penilaian saya pertama kali melihat bangunan Peppino House Bogor, yang ada dibenak saya ini pasti restaurant jadul. Karena model bangunannya layaknya bangunan jaman Belanda. Tetapi ketika masuk nuansanya tidak seperti yang saya bayangkan. Nuansanya minimalis denga sofa yang empuk dan nyaman, disetiap sudut sengaja dibuat kesan yang berbeda antara satu spot dengan spot yang lain. Dan ketika pihak manajemen mengajak saya berkeliling dari depan kebelakang terus dari atas kebawah, baru nyadar kalau restaurant ini ternyata cukup besar juga yach?

 

peppino 25

 

Ketika masuk ke restaurant ini kita langsung diterima di area foyer dan reseptionist. Dengan meja bundar yang berada ditengah-tengah ruangan memberi aksen “welcome” untuk pengunjung yang datang disana. Dan reseptionist langsung dengan ramah menanyakan jumlah tamu dan mau duduk diarea mana. Disudut ruang foyer terdapat sofa ruang tunggu bagi pengunjung untuk menunggu jika ketersediaan kursi penuh.

Jika sudah ada ketersediaan kursi buat pengunjung, pegawai restaurant akan mengarahkan kita ke ruangan-ruangan yang ada dilantai 2. Dengan tangga yang besar seakan-akan kita diarahkan kedua arah yang berbeda. Satu diarea depan dan satunya lagi diarea belakang, dan dimasing-masing area pun ada pembagian ruangan-ruangan nya lagi. Jadi masing-masing area mempunyai kesan dan konsep yang berbeda.

Tetapi karena kami datangnya cukup pagi, jadi kami masih punya kesempatan untuk memilih ruangan yang kami mau. Berhubung area belakang sudah ada yang mereservasi untuk acara ulang tahun. Kamipun memilih tempat duduk yang ada diarea depan dan langsung berhubungan dengan balkon sehingga leluasa untuk melihat pemandangan yang ada diluar.

 

peppino 3

 

Karena ruangan ini dipakai untuk acara ulang tahun jadi penuh dekorasi dan balon-balon yang disesuiakan dengan yang berulang tahun.

 

peppino 4

 

Kursi-kursi dan sofa yang ada ditempat ini lucu-lucu dan empuk. Yang ada kita betah berlama-lama ngobrol dan makan. Dan ada live music nya juga setiap malam minggu, tapi kita nga sempat menimkati live music karena baru ada dimalam hari. Sedangkan kaminya sudah keluar dari restaurant ini sore.

 

peppino 5

 

peppino 7

 

peppino 12

 

peppino 17

 

peppino 18

 

Makanan yang kami pesan.

Beberapa makanan dan minuman yang kami pesan. Antara lain Fettuccine salmon alfredo, Fettuccine alla carbonara, sop buntut goreng, melon fizz, cappucino hazelnut, cappucino caramel dan satu lagi lupa namanya, hehehehe..

Untuk rasa sich menurut saya enak dan dari segi kantong tidak lah terlalu mahal, masih aman untuk kantong. Dengan kisaran harga Rp. 25.000 – Rp. 150.000.

 

peppino 21

Melon Fizz

 

peppino 13

Cappucino Hazelnut

 

peppino 14

Cappucino Caramel

 

peppino 15

Sop Buntut Goreng

 

peppino 16

Fettuccine Salmon Alfredo

 

peppino 19

Yang ini lupa namanya apa. Tapi campuran ketan hitam dengan salad buah-buah

 

peppino 9

Ornamen lampu

 

peppino 11

Ternyata dilantai bawah bagian belakang terdapat area terbuka yang cukup luas untuk duduk dan makan. Diujung ruangan terdapat ruang karaoke, live music dan dart game. Kalau mau adain acara kumpul-kumpul dengan menggunakan pengeras suara juga asyik bangat disini.

 

Bagaimana cara untuk menghubungi Peppino House Bogor.

 

Untuk melakukan reservasi dan informasi detail mengenai tempat ini dapat menghubungi:

Peppino House Bogor

No Telphone : 0251-8363989

Twitter : @peppinohouse41

facebook : Peppino House

www.peppino-house.com

LOKASI

Jl. Paledang No.41, Bogor

JAM OPERASI

Setiap hari 10.00 am – 24.00 pm

 

peppino 27

 

Area balkon juga luas sekali dan terdapat 2 lantai. Juga cocok untuk smoking area. Dari area ini kita bisa melihat pemandangan yang ada disekitar restaurant. Juga tersedia parkir yang lumayan luas sehingga tidak perlu kuatir kehabisan tempat parkir.

Jadi bisa saya simpulkan bahwa Peppino House Bogor merupakan tempat yang pas untuk kita menyingkir dari aktivitas sehari-hari, ngumpul dengan keluarga dan sahabat terdekat. Sambil menikmati menu makanan dan minuman yang tersedia ditempat ini.

Taman Hutan Raya Ir. Juanda Bandung

taman hutan raya ir juanda bandung 1

Saya lahir dan besar di kota kecil di Pekanbaru. Dimana komplek dan perkampungan warga berada ditengah-tengah hutan. Jadi saya sangat familiar dengan lingkungan hutan dan rawa-rawa. Tetapi itu tidak membuat saya mengenal hutan dan binatang yang ada dihutan tersebut. Banyak cerita masa kecil yang cukup lucu dan unik yang saya alami selama dikota tersebut yang berkaitan dengan hutannya.

Waktu saya TK-SD kelas 1 saya tinggal di Minas dimana komplek tempat saya tinggal hanya dihuni 2 deret rumah, masing-masing deret terdiri 10 rumah dan saling hadap-hadapan. Dimasing-masing deret rumah bagian belakang langsung berhadapan dengan hutan yang cukup lebat. Jadi saya bisa lihat pemandangan hutan yang berada dibelakang deretan rumah depan begitu juga dengan rumah dideretan depan rumah saya bisa melihat pemandangan hutan yang ada dibelakang rumah kami.

Jika kita berada diteras depan saya masih melihat monyet hitam (saya nga tau itu jenisnya monyet apa kera) bergelantungan di hutan depan rumah. Dan karena mereka banyak sekali kadang saya merasa kalau mereka sedang bersenandung atau bercengkerama dengan sesama monyet yang ada. Sampai sekarang saya masih suka mendengar dan membayangkan senandung dan bahasa monyet tersebut ada dikepala saya. Kalau dari kejauhan lihat tingkah laku monyet suka menggemaskan tetapi kalau gerombolan monyet tersebut datang dan masuk pekarangan rumah mengobrak abrik tanaman kita nya suka kesel bangat.

Kadang kalau mama saya telat mengambil pakaian dari jemuran belakang sudah bisa dipastikan pakaian yang ada pasti sudah diberantakin oleh pasukan monyet tersebut. Dan kadang kalau mama saya lagi rajin nanam singkong atau tanaman lain dibelakang pasti yang nikmatin pertama kali justru monyet bukan kami nya hiksss…

Kadang kalau bis sekolah telat menjemput, kami dengan sukarela berjalan kaki dari sekolah ke rumah melewati hutan-hutan yang ada. Itu merupakan hal yang sangat kami senangi. Kadang kami menemukan bongkahan batu dan kayu dan kami namai dengan nama buatan kami sendiri. Saking asyiknya bermain dihutan sampai lupa waktu dan tiba dirumah bisa sampai sore. Yang ada mama pun marah-marah karena kuatir dan takut kaminya kenapa-kenapa.

Ketika saya pindah ke Duri, situasinya pun tidak jauh berbeda. Saya sering menemukan biawak datang ke teras rumah. Karena tidak berapa jauh dari rumah saya terdapat rawa-rawa yang mana airnya masih bersih. Saat itu saya meninggalkan adik saya yang berumur 2 tahun bermain di teras depan rumah sedangkan saya nya mesti mengambil barang di dapur. Dan sekembali nya dari dapur menuju teras saya menemukan biawak tersebut hendak mendekati adik saya.

Untung saat itu jarak antara adik saya dan biawak dihalangi oleh pintu dengan kawat nyamuk. Sehingga biawaknya tidak berani mengganggu adik saya dan tidak berapa lama kemudian biawak tersebut lari menjauh dari teras rumah. Begitu juga dengan ular, kalajengking kayaknya beberapa kali kedapatan masuk kedalam rumah dan membuat seisi rumah geger.

 

taman hutan raya ir juanda bandung 2

 

Ada saat dimana saya sengaja datang terlambat karena berusaha menghindari upacara bendera. Karena habis upacara ada ulangan yang saya belum persiapkan. Yang ada saya cabut dari upacara untuk belajar dulu dirumah mempersiapkan bahan ulangan. Karena saya telat maka mau tidak mau saya harus berjalan kaki melewati hutan sebelum masuk ke halaman sekolah. Saking asyiknya membaca dan menghafal pelajaran sambil jalan, saya hampir saja menambrak ular yang sedang melingkar dan meliuk didepan saya.

Yang ada saya kaget dan menjerit-jerit sambil lari nga karuan. Si ular nya pun kaget dan langsung lari, tetapi sampai hari ini saya masih ingat itu ular bentuk dan warnanya sangat cantik dengan kulit berwarna kuning menyala. Saya jarang melihat ular dengan bentuk seperti itu, tapi karena sudah takut dan kaget duluan rasanya saya sudah tidak peduli lagi dengan sekitarnya. Ternyata ada teman saya yang sama bandelnya dengan saya berada dibelakang dan ketawa-ketawa girang lihat saya lari-lari nga jelas begitu.

Ada lagi cerita mengenai seorang bapak yang kerja di shift malam, si bapak kerja dari jam 7 malam hingga jam 5 pagi. Ketika selesai shift dan diantar pulang oleh mobil kantor ke rumah, Si Bapak menemukan tamu tak diundang sedang duduk malas-malasan di teras depan rumahnya. Tamu tersebut adalah harimau sumatera yang entah bagaimana asyik nongkrong diteras rumahnya. Langsung si Bapak ini menelphone istri yang masih tidur didalam rumah untuk tidak keluar dari rumah dan diwaktu yang sama langsung menghubungi pet control agar harimau tersebut ditangkap dan dikarantina ditempat habitatnya. hiksss seram.

Kalau cerita mengenai gajah ngamuk sudah sering kami dengar dan saya beberapa kali melihat secara langsung bagaimana gajah-gajah tersebut masuk ke komplek. Kadang saya suka kasihan lihat gajah-gajah ini sebenarnya kitalah yang merebut wilayah mereka sehingga mereka harus tersingkir dan mencari makanan ditempat-tempat yang lebih jauh dipelosok hutan.

Walaupun perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin menyediakan tempat penangkaran yang cocok untuk gajah-gajah dan binatang yang ada disini tapi tetap aja yang namanya binatang liar pasti pengennya hidup di alam bebas tanpa gangguan dan campur tangan dari manusia.

Hanya sayang makin kesini keberadaan hutan semakin berkurang berkat ulah jahil manusia, baik itu untuk membuka lahan perkebunan sawit ataupun memang kondisi cuaca yang saat ini memang kering sehingga menyebabkan suhu udara tinggi dan memicu kebakaran secara tidak disengaja. Sungguh benar-benar disayangkan, jika hutan yang ada di Indonesia yang waktu saya kecil disebut sebagai paru-paru dunia terancam. Dan nantinya kalau tidak dijaga dari sekarang bisa-bisa hutan kita gundul dan kering itu juga akan berimbas ke kita nya juga.

Tadinya saya mau cerita mengenai Taman Hutan Raya di Ir. Juanda Bandung yang ada saya malah keasyikan cerita tentang pengalaman masa kecil saya dengan hutan yang ada di Pekanbaru. Menurut saya hutan kota yang ada di Bandung bisa kita contoh. Selain untuk kelestarian alam dan lingkungan keberadaan hutan kota juga dapat menjadi tempat rekreasi warga setempat. Selain rapi dan tertata dengan baik taman hutan kota bandung juga sarat dengan unsur pendidikan dan pengenalan masyarakat terhadap jenis-jenis pohon dan kegunaannya bagi manusia dan binatang yang tinggal di hutan tersebut.

 

taman hutan raya ir juanda bandung 3

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman yang terletak di Kota Bandung, Indonesia. Luasnya mencapai 590 hektare membentang dari kawasan Dago Pakar sampai Maribaya.

Letak Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda berada di Kampung Pakar, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, pada ketinggian antara 770 mdpl sampai 1330 mdpl. Di atas tanahnya yang subur terdapat sekitar 2500 jenis tanaman yang terdiri dari 40 familia dan 112 species. Pada tahun 1965 luas taman hutan raya baru sekitar 10 ha saja, namun saat ini sudah mencapai 590 ha membentang dari kawasan Pakar sampai Maribaya. Saat ini pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Kehutanan Pemda Provinsi Jawa Barat (sebelumnya berada di bawah naungan Perum Perhutani). Sumber Wikipedia.

Taman Kota ini dibuka setiap hari dari jam 08:00 – 18:00. Dengan tiket masuk Rp. 10.000/orang. Selain pemandangan hutan, kita juga dapat menikmati pemandangan air terjun dan goa-goa peninggalan Jepang dan Belanda yang ada di Taman Kota ini. Disini juga tersedia warung dan jalanan menuju hutan bagus dan tertata dengan baik. Kami berjalan santai dan mengelilingi Taman Hutan selama 3 jam tanpa terasa, karena udaranya sejuk dan kalaupun lelah kita bisa beristirahat dan duduk di kursi taman yang disediakan ditaman kota ini.

Weekly Photo Challenge, Happy Place

Hari Minggu kemaren saya dan sahabat saya berkunjung ke Bandung dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat kami. Berhubung berada di Bandung, selain hendak menghadiri acara pernikahan kami pun nga mau rugi sekalian mengunjungi beberapa tempat yang sudah lama kami rencanakan untuk pergi. Tadinya saya sudah niat bangat pengen pergi ke Tebing Keraton secara tempat ini sangat kekinian.

Hanya saya agak ragu-ragu, karena dari beberapa teman yang sudah kesana bilang bahwa tebing keraton sebenarnya tidak terlalu yang bagaimana. Tapi yang namanya penasaran yach boleh aja dong yach saya tetap ngotot pergi. Yang namanya rencana tetaplah rencana, karena sesampainya di Bandung teman yang menemani kami disana bilang kalau Tebing Keraton sedang ditutup karena lagi ada perbaikan.

Jadi selama bulan Oktober area tersebut ditutup. Dan benar saja, sepanjang jalan menuju Dago Pakar sudah terdapat spanduk yang memberi informasi bahwa Tebing Keraton ditutup, jadi fox lah sudah kami tidak bisa kesana.

 

weekly photo challenge happy place 4

 

Antara kecewa dan sedih akhirnya kami pun memutuskan untuk mencari alternative lain yaitu menuju ke D’Pakar Cafe. Jarak antara D’Pakar dan Tebing Keraton sebenarnya tidak lah terlalu jauh dan pemandangannya pun tidak kalah dengan Tebing Keraton. Hanya yang membedakan diantara dua tempat ini di D’Pakar kita bisa bersantai-santai dan nongkrong lama sambil menikmati makanan yang tersedia di cafe ini dengan background pemandangan tebing-tebing yang menurut saya sich bagus.

CAFE D’PAKAR
Jln. Dago Pakar Utara

Jam Operasional:
Selasa-Jumat: 12.00-18.00
Sabtu-Minggu: 09.00-18.00
Senin Tutup

 

Karena tempat ini termasuk ramai pengunjung, pihak pengelolah cafe membatasi waktu nongkrong selama 2,5 jam di hari weekend. Tapi karena kita datangnya pas jam 12 belum terlalu ramai pengunjung jadi kami bisa berlama-lama di tempat ini dan rasanya lebih dari 3 jam kami ada di D’Pakar Cafe.

weekly photo challenge happy place 2

 

Makanan yang tersedia disini antara lain seperti Nasi Goreng, Roti, cemilan dan beberapa jenis minuman. Untuk makanan sich kalau menurut saya sich biasa saja. Dengan porsi kecil dan harga normal untuk ukuran cafe. Untuk minimal order Rp. 25.000 setiap orangnya. Dan disini juga bisa loh dijadikan lokasi pre-wedding, dimana dikenakan biaya Rp. 500.000/4 jam. Oke lah yach. Secara tempatnya keren, unik dan sangat cocok dijadikan tempat pemotretan.

Dari segi tempat, cafe ini saya bilang bagus dan unik. Berlokasi di Dago Pakar Bandung Utara memiliki keistimewaan cuaca yang sejuk dan pemandangan dengan view hutan dan bukit-bukit. Nuansa cafe ini bertema natural dan terbuka. Saat kami datang cuacanya cerah dan sedikit berangin. Saya tidak bisa membayangkan kalau saat itu hujan. Hanya karena saat ini adalah musim kemarau yang ada pemandangannya tidak sehijau jika kita datang di musim penghujan.

 

weekly photo challenge happy place 1

 

Untuk menuju ke D’Pakar akses jalannya cukup menanjak dan berliku, beberapa tempat jalannya masih jelek dan berbatu. Kalau menurut orang-orang sekitar, jalanan baru beberapa minggu di cor beton tapi itu pun hanya beberapa tempat, belum secara keseluruhan diberesin. Karena selama di Bandung kami tidak menyewa mobil yang ada kami hanya bermodalkan Gojek, menurut saya sich lebih gampang dan murah pula.

Gojek di Bandung masih promo Rp. 10.000 dan untuk kondisi yang menanjak dan jalanan berbatu-batu seperti ini kayaknya enakan naik motor dech dibandingkan naik mobil. Kalaupun mau naik ojek yang ada disekitar D’Pakar dikenakan biaya paling murah Rp. 25.000 yang ada kamipun kemana-mana lebih milih Gojek daripada taksi ataupun transportasi yang lain. Hanya saja ketika mau pulang dari D’Pakar, sinyal hp jelek sehingga untuk menghubungi Gojek ataupun GrabTaksi pun tidak bisa. Akhirnya kami pun minta pertolongan dari pihak pengelolah untuk menelphone taksi buat kami.

Karena jalan menuju kesini agak susah dan mungkin beberapa supir taksi agak kesulitan menemukan lokasi cafe ini yang ada tidak ada satupun taksi yang menanggapi permintaan kami. Karena lama menunggu yang ada pihak pengelolah memberikan layanan untuk mengantarkan kami ke lokasi terdekat yang lebih gampang buat kami untuk menemukan taksi atau transportasi lain.

Yang mana sesuai dengan tema weekly photo challenge minggu ini mengenai happy face, adalah pengalaman selama di D’Pakar Cafe adalah suasana alam yang disuguhkan oleh Cafe D’Pakar juga service dan pelayanan dari pihak pengelolah membuat hati saya gembira. Dari awal kami datang sampai pulang, pelayanan dari pihak pengelolah sangatlah ramah dan baik terlebih lagi ketika kami kesulitan mendapatkan transportasi untuk pulang. Dari awal ketika meminta manager nya menghubungi pihak taksi dia benar-benar bolak balik menanya dan memastikan sampai kami mendapatkan taksi.

 

weekly photo challenge happy place 9

Tapi karena memang dia pun sadar lokasi tempat cafe tersebut agak susah untuk mendapatkan taksi akhirnya beliau yang berinisiatif menawarkan jasa mengantarkan kami sampai ke Tahura. Tempat yang menurut dia gampang untuk kami menemukan transportasi. Dan sepanjang jalan menuju Tahura kami pun ngobrol-ngobrol dengan manager tersebut yang adalah salah satu pemilik dari cafe D’Pakar.

Mas Haris nama dari pemilik dari cafe tersebut bercerita bagaimana dulu nya tempat tersebut tadinya adalah tempat peristirahatan keluarga yang mana merupakan lokasi yang dilewati para Gowes Bandung. Sampai akhirnya tercetus ide untuk membuat cafe dan jadilah cafe seperti yang ada saat ini. Dari ngobrol-ngobrol tersebut kami sudah bisa menilai bahwa mas Haris adalah orang yang baik dan semoga terus sukses dengan usaha cafe nya.

Semoga D’Pakar makin sukses, semakin banyak pengunjung yang datang dan menemukan inovasi-inovasi yang lebih baik apakah itu dari segi menu makanan maupun atraksi-atraksi lainnya. Terima kasih yach mas Haris.

 

weekly photo challenge happy place 18

Nasi Pais D’Pakar

 

weekly photo challenge happy place 17

Nasi Kencur.

 

weekly photo challenge happy place 19

Spaghetti Bolognese. Sudah pasti ini menu pilihan saya. Nga dimanapun pasti pesanannya nga jauh-jauh dari spaghetti.

 

weekly photo challenge happy place 20

Red Velvet. Selain red velvet saya merekomendasikan Black Forest Milk Tea, rasa rum nya sangat berasa dan enak.

 

weekly photo challenge happy place 30

 

weekly photo challenge happy place 35

 

weekly photo challenge happy place 31

 

weekly photo challenge happy place 34

Rancabuaya – Garut

Perjalanan ke Rancabuaya Garut, saya lakukan beberapa tahun yang lalu. Lagi bongkar-bongkar file lama masih dalam proses memberes-bereskan arsip personal setelah saya buka, baru sadar kalau trip ke rancabuaya belum pernah dipublish di blog. Dan dengan perjuangan saya berusaha untuk mengingat-ingat kembali trip ini.

Kami berangkat hari sabtu pagi jam 6 pagi dari Jakarta menuju Pengalengan. Cuaca hari itu sangat cerah dan kami pun sampai didaerah pengalengan, saya mulai merasa menikmati perjalanan karena suasananya langsung berubah.

Dikiri kanan jalan kita dapat melihat pemandangan yang indah, kita akan melewati persawahan, bukit-bukit teh cukul dan situ cileunca. Dibeberapa tempat kami sempat berhenti untuk mengambil foto dan menikmat pemandangan yang ada. Suka bangat dech lihat deretan sawah yang hendak dibajak dan siap untuk musim tanam.

rancabuaya garut 5

Deretan sawah yang ada disepanjang jalan Pengalengan

rancabuaya garut 3

Kebun Teh Cukul

 

 

rancabuaya garut 6

Situ Cileunca

Setelah melewati Situ Cileunca, perkebunan teh cukul dan masuk ke Talegong – Cisewu dan Sukarame mulai dech jalan yang kami lewati rusak, jalannya kecil dan disatu sisi terdapat area bekas longsoran. Karena cuaca hari itu sangat cerah bukan dibulan penghujan jadi perasaan saya tidak terlalu terganggu, mungkin kalau kami jalan di musim penghujan saya tidak tau dech pasti jalannya lebih parah dari pada saat kami kesana.

Waktu sudah menunjukkan jam makan siang tapi kami masih setengah perjalanan menuju pantai Rancabuaya. Akhirnya kami mencari warung dan disini lumayan sulit untuk mencari tempat makan yang enak. Setelah kami mendapat warung makan, kami hanya memesan nasi dan pop mie, karena nga begitu tertarik dengan menu yang ditawarkan di warung makan yang ada.

Setelah makan siang kami pun melanjutkan perjalanan dan sepertinya perjalanan masih panjang dikarenakan jalan yang rusak. Dan dibeberapa tempat kami menemukan aliran sungai dan persawahan.

 

rancabuaya garut 9

Akhirnya sekitar jam 2 – 3 kami pun sampai di Rancabuaya, karena sebelum melakukan perjalanan kami tidak membooking penginapan terlebih dahulu, yang ada kami pun harus memutar-muter disepanjang pantai dan beberapa tempat untuk mencari penginapan yang sesuai dengan keinginan kami. Dan tidak usah kuatir, tempat penginapan didaerah ini sangat banyak.

rancabuaya garut 1

Kamipun membagi kamar, beberes badan dan barang bawaan dan kemudian mulai berjalan-jalan mengitari pantai. Untungnya kami masih sempat merasakan suasana sunset disini. Karena pantainya cukup panjang sehingga untuk berjelajah daerah ini cukup membutuhkan waktu yang lama.

Karena sore waktunya singkat, kalau kami teruskan takutnya gelap jadi kami hanya berjalan-jalan didekat dermaga kecil cijayana dimana nelayan menaruh kapal-kapal mereka dibibir pantai. Mencari tempat makan untuk makan malam karena seharian kami hanya makan popmie saja.

Area yang kami kunjungi dekat dengan kampung nelayan sehingga banyak tersedia rumah makan yang menyediakan ikan hasil pancingan/tangkapan nelayan. Ikan yang disediakan disini masih segar-segar, hanya dibakar serta dibumbui kecap dan garam saja rasa ikannya enak bangat. Kami makan dengan lahap. Setelah makan kembali kepenginapan dan tidur.

Keesokan hari nya kami bangun pagi-pagi mencari sunrise didaerah pantai cicalobak. Disini terdapat tebing dan padang rumput, dan kamipun menanti matahari terbit sambil berbincang-bincang. Agak siang kami melanjutkan berjalan kaki disekitar pantai yang ada dipenginapan. Setelah puas bermain dengan air kami kembali ke penginapan, mandi dan mengangkut barang bawaan untuk dibawa ke mobil dan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.

 

rancabuaya garut 4

Sebelum kembali ke Jakarta kami menyempatkan diri melewati curug citambur pagelaran.

Memasuki curug citambur, kita akan melewati aliran air dan persawahan.

 

 

rancabuaya garut 2

rancabuaya garut 7

Curug Citambur

Cuma sebentar di curug citambur dan kami pun langsung mengambil jalan pulang ke Jakarta karena besok hari nya kembali beraktivitas dan bekerja.

rancabuaya garut 8

Thursday Flashback; Malela Waterfall

curug malela 1

Curug Malela terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga – Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Air terjun dalam bahasa sunda disebut curug. Curug Malela ini memiliki ketinggian sekitar 60-70 meter dan mempunyai lima buah jalur air terjun.

Untuk menuju ke curug ini cukup berliku dan penuh lubang. Jalan yang harus kita lewati masih tanah dan berbatu. Jadi jika musim penghujan pengendara harus lebih berhati-hati melewati jalanan ini, karena jalanannya licin.

Rute yang akan dilalui jika menggunakan kendaraaan pribadi yaitu cimahi -batu jajar-kota kecamatan cihampelas-cililin-sindang kerta-gunung halu-buni jaya.

Kami berangkat dari Jakarta jam 6 pagi dan sampai di buni jaya sekitar jam 12 siang. Kemudian mobil diparkir di pos/warung karena perjalanan akan dilanjutkan dengan ojek/motor. Di warung ini kami pun mengisi perut karena kita tidak akan menemukan tempat makanan lagi selain di warung ini.

curug malela 3

Nah perjalanan menggunakan motor ini lah tantangan nya dimulai. Sepanjang jalan ojek yang kami naiki rasanya seperti perjalanan panjang dan berliku. Jarak yang mesti dilalui sekitar 12 km menyusuri tebing dan jurang dengan kondisi jalan yang berliku-liku dan tajam.

Rasanya seperti off-road, walaupun jalannya sangat jelek tukang ojek dengan lihai mengendarakan motor nya. Dan saya sebagai penumpang berkali-kali rasanya hampir terperosok dan oleng karena kurangnya keseimbangan. Beberapa ojek yang membawa teman saya ada yang mogok, karena motor yang ditumpangi tidak terlalu kuat untuk melewati perjalanan yang cukup berat.

Setelah sampai di pinggiran Desa Cicadas perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 3 – 4 km melalui jalan setapak membelah hutan, menyusur sawah dan beberapa turunan yang curam bahkan menyisir jurang.

Diawal turunan masih ditemukan tangga yang lumayan rapi, tetapi diperjalanan berikutnya tangga yang kita temui hanya berupa gundukan tanah dan cukup curam. Apalagi kami datang ke lokasi di musim penghujan, sehingga tangga nya menjadi licin.

Perjuangan menuju curug malela terbayar ketika kita sampai di lokasi. Debit airnya sangat tinggi dan deras sehingga kami pun dapat berfoto-foto dan menikmati keindahan curug Malela. Bagi teman-teman yang suka petualang pasti akan sangat menikmati perjalanan ke curug malela.

Oleh karena itu sebelum datang ke lokasi ada baiknya mempersiapkan kelengkapan diri semaksimal mungkin.

 

curug malela 2

Kebun Raya Bogor – Kebun Botani Terlengkap di Indonesia

Jalan-jalan kali ini saya ingin berbagi cerita dan hasil foto selama di Kebun Raya Bogor. Saya sangat suka berkeliling mengitari kota Bogor. Selain kota ini tidak terlalu jauh dari Jakarta, kita sudah dapat menikmati suasana yang berbeda.

Hanya saja memang hiruk pikuk kota Bogor tidak kalah jauh dengan Jakarta. Angkutan kota memadati jalan dan berhenti ditempat yang tidak semestinya.

Tapi tetap saja, untuk berwisata yang tidak memakan waktu yang lama saya pasti memilih ke Kebun Raya Bogor. Pada saat memasuki area Kebun Raya Bogor suasana hiruk pikuk yang ada diluar gerbang halaman hilang diganti dengan suasana damai dan tenang.

kebun raya bogor 1

Sejarah Istana Bogor

Istana Bogor awalnya adalah rumah kediaman Gubernur Belanda dan Inggris. Berjalan seiringan dengan waktu, bangunan yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektar dan luas bangunan 14.892 m².

Sebelumnya Istana Bogor dilengkapi dengan sebuah kebun besar, yang dikenal sebagai Kebun Raya Bogor namun sesuai dengan kebutuhan akan pusat pengembangan ilmu pengetahuan akan tanaman tropis, Kebun Raya Bogor dilepas dari naungan istana pada tahun 1868.

kebun raya bogor 2

kebun raya bogor 3

Patung yang ada di depan istana bogor adalah karya seni dari Swedia dan dikenal sebagai “Tangan Tuhan”

kebun raya bogor 4

Kebun Botani Terluas di Indonesia

Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.

Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 – 1905).

Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA. Sumber Wikipedia

kebun raya bogor 5

kebun raya bogor 6

Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah bunga bangkai (Amorphophalus titanum). Kenapa disebut bunga bangkai karena saat-saat mendekati mekar bunga ini akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini dapat mencapai tinggi 2m dan merupakan bunga majemuk terbesar di dunia tumbuhan.

Tanaman ini berasal dari Muara Aimat – Jambi. Tanaman ini termasuk tanaman langka, dimana termasuk salah satu tanaman yang dilindungi dan dikembangbiakkan.

kebun raya bogor 9

kebun raya bogor 10

Beberapa signage yang dapat kita temui di Kebun Raya Bogor.

kebun raya bogor 11

Menuju Cafe De Daunan.

Biota yang ada di Kebun Raya Bogor

Tanaman yang ada disini dikelompok-kelompokan didalam suatu area tersendiri/kategori sesuai jenis/kelasnya. Dimana ada kelompok pakis, palem, anggrek, tanaman langka, pisang-pisangan dan lain-lain.

Untuk penelitian kebun raya ini sangatlah lengkap. Dan karena banyak pohon-pohonan dan tumbuhan membuat taman ini sangat adem. Dimana Kebun Raya Bogor selalu menjadi tempat favorite saya tiap kali berkunjung ke Bogor.

Saya suka duduk bersantai di area tempat koleksi anggrek. Disini ada pendopo yang lumayan sepi dari pengunjung dan biasanya disini saya mengeluarkan bekal makanan dan buku yang sudah saya siapkan dari rumah.

Saya bisa berjam-jam ada di pendopo ini dan karena tempat ini sangat teduh, sesakali terdengar suara burung saling bersahut-sahutan membuat perasaan saya menjadi tenang dan lebih lagi saya suka tertidur di pendopo ini. uummm nikmatnya.

kebun raya bogor 12

kebun raya bogor 13

Di tempat ini sangat enak sekali untuk bersantai. Semoga semakin hari Kebun Raya Bogor pemeliharaannya lebih ditingkatkan sehingga pengunjung yang datang lebih nyaman dan tenang untuk bersantai-santai disini.

kebun raya bogor 14