Patuno Beach Resort Wakatobi

Menurut saya, hal yang paling penting ketika berkunjung ke suatu daerah adalah ketika menemukan tempat penginapan yang baik dan nyaman. Dan dalam setiap kesempatan berjalan-jalan saya beruntung selalu mendapatkan penginapan yang bagus. Tidak terkecuali ketika kami berkunjug ke Wakatobi tepatnya di Wangi-wangi. Kami menginap di Patuno Beach Resort.

Patuno Beach Resort lokasinya tidak dipusat kota. Sehingga jika sudah berada di penginapan bisa dipastikan kita akan enggan keluar area penginapan. Kami menginap di Patuno Beach selama 2 malam. Dan selama disana banyak aktivitas yang bisa kami lakukan, antara lain:

1. Berenang, Snorkling dan Bersepeda.

Disepanjang bibir pantai terbentang pasir putih yang sangat panjang. Sehingga tempat ini sangat cocok buat keluarga berlibur dan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air. Hanya saja jika ingin menikmati pemandangan bawah laut dengan bersnorkling. Kita harus berenang agak jauh ditengah.

Saya yang saat itu sangat lelah setelah melakukan perjalanan yang jauh. Dan harus mengumpulkan stamina untuk menyelam di tomia. Yang ada saya hanya cukup berpuas diri dengan bermain air dipinggir pantai. Airnya jernih dan biru. Melihat airnya saja, mata sudah sangat terpuaskan.

Untuk waktu-waktu tertentu saya melihat arusnya cukup deras. Dan jika air surut, kita bisa berjalan kaki melewati pasir yang halus menuju pulau kecil yang ada didekat restaurant Patuno Beach.

Penginapan juga menyediakan sepeda yang dapat dipinjamkan kapanpun kita mau. Berkeliling dengan sepeda saja sudah mengeluarkan energi yang cukup besar karena area penginapan bisa dibilang sangat luas dan panjang.

patuno beach resort 1

patuno beach resort 5

patuno beach resort 3

2. Menikmati Santapan di Restaurant dengan pemandangan Pantai.

Kemungkinan karena kebanyakan tamu yang datang ke penginapan disini adalah wisatawan dari luar negeri. Membuat menu makanan yang disajikan di resturant Patuno Beach Resort sangat beragam. Saya beberapa kali mencoba menu western food seperti spageti, rasanya enak dan kombinasi nya pas.

Belum lagi menu sea foodnya, juara dech. Ikannya segar dan bumbunya mantap. Ada satu sesi ketika makan malam masing-masing orang disediakan 1 ekor ikan dan ukurannya lumayan besar. Saya yang memang penggemar ikan langsung kegirangan menghabiskan seekor ikan seorang diri. Rasanya puas bangat.

Moment makan bersama di Restaurant menjadi ajang kebersamaan diantara peserta. Sambil menyantap makanan dan menikmati indahnya pemandangan pantai kayaknya nga ada yang mengalahkan kesempatan seperti ini. Menurut saya spot di Restaurant adalah tempat terbaik yang ada di Patuno Beach Resort. Kami mengabadikan banyak foto di spot ini.

wisata di wakatobi 14

wisata di wakatobi 18

patuno beach resort 11

3. Bermain Air di Seratus Mata Air Tawar Molisahatu.

Agak telat sebenarnya kami ketahui bahwa disekitar penginapan terdapat mata air seratus molisahatu. Tidak berapa jauh dari lobby Patuno Beach Resort terdapat mata air tawar yang menyembul dipinggir pantai air laut. Dan mata air itu sangat banyak diperkirakan mungkin ratusan, oleh karena itu disebut mata air seratus.

Berapa ada yang muncul diantara karang-karang ditepi pantai. Airnya jernih dan segar. Kita dapat langsung mencicipi air tersebut.

patuno beach resort 2

patuno beach resort 4

4. Bersantai dan Menikmati Sunrise.

Karena luasnya pelataran Patuno Beach Resort membuat kita dapat dengan leluasa bermain disini. Disetiap spot tersedia banyak kursi-kursi untuk duduk dan berjemur. Dan dispot-spot ini kita bisa bersantai dan menikmati pemandangan matahari terbit.

Yang paling menyenangkan adalah fasilitas wifi tersedia dibeberapa area disekitar penginapan. Jadi nga bakalan mati gaya dech. Entah kenapa semangat saya untuk mengambil foto mulai menurun. Disaat saya menikmati pemandangan matahari terbit. Teman saya yang mengambil foto dan membagikannya ke group whatsapp. Dan dibawah adalah salah satu foto yang mereka ambil.

Matahari terbit dan tenggelam pada saat itu waktunya cukup awal. Sehingga saya merasa durasi waktu disana jadi panjang. Jam 6 sore langit masih terang dan senang bangat buat berleha-leha menikmati pergantian waktu dari terang ke gelap. Pada foto dibawah jam sudah menunjukkan waktu jam 7, bulan telah keluar tapi langit masih cerah.

patuno beach resort 9

patuno beach resort 10

Bungalow dan Hotel Patuno Beach Resort.

Daritadi membahas kondisi luar Patuno Beach Resort dan apa saja yang bisa kita lakukan selama di penginapan. Sekarang kita akan membahas kamar yang disediakan oleh penginapan. Jenis kamar yang ada di Patuno Beach ada 2, satu berupa bungalow dan satu berupa hotel.

Karena pada saat kami datang adalah masa-masa peak season menyambut malam pergantian tahun. Yang ada hampir semua bungalow nya penuh. Sedangkan kami satu group terdiri dari 10 peserta. Akhirnya kamipun mendapatkan kamar yang ada di hotel.

Pengertian hotel disini adalah berupa gedung 2 lantai yang mana satu lantai menyediakan 10 kamar diatas dan 10 kamar dibawah. Satu sisi menghadap pantai dan sisi belakang menghadap hutan. Kami mendapat kamar dibawah dan view menghadap pantai. Jadi setiap kali keluar kamar langsung melihat pemandangan pantai, merasakan semilir angin dan suara deburan ombak membuat pancaindera kita menjadi aktif.

Fasilitas yang disediakan Patuno Beach Resort.

Kondisi kamar nya bersih, tempat tidur nyaman, amenities nya lengkap. Tersedia AC, TV dengan channel berlangganan, kamar mandi didalam dengan air panas serta Wifi tersedia disemua area.

Jarak dari hotel ke restaurant atau lobby lumayan jauh. Dan pihak penginapan menyediakan mobil antar jemput dari kamar ke lobby. Hanya karena saya terbiasa berjalan kaki, saya lebih senang bolak balik kamar ke restaurant dengan jalan kaki atau bersepeda daripada naik mobil.

Kadang kalau malas berjalan kaki atau memanggil jemputan, kita bisa pesan makanan lewat telephone. Dan pihak penginapan akan langsung mengantarkan makanan ke kamar. Yang pasti pelayanan dari pihak penginapan sangat ramah dan cepat.

Selain itu kita bisa memesan mobil untuk antar jemput ke Bandara atau ke Kota. Jarak dari penginapan ke Bandara sekitar 10 menit, sedangkan ke kota diperkirakan sekitar 40 menit.

patuno beach resort 7

patuno beach resort 8

Yang pasti saya sangat bahagia bisa memiliki kesempatan menginap di Patuno Beach Resort. Dengan berleha-leha dikamar ataupun mengekplore aktivitas luar yang ada disekitar pantai menjadikan pengalaman menginap menjadi paket yang komplit.

Memacu Adrenalin dengan Via Ferrata Gunung Parang

via ferrata gunung parang 1

Apa jadinya kalau anak pantai naik gunung, wkwkwk. Nga kenapa-kenapa juga sich, hanya karena nga biasa yang ada badannya sempat kaget aja. Kalau tadinya saya memacu adrenalin dengan menyelam. Sekarang saya ditantangin untuk mendaki gunung dengan cara panjat tebing Via Ferrata Gunung Parang.

Ini sudah yang kedua kalinya saya diajakin manjat tebing di Gunung Parang. Pertama kali diajak, reaksi saya waktu itu cuma ngengir-cengir doang tanda tak mampu. Sempat mendaftar, tapi pas hari H saya kehilangan keberanian dan akhirnya mundur. Lalu lihat foto-foto teman-teman yang pada ikutan koq yach iri karena kelihatan seru bangat trus menyesal kenapa nga ikut.

Bulan kemaren ajakan itu datang lagi dari teman-teman di group IDC Community. Kali ini saya benar-benar mantapin diri untuk ikut supaya saya tidak nyesal untuk yang kedua kalinya. Ternyata benar seperti dugaan saya, petualangan kali ini benar-benar gila. Dan saya sangat bangga dengan diri saya sendiri karena saya berani dan lulus dalam melawan rasa takut akan ketinggian.

Menuju Via Ferrata Gunung Parang.

via ferrata gunung parang 11

Via Ferrata Gunung Parang terletak di Purwakarta. Jika berangkat dari Jakarta, kita akan menuju Purwakarta melewati tol Cipularang dan keluar pintu tol Jatiluhur kearah Plered. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta – Gunung Parang sekitar 3 jam, lama perjalanan tergantung kondisi lalu lintas.

Dari Plered menuju Gunung Parang kami melewati perkampungan yang cukup ramai dan jalan yang sempit serta rusak. Tetapi sepanjang perjalanan dibeberapa tempat saya menemukan persawahan dan petani yang sedang membajak sawah.

Setibanya di base camp Sky Walker kami makan siang dan berbenah-benah barang yang akan kami bawa keatas. Karena trip kali ini selain memanjat tebing kami juga akan menginap ala camping diatas bukit. Jadi kami harus memilah-milah barang apa saja yang perlu dibawa agar tidak terlalu berat dipikul pada saat pendakian.

Didalam tas sudah terisi sleeping bag, air mineral secukupnya, pakaian ganti untuk dikenakan pada saat tidur, senter, lotion anti nyamuk, sun block dan cemilan. Sebaiknya pergunakan sarung tangan selama pendakian agar tidak mengalami lecet. Jangan membayangkan bakalan mandi diatas yach, karena tidak ada persediaan air yang cukup untuk mandi.

Sebelum naik, masing-masing peserta diperlengkapi peralatan panjat tebing berupa helm dan body harness. Kemudian diberi pengarahan dari guide dan langsung cuss naik keatas.

Uji Nyali dengan Panjat Tebing.

Istilah via ferrata sendiri dari penjelasan Kak Bibin guide Sky Walker sebagai operator yang kami gunakan, berasal dari bahasa Itali. Yang artinya teknik memanjat dengan menggunakan tangga besi yang ditanam disepanjang dinding bukit. Kalau dari asal kata nya saja kelihatan teknik ini sederhana yach.

Dibenak saya istilah via ferrata diibaratkan seperti menaiki tangga dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya. Toh tangga besinya sudah disiapkan dan yakin kalau tangga besi tersebut pasti aman.

Tapi pada saat menghadapi kenyataan, kaki dan lutut gemeteran. Terutama ditahapan 50 tangga pertama. Dan yang paling serem ketika otomatis mata melihat kebawah. Ya Tuhannnn.. bisa tidak yach saya langsung sampai aja keatas tanpa harus melewati ini semua hikksss.

Pada saat kami menaiki tebing cuaca berangin dan kabut mulai datang. Sepanjang pendakian sudah berdoa didalam hati jangan sampai hujan. Saya mencoba menikmati tangga demi tangga untuk mengalihkan perhatian agar tidak terlalu terpaku dengan ketinggian. Dan mencoba kejar-kejaran dengan waktu supaya tidak kehujanan. Dalam hati membatin, entar istirahat diatas aja dech biar sekalian capek.

Dari 20 peserta, saya dan Mira serta mas Win termasuk peserta pertama yang akhirnya sampai diatas bukit. Total durasi waktu sampai diketinggian 900 mdpl dari base camp atau sekitar 350 m yaitu 2,5 jam. Yang tadinya kami berangkat jam 12:30 akhirnya sampai diatas bukit sekitar jam 15:00.

Sekitar 30 menit – 1 jam setelah kami tiba, hujan pun turun dengan lebat. Beberapa teman masih berjuang ditengah-tengah pendakian dan akhirnya mereka pun sampai dalam kondisi basah kuyup.

via ferrata gunung parang 2

via ferrata gunung parang 5

via ferrata gunung parang 7

Pemandangan dari atas. Terlihat perkampungan dan sawah.

via ferrata gunung parang 6

via ferrata gunung parang 8

Waduk Jatiluhur dari ketinggian 150 m pendakian.

via ferrata gunung parang 12

Bersama sahabat IDC akhirnya sampai juga diatas Gunung Parang. Terima kasih Tuhan.

Menginap di Gunung Parang.

Jujur saja sepanjang hidup, saya tidak pernah menginap ala camping seperti ini. Dengan keringat yang membasahi baju, pengen rasanya saya mengguyurkan persediaan air minum untuk mandi atau sekedar bersihin badan. Hehehe, trus entar minum pakai apa? Yach sudah ditahan aja, toh besok siang di base camp bisa mandi sepuasnya.

Belum lagi urusan kebelakang apa itu buang air kecil dan sejenisnya. Serius ini pr bangat buat saya. Tapi saya benar-benar berusaha menikmati agenda berkemah dan membuatnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Walaupun itu bukan hal yang mudah bagi saya. Ditambah hujan yang tiada henti sampai subuh.

Tapi saya sangat bangga akan diri saya sendiri karena berhasil melewati semuanya dengan baik tanpa keluhan yang berarti.

Dimalam hari kami menyalakan api unggun sambil makan dan menikmati kebersamaan dengan seluruh peserta. Apapun makanan yang disajikan  saat itu rasanya sangat nikmat.

via ferrata gunung parang 4

Perkemahan kami.

via ferrata gunung parang 9

via ferrata gunung parang 10

Pengalaman Berharga Panjat Tebing Via Ferrata Gunung Parang.

Panjat tebing Via Ferrata di Gunung Parang menjadi pengalaman berharga buat saya. Mulai dari panjat tebingnya, nginap di kemah, makan bersama sambil menikmati api unggun. Semuanya merupakan pengalaman pertama buat saya.

Memanjat dan menapaki satu demi satu tangga besi, dibutuhkan mental dan keberanian yang cukup tinggi. Melawan rasa takut akan ketinggian dan menantang diri sendiri bahwa saya pasti bisa. Dan ternyata bisa. Itu semua jauh dari ekspektasi saya yang biasanya senang berada di zona nyamannya saya.

Kebersamaan tim dan saling menyemangati satu dengan lainnya merupakan hal tambahan yang saya dapatkan. Disaat kaki gemetaran dan rasanya mau nyerah tapi perjalanan masih jauh, teman disekitar kita menyemangati dan ternyata sampai juga. Itu hal yang luar biasa.

Menghabiskan Akhir Pekan dengan Pengalaman Berbeda.

Memanjat tebing Via Ferrata Gunung Parang bisa dijadikan pilihan menghabiskan akhir pekan. Selain jaraknya cukup dekat dari Jakarta. Kita bisa memilih paket one day trip atau tambahan satu hari menginap diatas bukit seperti yang kami lakukan. Semua bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Panjat tebing dapat dilakukan oleh siapa saja tidak terkecuali anak-anak. Hanya saran saya sebaiknya sebelum melakukan agenda panjat tebing ada baiknya mempersiapkan diri dengan olahraga rutin beberapa minggu sebelum berangkat. Untuk mengurangi dan mencegah cedera sehingga badan tidak kaget.

Ada baiknya memilih jadwal pendakian tidak di musim penghujan. Dimusim penghujan dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih berat dibandingkan musim kemarau. Dikarenakan kondisi tanah yang berlumpur dan basah, menyulitkan proses pendakian.

Perlengkapan berupa baju yang nyaman, sepatu olahraga, sarung tangan, topi sampai senter, sun block, lotion anti nyamuk haruslah dibawa. Peralatan berupa helm, body harness dan sleeping bag sudah disediakan oleh pihak opertor. Jika persiapan diri dan bawaan lengkap diharapkan kita dapat menikmati agenda panjat tebing Via Ferrata Gunung Parang lebih nyaman.

Rumah Turi Solo, Penginapan berkonsep Hijau dipusat kota

rumah turi solo 5

Pengalaman yang sangat menyenangkan ketika berkunjung ke kota Surakarta adalah pada saat kami berkesempatan menginap di Rumah Turi Solo. Kami tiba dipenginapan saat itu sudah cukup siang yaitu sekitar jam 7 pagi, dimana kami harus menjemput teman rombongan dari Jakarta juga. Kebetulan jadwal kereta api mereka dari Jakarta mengalami keterlambatan.

Alhasil sebelum menjemput mereka dan melanjutkan perjalanan ke Candi Cetho dan sekitarnya, kami singgah terlebih dahulu di Rumah Turi Solo. Disini kami masih sempat untuk sarapan dan menurunkan bawaan agar tidak terlalu ribet dan menuh-menuhin mobil yang kami tumpangi.

Cukup lama di Rumah Turi, hanya belum bisa masuk ke kamar karena kami terlalu cepat untuk check in. Jadi pihak penginapan hanya dapat membantu menyimpankan tas bawaan kami. Yang lain pada sarapan saya asyik melihat-lihat kondisi penginapan yang nantinya akan kami inapi.

Pada saat masuk, Rumah Turi Solo tidak terlihat seperti penginapan pada umumnya. Saya malah mengira ini adalah ruang pertemuan dengan nunsa hijau disekitarnya. Sudah gitu untuk masuk ke Rumah Turi kita harus melewati gang, bukan jalan besar. Dan ketika masuk ke area parkir masih tidak terlihat tanda-tanda kalau ini adalah sebuah penginapan. Karena dari area parkir, kamar-kamar ditutupi oleh tanaman dan pot-pot.

rumah turi solo 4

rumah turi solo3

rumah turi solo8

Penginapan berkonsep Hijau di Rumah Turi Solo.

Kami akhirnya kembali ke penginapan setelah jam 8 malam. Setelah dapat kamar sayapun langsung masuk dan menikmati kenyamanan yang disediakan oleh Rumah Turi.

Seperti diawal saya kemukakan, pada saat turun dari mobil menuju area parkir sama sekali tidak terlihat kalau tempat ini adalah penginapan. Karena semuanya tertutup pepohonan dan tanaman. Setelah mengikuti jalan setapak berupa paving block dibelakang tanaman, baru terlihat selasar atau koridor yang menghubungkan kamar dengan kamar lainnya.

Sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah tanaman dan pohon. Baik itu tanaman air maupun tanaman merambat.  Dimana penginapannya berbentuk huruf L dengan taman ditengahnya. Walaupun disekitarnya banyak pohon dan kolam air, saya tidak merasakan penginapan ini pengap dan lembab. Begitu juga dengan nyamuk dan sahabat-sahabatnya.

Justru saya merasa segar dan fit, karena udara yang saya hirup adalah udara bersih dari tanaman yang ada disekitarnya.

Kondisi Kamar dan Fasilitas yang tersedia di Rumah Turi Solo.

Begitu masuk ke kamar saya langsung kegirangan. Karena kamar nya besar dan terlihat nyaman. Saat itu saya dapat teman sekamar yaitu sahabat saya sendiri Nik dengan tempat tidur double bed. Tampilan kamar seperti foto dibawah ini.

rumah turi solo 1

Double Bed.

Penasaran dengan kondisi kamar yang teman-teman lainnya inapin, sayapun keluar dan menyambangi kamar sebelah.  Benar-benar homie dan nyaman. Sampai-sampai teman saya nga ada yang keluar kamar saking nyamannya. Hanya saya saja yang sibuk pecicilan dan jalan-jalan keluar untuk sekedar membandingkan kamar satu dengan yang lainnya.

rumah turi solo 14

Twin Bed.

rumah turi solo12

Family Room.

Untuk Family Room, kamarnya terdiri dari 1  double bed dan 1 single bed dengan dinding kaca dan view taman indoor. Family room hanya tersedia 4 kamar, 2 kamar dilantai dasar dan 2 kamar dilantai dua.

Alamat Rumah Turi Solo sendiri berada diJalan Srigading II, No.12, Turisari, Mangkubumen, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139. Dengan kisaran harga kamar antara 350 ribu – 500 ribu/malam tanpa breakfast. Kami tidak mengambil paket tambahan breakfast dikarenakan kami hendak memuaskan lidah dengan wisata kuliner yang ada di Solo.

Kamar mandi disediakan amenities untuk 2 orang, shower dengan air panas. Dan yang unik menurut saya yaitu aroma sabunnya khas dan saya suka bangat. Begitu juga dengan pengharum ruangan, pas masuk kamar langsung tercium aroma bunga segar tapi nga menyolok atau menusuk hidung.

Tiap kamar disediakan sendal kain dengan motif batik. Dan interiornya bernuansa lokal dengan kap lampu disamping tempat tidur dari anyaman bambu atau kayu. Berikut pigura dan wadah-wadah untuk tempat sampah dan lain-lain semua terbuat dari kayu dan anyaman.

Selain itu terdapat TV dengan fasilitas channel berlangganan dan juga wifi yang sangat kencang.

Nilai tambah dari penginapan Rumah Turi Solo adalah pelayanan dari pihak penginapan sangatlah baik, cepat dan ramah. Walaupun nuansa penginapan sangat alami dan penuh muatan budaya lokal Solo, serta konsepnya yang go-green. Tapi saya sama sekali tidak merasa spooky atau seram.

rumah turi solo 13

Kamar Mandi.

rumah turi solo7

Ruang makan.

Tersedia banyak ruang terbuka untuk Pengunjung.

Dikarenakan konsep Rumah Turi adalah Go-Green yang ada banyak tersedia ruang terbuka untuk pengunjung. Seperti misalnya ruang duduk yang tersedia didepan kamar. Kita langsung dapat menikmati nuansa hijau berupa taman tanpa harus pergi jauh dari kamar.

Selasar dilantai dasar 2 berlantai ubin terakota sedangkan di lantai 2 parquet atau parket kayu. Jarang-jarang nemu penginapan berlantai parket. Membuat kesan alami dan nyaman semakin melekat dihati.

Ruang makan berada di lantai dasar, posisinya terpisah dengan kamar tapi letaknya tidak jauh. Dindingnya terbuka dan hanya dibatasi oleh kotak-kotak frame besar dengan diisi  guci tanah liat. Dari ruang makan kita dapat langsung mengawasi kamar, berikut taman dan parkiran. Menu makanan pun bervariasi dari western food sampai asian food. Hanya sayang saya tidak sempat mencicipi makanan yang ada disini karena kami kekenyangan menikmati makanan luar hasil berburu wisata kuliner Solo.

Saya berkeliling sampai ke area hall atau ruang pertemuan yang ada dilantai 2 dan menemukan alat musik berupa gamelan ada dibagian tengah ruangan. Kebayang tengah malam ditemani tidur sama iringan gamelan, pasti tidur saya indah bangat. Hanya ketika kami datang saat itu pertunjukan gamelannya lagi off, hikkksss…

rumah turi solo 15

Selasar.

rumah turi solo 17

Ruang Duduk di selasar Penginapan.

rumah turi solo 16

rumah turi solo 18

Area Pertemuan dan Hall (ada Gamelan).

rumah turi solo19

Menuju Hall yang terletak di lantai 2.

rumah turi solo 21

Area Parkir.

Ketika besoknya hendak pulang, tidak ada satupun dari kami yang langsung beranjak keluar dari kamar. Rasanya sayang dan masih pengen berlama-lama di kamar dan menikmati kenyamanan penginapan Rumah Turi. Jika saya berkesempatan datang ke kota Surakarta, saya akan menyempatkan diri menginap lagi di Rumah Turi Solo.

Indahnya Pemandangan Bawah Laut Tomia – Wakatobi

Menghabiskan akhir tahun di daerah khususnya Indonesia bagian Timur sekarang menjadi agenda rutin bagi saya dalam beberapa tahun ini. Dan kunjungan kali ini saya sepenuhnya untuk memenuhi rasa penasaran saya akan indahnya bawah laut tomia.

Sudah lama sekali saya memendam rasa penasaran untuk berkunjung ke Wakatobi. Dimana terdiri dari beberapa pulau dan pulau-pulau terbesar yang mewakili Wakatobi itu sendiri, antara lain Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Dan akhirnya rasa penasaran tersebut terpenuhi sudah.

Kali ini kami hanya mengunjungi pulau Wangi-wangi dan Tomia. Dan mungkin dilain kesempatan jika Tuhan berkenan saya ingin mengeliling pulau-pulau lain di Wakatobi.

Indahnya Bawah Laut Tomia-Wakatobi

Karena berangkatnya di pengujung tahun, saya sempat kuatir mengenai kondisi cuaca disini. Dan benar saja sepanjang perjalanan kami ke pulau ini cuaca selalu berawan dan beberapa kali hujan turun sangat deras. Membuat semangat saya untuk merencanakan diving menjadi surut.

Di pulau Wangi-wangi kami sempat turun sebentar untuk melihat keadaan arus dan terumbu karang yang ada. Dan ditempat ini kami hanya bersnorkling. Karena saya merasakan arusnya cukup kencang sehingga untuk turun lebih dalam lagi butuh perjuangan ekstra.

Kesempatan kedua turun dan melihat pemandangan bawah laut yaitu ketika kami menyeberang ke pulau Tomia. Disinilah saya benar-benar merasa puas dan sangat menikmati indahnya pemandangan bawah laut Tomia.

Spot Mari Mabok

Kesempatan pertama master dive mengajak saya untuk menyelam di spot Mari Mabok. Namanya lucu juga dan saya kira master dive saya sedang becanda, ternyata namanya beneran hehehe. Di spot ini saya sempat down karena dari atas arus lumayan kencang. Tetapi ketika perlahan-lahan turun arusnya mulai tenang.

Di spot Mari Mabok saya turun dengan kedalaman 23,5 m dan dengan durasi 40-45 menit. Dikedalaman 5-15 meter airnya sangat jernih, dengan batas pandangan 20 meteran. Sungguh saya bahagia bangat bisa berlama-lama berada dibawah.

Dari bawah kapal saja saya sudah dapat menyaksikan beraneka ragam jenis ikan-ikan kecil yang bergerombolan. Dan rata-rata jenis ikannya berwarna biru atau hitam dengan ekor menyerupai sabit, seperti foto dibawah ini. Kondisi terumbu karangnya masih sangat sehat dan airnya jernih.

Kondisi seperti ini membuat cahaya matahari masih dapat tembus dikedalaman yang cukup jauh. Sehingga warna-warna terumbu karang yang saya dapati menjadi berkilau dan sangat cantik jika difoto.  Dibeberapa kesempatan saya bertemu dengan ikan-ikan besar seperti kakaktua, kakap, barakuda.

indahnya bawah laut tomia 2

indahnya bawah laut tomia 1

indahnya bawah laut tomia 3

indahnya bawah laut tomia 4

Pigmy Seahorse atau kuda laut mini. Kira-kira pada bisa membedakan tidak ada binatang kecil diantara seafan. Karena warnanya menyerupai coral seafan, yang ada binatang kecil ini tidak terlalu terlihat.

Spot Fun World Pulau Sawa

Dipenyelaman kedua kontur permukaan bawah laut berupa dinding atau wall. Disini saya langsung melihat perbedaan yang sangat drastis antara kedalaman 10-15 dan 20 meteran.

Dan saya sangat puas melihat berbagai macam bentuk dan warna dari seafan. Ada yang warna putih, biru, kuning, cokelat dan merah. Dari beberapa tempat menyelaman yang pernah saya kunjungi , saya rasa jenis seafan yang saya temui tidak selengkap yang ada di Wakatobi.

Disini saya juga menemukan terumbu karang atau coral berbentuk jamur dengan ukuran yang sangat besar. Dan saya merasa berada dihutan jamur versi bawah laut. Selain keunikan yang saya sebutkan tadi, saya beruntung bertemu langsung dengan penyu dengan ukuran yang cukup besar. Rasanya saya sangat berbahagia hari itu.

Disini saya turun sampai kedalaman 21 m dengan lama penyelaman 40-45 menit. Jarak pandang juga sama dengan spot Mari Mabok yaitu sekitar 20 m. Hanya karena disini permukaannya berupa wall jadi gradasi warna biru nya langsung menyolok.

Master dive saya sempat mengajak saya untuk turun ke spot ketiga tapi berhubung kondisi fisik tidak memungkinkan. Yang ada saya mengganti acara menyelam menjadi snorkling saja.

Berikut beberapa foto sebagai bukti betapa indahnya bawah laut Tomia versi saya. Semoga teman-teman lain pun ikut menikmati. Foto-foto yang ada disini tidak saya edit sama sekali. Hanya ada penambahan watermark. Dengan demikian warna asli nya jadi lebih nyata sekaligus menunjukkan betapa clear nya underwater Tomia.

indahnya bawah laut tomia 5

indahnya bawah laut tomia 6

indahnya bawah laut tomia 7

indahnya bawah laut tomia 8

indahnya bawah laut tomia 9

Menikmati aktivitas Yoga di Pantai Alor

yoga di pantai 6

Kesempatan berlibur pada saat Lebaran di Alor menoreh kesan sangat mendalam buat saya. Baik itu pemandangan alamnya, teman-teman seperjalanan dan interaksi dengan penduduk setempat merupakan pengalaman yang menarik untuk saya kenang. Tapi untuk kali ini saya tidak bercerita mengenai kisah perjalanan selama di Alor dulu yach. Sebagai pendahuluan saya mau berbagi aktivitas yoga di pantai selama kami menginjakkan kaki di pulau Alor.

Berlibur ke Alor sebenarnya tidak ada dalam wishlist saya tahun ini. Tujuan utama saya seharusnya ke Sumba, tapi karena satu dan lain hal tujuan liburan akhirnya berbelok ke Alor. Tetapi jika direnungkan kembali rasanya semua itu sudah direncanakan sedemikian rupa, sehingga kalau bisa saya berpendapat saya sangat bersyukur akhirnya saya ke Alor bukan sebaliknya.

Sebelum berangkat saya tidak terlalu mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk liburan kali ini. Dikarenakan pekerjaan yang cukup padat sebelum keberangkatan membuat saya sama sekali tidak memikirkan apapun, apalagi mencari informasi mengenai tempat yang akan dituju. Hanya bermodal “tubuh” dan bekal pakaian yang akan saya kenakan selama disana.

Berlibur ke Pulau Alor

Alhasil saya pun berangkat dengan bermodal satu tas ransel dan tas selempang untuk memuat kamera dan keperluan pribadi. Kami menaiki pesawat dengan penerbangan subuh. Dengan terkantuk-kantuk dan kondisi badan yang sangat lelah sampailah kami di Pulau Alor menjelang makan siang. Kamipun mampir sejenak ke penginapan untuk menaruh barang bawaan dan menikmasti snack untuk bekal perjalanan.

Perjalanan pun dimulai dan jadwal hari ini cukup padat. Karena sangat exciting dengan pulau ini, saya tidak merasa kalau badan saya meronta-ronta. Sampai keesok harinya pada sesi menyelam yang harusnya saya turun 2 kali menjadi 1 spot karena saya jackpot dan badan drop.

Hiksss.. hikss rasanya pengen nangis. Karena spot kedua yang harusnya saya ikut serta justru spot terbaik penyelaman. Yang ada sepanjang sisa perjalanan saya diledekin habis-habisan sama yang punya kapal karena dia tau saya sangat semangat buat nyelam, yang ada ketika turun malah kondisi tubuh saya tidak mendukung.

Ber-yoga di Pantai Alor

Tidak mau kehilangan kesempatan menikmati perjalanan dan spot penyelaman berikutnya, saya pun berusaha mengembalikan kondisi tubuh saya. Berbekal istirahat yang cukup serta mengkonsumsi vitamin dan suplement sayapun melanjutkan perjalanan dengan semangat.

Disela-sela menikmati pantai dan menanti pemandangan matahari terbenam saya berusaha melakukan aktivitas yoga di pantai, diantaranya:

1. Wheel Pose

Rasanya hampir disetiap sesi liburan, wheel pose menjadi pose andalan saya. Karena sepanjang perjalanan pasti punggung, kaki dan bahu saya pegal-pegal. Apalagi jika perjalanan darat dengan berkendaraan mobil berjam-jam membuat tubuh berada diposisi duduk dan lutut ketekuk.

Kalau kondisinya sudah seperti ini salah satu cara untuk mengembalikan punggung adalah melakukan wheel pose atau bahasa kerennya yaitu kayang.

Pose ini sangat aman dilakukan di alam terbuka khususnya pantai. Karena jikapun kita tidak membawa perlengkapan yoga seperti matras kemana-mana badan kita cenderung mengikuti gerakan walaupun hanya beralaskan pasir.

yoga di pantai 5

2. Warrior Pose

yoga di pantai 2

Keuntungan dari latihan gerakan yoga di pantai khususnya gerakan warrior pose adalah kita dapat fokus berlatih memusatkan diri pada bagian tubuh tertentu dengan ditemani semilir angin dan suara deburan ombak. Efek tersebut membuat aktivitas yoga menjadi lebih khusuk dan dalam. Dengan segera badanpun menjadi bugar kembali.

Mungkin bukan kali ini saya beryoga di alam terbuka. Tapi hampir disetiap tempat yang saya kunjungi tidak pernah lepas dari kegiatan yoga. Seperti misalnya pada saat di Ora Beach – Ambon, Labengki, Kanawa – Flores, Bali dan lain-lain. Sebisa mungkin saya akan berlatih yoga walaupun cuma sebentar untuk mengembalikan posisi badan yang letih.

3. Headstand

yoga di pantai 4

 

Efek dari sepanjang hari berkeliling dan menjelajah pantai-pantai yang ada di pulau Alor seringkali membuat kaki kita bengkak karena kebanyakan jalan sehingga aliran darah terus menerus dipompa diarea kaki.

Cara efektif bagi saya untuk menghindari kaki bengkak adalah melakukan pose antigravitasi seperti headstand dan handstand. Kedua pose ini dapat mengembalikan kondisi tubuh yang lemah. Karena pada saat kepala berada dibawah, jantung akan bekerja lebih maksimal memompa darah akibat posisi tubuh yang terbalik.

4. Handstand

Hampir sama dengan headstand. Hanya bedanya dengan gerakan handstand berat badan bertumpu pada kedua tangan, membuat tangan kita menjadi kuat dan berotot.

Dengan handstand posisi punggung saya pun dipulihkan dan perut juga ikut kencang. Saat ini handstand menjadi pose favorite saya berikut dengan gerakan-gerakan yang ada diatas. Karena pose tersebut dapat dengan aman dilakukan di alam terbuka dan tanpa bantuan matras kita dapat bergerak seluwes yang kita mau.

yoga di pantai 7

yoga di pantai 1

Ada yang penasaran pengen ikutan ber-handstand ria 🙂

Keuntungan melakukan gerakan Yoga di Pantai yang saya rasakan selain untuk memulihkan stamina dan kondisi tubuh selama diperjalanan. Saya juga merasakan keterkaitan dengan alam pada saat berlatih dengan merasan udara pantai menembus pori-pori kulit sampai ke paru-paru.

Oleh karena itu saya berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan berlatih yoga di pantai dan tempat-tampat yang hendak saya kunjungi. Selamat mencoba yach.

Menyelam di Menjangan

menyelam di menjangan 5

Merasakan sensasi menyelam di Tulamben membuat saya ketagihan untuk merasakan suasana menyelam di Menjangan. Masih berada di Propinsi yang sama yaitu Bali, kali ini kami khususkan perjalanan menyeberangi pulau kecil yang ada di Pulau Bali.

Ada dua alasan khusus kenapa kami kembali berkunjung ke Bali untuk yang kesekian kalinya. Yaitu pertama adanya keinginan untuk merasakan suasana Nyepi dan kedua memenuhi bucket list saya menyelam di Menjangan.

Sebenarnya masih ada beberapa daftar spot penyelaman yang ingin saya kunjungi. Tapi karena keterbatasan waktu, akhirnya saya harus puas hanya turun satu spot dilokasi ini.  Kami pun akhirnya mengambil waktu menyelam sebelum perayaan Nyepi dikarenakan para master dive yang akan menemani saya menyelam sudah mulai bersiap-siap pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Nyepi bersama keluarga.

Pulau Menjangan Bali

Pulau Menjangan berada disebelah Utara kawasan Taman Nasional Bali Barat. Dari Kuta menuju kawasan ini dibutuhkan 3 jam perjalanan darat. Kami berangkat jam 6 pagi dan sampai dilokasi tempat operator penyelaman yang kami tuju yaitu sekitar jam 9.

Kemudian menyeberang dengan speed boat sekitar 30-45 menit. Dan menemukan pulau kecil dengan gapura Ganesha dipintu gerbang pulau sebagai petanda kami telah sampai di pulau Menjangan.

menyelam di menjangan 7

Saat kedatangan kami cuaca mendung dan sempat hujan dengan curah ringan. Pada saat itu sedang musim ikan, sehingga sepanjang perjalanan kami menemukan sekumpulan lumba-lumba berseliweran. Pemandangan yang cukup menyenangkan. Walaupun sempat hujan rintik-rintik, permukaan air tenang dan jarak pandang didalam air cukup bersih. Sehingga bisa dibilang kesan penyelaman yang saya alami sangat lancar dan nyaman.

Menyelam di Menjangan

Lokasi penyelaman tidak begitu jauh dari pintu gerbang Gapura Ganesha. Beberapa speed boat sudah terlebih dahulu merabat disekitar pintu gerbang pulau Menjangan. Saya melihat banyak turis mancanegara yang menjadi peserta penyelaman. Dan berhubung teman-teman saya kebanyakan hanya ingin bersnorkling saja, jadi saya digabungkan dengan peserta yang ada dikapal tetangga.

Dive master saya bapak Gede, membantu saya mengenakan pakaian menyelam dan menemani saya turun perlahan-lahan menyusuri wall atau dinding yang ada di Menjangan.

Wall nya sangat panjang dan cukup dalam. Karena sertifikasi menyelam saya masih pemula, saya hanya diperbolehkan turun sedalam 18 meter saja. Tapi itupun rasanya sangat menyenangkan.

Dengan kedalaman 18 meter saya sangat puas mengelilingi dinding dan mengamati terumbu karang dan ikan-ikan serta penghuni yang ada disekitar wall tersebut. Dan seperti biasa saya lupa mengatur settingan yang ada dikamera underwater, sehingga tampilan yang saya dapatkan berwarna biru seperti yang ada pada foto dibawah ini. Hiksss.. sedih.

menyelam di menjangan 4

menyelam di menjangan 3

menyelam di menjangan 2

Menikmati keindahan bawah laut Pulau Menjangan

Selain menyelam, kami pun menghabiskan waktu di Pulau Menjangan dengan bersnorkling dan mengambil dokumentasi foto dengan berbagai pose. Guide kami yaitu Dhika, selain menemani kami menyelam dan bersnorkling. Ternyata dia pun sangat ahli memainkan kamera underwater nya.

Jadilah hasil foto-foto selama di Pulau Menjangan semuanya bagus-bagus berkat hasil pengarahan dari beliau. Terima kasih yach Dhika, kamu masih berhutang menemani saya menyelam dilain kesempatan.

Berikut ini beberapa foto yang diambil oleh Dhika, selama kami bersnorking dan menyelam di Menjangan.

menyelam di menjangan 8

menyelam di menjangan 9

menyelam di menjangan 11

La Laguna Restaurant Bali

Terlalu banyak restaurant, cafe ataupun tempat nongkrong kekinian yang ada di Bali. Membuat saya kadang-kadang bingung yang mana terlebih dahulu yang akan saya tulis. Dimana pertama kali mendengar nama La Laguna Restaurant Bali, yaitu ketika baca tulisan almarhum mas Cumilebay.

Hikss ingat nama almarhum saya jadi sedih. Walaupun saya belum mengenal beliau secara personal dan tatapan wajah. Rasanya saya seperti sudah merasa tau akan beliau melalui tulisannya yang sangat berwarna-warni dan gaya bahasa beliau yang ngebanyol.

Ketika membaca tulisan beliau, saat itu saya cuma bisa membatin bahwa suatu hari nanti saya pasti akan berkunjung kesini. Dan akhirnya saya pun kesampaian mengunjungi La Laguna berkat membaca tulisan beliau.

Berada ditempat ini saya berasa menapak tilas tulisan dan mencoba mengingat sosok beliau dan berdoa semoga dia bahagia disana. Sepertinya semesta pun menjawab doa saya, karena sepanjang kami berada disana cuaca sangat bagus dan langit pun merekah menyambut kepulangan matahari kembali keperaduan.

 

la laguna restaurant bali 13

La Laguna Restaurant Bali
Jalan Pantai Kayu Putih
Canggu- Kuta Utara, Bali

la laguna restaurant bali 31

La Laguna – Restaurant bergaya Gipsi Bohemian di Bali

Rasanya restaurant yang ada di Bali tidak ada matinya mengembangkan kreasi dan inovasi terbaru. Setiap saat ada saja restaurat atau cafe dan tempat nongkrong baru dengan konsep yang berbeda.

Begitu juga dengan La Laguna Bali ini. Dengan lokasi di area canggu yang mana saat ini menjadi tempat nongkrong yang nge-hits. Menjadikan lokasi tempat makan tersebut menjadi incaran banyak turis untuk berkunjung.

Ketika memasuki area restaurant tidak terlihat tanda-tanda bahwa tempat ini adalah tempat makan. Hanya berupa area kosong berpasir dangan rumput-runput tinggi disekitarnya. Kemudian setelah melewati signage yang menyatakan bahwa benar kami berada dikawasan La Laguna baru kami menemukan area parkir yang luas dengan peletakan karavan dikiri dan kanan jalan.

Koridor berupa jalan setapak dari area parkir menuju kawasan La Laguna hanya berupa jalan setapak berpasir dengan pohon-pohon rindang disekitarnya. Seperti lorong gelap alami dengan karavan-karavan yang tidak berpenghuni . Saya sempat bertanya-tanya dimana tempat makannya yach?

Untungnya kami langsung disamperin oleh pegawai dengan kostum ala gipsi bohemian. Dan setelah diajak ngobrol dan diberikan sedikit info mengenai restaurant,  akhirnya kami disediakan tempat duduk sementara di area gubuk-gubuk dengan penutup atap rumbia.

Dikarenakan kami datang jam 4 sore dimana area tempat duduk di lapangan terbuka baru akan dibuka jam 5 sore. Akhirnya kami pun memesan makanan dan menikmati suasana siang menjelang sore yang cukup terik disini.

Interior La Laguna Restaurant Bali

Pada dasarnya tempat makan ini berupa lapangan luas dengan gubuk-gubuk dan karavan. Selebihnya disediakan alas kain dan tempat duduk empuk yang besar. Hanya saja semua bernuansa gipsi bohemian dengan motif-motif yang khas pada kursi, meja dan alas kain penutup.

Karavannya sendiri saya lihat kosong, hanya menurut pegawai yang saat itu bertugas. Kita dapat berkonsultasi dan membaca peramalan nasib melalui tarot didalam karavan. Dan itupun dapat kita jumpai pada jam-jam tertentu.

Begitu juga dengan nuansa lampu-lampu dan foto yang menghiasi area tempat makan ini.

Karena pada saat itu pencernaan saya lagi tidak baik, yang ada saya bolak balik mengunjungi toilet. Dan kesan yang saya dapat ketika masuk ke toilet adalah saya melihat foto-foto lama berupa potrait gadis gipsi. Kalau sekilas ngelihatnya sich saya cukup terpesona karena saya jadi foto-foto tersebut sangat bagus dan pengambilan foto nya sangat menarik menurut saya.

Tapi karena kondisi perut saya yang sangat memprihatikan membuat saya mau tidak mau agak lama disana membuat saya semakin memperhatikan detail demi detail foto tersebut. Entah kenapa rasanya foto tersebut sangat real dan hidup. Menyadari hal tersebut saya langsung buru-buru keluar dan menyesali diri saya sendiri kenapa saya sangat terpesona dengan tampilan foto yang ada.

Hikss kenapa juga menaruh foto didalam kamar mandi sich? Yang ada saya jadi ketakutan sendiri melihatnya.

la laguna restaurant bali 16

la laguna restaurant bali 30

Menikmati Matahari terbenam di La Laguna Restaurant Bali

Yang pasti tujuan utama kami berkunjung ke La laguna Restaurant nga lain adalah selain menikmati tempat makan yang lagi ngetrend, juga mengejar suasana matahari terbenam di Pantai Kayu Putih.

Walaupun sudah berkali-kali melihat dan menyaksikan moment matahari terbenam diberbagai tempat. Tetap saja ada sesuatu atau aura yang berbeda ketika menyaksikan matahari terbenam di Bali. Saya tidak tau apakah ini pendapat saya saja atau teman-teman yang lain juga merasakannya. Tetapi sepanjang saya ke Bali sebisa mungkin kami tidak pernah absen untuk menikmati moment tersebut.

la laguna restaurant bali 4

la laguna restaurant bali 5

la laguna restaurant bali 27

la laguna restaurant bali 26

la laguna restaurant bali 28

Yang istimewa di La Laguna

Dan menurut saya yang istimewa dari La Laguna ini adalah Jembatan penghubung diantara tempat makan dan pantai Kayu Putih. Dari foto-foto yang saya ambil, saya menyimpulkan keberadaan jembatan ini sangatlah instagramble bangat.

Walaupun hanya berupa jembatan kayu yang sudah dipoles dan didaur ulang tapi tampilannya dibuat dengan sedemikian menarik. Sehingga kesan alamiah dan ditambah kesan lampu-lampu diatas jembatan membuat suasanana menjadi tambah syahdu.

la laguna restaurant bali 1

la laguna restaurant bali 19

la laguna restaurant bali 10

Menu yang ditawarkan di La Laguna Restaurant

Jika menilik dari menu yang ditawarkan oleh La laguna. Kesan yang pertama ada dibenak saya adalah mahal. Untuk harga bisa dibilang lumayan mahal untuk kantong saya. Makanan kecil berupa dessert seperti ice cream dan tapas dihargai 25 ribu – 60 ribu. Sedangkan makanan berat berupa sandwich sampai steak dihargai sekitar 65 ribu – 290 ribu.

Begitu juga dengan minuman. Hanya saya lupa untuk memfoto menu minuman karena jenis minuman yang tersaji cukup banyak dan unik-unik. Tapi kisaran harga minuman tidak jauh berbeda dengan makanan.

la laguna restaurant bali 17

Calamary a la Romania

la laguna restaurant bali 21

Spoon me dan Dragon Fruit Vodka

la laguna restaurant bali 22

Grilled Prawns

la laguna restaurant bali 24

The Brownie

la laguna restaurant bali 25

la laguna restaurant bali 2

Pose yoga ala-ala. Lagian saya nga ada persiapan buat yoga, jadilah foto ala-ala.

Menurut saya La Laguna Restaurant Bali bisa dikategorikan tempat makan ngehits yang ada di Bali saat ini. Dan ketika berkunjung rasa penasaran saya akan tempat ini pun terpuaskan.

Pulau Sombori yang Cantik dan Mempesona di Sulawesi Tengah

Pulau Sombori yang cantik dan mempesona tepatnya berada di Sulawesi Tengah, dimana posisinya berbatasan antara Sulawesi Tengah dan Tenggara. Jika kita berkunjung ke Labengki jarak ke pulau Sombori lumayan dekat, sehingga tidak salah kalau pemandu wisata kami menyempatkan Pulau Sombori dalam itinerary kami.

Awalnya saya tidak pernah mendengar nama Pulau Sombori sebelumnya. Sampai pada saat keberangkatan pun saya tidak ada bayangan sama sekali tampilan dan apa yang akan saya lihat disana. Sampai akhirnya kami tiba dan menginjakkan kaki ke pulau tersebut.

Wisata yang ada disekitar Pulau Sombori

1. Kampung Bajo Morowali

Kami naik kapal nelayan, dimana jarak tempuh yang kami jalani sekitar 1 jam perjalanan. Kami terlebih dahulu mampir ke kampung Bajo di Morowali untuk melapor. Dan sebelumnya sudah janjian dengan pemandu wisata setempat yang nantinya akan menunjukkan arah ke Pulau Sombori.

Di kampung Bajo kami sempat agak lama, dikarenakan menunggu kapal peserta yang satu lagi berikut kapal yang mengangkut persediaan makanan siang. Kami berangkat dari Kimaboe Resort sekitar jam 10 dan sampai di kampung Bajo sekitar jam 11. Hanya karena kapal yang satu lagi mengalami kerusakan diperjalanan maka kami pun agak lama menunggu disini.

Sambil menunggu kamipun mulai menjelajahi kampung Bajo dan menyaksikan kehidupan sehari-hari warga dan anak-anak disana. Tidak lupa sambil berjalan-jalan kamipun mencari cemilan berupa makanan kecil dan buah yang ditawarkan oleh penduduk setempat.

Anak-anak suku Bajo

Kampung ini tidak terlalu ramai tetapi populasi antara orang dewasa dan anak-anak sangat timpang. Anak-anak usia 5-12 tahun lebih banyak disana. Yang berusia 12 tahun sampai remaja dan pemuda kebanyakan berada di kota untuk sekolah ataupun bekerja.

Dari cerita yang saya dengar, anak-anak suku Bajo tidak bersekolah seperti layaknya anak-anak lainnya diperkotaan. Sebenarnya gedung sekolahnya ada dan kondisinya masih sangat baik, hanya saja guru yang mengajar sangatlah jarang datang. Bisa dihitung dalam sebulan hanya 5 kali mengajar.

Saya belum mendapat informasi yang lebih rinci apa penyebab guru-guru tidak hadir mengajar seperti layaknya guru-guru pada umumnya. Hanya dari cerita dengan mereka dan melihat langsung kondisi yang ada, anak-anak ini tidak bisa menulis ataupun membaca.

Ini benar-benar PR buat kita semua untuk memikirkan solusi bagi kebutuhan anak-anak suku Bajo.

Rumah suku bajo kondisinya sudah lebih maju.

Anak-anak suku bajo

pulau sombori 20

pulau sombori 19

pulau sombori 18

Oleh karena itu sepanjang kami berada disana, menanti teman-teman yang terjebak kerusakan kapal dan makanan yang masih dalam perjalanan. Kami menyaksikan atraksi anak-anak suku Bajo bermain perahu dan air.

Sedari kecil mereka sudah sangat akrab dengan laut dan laut menjadi area tempat mereka bermain. Saya rasa mereka sudah sangat mengerti akan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu sepanjang hari, saya melihat mereka sibuk mengumpulkan sampah yang ada sambil bermain-main.

2. Pulau Kayangan

pulau sombori 1

Photo by Bowi Basu

Awalnya saya tidak begitu mengetahui apa keistimewaan pulau Sombori. Karena ketika kami melewatinya saya hanya melihat sepanjang mata memandang berupa tebing-tebing batu saja. Kemudian kami diminta untuk menanjak dan menyisiri tebing. Baru dech setelah diatas saya mengerti mengapa pulau ini disebut dengan pulau kayangan.

Pulau Sombori yang cantik dengan primadonanya adalah bukit pulau kayangan sungguh mempesona saya. Dan banyak orang yang mulai menyama-nyamakan pulau ini dengan Pianemo atau Wayag nya Sulawesi.

Apapun penilaian yang disematkan ke Pulau Sombori saya rasa cukuplah bagi saya untuk menikmati keindahan. Dengan berlama-lama disini dan mensyukuri anugerah yang telah Tuhan berikan atas negeri ini.

3. Pulau Khusino

Goa Kolam Renang

Pulau Khusino merupakan pulau yang juga dihuni oleh suku Bajo. Dan penduduknya tidaklah sepadat di Morowali. Kami mengitari pulau dan rasanya pulau ini cukup besar sehingga kami bisa menjelajah beberapa tempat sekaligus.

Setelah melewati perkampungan suku Bajo dan masuk kearea tengah kami menemukan Goa Kolam Renang. Goa ini cukuplah unik menurut saya karena posisinya ditengah pulau, kemudian kita agak naik menyusuri tangga batu yang tidak begitu tinggi. Ketika masuk kedalam kita dituntun kebawah dengan tangga. Karena gelap saya tidak terlalu ngeh kalau ternya didalam goa ada air yang terkungkung didalamnya menyerupai kolam renang.

Airnya sangat jernih dan dingin. Rasanya agak payau. Tapi karena suasana didalamnya lembab membuat kondisi air tetap terjaga. Rasanya dingin dan segar. Saya berbasah-basahan didalam goa. Dan rasa penasaran saya sangatlah tinggi sehingga saya berenang dan masuk untuk menerka-nerka berapa luas area ini didalam.

Panjang air yang ada didalam goa saya perkirakan sekitar 30 meter. Tidak lah terlalu panjang dan kedalaman sekitar 2 meter. Oleh karena itu tidak salah juga jika goa ini disebut goa kolam berenang. Rasanya seperti berenang di kolam tetapi terbentuk secara alami oleh kungkungan batu dan goa.

Photo by Nina Wong

Mercusuar Pulau Khusino

Setelah puas bermain air di Goa Kolam Renang kamipun berjalan menyisiri pinggiran pulau disebelah luar. Dimana kamipun menemukan pondokan yang sudah tidak dihuni lagi. Kami sempat masuk ke pondokan tersebut dan tidak menemukan orang ataupun barang-barang disana, sebagai tanda bahwa pondokan tersebut sudah ditinggalkan.

Tidak berapa jauh dari pondokan kami pun berjalan mendekat mercusuar. Berhubung mercusuar nya digembok, kami hanya dapat bermain-main dan berfoto disekitar mercusuar. Saya kurang tau apakah mercusuar ini masih berfungsi apa tidak.

Hanya saya koq merasa sayang aja, kenapa mercusuar ini tidak dirawat dan dijadikan objek wisata layaknya mercusuar yang ada di Pulau Lengkuas Belitong. Rasanya seru aja bisa naik tangga dan naik ke puncak mercusuar, sehingga dapat menikmati pemandangan yang ada disekitar pulau.

Photo by Bowi Basu

Photo by Bowi Basu

4. Goa Lahumalala

Goa ini letaknya diatas tebing, oleh karena itu kita harus naik dulu menjajaki batu-batu karang yang curam dan berpasir. Tidak berapa tinggi dari permukaan laut, dimana kami naik dari kapal dan mulai menggapai pohon yang bergelantungan untuk dijadikan pijakan dan tumpuan. Akhirnya perlahan-lahan kami mulai menanjaki tebing dan mendapati bahwa ada goa yang cukup besar didalamnya.

Goa ini terdiri dari stalakmit dan stalaktit dengan lubang terbuka diatasnya. Saya merasa sangatlah kecil didalam goa. Dan dengan masuknya cahaya matahari dari lubang tersebut membuat kesan dramatis. Pantulan cahaya yang masuk membuat goa ini terlihat menarik. Kami cukup lama di goa ini mengabadikan dan mendokumentasikan pengalaman kami dengan berfoto-foto.

Saya rasa Pulau Sombori tidak lah kalah bagusnya jika dibandingkan dengan objek wisata ditempat lain. Hanya saja tidak banyak yang tau potensi dan kekayaan yang ada didaerah ini.

Harapan saya sich semoga banyak yang mempromosikan pulau Sombori yang cantik ini, sehingga makin banyak objek wisata yang bisa dikembangkan dan menjadi pemasukan yang lebih untuk kesejahteraan masyarakat.

Mengintip Kemewahan Raffles Hotel Jakarta

Jika ditanya salah satu hotel termewah yang ada di Jakarta saat ini, saya boleh dong yach menunjuk Raffles Hotel Jakarta. Rasanya saya tidak akan ragu untuk berbagi sedikit pengalaman dari kemewahan Raffles Hotel Jakarta yang beberapa bulan yang lalu sempat saya dan sahabat saya kunjungi.

Beberapa minggu ini berita mengenai kedatangan Raja Arab ke Indonesia sangatlah heboh terdengar. Yang tadinya saya tidak begitu semangat mengikutinya, tapi mau nga mau tiap buka situs berita yang ada jadi keikutan baca dech. Salah satu yang menarik perhatian dari kunjungan Raja Arab adalah tempat wisata dan penginapan yang mereka kunjungi.

Tempat kunjungan Raja Arab ke Indonesia pasti identik dengan sesuatu yang mewah dan wow. Begitu juga ketika saya melihat list hotel tempat mereka menginap di Jakarta dan Bali. Karena kemewahan yang ditawarkan oleh Raffles Hotel Jakarta maka tidak salah kalau hotel ini terpilih menjadi satu dari sekian banyaknya hotel berbintang di Jakarta yang dikunjungi oleh rombongan Raja Arab.

Kemewahan Raffles Hotel Jakarta dimulai dari Lobby

Lobby merupakan area terbuka pertama yang menjadi ruang penerima untuk tamu menginjakkan kaki. Dan memasuki area lobby saja saya sempat pangling. Kemewahan Raffles Hotel Jakarta langsung terasa ketika memasuki area lobby. Aura Biru dan Emas mendominasi ruangan ini. Dengan dekorasi lampu kaca diatas ceiling membuat tampilan ruangan menjadi luas dan megah.

Begitu juga dengan selasar dan ruang tunggu lift. Baik itu didinding dan ceiling terdapat sentuhan artistik berupa lukisan dan ornamen seni yang mempercantik area.

Kamar yang luas dan Nyaman

raffles hotel 12

Memasuki kamar, saya diperhadapkan dengan lorong selebar 2,5 meter dimana dikiri dan kanan nya terdapat lemari tempat penyimpanan barang dan kamar mandi dengan dibatasi oleh pintu geser. Dimana disisi kiri terdapat lukisan naturalis yang mempercantik kamar.

Dan sekilas ketika masuk ke kamar rasanya koq yach biasa saja. Tapi ketika memasuki area ruang duduk dan ruang kerja baru saya menyadari bahwa kamar ini ternyata besar sekali.

raffles hotel 6

Ukuran tempat tidur berupa king size yang empuk dengan 2 lampu dan nakas dikiri kanan tempat tidur. Disisi samping langsung dapat melihat kamar mandi dengan bathtub dan wastafel yang luas.

Kemudian pada area tempat tidur dan ruang duduk masing-masing disediakan TV terpisah. Jadi ketika sahabat saya menonton di tempat tidur, saya pun dapat menikmati saluran tv favorite saya di ruang duduk tanpa harus berebutan dan kami masih bisa sahut-sahutan ngobrol.

raffles hotel 3

Masing-masing ruangan dipisah oleh pintu geser yang bisa kita buka tutup sesuka hati. Tapi karena kita merasa tidak terganggu dengan keberadaan satu sama lain yach pintu geser tetap dalam kondisi terbuka.

raffles hotel 5

raffles hotel 19

raffles hotel 18

Saking luasnya saya bisa menggelar matras dan melakukan gerakan yoga diarea ini.

Saya yang biasa menginap di kamar hotel biasa ketika melihat ukuran kamar mandi dan bathtub sebegini luasnya. Rasanya pengen jingkrak-jingkrak dan gegulingan karena senangnya. Belum lagi alat mandi atau amenities nya lengkap, bisa dibayangkan saya bakalan berlama-lama berendam dan menikmati nuansa aromatik yang disediakan oleh hotel.

raffles hotel 10

Selain bathtub, toilet dan showernya pun terpisah yang mana masing-masing ruangan dilapisi oleh dinding kaca.

Interior

Baik di kamar maupun disepanjang sisi hotel saya memperhatikan interior yang ada sangatlah mewah. Mulai dari lukisan, pajangan, kursi, detail lampu dan ornamen lainnya sangat kaya akan budaya Indonesia. Walaupun mengusung nama “Raffles” yang mana berasal dari negera tetangga yaitu Singapore tetapi nuansa Indonesia yang kaya dan beraneka ragam tetap tercermin dari tampilan dan detail interior bangunan.

Saya melihat banyak sekali ornamen tokoh pewayangan, patung dan juga ukiran perak dan lain-lain menjadi pemanis raungan yang mempercantik interior hotel. Sehingga kesan mewah makin memperkuat tampilan Raffles Hotel Jakarta.

raffles hotel 8

Dikarenakan floor to floor area lobby sangat tinggi saya perkirakan sekitar 15-20 meter membuat kesan luas, mewah dan megah sangat terasa diarea ini. Dan dengan sentuhan lampu kaca setinggi ruangan membuat kesan mewah bertambah kuat.

raffles hotel 9

Fasilitas yang disediakan Raffles Hotel

raffles hotel 20

Fasilitas yang kami dapatkan di Raffles Hotel antara lain Breakfast untuk 2 orang. Kemudian Spa dan fasilitas olahraga seperti fitness, berenang dan yoga. Saya pun tidak mau melewatkan kesempatan tersebut. Oleh karena itu dari jam 5 pagi saya dan sahabat saya sudah bangun pagi untuk beberes-beres. Sehingga ketika jam 5:30 kami pun turun ke lantai bawah untuk Yoga dan Berenang.

raffles hotel 24

Yoga dan kemudian Berenang di Raffles Hotel Jakarta

Puas Yoga dan Berenang kami menyempatkan diri menikmati spa dan kemudian makan pagi. Lengkaplah sudah pengalaman kami di hotel ini dan rasanya enggan untuk pulang ke rumah. Karena masih pengen berlama-lama disini.

Sungguh liburan akhir pekan yang sangat menyenangkan. Bisa merasakan kemewahan Raffles Hotel Jakarta berkat kebaikan hati sahabat saya Nik dan Sarah. Semoga dikesempatan lain kita bisa menikmati liburan atau staycation seperti ini yach.

Lokasi Wisata Alam di Medan yang Menarik untuk Dikunjungi

Saat mendengar kata Medan, apa yang ada di pikiran kamu? Durian kah? Atau lokasi wisata alam di Medan atau sejarahnya? Ya, Medan memang terkenal sebagai kota penghasil durian terbaik sekaligus kota wisata bersejarah, tetapi ternyata Medan juga memiliki pesona wisata alam yang sayang untuk dilewatkan.

Berikut beberapa lokasi wisata alam di Medan yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata Batu Belah

wisata alam di medan 1

Sumber disini

Wisata alam Batu Belah memiliki nama yang unik. Tempat wisata ini diberi nama oleh masyarakat sekitar sebagai Batu Belah karena untuk mencapai air terjun, para wisatawan harus melalui jalan sempit yang berada di dinding batu. Sekilas jika dilihat akan mirip dengan batu yang terbelah. Air terjun yang ada di kawasan ini sangat segar dan jernih.

Kawasan ini berada di daerah Medan arah Berastagi, tepatnya di kawasan perkemahan bumi Sibolangit. Bagi kamu yang suka berkemah dan berwisata alam, maka lokasi ini sangat cocok untuk destinasi kamu selanjutnya. Lokasi wisata Batu Belah ini juga tidak terlalu jauh dengan air terjun dua warna yang sudah banyak dikenal oleh para wisatawan.

Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna di Medan memiliki pesona wisata alam tersendiri. Keunikan air yang ada di air terjun ini sulit ditemukan di tempat lain. Air yang mengucur deras di kawasan ini memiliki dua warna yang berbeda yaitu hijau dan biru.

Ketinggian air terjun ini mencapai 75 meter. Uniknya, di antara air terjun berwarna biru dengan air terjun yang berwarna hijau, terdapat perbedaan suhu yang cukup terasa. Air terjun yang berwarna biru lebih dingin, sementara air terjun yang berwarna hijau lebih hangat.

Kawasan air terjun dua warna ini juga masih sangat asri. Pepohonan dan batu-batuan yang tertutup lumut hijau di sekitarnya membuat kawasan ini tampak segar, sejuk, dan alami. Satu hal yang perlu diperhatikan jika berkunjung ke kawasan yang berpanorama aduhai ini, yaitu jangan sampai kamu terlena hingga pulang mendekati waktu senja karena jalur yang perlu dilalui untuk pulang cukup sulit jika dilewati pada malam hari.

Gunung Sibayak

Bagi kamu yang ingin melihat keseluruhan pemandangan Kota Medan, kita bisa mencoba berpetualang mendaki Gunung Sibayak. Untuk menuju kawasan ini, diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dari kota Medan.

Pemandangan matahari tenggelam di puncak gunung ini juga sangat elok, hingga membuat banyak wisatawan rela mendaki di pagi buta agar saat sore mereka dapat menikmati indahnya siluet senja di puncak.

Gunung ini juga memiliki kawah di bagian puncaknya. Dari puncak gunung ini, kita bisa menikmati indahnya keramaian kota Medan dari ketinggian. Panorama yang indah disertai kicauan burung yang merdu dan pepohonan yang menghijau benar-benar membuat kawasan ini layak untuk dikunjungi.

Menginap di Hotel Airy Rooms Medan

Agar teman-teman dapat puas menjelajah wisata alam di Medan dan sekitarnya, kita perlu mencari akomodasi di Medan untuk menginap selama beberapa hari. Airy Rooms menyediakan beragam hotel murah di Medan yang bisa Anda pilih untuk menemani liburan Anda karena fasilitas yang diberikan sangat bagus dan memuaskan.

Di setiap kamar hotel disediakan AC, Televisi layar datar, serta wifi gratis. Selain itu, di setiap kamar mandi tersedia penghangat air dan perlengkapan mandi gratis. Bagi teman yang berminat untuk memesan hotel Airy Rooms di Medan, kalian bisa memesannya dengan mudah melalui tautan ini . Atau pesan melalui aplikasi ponsel ponsel pintar Android/iOS.

wisata alam di medan 2

Airy Rooms Medan

www.airyrooms.com

08041112479 atau 081280700020

Demikian ulasan singkat mengenai pesona alam di Medan dan sekitarnya yang bisa teman-teman kunjungi saat liburan. Ayo Berlibur ke Medan!