Pusat Perbelanjaan di Jepang yang saya kunjungi.

Selama liburan dan mengunjungi beberapa kota, kami menyinggahi beberapa pusat perbelanjaan di Jepang.

Sejujurnya saya bukanlah tipe cewek yang senang berbelanja. Hanya dimanapun saya pergi rasanya selalu seru blusukan ke pasar atau pusat perbelanjaan. Senang aja bisa melihat aktivitas masyarakat setempat dengan beraneka macam jenis pernak pernik yang dijual.

Kalau mendengar kata pusat perbelanjaan dibenak saya pasti identik dengan Mall atau gedung mewah yang isinya berbagai macam toko. Sedangkan beberapa tempat dibawah ini bukanlah mall seperti yang ada dibayangan saya. Tapi berupa suatu distrik atau kawasan yang isinya deretan toko-toko atau kedai.

Karena saya hobi makan dan wisata kuliner sudah pasti jajanan dan snack selalu jadi incaran saya. Walaupun sesekali lihat pernak pernik lucu tetap nga kuat juga pengen dibeli.

Beberapa pusat perbelanjaan di Jepang yang sempat saya singgahi antara lain:

1. Shinsaibashi-Suji Osaka.

Kalau lihat penampakan Shinsaibashi-suji, saya langsung keingat pasar baru. Area pertokoan berbaris sepanjang 580 meter dan dibatasi oleh sungai, dimana pengunjung dapat leluasa berbelanja dan masuk dari satu toko ke toko lain dengan berjalan kaki.

Icon di Shinsaibashi-suji itu sendiri adalah toko dengan spanduk Glico Man. Yang mana dijadikan salah satu spot berfoto dengan latar belakang seorang pelari yang melewati lintasan. Karena lokasi nya yang strategis berada diantara kanal sungai Tonbori dan signage nya yang besar serta lampu nya yang mentereng di malam hari. Menjadikan tempat ini menjadi icon untuk latar belakang berfoto.

Kawasan ini menjadi area perbelanjaan yang ramai dan lengkap, dimana semua hal yang inging kita cari ada dech disini. Mulai dari kosmetik, fashion, barang elektronik dan pastinya restaurant, semuanya ada. Kalau yang lain nyarinya apa. Sedangkan saya sudah pasti bisa ditebak yang pertama kali saya cari adalah kedai makanan yang menjual tako yaki dan ramen.

Hal yang juga unik di Shinsaibashi-suji adanya wisata cruise dengan perahu kuning yang membawa para pengunjung mengitari sungai Tonbori. Karena disepanjang kanal banyak objek yang bisa dilihat dan sebenarnya kalau menurut saya sich cukup menarik.

2. Ameya-yokocho.

Kononya penduduk setempat menyebut area ini sebagai kawasan Amerika mini dikarenakan sebagai tempat menjual barang-barang black market dan kebutuhan tentara Amerika pada masa perang dulunya. Nga tau benar apa nga nya, karena saya tidak melihat barang-barang yang berbau Amerika dijual disini.

Yang pasti sepanjang jalan saya melihat pernak pernik, permen, cemilan serta tas atau baju-baju dengan harga terjangkau.

3. Shibuya.

Shibuya terkenal sebagai area perlimaan yang ramai. Dimana selain lokasinya berdekatan dengan stasiun Shibuya, juga terdapat banyak perkantoran dikawasan tersebut. Jadi bisa dipastikan kawasan ini selalu ramai dan padat.

Buat yang tidak suka berbelanja seperti saya, paling asyik yach nongkrong di gerai starbuck yang ada di lantai 2. Dimana posisinya pas diantara perlimaan jalan tersebut. Sehingga kita bisa melihat aktivitas orang berlalu lalang menunggu lampu lalu lintas menyala dan melewati penyeberangan.

Bertepatan didepan stasiun Shibuya terdapat patung Hachiko yang mana ceritanya sudah sangat terkenal ditelinga kita. Karena pas berada didepan stasiun, area disekitar patung Hachiko sangatlah ramai. Selain buat berfoto-foto dengan latar belakang patung anjing juga asyik untuk sekedar duduk-duduk di taman.

4. Harajuku.

Harajuku terkenal sebagai pusat fashion anak muda dengan penampilan yang unik. Sebenarnya kalau menggunakan akomodasi kereta api dengan jalur Yamanote Line, Harajuku berada diantara stasiun Shinjuku dan Shibuya. Jadi kalau dikira-kira, jarak ketiga lokasi perbelanjaan ini tidak lah jauh.

Sepanjang Harajuku saya asyik melihat-lihat gaya penampilan anak-anak muda yang berseliweran. Menarik serta takjub melihat gaya mereka yang unik tapi cocok-cocok aja sich kalau mereka yang pakai. Nga kebayang kalau saya yang makai di Jakarta pasti dikatai aneh kali yach?

5. Ginza.

Ginza merupakan kawasan perbelanjaan yang mewah dimana terdapat banyak toko-toko dengan barang bermerek. Kawasan Ginza menurut saya sangat asyik untuk dikunjungi karena walaupun tempat ini ramai tapi tetap enak dan nyaman. Salah satu toko yang pasti harus dikunjungi adalah outlet Uniqlo dan GU.

Uniqlo sendiri merupakan bangunan kecil diantara sekian deret toko-toko bermerek hanya saja berlantai 12. Bisa kebayang betapa puasnya melihat-lihat dan berbelanja disini.

Sedangkan GU, di toko ini yang saya menemukan baju yang sesuai model dan ukuran saya. Selain model dan ukuran, harganya juga tidak terlalu menguras kantong tapi kualitasnya nga kalah bagus dengan baju brand diatasnya. Nah pas bagian pembayaran saya tidak menemukan kasir ataupun pegawai untuk bertanya. Semua serba menggunakan mesin, mulai dari mendeteksi barang yang hendak kita beli, pembayaran dan cara bayar juga mengemas barang belanjaan semua kita lakukan sendiri dengan bantuan mesin.

6. Shinjuku.

Karena tempat perbelanjaan yang kami kunjungi ternyata lumayan banyak. Saya sampai bingung membedakan antara Shinjuku, Harajuku dan Shibuya. Di-memory saya Shinjuku itu bukan hanya sebagai pusat perbelanjaannya melainkan keunikan dari bangunan yang ada disana.

Antara lain adalah suatu gedung dengan kepala Godzilla diantara deretan gedung-gedung tinggi lainnya. Dan ternyata gedung itu adalah sebuah hotel
the Gracery Hotel yang mengambil icon godzilla sebagai ciri khas dari hotel tersebut.

Lalu ada satu gedung lagi yang tidak kalah menarik adalah Tokyo Metropolitan Government Building observation deck. Gedung ini sebenarnya gedung pemerintahan yang mana dimalam hari digunakan sebagai objek observation deck. Kita dapat melihat keindahan kota Jepang dari ketinggian 66 feet secara panoramic. Selain observation deck juga tersedia cafe dan tempat jual cendera mata khas Jepang.

Saya sempat naik ke Tokyo Metropolitan Government Building Observation Deck hanya karena baterai kamera sekarat akhirnya saya pakai kamera hp. Hasilnya tidak sebagus yang saya mau, jadi saya tidak mengabadikannya di halaman ini.

7. Asakusa.

Kawasan Asakusa terdapat komplek kuil Sensoji dengan gerbang yang unik. Saya senang berada di Asakusa karena melihat banyaknya orang yang datang beribadah, membuat tempat ini menjadi pemandangan unik tersendiri. Penduduk setempat datang beribadah dengan menggunakan kimono dengan atribut di rambut atau kepala.

Melewati gerbang kuil Sensoji kita akan menemukan street market yang dikenal dengan Nakamise. Sepanjang 200 meter kita akan bertemu deretan kios yang menawarkan pernak pernik dan segala jenis makanan.

Sebenarnya ada beberapa pusat perbelanjaan di Jepang yang saya lewati yaitu Akihabara dan Pasar Tsukiji. Akihabara sendiri merupakan pusat komik, anime dan elektronik. Hanya karena beberapa peserta tidak begitu tertarik untuk ke Akihabara jadilah group terbagi 2, satu ke Akihabara dan satunya lagi ke Nakamise.

Seru dech mengunjungi pusat perbelanjaan yang ada di Jepang. Senang karena mereka bisa menata sebuah distrik atau kawasan menjadi tempat berbelanja juga sekaligus area wisata dan kuliner dalam satu paket.

8 Replies to “Pusat Perbelanjaan di Jepang yang saya kunjungi.”

  1. Saya sangat suka dengan suasana Asakusa. Pilihan cindera mata banyak dan harga relatif terjangkau. Lidah saya suka melafal Asakusa ah Akusuka….
    Salam hangat

    1. disini ada nga yach outlet GU. baju nya enak dan pas di badan kita yang imut-imut hehehe..

      iya ingat kalian beli koper lagi di Ginza rasanya pengen borong banyak yach?

  2. Tiap baca ini kok masih kepikiran kawan yang bikin mangkel hahahhahah. Pernah mau nitip sesuatu sama kawan pas di Jepang, jawabnnya nggak bisa karena memang bagasi. Eh dikirim foto lagi di tempat yang kuingin titipi barangnya akakkakakakkak

Tinggalkan Balasan