Weekly Photo Challenge; Victory

weekly photo challenge victory 1

Victory = Win, Glory, Triumph

 

Victory secara umum dapat diartikan sebagai suatu kejayaan, kemenangan, keberhasilan dalam mencapai suatu hal. Dan bagi banyak orang juga dapat dikaitkan dengan kesuksesan. Kesuksesan sendiri tidak selalu berhubungan dengan materi dan kekayaan. Tetapi bagi saya pribadi kata victory dapat mengandung pengertiaan bebas, menang, merdeka terhadap diri saya sendiri.

Memasuki bulan kesebelas dalam tahun 2015 masuk kepengujung tahun. Pastinya sebagian besar dari kita harus kembali mereview kinerja dan produktivitas yang kita lakukan dalam setahun. Kalau di kantor, pasti ada evaluasi dan reward yang kita hasilkan yang nantinya jadi pertimbangan perusahaan untuk melanjutkan atau tidak nya proyek yang sedang kita jalankan.

Begitu juga dengan diri kita sendiri, ada resolusi jangka pendek dan jangka panjang yang sedang atau akan kita capai. Mengenai kata victory dan hubungannya dengan resolusi jangka panjang dan jangka pendek tersebut, yang ada saya teringat di masa dimana saya dan teman-teman kantor merencanakan suatu acara bakti sosial ke satu sekolahan yang ada disekitaran area kami.

weekly photo challenge victory 2

 

Dimasa dimana daerah pedongkelan masih sangat kumuh dan rawan akan perampokan dan kapak merah. Hingga berubah menjadi waduk dan tempat wisata bagi saya ini dapat dijadikan contoh proyek yang sangat baik. Dari luar dan kasat mata saya tau bangat perubahan yang terjadi di area ini, karena saya bertahun-tahun tinggal didaerah ini. Walaupun setiap hari saya selalu melewati daerah ini, ternyata saya tidak terlalu tau apa yang terjadi didalam sana.

Sampai saat dimana kami datang dan masuk kerumah-rumah penduduk yang ada disana. Untuk wilayah yang relatif tidak terlalu besar saya melihat begitu banyaknya penduduk yang tinggal dan berdesak-desakan sehingga yang ada kesan kumuh dan jorok yang ada dibenak saya.

Dan kami menemukan banyak anak-anak usia sekolah dengan keadaan yang tidak begitu terurus. Padahal kalau boleh dibilang tempat ini berada di jantung kota jakarta. Kebanyakan orang tua mereka adalah pemungut sampah dan pengamen yang berada disekitaran Cempaka Putih dan Cempaka Mas.

 

weekly photo challenge victory 3

 

Kami masuk keruang kelas dimana dinding yang hanya berlapis triplek bekas yang mereka pungut disekitar area tersebut. Dan satu kelas terdapat berbagai macam anak dengan usia yang berbeda. Sebagian ada yang berpakaian seragam dan sebagian lagi hanya berpakaian kaos saja.

Tidak ada bangku ataupun meja untuk mereka duduk dan belajar. Setiap anak duduk berdesak-desakan sambil lesehan dilantai. Karena jam kami datang sudah masuk jam makan siang kami pun membawa nasi kotak untuk kami makan bersama mereka di ruang kelas yang sempit.

Melihat keceriaan yang ada diwajah anak-anak tersebut membuat hati kami sangat terharu. Dan ini adalah moment terakhir saya ikut acara bakti sosial dan tidak berapa lama dari waktu kami berkunjung kesana, tempat ini diratakan oleh pemerintah untuk dijadikan waduk. Dimana sempat terjadi sengketa dan perebutan hak tanah, tetapi dengan berjalannya waktu waduk dan daerah ini menjadi tempat yang rapi dan tertata dengan baik.

 

weekly photo challenge victory 6

 

Sampai hari ini saya tidak tau dimana keberadaan anak-anak ini beserta guru-gurunya. Dan saya sangat merindukan saat dimana saya diberi kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak atau orang yang kurang mampu. Bertemu dengan anak-anak atau orang tua yang menempati panti asuhan dan panti jompo membuat kita tau kondisi hati kita seperti apa.

Sudah kah saya menang dengan peperangan batin saya. Dikala saya sibuk memikirkan diri saya sendiri tanpa tau bahwa ada sekelompok orang yang ada disekitar saya membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari kita. Kadang saya harus didorong atau dipaksa untuk memberi sedikit waktu, materi dan perhatian bagi orang-orang yang kurang.

Padahal sebenarnya saya bisa menciptakan sendiri kesempatan untuk saling berbagi dan turun langsung kedaerah-daerah sekitar saya tanpa harus dipaksa dan didorong terus menerus. Ternyata untuk mencapai kemenangan itu sendiri tidak lah semudah yang saya pikirkan. Setiap hari saya harus berperang dan berjuang untuk mendapatkan kemenangan atau victory itu sendiri.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Guru yang berjasa dan sangat mendedikasi diri mereka untuk pendidikan anak-anak yang ada disana.

 

 

Weekly Photo Challenge; Ornate

Ornate = Bisa mengandung arti berbunga ataupun berhias/terlalu banyak hiasan.

Saya mengambil contoh foto dengan tema Ornate, yaitu ketika kami trip di Sumenep. Sambil melihat-lihat situasi alun-alun yang ada di Taman Kota Sumenep kami menemukan banyak penyedia jasa odong-odong. Kebanyakan taman kota yang ada di Indonesia, pasti nemu odong-odong yang dihias sedemikian rupa untuk menarik perhatian anak-anak yang berwisata. Selain sebagai ajang hiburan yang murah meriah, odong-odong selain dihias penuh lampu-lampu juga diiringi oleh musik yang kencang, apakah itu lagu anak-anak ataupun lagu orang dewasa yang saat itu sedang nge-hits.

Saya suka berlama-lama disini, selain menunggu anaknya mas Dayat bermain-main. Saya juga dapat melihat situasi dan kondisi masyarakat yang ada disekitar lingkungan ini. Tidak sedikit anak-anak yang bermain walaupun saat ini sudah lewat jam tidur bagi usia anak-anak. Tetapi karena hari itu adalah hari sabtu malam dan besok nya libur, sehingga anak-anak diperbolehkan main tanpa batasan jam.

Ornate disini berupa odong-odong yang dihias beraneka ragam lampu, dibawa oleh satu orang supir sebagai pengendara didepan. Yang mana sebenarnya kendaraan ini motor yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga dapat menampung orang dengan kapasitas yang lumayan banyak. Hanya saja area kendaraan ini beroperasi sangat dibatasi. Demi kenyamanan dan keselamatan bersama, sehingga sejauh mungkin menghindari jalanan besar atau jalur lalu lintas yang ramai.

 

weekly photo challenge ornate 1

weekly photo challenge ornate 2

 

weekly photo challenge ornate 3

weekly photo challenge ornate 4

 

 

Mungkin ini salah satu contoh dari hiasan yang meriah dari odong-odong di Alun-alun Sumenep yang bisa saya ikut serta dalam weekly photo challenge ornate.

Weekly Photo Challenge; Treat

weekly photo challenge treat 1

 

weekly photo challenge treat 1

Cookies and Cream

 

weekly photo challenge treat 3

Blueberry Cheese Cake

 

Kalau lagi pengen nongkrong dan makan/minum yang manis-manis disekitaran Kelapa Gading pasti saya mampir kesini. Hampir nga pernah pindah atau nyobain tempat yang lain, padahal di Kelapa Gading banyak bangat tempat ngopi yang sejenis. Sampai-sampai teman saya kalau ngajak ketemuan yang ada pada bosan, “Kenapa harus disini sich emang nga ada tempat lain lagi apa yach?”

Kalau lagi pamer location di path sedang ada di Kelapa Gading, beberapa orang teman saya pada ngeletuk “Kamu pasti lagi di Dante yach? OMG apa nga bosan yach kesana mulu?” Saya sendiri juga nga tau kenapa selalu datangnya kesini, kayak otomatis aja kaki ini melangkah dan nyari tempat duduk disini. Padahal tepat didepan Dante ada Starbuck dan nga berapa jauh ada J-Co dan Coffee Bean. Kalau dari tampilan sich sama aja yach, hanya yang buat beda itu makanan disini lebih banyak jenisnya dan makanannya lumayan berat untuk saya.

Dante Coffee

Mal Kelapa Gading 3- Ground Fl

Jl. Raya Bulevar Kelapa Gading – Sentra Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240
Phone 021-45853875 Fax 021-4585 3875

OPERATIONAL HOURS
Sunday-Thursday 07.00 22.00
Friday-Saturday 07.00 23.00

http://dantecoffee.co.id/

 

Terus lokasinya di Mall Kelapa Gading pas bangat didepan Lobby. Jadi kalau saya habis window shopping mau keluar/pulang pasti otomatis mampir kesini. Minuman yang saya pesan nga jauh-jauh dari Cookies and Cream, kalau makanan saya selalu pesan pasta atau lasagna karena porsi nya di perut saya pas. Kecuali kalau pengennya cake baru saya pesan cheese cake. Yang ada sekarang adik saya pun ikut-ikutan sama dengan saya, “Kalau sudah sampai mall cari aja aku di Dante yach kak! Kedubrak…

Inilah salah satu cara saya memperlakukan (treat) diri saya akan makanan enak. Membayangkan pasta hijau dengan cookies and cream yang ada bisa jadi pulang kantor saya mampir kesana lagi nich.

 

 

Weekly Photo Challenge; Careful

weekly photo challenge carefull 1

photo by Susan Juwono.

Dalam mengambil foto kadang-kadang saya suka takjub dengan perjuangan orang-orang yang ada disekitar saya. Mereka kayaknya sangat niat dan penuh kreativitas tinggi untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Dan untuk hal ini saya perlu ngacungin jempol buat mereka-mereka.

Pada saat lagi berusaha untuk turun dari bukit Padar menuju pantai dimana saya berjuang untuk melawan rasa malas menenteng badan sebesar ini untuk bisa turun, yang ada saya malah menemukan beberapa gerombolan orang dengan peralatan dan atribut yang mereka bawa dari kapal. Disiang yang terik mereka bela-belain menggunakan gaun yang saya tau pasti bahannya sangat lah panas untuk cuaca saat itu. Disela mereka sedang melakukan sesi pemotretan, teman se-trip saya pun iseng mengambil foto perempuan dengan gaun merah.

 

weekly photo challenge carefull 2

 

Begitu juga dengan teman saya Bowi, dari jakarta sudah niat bangat membawa atribut sayap dan sarung untuk dijadikan pemanis foto diatas bukit padar. Begitu juga beberapa orang yang saya lihat membawa gitar, ukulele, dan macam-macam alat musik sebagai pelengkap dengan diikuti gaya yang sesuai dengan peralatan yang mereka bawa.

Benar-benar niat, sedangkan saya mau difoto saja sudah males duluan. Rasanya badan lengket, muka berminyak dan gaya yang saya punya sangat monoton. Kadang kalau lihat hasil foto saya gayanya sama semua hanya background nya saja yang berbeda. Yang ada teman-teman yang kasihan pengen motoin saya, karena mereka bolak balik minta tolong difotoin tiba giliran saya nya difoto sayanya langsung nolak.

Nga pede lihat kamera dan dibandingkan dengan teman-teman yang lain mereka pada berani mengeluarkan ekspresi dan kayaknya nga ada habis-habisnya ide mereka untuk berpose didepan kamera. Kalau sudah dipaksa-paksa untuk foto, kadang kalau mood saya ladenin tapi kalau lagi males yang ada saya mundur perlahan, mendingan jadi tukang foto saja dech ketimbang jadi model.

 

weekly photo challenge carefull 3

Angel from heaven – photo by Nina Wong

 

weekly photo challenge carefull 4

Photo by Cahyo

Tetapi berbeda hal nya jika saya diminta untuk berfoto dengan pose yoga, pasti saya duluan dech maju. Secara foto-foto yang ada nantinya bisa saya jadikan portofoli dan bahan tulisan gerakan yoga di blog. Walaupun saya tidak terlalu banyak mengeksplore gaya-gaya lain karena untuk melakukan gaya-gaya rumit saya harus pemanasan terlebih dahulu sedangkan untuk foto pada saat trip kadang-kadang semua orang rebutan dan antri untuk berfoto di lokasi yang sama yang ada saya cukup berpose yang gampang dan cepat dalam pengambilan foto.

Hanya perlu diingat dan pertimbangkan lebih hati-hati untuk terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi dimana kita mengambil foto. Jangan sampai hanya untuk narsis dan kepentingan social media yang ada nyawa jadi taruhan. Be careful yach teman-teman and be a wise traveler.

 

Weekly Photo Challenge Extra Ordinary

Weeklya Photo Challenge Extra Ordinary

Bertepatan dengan hari kejepit nasional dan dari bulan lalu memelas-melas sama atasan saya di kantor supaya dia memberi saya ijin untuk cuti. Karena amat sangat tergoda dengan tawaran teman untuk ikut Trip Komodo. Akhirnya saya pun berangkat dari tanggal 14 – 18 Oktober 2015.

Dari 2 tahun yang lalu sudah ngiler bangat pengen pergi ke Komodo, tapi setiap kali mau pergi selalu ada halangan baik itu tawaran trip lain ataupun ada kerjaan yang nga bisa ditinggal akhirnya saya pun mengalah dan gigit jari lihat foto teman-teman di social media. Untungnya pas kemaren minta cuti semua dilancarkan dan si Bapak benar-benar nga protes ataupun nga ceramah panjang lebar ke saya.

5 hari 4 malam petualangan di Komodo, ada satu hal yang amat sangat berkesan buat saya. Tadinya saya kira bahwa sesampainya saya di pulau Komodo dan langsung melihat sang bintang tamu pulau yang selama ini hanya bisa saya lihat di TV merupakan hal yang paling berkesan buat saya ternyata dugaan saya salah.

Bukannya tidak berkesan, hanya mungkin karena sebelum berangkat kebetulan di saluran NatGeo sering muterin tayangan tentang Komodo yang ada saya jadi tidak begitu bersemangat. Dan untuk petualangan yang lain saya tidak terlalu mengharapkan yang macam-macam yang ada saya malah menemukan bonus pemandangan yang sangat indah yaitu bertemu dengan manta ray secara langsung dan benar-benar tepat didepan mata.

Mungkin saking bersemangatnya saya saat ini, setiap kali melihat foto dibawah saya langsung merinding. Saya benar-benar tidak pernah bermimpi akan bertemu manta ray sepanjang umur saya. Dan menurut saya ini adalah pengalaman yang amat luar biasa atau extraordinary dalam hidup saya. Waktu mengambil foto ini saya sedang melawan rasa takut saya akan kedalaman dan lebih menakutkan lagi ketika manta tersebut mendekati saya dan mangap.

Ukuran lebar tubuhnya sekitar 4-6 meter dan jarak saya dengan manta hanya berkisar 2 meter. Saking besarnya ukuran mulut nya mungkin badan saya bisa masuk/kesedot kedalam kali yach (efek nonton film Jaws). Saya berusaha tetap tenang dan terus mengambil foto sampai manta tersebut melewati saya, ternyata dibelakang manta tersebut ada manta kedua. Saya berusaha tidak berhenti mengambil foto tanpa mikir lagi hasilnya seperti apa?

snorkling di gili laba 15 manta ray

 

Setelah manta kedua lewat baru saya teriak-teriak dan menjerit-jerit karena sadar kalau saya sendirian dan berada dilaut lepas. Untung salah satu bapak ABK datang menghampiri saya turun dengan sekoci. Tadinya dia kira saya sedang bermain-main atau bercanda kali yach, sempat-sempatnya si Bapak ABK comment “Ibu lanjut aja ngejar mantanya, dia masih disekitar sini koq” Hikksss..

Hanya satu hal yang membuat hati saya miris. Ketika saya panik dan menjerit-jerit saya menelan begitu banyaknya air beserta minyak/bahan bakar yang bertumpahan dipermukaan laut. Setelah saya renungkan dan pikir-pikir lagi kenapa sich begitu banyaknya minyak atau bahan bakar yang bertumpahan disekitar area tersebut?

Akhirnya saya mengambil kesimpulan tapi saya tidak tau apakah kesimpulan saya ini benar. Selain kapal yang kami tumpangin ada beberapa kapal lainnya yang juga merapat disekitar Manta Point tersebut. Dan keberadaan kapal-kapal yang kami tumpangi menjadi sumber kerusakan yang ada disana. Sesaat saya langsung merasa tertuduh bahwa semakin banyaknya pengunjung seperti saya yang datang untuk melihat lebih dekat keberadaan manta merupakan penyebab dari kerusakan lingkungan yang ada disana. Hikkssss… Akan amat sangat disayangkan kalau ini terus terjadi. Bisa saja keberadaan manta akan berkurang atau berpindah posisi ditempat lainnya.

 

 

 

Weekly Photo Challenge, Happy Place

Hari Minggu kemaren saya dan sahabat saya berkunjung ke Bandung dalam rangka menghadiri pernikahan sahabat kami. Berhubung berada di Bandung, selain hendak menghadiri acara pernikahan kami pun nga mau rugi sekalian mengunjungi beberapa tempat yang sudah lama kami rencanakan untuk pergi. Tadinya saya sudah niat bangat pengen pergi ke Tebing Keraton secara tempat ini sangat kekinian.

Hanya saya agak ragu-ragu, karena dari beberapa teman yang sudah kesana bilang bahwa tebing keraton sebenarnya tidak terlalu yang bagaimana. Tapi yang namanya penasaran yach boleh aja dong yach saya tetap ngotot pergi. Yang namanya rencana tetaplah rencana, karena sesampainya di Bandung teman yang menemani kami disana bilang kalau Tebing Keraton sedang ditutup karena lagi ada perbaikan.

Jadi selama bulan Oktober area tersebut ditutup. Dan benar saja, sepanjang jalan menuju Dago Pakar sudah terdapat spanduk yang memberi informasi bahwa Tebing Keraton ditutup, jadi fox lah sudah kami tidak bisa kesana.

 

weekly photo challenge happy place 4

 

Antara kecewa dan sedih akhirnya kami pun memutuskan untuk mencari alternative lain yaitu menuju ke D’Pakar Cafe. Jarak antara D’Pakar dan Tebing Keraton sebenarnya tidak lah terlalu jauh dan pemandangannya pun tidak kalah dengan Tebing Keraton. Hanya yang membedakan diantara dua tempat ini di D’Pakar kita bisa bersantai-santai dan nongkrong lama sambil menikmati makanan yang tersedia di cafe ini dengan background pemandangan tebing-tebing yang menurut saya sich bagus.

CAFE D’PAKAR
Jln. Dago Pakar Utara

Jam Operasional:
Selasa-Jumat: 12.00-18.00
Sabtu-Minggu: 09.00-18.00
Senin Tutup

 

Karena tempat ini termasuk ramai pengunjung, pihak pengelolah cafe membatasi waktu nongkrong selama 2,5 jam di hari weekend. Tapi karena kita datangnya pas jam 12 belum terlalu ramai pengunjung jadi kami bisa berlama-lama di tempat ini dan rasanya lebih dari 3 jam kami ada di D’Pakar Cafe.

weekly photo challenge happy place 2

 

Makanan yang tersedia disini antara lain seperti Nasi Goreng, Roti, cemilan dan beberapa jenis minuman. Untuk makanan sich kalau menurut saya sich biasa saja. Dengan porsi kecil dan harga normal untuk ukuran cafe. Untuk minimal order Rp. 25.000 setiap orangnya. Dan disini juga bisa loh dijadikan lokasi pre-wedding, dimana dikenakan biaya Rp. 500.000/4 jam. Oke lah yach. Secara tempatnya keren, unik dan sangat cocok dijadikan tempat pemotretan.

Dari segi tempat, cafe ini saya bilang bagus dan unik. Berlokasi di Dago Pakar Bandung Utara memiliki keistimewaan cuaca yang sejuk dan pemandangan dengan view hutan dan bukit-bukit. Nuansa cafe ini bertema natural dan terbuka. Saat kami datang cuacanya cerah dan sedikit berangin. Saya tidak bisa membayangkan kalau saat itu hujan. Hanya karena saat ini adalah musim kemarau yang ada pemandangannya tidak sehijau jika kita datang di musim penghujan.

 

weekly photo challenge happy place 1

 

Untuk menuju ke D’Pakar akses jalannya cukup menanjak dan berliku, beberapa tempat jalannya masih jelek dan berbatu. Kalau menurut orang-orang sekitar, jalanan baru beberapa minggu di cor beton tapi itu pun hanya beberapa tempat, belum secara keseluruhan diberesin. Karena selama di Bandung kami tidak menyewa mobil yang ada kami hanya bermodalkan Gojek, menurut saya sich lebih gampang dan murah pula.

Gojek di Bandung masih promo Rp. 10.000 dan untuk kondisi yang menanjak dan jalanan berbatu-batu seperti ini kayaknya enakan naik motor dech dibandingkan naik mobil. Kalaupun mau naik ojek yang ada disekitar D’Pakar dikenakan biaya paling murah Rp. 25.000 yang ada kamipun kemana-mana lebih milih Gojek daripada taksi ataupun transportasi yang lain. Hanya saja ketika mau pulang dari D’Pakar, sinyal hp jelek sehingga untuk menghubungi Gojek ataupun GrabTaksi pun tidak bisa. Akhirnya kami pun minta pertolongan dari pihak pengelolah untuk menelphone taksi buat kami.

Karena jalan menuju kesini agak susah dan mungkin beberapa supir taksi agak kesulitan menemukan lokasi cafe ini yang ada tidak ada satupun taksi yang menanggapi permintaan kami. Karena lama menunggu yang ada pihak pengelolah memberikan layanan untuk mengantarkan kami ke lokasi terdekat yang lebih gampang buat kami untuk menemukan taksi atau transportasi lain.

Yang mana sesuai dengan tema weekly photo challenge minggu ini mengenai happy face, adalah pengalaman selama di D’Pakar Cafe adalah suasana alam yang disuguhkan oleh Cafe D’Pakar juga service dan pelayanan dari pihak pengelolah membuat hati saya gembira. Dari awal kami datang sampai pulang, pelayanan dari pihak pengelolah sangatlah ramah dan baik terlebih lagi ketika kami kesulitan mendapatkan transportasi untuk pulang. Dari awal ketika meminta manager nya menghubungi pihak taksi dia benar-benar bolak balik menanya dan memastikan sampai kami mendapatkan taksi.

 

weekly photo challenge happy place 9

Tapi karena memang dia pun sadar lokasi tempat cafe tersebut agak susah untuk mendapatkan taksi akhirnya beliau yang berinisiatif menawarkan jasa mengantarkan kami sampai ke Tahura. Tempat yang menurut dia gampang untuk kami menemukan transportasi. Dan sepanjang jalan menuju Tahura kami pun ngobrol-ngobrol dengan manager tersebut yang adalah salah satu pemilik dari cafe D’Pakar.

Mas Haris nama dari pemilik dari cafe tersebut bercerita bagaimana dulu nya tempat tersebut tadinya adalah tempat peristirahatan keluarga yang mana merupakan lokasi yang dilewati para Gowes Bandung. Sampai akhirnya tercetus ide untuk membuat cafe dan jadilah cafe seperti yang ada saat ini. Dari ngobrol-ngobrol tersebut kami sudah bisa menilai bahwa mas Haris adalah orang yang baik dan semoga terus sukses dengan usaha cafe nya.

Semoga D’Pakar makin sukses, semakin banyak pengunjung yang datang dan menemukan inovasi-inovasi yang lebih baik apakah itu dari segi menu makanan maupun atraksi-atraksi lainnya. Terima kasih yach mas Haris.

 

weekly photo challenge happy place 18

Nasi Pais D’Pakar

 

weekly photo challenge happy place 17

Nasi Kencur.

 

weekly photo challenge happy place 19

Spaghetti Bolognese. Sudah pasti ini menu pilihan saya. Nga dimanapun pasti pesanannya nga jauh-jauh dari spaghetti.

 

weekly photo challenge happy place 20

Red Velvet. Selain red velvet saya merekomendasikan Black Forest Milk Tea, rasa rum nya sangat berasa dan enak.

 

weekly photo challenge happy place 30

 

weekly photo challenge happy place 35

 

weekly photo challenge happy place 31

 

weekly photo challenge happy place 34