La Laguna Restaurant Bali

Terlalu banyak restaurant, cafe ataupun tempat nongkrong kekinian yang ada di Bali. Membuat saya kadang-kadang bingung yang mana terlebih dahulu yang akan saya tulis. Dimana pertama kali mendengar nama La Laguna Restaurant Bali, yaitu ketika baca tulisan almarhum mas Cumilebay.

Hikss ingat nama almarhum saya jadi sedih. Walaupun saya belum mengenal beliau secara personal dan tatapan wajah. Rasanya saya seperti sudah merasa tau akan beliau melalui tulisannya yang sangat berwarna-warni dan gaya bahasa beliau yang ngebanyol.

Ketika membaca tulisan beliau, saat itu saya cuma bisa membatin bahwa suatu hari nanti saya pasti akan berkunjung kesini. Dan akhirnya saya pun kesampaian mengunjungi La Laguna berkat membaca tulisan beliau.

Berada ditempat ini saya berasa menapak tilas tulisan dan mencoba mengingat sosok beliau dan berdoa semoga dia bahagia disana. Sepertinya semesta pun menjawab doa saya, karena sepanjang kami berada disana cuaca sangat bagus dan langit pun merekah menyambut kepulangan matahari kembali keperaduan.

 

la laguna restaurant bali 13

La Laguna Restaurant Bali
Jalan Pantai Kayu Putih
Canggu- Kuta Utara, Bali

la laguna restaurant bali 31

La Laguna – Restaurant bergaya Gipsi Bohemian di Bali

Rasanya restaurant yang ada di Bali tidak ada matinya mengembangkan kreasi dan inovasi terbaru. Setiap saat ada saja restaurat atau cafe dan tempat nongkrong baru dengan konsep yang berbeda.

Begitu juga dengan La Laguna Bali ini. Dengan lokasi di area canggu yang mana saat ini menjadi tempat nongkrong yang nge-hits. Menjadikan lokasi tempat makan tersebut menjadi incaran banyak turis untuk berkunjung.

Ketika memasuki area restaurant tidak terlihat tanda-tanda bahwa tempat ini adalah tempat makan. Hanya berupa area kosong berpasir dangan rumput-runput tinggi disekitarnya. Kemudian setelah melewati signage yang menyatakan bahwa benar kami berada dikawasan La Laguna baru kami menemukan area parkir yang luas dengan peletakan karavan dikiri dan kanan jalan.

Koridor berupa jalan setapak dari area parkir menuju kawasan La Laguna hanya berupa jalan setapak berpasir dengan pohon-pohon rindang disekitarnya. Seperti lorong gelap alami dengan karavan-karavan yang tidak berpenghuni . Saya sempat bertanya-tanya dimana tempat makannya yach?

Untungnya kami langsung disamperin oleh pegawai dengan kostum ala gipsi bohemian. Dan setelah diajak ngobrol dan diberikan sedikit info mengenai restaurant,  akhirnya kami disediakan tempat duduk sementara di area gubuk-gubuk dengan penutup atap rumbia.

Dikarenakan kami datang jam 4 sore dimana area tempat duduk di lapangan terbuka baru akan dibuka jam 5 sore. Akhirnya kami pun memesan makanan dan menikmati suasana siang menjelang sore yang cukup terik disini.

Interior La Laguna Restaurant Bali

Pada dasarnya tempat makan ini berupa lapangan luas dengan gubuk-gubuk dan karavan. Selebihnya disediakan alas kain dan tempat duduk empuk yang besar. Hanya saja semua bernuansa gipsi bohemian dengan motif-motif yang khas pada kursi, meja dan alas kain penutup.

Karavannya sendiri saya lihat kosong, hanya menurut pegawai yang saat itu bertugas. Kita dapat berkonsultasi dan membaca peramalan nasib melalui tarot didalam karavan. Dan itupun dapat kita jumpai pada jam-jam tertentu.

Begitu juga dengan nuansa lampu-lampu dan foto yang menghiasi area tempat makan ini.

Karena pada saat itu pencernaan saya lagi tidak baik, yang ada saya bolak balik mengunjungi toilet. Dan kesan yang saya dapat ketika masuk ke toilet adalah saya melihat foto-foto lama berupa potrait gadis gipsi. Kalau sekilas ngelihatnya sich saya cukup terpesona karena saya jadi foto-foto tersebut sangat bagus dan pengambilan foto nya sangat menarik menurut saya.

Tapi karena kondisi perut saya yang sangat memprihatikan membuat saya mau tidak mau agak lama disana membuat saya semakin memperhatikan detail demi detail foto tersebut. Entah kenapa rasanya foto tersebut sangat real dan hidup. Menyadari hal tersebut saya langsung buru-buru keluar dan menyesali diri saya sendiri kenapa saya sangat terpesona dengan tampilan foto yang ada.

Hikss kenapa juga menaruh foto didalam kamar mandi sich? Yang ada saya jadi ketakutan sendiri melihatnya.

la laguna restaurant bali 16

la laguna restaurant bali 30

Menikmati Matahari terbenam di La Laguna Restaurant Bali

Yang pasti tujuan utama kami berkunjung ke La laguna Restaurant nga lain adalah selain menikmati tempat makan yang lagi ngetrend, juga mengejar suasana matahari terbenam di Pantai Kayu Putih.

Walaupun sudah berkali-kali melihat dan menyaksikan moment matahari terbenam diberbagai tempat. Tetap saja ada sesuatu atau aura yang berbeda ketika menyaksikan matahari terbenam di Bali. Saya tidak tau apakah ini pendapat saya saja atau teman-teman yang lain juga merasakannya. Tetapi sepanjang saya ke Bali sebisa mungkin kami tidak pernah absen untuk menikmati moment tersebut.

la laguna restaurant bali 4

la laguna restaurant bali 5

la laguna restaurant bali 27

la laguna restaurant bali 26

la laguna restaurant bali 28

Yang istimewa di La Laguna

Dan menurut saya yang istimewa dari La Laguna ini adalah Jembatan penghubung diantara tempat makan dan pantai Kayu Putih. Dari foto-foto yang saya ambil, saya menyimpulkan keberadaan jembatan ini sangatlah instagramble bangat.

Walaupun hanya berupa jembatan kayu yang sudah dipoles dan didaur ulang tapi tampilannya dibuat dengan sedemikian menarik. Sehingga kesan alamiah dan ditambah kesan lampu-lampu diatas jembatan membuat suasanana menjadi tambah syahdu.

la laguna restaurant bali 1

la laguna restaurant bali 19

la laguna restaurant bali 10

Menu yang ditawarkan di La Laguna Restaurant

Jika menilik dari menu yang ditawarkan oleh La laguna. Kesan yang pertama ada dibenak saya adalah mahal. Untuk harga bisa dibilang lumayan mahal untuk kantong saya. Makanan kecil berupa dessert seperti ice cream dan tapas dihargai 25 ribu – 60 ribu. Sedangkan makanan berat berupa sandwich sampai steak dihargai sekitar 65 ribu – 290 ribu.

Begitu juga dengan minuman. Hanya saya lupa untuk memfoto menu minuman karena jenis minuman yang tersaji cukup banyak dan unik-unik. Tapi kisaran harga minuman tidak jauh berbeda dengan makanan.

la laguna restaurant bali 17

Calamary a la Romania

la laguna restaurant bali 21

Spoon me dan Dragon Fruit Vodka

la laguna restaurant bali 22

Grilled Prawns

la laguna restaurant bali 24

The Brownie

la laguna restaurant bali 25

la laguna restaurant bali 2

Pose yoga ala-ala. Lagian saya nga ada persiapan buat yoga, jadilah foto ala-ala.

Menurut saya La Laguna Restaurant Bali bisa dikategorikan tempat makan ngehits yang ada di Bali saat ini. Dan ketika berkunjung rasa penasaran saya akan tempat ini pun terpuaskan.

Restaurant Central

Dihalaman sebelumnya saya cerita bahwa setiap tahun kami selalu mengadakan perayaan ulang tahun guru yoga yang mana tahun ini berusia 78 tahun. Dan kali ini kami merayakannya di Restaurant Central yang ada di Petojo. Kalau yang saya dengar dari penuturan teman, restaurant central ini ada dibeberapa tempat tapi yang paling dekat dengan lokasi kami saat itu yach di Petojo.

Restaurant dengan menu masakan chinese dan biasa nya restaurant ini menyediakan paket untuk pernikahan. Dengan menu yang lumayan bersahabat dan tempatnya pun besar jadi wajar saja banyak pasangan pernikahan menjadikan restaurant ini sebagai tempat jamuan makan untuk pernikahan dengan paket menu makan meja.

Setelah selesai yoga kami pun beres-beres dan berangkat ke Petojo. Kalau dari tampilannya sich ini restaurant bangunannya modern dan ketika masuk tempatnya cukup besar. Hanya sayang parkir nya agak terbatas, apa karena pengunjung yang datang kesini ramai kali yach?

Karena kita merayakan ulang tahun guru yoga jadi menu makanan kita juga pastinya ada mie ulang tahun, tapi ketika datang kesini rada  malam dan dingin serta kelaparan, jadinya mie nya nga ke foto. Makanan yang dipesan saat itu adalah lindung cah fumak, mie goreng ulang tahun, lumpia udang, kodok goreng dan kulit kodok, gurami tahu tausi, nasi sapi dan daging sapi dimasak apa yach saya lupa.

Yang pasti makanan yang kami pesan semuanya enak, dan karena yang berulang tahun vegetarian jadinya menu daging itu bagiannya kita-kita wkwkwk… curang. Untungnya si Bapak sudah biasa melihat kita makan seperti ini jadi dia tetap dengan menu sayur-sayuran pilihan dia. Sedangkan kita nya kalap dan mesan ini itu.

Lindung cah fumak yaitu belut yang diolah dengan fumak, kalau sekilas sich saya bilang fumak itu mirip sawi yach. Dan menurut saya dari semua menu yang kami pilih, saya paling suka makanan ini. Dan setelah mencicipi satu demi satu makanan, saya kira sudah selesai dong yach. Tapi pas mau pulang tiba-tiba salah satu teman pengen dipesanin masakan dengan menu kodok, wkwkwk..

Akhirnya nunggu lagi pesanan tersebut dimasak dan nga sabar pengen nyobain kulit kodok nya. Kalau daging kodoknya sich saya nga doyan, entah kenapa saya rada geli dengan kodok dan membayangkan tiba-tiba dagingnya nongol di meja rasanya koq yach aneh.

Hanya kalau teman saya bilang kulitnya itu crispy dan enak, yach sudah saya pun nyobain dan memang enak sich. Tapi tetap sambil bayangin wujud kodok geli-geli gimana gitu. Daripada saya cerita panjang lebar mengenai makanannya mending langsung lihat fotonya aja yach.

 

Foto menu masakan yang kami pesan di Restaurant Central Petojo, antara lain:

 

restaurant central 1

Lindung Fumak

 

restaurant central 2

Nasi Sapi

 

restaurant central 3

Gurame Tahu Tausi

 

restaurant central 4

Kodok Goreng Bawang Putih

 

restaurant central 5

Sapi dimasak apa yach? Lupa.

 

restaurant central 6

Lumpia Udang

 

restaurant central 7

Kulit Kodok

Kedai Lao Hoe Petak Sembilan

Pertama kali saya tau mengenai Kedai Lao Hoe Petak Sembilan itu dari blog nya mas Efenerr. Ketika membaca review nya mas Ef waktu itu sich nga ada kepikiran sama sekali bakalan mengunjungi kedai ini. Tapi selang setahun setelah membaca tulisan tersebut karena saya ikut Tour yang diadakan oleh Jakarta Good Guide, iseng aja saya nanya sama mas Farid yang saat itu menjadi pemandu saya. Kira-kira posisi Lao Hoe itu dimana yach?

Karena saya sudah mencoba beberapa tempat makan disekitaran Petak Sembilan, kali aja kalau tempatnya tidak terlalu susah ditemui, saya mencoba untuk mampir dan mencicipi masakan yang ada disini. Untungnya mas Farid tau dan ketika berkeliling dia sengaja melewati dan menunjukkan posisi kedai ini kepada saya. Jadi setelah selesai Tour China Town bersama Jakarta Tour Guide saya pun segera menyempatkan diri makan disini.

kedai lao hoe petak sembilan 7

 

Kesan pertama saat saya datang, saya melihat kondisi kedai Lao Hoe cukup rapi dan bersih untuk kategori kedai makan yang ada di gang sempit di Petak Sembilan. Pada saat saya duduk saya langsung dilayani oleh seorang ibu  sambil menanyakan menu pesanan apa yang saya mau. Ternyata ibu ini adalah salah satu pengelolah dari kedai Lao Hoe.

Karena saat saya datang pengunjung sudah tidak terlalu ramai karena saat itu sudah jam 1, sudah lewat waktunya makan siang. Saya pun mengajak si ibu ngobrol. Dari hasil obrolan saya tau kalau nama ibu ini adalah bu Linda dan dia bersama saudaranya bergotong royong mengelolah kedai ini.

Dari asal usul penyebutan nama Lao Hoe itu sendiri berasal dari kata tua atau lanjut usia, sesuai dengan usia yang disandang oleh pengelolahnya. Walaupun usia sudah lanjut tapi mereka masih semangat mengelolah kedai ini. Dan saya suka ketika ngobrol dengan bu Linda. Beliau dengan sabar menjawab pertanyaan saya dikala dia menjamu tamu-tamunya yang lain. Saya melihat bu Linda dan saudaranya sangat apik mengelolah kedai ini, terlihat bagaimana rapinya mereka berbagi tugas dan mengatur pesanan yang datang.

Dari menu yang ada saya langsung tertarik untuk memesan mie belitung. Sambil bernostalgia dengan kuliner yang ada di Belitung rasa mie yang ada disini tidak kalah jauh rasanya dengan yang mie belitung aslinya. Kaldu mie belitung yang kental dan rasa mie nya yang gurih ditambah porsi udangnya yang banyak membuat saya menikmati setiap suap yang masuk ke mulut saya.

 

kedai lao hoe petak sembilan 9

Mie Belitung, menggodakan? Melihat foto ini lagi saya jadi kangen pengen balik kesini.

 

Tapi karena sebelumnya saya sempat mencicipi mie kangkung hasil pembagian teman saya, yang tadinya saya pengen mencicipi laksa sudah keburu kekenyangan. Yang ada saya hanya bisa melirik mangkok laksa pesenan meja sebelah. Saya sempat numpang foto tampilan laksanya tapi karena laksa pesanan meja sebelah sudah dicampur jadi tampilannya sudah tidak menarik lagi.

Akhirnya karena penasaran minggu berikutnya saya datang lagi ke kedai ini. Sengaja tidak makan lebih dahulu dari rumah, saya akhirnya puas menikmati semangkok laksa dan nasi uduk sekaligus. Maruk neng? Hehehehe. Bisa dipastikan bahwa makanan yang disajikan disini semuanya halal. Jadi kalau berkunjung kesekitar sini jangan ragu untuk mampir, dijamin makanannya halal, bersih dan enak.

 

kedai lao hoe petak sembilan 10

Laksa

 

kedai lao hoe petak sembilan 11

Nasi Uduk

Bu Linda yang masih mengenali saya dikunjungan sebelumnya akhirnya saya minta berfoto bareng. Kunjungan sebelumnya sich saya masih takut-takut meminta foto beliau tapi ketika datang kedua kali nya baru dech saya berani dan bu Linda langsung mengiyakan.

 

kedai lao hoe petak sembilan 1

Saya berfoto bersama bu Linda

 

kedai lao hoe petak sembilan 8

Suasana Kedai Lao Hoe Petak Sembilan

 

kedai lao hoe petak sembilan 3

Lao Hoe sendiri berada di Jalan Pancoran 5/10, Gang Kalimati Glodok. Kalau teman-teman tau gang gloria, jalan pancoran ini letaknya pas diseberang nya gang gloria. Tinggal nyusuri gang tersebut nemu dech Kedai Lao Hoe Petak Sembilan ini.

Mie Kangkung

Dingin-dingin begini didepan komputer rasanya otak saya ikutan beku. Sampai tidak tau harus melakukan apa, pengennya cuma nyemil dan ngunyah sesuatu. Asal jangan orang aja yang dicemilin. Tiba-tiba keingat mie kangkung yang pernah saya makan sewaktu berjelajah dengan teman-teman Jakarta Good Guide ketika berwisata mengitari kawasan china town.

mie kangkung 1

 

Ini dia tampilan mie kangkungnya. Menggoda tidak? Saya ngelihatin foto nya berasa sudah kenyang aja #boongbangat. Sambil nyemilin ayam bakar karena nyari mie kangkung sekitaran kantor nga ada.

Yang mana mie kangkung ini terdiri dari mie kuning ukuran sedang, kangkung tentunya, udang, daging dan kaldu yang sangat kental dengan rasa ebi. sruppp tiba-tiba air liur menetes. Yang buat lebih nikmat yaitu ketika menambahkan jeruk nipis dan sambal seperlunya.

Jadi ceritanya saya ikutan wisata china town yang diadakan oleh Jakarta Good Guide, kita ketemuan di Candra Naya. Pesertanya saat itu ada 6 orang tambah 1 orang cowok ganteng bernama mas Farid sebagai guide dan satu-satunya pria diantara kami. Harusnya cerita mengenai wisata china town sudah saya siapkan tapi entah kenapa belum dipublish juga. Jadi akan saya ceritakan dihalaman yang berbeda. Karena dihalaman ini saya beneran pengen ngomongin tentang mie kangkung.

Saya beneran suka berkeliling berwisata disekitaran Jakarta, untuk area china town dan old town rasanya sudah berkali-kali saya kelilingi hanya saja kalau perginya barengan dan ada yang memberi pengarahan rasanya lebih seru saja. Makanya ketika tau ada acara seperti ini saya langsung ikutan mendaftar. Dan saya tau Jakarta Good Guide itu dari blogger kondang si Males Mandi, Dita. Dan sejak itu saya jadi ketagihan dan nanyain terus jadwalnya Jakarta Good Guide yang mana bisa disesuiakan dengan waktu kosongnya saya.

Jadi kalau pas waktu nya langsung saya oke-in dan berangkat lah saya sendirian dari rumah. Setibanya disana nantinya pasti bertemu dengan teman-teman baru dan menikmati wisata yang kami pilih. Setelah menyelesaikan seluruh rute perjalanan, mas Farid meninggalkan rombongan dan memberi kesempatan untuk kami memilih mau makan dimana yang kami mau tanpa kehadiran beliau.

Karena kita orangnya nga mau rugi, akhirnya kami pun singgah dibeberapa tempat untuk nyicipin makanan dimana makan semangkok atau sepiring bisa berdua atau bertiga. Romantis kan yach, padahal kenal aja nga? Baru tau orangnya disana dan habis itu kalau sekarang saya ditanya namanya sekarang sudah rada lupa, maaf yach teman-teman bukan bermaksud yang gimana-gimana tapi emang ini memory harus diupgrade.

Jadi pada saat melewati area china town yaitu seputaran Candra Naya – Pecenongan – Gang Glory kita sudah ngetag-in makanan mana yang kira-kira akan kami kunjungi setelah selesai tour. Jeany memilih mencoba makanan yang ada di Tak kie, saya karena sudah beberapa kali makan di Tak Kie kepengen rasain laksa di lao hoe, sedangkan teman-teman yang lain yang kebetulan berhijab rada ragu-ragu kalau makanan yang kami sebut tadi itu tidak halal. Jadi atas saran mas Farid akhirnya pilihan pun jatuh ke tempat makanan mie kangkung yang ada disini.

 

mie kangkung 2

 

Tepatnya dipertigaan jalan paling ujung setelah gang glorya. Dan sebenarnya ini tempat biasa bangat dan sangat gampang ditemukan. Dan makanan yang disajikan bukan hanya mie kangkung tapi juga soto ayam, kari ayam, sate, siomay dan makanan kecil lainnya. Tapi dari semua pilihan emang yang paling menarik buat kita itu mie kangkung. Porsinya banyak dan isinya komplit. Mie kangkung yang ada diatas itu porsinya sudah dibagi 2 jadi bisa dibayangkan kalau porsi full nya sebanyak apa. Mungkin karena kuahnya yang kental dan berkaldu sehingga rasanya jadi sangat menyenangkan.

Dan saya lupa harga satu porsinya berapaan. Saya masih punya keinginan untuk balik lagi dan mencicipi mie kangkung ini. Kira-kira ada yang mau ikutan nga yach? Atau ada yang mau berbagi referensi mie kangkung enak yang ada di Jakarta? Kalau nga, adakah yang mau berbagi resep bagaimana membuat mie kangkung, kalau ada saya mau dong dibagi resepnya. Hehehe..

mie kangkung 3

Rombongan saya ketika berwisata china town yang dibawa oleh mas Farid dari Jakarta Good Guide.

Waroeng Mee Semacam Tempat Nongkrong Yang Kekinian di BSD

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 1

 

Waroeng Mee semacam tempat nongkrong yang kekinian sekarang ada di BSD. Saya tau waroeng mee ini dari Dani, yang mana kita janjian ketemuan dan berbagi ilmu mengenai blog di BSD bareng Ryan dan Bart. Sebelumnya sich Dani sempat ngajakin teman-teman yang lain untuk ikutan, hanya karena saat itu bertepatan libur Natal jadi dibenak nya kita pasti pada nga bisa dong yach secara orang-orang pada keluar kota. Ternyata nga disangka dan nga diduga yang tadinya kita cuma rencana berlima tiba-tiba yang datang ber-14.

Cukup senang sich, karena yang tadinya saya cuma kenal di dunia maya pas ketemu orang nya langsung bisa nyambung dan cerita tentang kisah blognya masing-masing. Dan yang lucunya ketika Nita memperkenalkan nama dan profesinya sebagai dokter gigi saya nga gitu ngeh. Trus saya bilang kayaknya saya punya teman blog yang dokter gigi juga dech namanya JYNita. Itukan aku jawab Nita. wkwkwk.. Lucu bangat dech. Mana mungkin bisa beginian kalau nga ketemu langsung, benar nga?

Selain itu ada juga teman yang sayanya nga kenal sama sekali (maklum saya nga gitu gaul), tapi pas ketemu  saling tuker-tukeran alamat dan setelah nya saya jadi berkunjung kealamat mereka yang mana rasanya jadi lebih personal karena saya sudah kebayang wajahnya seperti apa. Membaca tulisannya mereka jadi ngerasa kalau mereka secara langsung bercerita ke saya sambil bayangin mimik mukanya.

Yang pasti acara kumpul-kumpul kemaren seru, selain dapat teman baru kita juga dapat ilmu. Dimana saat itu Ryan berbagi apa yang dia tahu tentang SEO dan kita yang sudah bawa laptop dari rumah mulai ngutak atik dan mengikuti instruksi yang Ryan jelaskan. Nga melulu tentang SEO sich, kadang pertanyaan teknis yang menjadi kesulitan kita pada saat menulis diblog juga kita sampaikan, baik Dani ataupun Ryan berusaha bantu sebisanya mereka.

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 2

Waroeng Mee Semacam Tempat Nongkrong Yang Kekinian di BSD

 

Waroeng Mee di BSD sendiri letaknya didaerah perumahan yang ada disekitar AEON Mall. Tepatnya di Jalan Dormitory Education (10 m dari Prasetya Mulya BSD). Dari AEON Mall lalu ketemu Prasetya Mulya, nah waroeng mee ini ada disekitaran kampus. Jadi kalau lagi masa-masa kuliah daerah ini adalah tempat nongkrongnya anak-anak kampus. Tapi berhubung kitanya datang dihari libur, jadinya daerah ini sepi bangat. Kayaknya cuma kita doang dech pengunjung waroeng ini.

Kalau dari namanya waroeng, sepertinya tempat ini tidak seperti warung yang biasa kita temui ditempat lain. Tampilannya sangat bagus dan menarik dengan interior gambar kartun disetiap dindingnya. Tempat nya nyaman dan setiap sudutnya sangat bagus untuk dijadikan objek foto. Dimana di Jakarta sendiri waroeng mie sudah cukup terkenal dan dikunjungi banyak orang. Jadi tidak salah ketika di BSD dibuka pun saya dengar ceritanya juga ramai oleh pengunjung.

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 3

 

Makanan yang disajikan antara lain berupa mie indomie, olahan nasi dan cemilan-cemilan sejenis kue cubit, kebab dan churos, yang mana cemilan-cemilan tersebut saat ini sedang ngetrend. Indomie nya sendiri persis seperti indomie yang biasa kita sajikan dirumah, hanya saja bumbu dan variasi menu dimodifikasi sedemikian rupa oleh pemilik warung dan menjadi kekhasan sendiri.

Layaknya seperti jaman saya dulu kalau lagi begadang ngerjain tugas kuliah trus tiba-tiba lapar dan kepengen indomie, saya tinggal mampir ke warung tenda depan gang kost untuk mesan indomie rebus dan roti bakar. Tiba-tiba ketemu teman yang punya masalah yang sama yaitu lapar ditengah malam, nongkronglah kita sambil menghabiskan mangkok pesanan masing-masing. Persis seperti itu dech rasanya hanya saja warung mie yang ada disini lebih naik kelas ketimbang warung mie saat saya kuliah dulu.

Secara keseluruhan sich waroeng mee tempatnya nyaman, makanannya enak dan sesuai dengan kantong saya kemudian disini juga tersedia wi-fi, jadi kita bisa makan sekaligus nongkrong dan ngerjain tugas secara bersamaan. Karena saya dan beberapa teman seperti Ike, Nita dan Nik sudah nyampe duluan akhirnya saya pun memesan makanan terlebih dahulu berupa indomie rebus dan es capuccino, benar-benar ngerasa balik ke jaman kuliahan lagi dech.

Setelah pesanan saya habis, baru dech teman-teman yang lain mulai berdatangan. Acara dimulai sambil beberapa teman yang lain memesan makanan dan menikmati makanan yang mereka pesan.

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 5

Ini dia tampilan mie yang saya pesan, ada telor, bakso dan pangsit item nya plus es kopi susu sebagai teman indomie.

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 5

Pesanan teman saya nasi, telor, kornet.

 

waroeg mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 6

Churos

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 7

Kue Cubit

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 8

Red Velvet Saga

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 9

Green Tea Latte

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 10

Es Capuccino

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 10

Personil yang saat itu hadir

 

waroeng mee semacam tempat nongkrong kekinian di bsd 12

Jadi bisa saya simbulkan kalau Waroeng Mee, semacam tempat nongkrong yang kekinian di BSD menjadi pilihan yang tepat buat kami menghabiskan libur yang bermanfaat, menikmati sajian makanan, berbagi ilmu dan mengenal teman blogger secara lebih dekat.

 

Intro Jazz Bistro and Cafe

intro jazz 9

 

Ketika libur akhir tahun kemaren saya sempat bingung kalau di BSD bagus nya makan dimana yach? Akhirnya dapat informasi dari teman buat nyobain Intro Jazz Bistro and Cafe. Karena namanya nyobain, jadinya saya benar-benar tidak berharap yang bagaimana bangat. Yang penting gimana caranya ini perut yang sedari tadi pagi tidak terisi dapat kenyang dengan perasaan puas.

Nga berharap banyak tapi kepengennya puas, ada-ada aja dech. Ketika masuk, saya melihat tampilan bangunan seperti gedung serbaguna yang biasa saya lihat di tv luar. Dari depan kelihatan bangunan ini besar, tidak terlalu banyak atribut yang berat, tapi plong luas. Dan memang Intro Jazz Bistro and Cafe merupakan tempat makan yang mana satu gedung dengan kantor pemasaran sebuah area property yang ada di BSD.

 

Intro Jazz Bistro and Cafe 

Sunburst CBD LOT II/18C
Jl. Boulevard BSD Timur, BSD, Serpong, Tangerang Selatan

 

Lokasi Intro Jazz Bistro and Cafe berada di Sunburst CBD BSD, yang mana posisinya diapit oleh McDonal Sunburst dan Giant BSD. Jadi pas di jalan besar, kalau naik angkutan umum tinggal berhenti di Giant BSD lalu jalan kaki sedikit sampai dech. Yang pasti saya yang bukan anak BSD dapat dengan mudah menemukan lokasi tempat makan ini.

 

intro jazz 8

Tempatnya asyik bangat untuk dijadikan tempat ngobrol dan ngumpul bersama sahabat dan keluarga. Area tempat makan nya sangat luas, suasananya tenang dan kadang-kadang ada live music jazz ditampilkan disini.  Pelayanan yang ada disini juga ramah dan cepat merespon apa yang kira-kira kita butuhkan, dan informasi  seputar menu dan tempat ini berusaha mereka jelaskan dengan detail.

 

intro jazz 7

Karena kita datangnya masih siang, karena datang ketempat ini sepulang dari gereja yang tidak jauh letaknya dari Intro Jazz sehingga pengunjung yang datang juga tidak terlalu ramai sehingga kami sangat leluasa menikmati suasana tenang di tempat ini. Karena sangat tenangnya kita bisa lebih dari 3 jam berada ditempat ini.

Adapun makanan yang kami pesan adalah beef lasagna, beef ribs, chicken wings, dragon fruit serta kiwi mojito. Dari segi porsi tidak terlalu besar, tetapi cukup mengenyangkan. Walaupun saat itu sangat kelaparan tapi karena perut sudah terbiasa makan dengan porsi sedikit, ketika memakan makanan yang ada disini berasa kenyang sekali (uhukk.. uhukk..pencitraan sekali 🙂 )

 

intro jazz 2

Kiwi Mojito

 

intro jazz 3

Dragon Fruit

 

intro jazz 4

Chicken Wings, bumbu barbeque dengan diolesi madu. Membuat tampilannya lengket berkaramel, sehingga rasanya pedes-pedes manis gurih.

 

 

intro jazz 5

Beef Ribs, juga dibumbu barbeque madu. Dagingnya lembut dan bumbunya meresap sampai ketulang. Kalau biasanya ribs selalu disertai karbohidrat berupa kentang kali ini hanya menyertakan mix vegetable. sayurnya juga banyakan sayur mentah atau kalaupun direbus hanya diolesi olive oil, food combining bener ini menu yach.

 

intro jazz 6

Beef lasagna.

Lagi tidak kepengen mesan spageti ataupun burger. Padahal kalau lihat rekomendasi dari pegawai pada menyarankan pasta dan burger dengan ukuran jumbo. Namanya lagi nga kepengen yach gimana  yach? Kalau menurut saya sich lasagna nya agak kering dan kurang lapisan keju didalamnya. Tapi yang namanya lasagna pasti bisa saya habiskan dalam sekejab.

 

Mie Ayam Ernie

Siapa sich nga nga tau kalau Kelapa Gading adalah surganya kulineran? Sampai-sampai dari sekian banyaknya pilihan makanan yang ada di Kelapa Gading rasanya tidak selesai-selesai pekerjaan saya untuk menuntaskan perjalanan kuliner disini. Tapi karena saya penyuka Mie Ayam, yang ada pilihan saya  selalu di Mie Ayam Ernie.

Rumah Makan Ernie.

Nama tempat makan nya hanya Ernie tok. Berada dilokasi sekitaran ring road Kelapa Gading. Jadi kalau teman-teman posisinya dari Rawamangun atau Cempaka putih menuju La Piazza dengan angkutan umum bisa berhenti di Taman Jogging lama lalu menyebrang dech.

Alamat Ernie

Jalan Raya Boulevard Bl FY-1/15
Kelapa Gading
14240
Jakarta, DKI Jakarta

Saya suka makan terutama sarapan di Ernie karena makanannya komplit. Mulai dari panganan atau kue-kue jajanan pasar, nasi tim, mie ayam, lontong sayur sampai nasi rames disini ada. Kalau sudah kesini pasti kalap dech lapar mata, maunya ini itu dan jadi banyakkk..

Mungkin karena tempat ini cukup terkenal, walaupun papan nama dan petunjuknya tidak begitu menyolok tapi tetap aja dong pengunjungnya ramai sekali. Dari tampilan tempat makan sich sederhana, karena  posisinya diapit oleh beberapa toko yang berada dikawasan Ruko gitu. Dan tempat makan ini terdapat dua lantai dan dilantai bawah kadang-kadang pengunjung yang berdatangan sampai harus makan dikursi luar karena sangat ramainya.

Setiap kali saya kesini saya selalu mengambil tempat yang ada dilantai 2. Entah kenapa pengunjung jarang bangat yang mau makan diatas. Lebih senangnya itu saya lihat pada suka duduk dibawah dan bila perlu membludak sampai keluar. Apa karena dibawah kita bisa leluasa memilih tambahan makanan kali yach.

Padahal kalau duduk diatas, ruangan nya ber-AC, kursi dan tempatnya lebih bersih ditambah ada TV nya lagi. Karena beberapa kali saya kesini dilantai atas selalu sepi jadi kadang kalau lagi makan disini saya bisa sekalian berlama-lama nonton TV dan menikmati dinginnya AC yang ada diruangan.

Kisaran harga makanan yang ada di Rumah Makan Ernie yang saya ambil dari internet.

mie ayam ernie

Mie Ayam Ernie.

Tapi dari sekian banyaknya menu yang ada disini yang pernah saya coba, saya selalu kembali keselera asal yaitu mie ayam. Kalau dari tampilan sich porsinya tidak begitu banyak tapi ketika selesai makan kenyangnya nampol dech. Bentuk mie nya mie keriting model mie siantar gitu. Kemudian ada kuah atau kaldu berikut suir-suiran daging dan bawang-bawangan. Porsi dagingnya banyak, hanya jujur saya agak meragukan kehalalan mie ini. Karena rasanya sangat enak sekali.

Mie Ayam Ernie juga disuguhkan dengan kuah yang disajikan terpisah. Tapi karena saya suka mie ayam yang agak kering, saya jarang menambahkan kuah kedalam mangkok mie. Kemudian tinggal tambah saos atau sambal sesuai selera dan makanan siap disantap.

 

mie-ayam-ernie-2

 

Untuk minuman saya selalu memilih Liang Teh, rasanya makan mie ayam beserta liang teh enak bangat. Apalagi kalau pas makan cuaca diluar panas, mantep punya. Karena saking favorite nya saya sampai rutin datang kesini dan menikmati kelezatan Mie Ayam Ernie yang disediakan disini.

Talaga Sampireun Ancol

 

telaga sampireun ancol 11

Saya sudah lama penasaran dengan restaurant yang satu ini. Beberapa kali janjian sama teman untuk berkunjung  kesini, tapi baru nemu waktu yang pas ke Talaga Sampireun Ancol hari rabu kemaren.  Dari review yang saya baca, Talaga Sampireun ternyata di Jakarta ada 3 cabang yaitu di Puri, Bintaro dan Ancol.  Tapi karena lokasi yang paling dekat dengan saya yaitu di Ancol akhirnya kita pun berangkat kesini.

Talaga Sampireun Ancol

ANCOL

Jl. Lapangan Golf 7 , Ancol-Pademangan Utara, Jakarta Utara
Tel: (021) 6470 0400 / 0812 9922 2175
Fax: (021) 6471 4096

http://talagasampireun.com/
E-mail:reservation.ancol@talagasampireun.com

Untuk menuju ke Talaga Sampireun Ancol kita terlebih dahulu membayar karcis masuk Ancol karena restaurant ini masuk dikawasan Taman Impian Jaya Ancol. Restaurant ini berada tidak jauh dari EcoPark, Dufan dan Discovery Hotel, jadi gampang bangat nemunya.

Dari luar kelihatan bangunannya wah bangat, dengan nuansa kaca dan open space. Tapi ketika masuk suasananya langsung beda, kita akan nemu restaurant dengan suasana pedesaan dengan saung-saung dan kolam atau telaga dibagian tengah. Karena berada dikawasan Taman Impian Jaya Ancol sehingga area parkir sangat mencukupi. Jadi nga usah takut tidak dapat parkir jika hendak ke Talaga Sampireun Ancol.

Talaga Sampireun sendiri mengandung arti tempat persinggahan di tepi danau, sehingga suasananya dibuat seakan-akan berada di pedesaan dengan gemericik air dan ikan-ikan yang berseliweran. Dan dengan keberadaan saung nya ini yang buat Talaga Sampireun beda dengan restaurant lainnya. Susunan saung nya rapi dan masing-masing saung langsung menghadap telaga, sehingga kita dapat langsung melihat ikan yang ada di telaga tersebut.

Saungnya sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu outdoor dan indoor. Yang mana satu berada diruangan ber-AC dan satunya lagi terbuka, tetapi semuanya langsung berhadapan dengan danau. Tiap-tiap saung ada floating deck sehingga pengunjung dapat duduk-duduk santai sambil menikmatai makanan yang disajikan di restaurant ini.

Walaupun saya datangnya bukan dihari weekend tetapi tetap loh pengunjung yang datang ramai sekali. Dan karena kita tidak melakukan reservasi sebelumnya jadi kita nga dapat lokasi di saung, hikss.. Saat ini dimana sudah masuk di penghujung tahun sehingga banyak kantor mengadakan acara dan alhasil semua saung nya penuh. Hiksss..

 

telaga sampireun ancol dari depan

Walaupun saya tidak dapat duduk di area saung, tapi saya masih dapat mengambil foto-foto  yang ada disekitar restaurant. Sangat dianjurkan datang kesini malam hari karena suasananya sangat bagus dengan permaianan lampu-lampu menambah kesan dramatis jika difoto.

 

telaga sampireun ancol night view

Tiap saung terdapat floating deck dimana pengunjung dapat duduk-duduk dan menikmati suasana pedesaan dengan melihat ikan yang sedang berseliweran.

 

telaga sampireun ancol dengan danau nya

Selain sebagai tempat makan, restaurant ini juga menawarkan konsep wisata karena disekitar restaurant terdapat tempat bermain anak-anak dan juga pengunjung dapat menikmati nuansa pedesaan dengan memberi makan ikan.

telaga sampireun ancol 4

Air mancur yang ada ditengah danau.

Selain suasananya yang menarik, restaurant ini juga menyajikan makanan yang enak. Makanan yang kami pesan saat itu adalah iga bakar penyet, udang bakar madu, cumi bakar sambal matah dan sayur bunga pepaya. Sedangkan minuman kami memilih teh poci, jus kedondong serta jus jambu dan jus strawberry bonus dari restaurant karena pembelian lebih dari Rp. 200.000,-

Untuk harga dan menu dapat dilihat disini.

 

telaga sampireun ancol 5

Iga Bakar Penyet

 

telaga sampireun ancol menu daun pepaya

Sayur bunga pepaya

 

telaga sampireun ancol menu cumi sambal matah

Cumi bakar sambal matah

 

telaga sampireun ancol menu udang bakar madu

Udang bakar madu

 

Talaga Sampireun Ancol terdapat 2 lantai, lantai dasar berfungsi sebagai restaurant  sedangkan lantai 2 dapat digunakan untuk hall atau ruang pertemuan untuk event atau acara dengan kapasitas 500 – 700 orang.

 

telaga sampireun ancol interior

Ruangan yang ada diatas merupakan hall untuk event yang besar seperti ulang tahun, gathering kantor atau pernikahan dengan kapasitas 500 – 700 orang.

 

telaga sampireun ancol interior tempat makan

Area makan terbuka jika saung penuh.

 

telaga sampireun ancol 15

Muka saya kucel habis, kecewa karena nga dapat tempat di saung. Muka kecewa tapi koq yach cengar-cengir senang gitu, nga konsisten.

Dengan makanan yang enak serta suasana yang menyenangkan, tidak salah kalau Talaga Sampireun Ancol dapat dijadikan salah satu tempat wisata kuliner favorite yang menarik menurut saya. Dan saya cukup penasaran untuk mengunjungi cabang Talaga Sampireun yang ada di Puri dan Bintaro, kira-kira suasana dan tempatnya sama nga yach ama yang di Ancol?

 

Ayam Goreng Gajah Mungkur

ayam goreng gajah mungkur logo

Setelah mengunjungi rumah ramah lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan mbak Sherly Novita, kami pun diajak mbak Wulan Sary melihat-lihat hasil kerajinan dari sisa sampah non organik. Sampai nga berasa kalau jam saat itu sudah menunjukan arah jam 7. Karena saat itu cuaca sedang dingin-dinginnya, perut pun kelaparan, akhirnya saya diajak mbak Rini, mas Adjie, Nik dan Tata untuk singgah di Rumah Makan Ayam Goreng Gajah Mungkur.

Kalau lihat tampilan rumah makan dari luar sich seperti nya biasa saja. Dan dibenak saya yang namanya ayam goreng dimana-mana yach sama saja. Jadi saya tidak terlalu mengharap terlalu tinggi akan ayam yang disajikan disini. Saat itu saya hanya memesan dan menanti hidangan datang ke meja kami sambil ngobrol-ngobrol membahas rumah yang tadi kami kunjungi.

ayam goreng gajah mungkur tampak depan

 

ayam goreng gajah mungkur dari depan

 

ayam goreng gajah mungkur interior

Karena disini menyediakan ayam goreng kampung khas Wonogiri, dibenak saya yang namanya ayam kampung pasti ukuran ayamnya kecil. Tetapi ketika tiba di meja, koq yach gede gini? Entah karena saya nya lagi maruk atau cuacanya emang mengundang selera makan jadi tinggi, rasa nich ayam benar-benar nampol habis. Yang tadinya saya nga mau makan pakai nasi (sudah pamer ke mas Alris kalau saya sudah nga makan nasi dong yach). Ketika ngelihat hidangan ayam dengan ukuran jumbo seperti ini koq yach sayang amat kalau nga ditemani dengan nasi. hehehe, alesan bangat dech.

Dan alhasil saya pun menghabiskan seluruh hidangan di piring saya dengan ludes tanpa ada sisa. Sambil nyicipin sup iga pesanan nya Nik, trus lirik lagi makanan yang ada di piring nya mbak Rini dan mas Adjie. Yang ada porsi makanan saya saat itu jadi lebih banyak dari teman-teman yang lain. Wah mantap juga nich rasa ayam goreng. Walaupun ini ayam kampung entah kenapa ukurannya bisa besar, bumbunya meresap sampai kedalam, ditambah nasi panas dan ada kremes-kremes nya menambah nikmat rasa makanan.

Belum lagi sambal nya yang nampol habis pedesnya kemudian ditambahan dengan perasan jeruk dan kecap membuat rasa sambal jadi makin sedap. Tapi pedesnya nich sambel, sampai membuat saya takut untuk mencocolnya banyak-banyak dan itupun mesti ditambah kecap yang banyak supaya rasa pedasnya nga menggigit. Tetap saja bibir saya gemetaran menahan kepedesan, emang sambelnya menurut saya juara dech.

Dari segi harga, untuk paket nasi ayam komplit dihargai Rp. 47.000,- Dengan ukuran ayam sebesar itu sich menurut saya harganya normal. Asal jangan dibandingkan dengan ayam goreng yang ada di pinggir jalan yach? Sudah pasti hitungannya lebih mahal hehehehe..

Sedangkan sop iga Rp. 38.000. Sop iganya sendiri bening, dengan campuran wortel dan daging yang berlemak tapi porsi dagingnya banyak. Membuat rasa dagingnya empuk dan sop iga menjadi gurih. Untuk cuaca dingin seperti ini menu yang paling cocok menurut saya yach sop iga.

Untuk nasi putih dihargai Rp. 8.000,- sedangkan lalapan Rp. 9.000,- Kita juga dapat memesan ati ampela dan kepala dengan harga Rp. 6.000,- dan beberapa menu lainnya. Tapi karena saya sangat kenyang, jadinya saya tidak begitu berminat untuk mencoba menu makanan yang lainnya.

 

ayam goreng gajah mungkur 5

Ukuran daging ayam yang kami pesan ternyata besar juga yach?

 

ayam goreng gajah mungkur lalapan

Lalapan berupa daun pepaya, timun dan kol

 

ayam goreng gajah mungkur soup daging

Sop Iga

 

ayam goreng gajah mungkur pesanan saya

Makanan yang saya pesan

Ayam Goreng Gajah Mungkur
Jalan Tranyogi Km 15
Cibubur

Nikmatnya makanan yang disajikan di rumah makan Ayam Goreng Gajah Mungkur, membuat saya ketagihan dan pengen kesini lagi. Hanya sayang lokasinya sangat jauh. Selain di Cibubur, rumah makan ini juga ada di Sentul – Bogor, hikss sama saja jauhnya nga ketulungan. Kalau ada kesempatan main ke Cibubur lagi ini merupakan tempat makan yang akan saya kunjungi.

Kelly’s Coffee

kelly's coffee tampilan depan

Walaupun banyak coffe shop yang saat ini kita ketemui. Ada loh coffee shop yang unik menurut saya, yaitu Kelly’s Coffee. Yang mana berlokasi di Tebet. Karena saya bukan anak Tebet, jadi jujur untuk menemukan posisi coffee shop ini saya agak kesulitan.

KELLY’S COFFEE

Jalan Tebet Utara 1 No. 29
Tebet
No. Telphone : 021 333 633 63 atau 0857 755 91806

Cara Kesini.

Dari arah Casablanca menuju stasiun tebet, di stasiun tebet putar balik. Belokan pertama setelah putar balik kita belok kiri. Lalu terus sampai ketemu lampu merah, kemudian belok kanan. Tidak berapa jauh disisi kiri jalan nemu dech kedai kopi ini.

Sebenarnya sich arah ke kedai ini tidak lah begitu susah hanya saja jalanan yang menuju Jalan Tebet Utara 1 satu arah, jadilah kita muter-muter. Kalau teman-teman tau lokasi warung Soto Gebraak di Tebet, Kelly’s Coffee sebenarnya tidak jauh dari warung Soto Gebraak (masih satu jalan).

Kesan di Kelly’s Coffee.

Tempat ini tidak lah besar dan dari tampilan luar tidak begitu kelihatan kalau ini adalah coffee shop. Tetapi ketika masuk kedalam, langsung berasa hommy. Interiornya cukup unik, dengan banyak pigura-pigura disepanjang dinding serta kursi-kursi yang nyaman rasanya welcome bangat.

Dan yang special menurut saya adalah pemilik Kelly’s Coffee, kak Kelly orangnya sangat ramah. Kayaknya semua pengunjung yang datang kesini semuanya dia kenal. Menurut yang punya, konsep coffee shop ini memang sangat mengutamakan rasa kekeluargaan. Jadi bagi saya yang pertama kali berkunjung disini langsung berasa diterima dan diajak ngobrol sama yang punya.

kelly's coffee interior

 

Disini tersedia Wi-Fi, TV yang bisa dijadikan sebagai layar bila ada presentasi, sound system yang bagus jika mau berkaraoke dan gitar untuk ngamen mengiring lagu bagi yang doyan nyanyi.

Berhubung kak Kelly ini suaranya bagus bangat, jadi kalau kita minta beliau nyanyi dia pasti mau. Dan apapun lagu yang dia nyanyikan pasti enak bangat. Secara saya nga bisa nyanyi, jadi lihat orang yang bisa nyanyi langsung jealous luar binasa. Oleh karena itu si kakak ini mempersilahkan pengunjungnya untuk berekspresi seperti yang kita mau. Asyik kan yach.

 

kelly's coffee 6

 

Walaupun kesan nya kecil tapi di Kelly’s Coffee ini cukup bisa menampung 40 orang. Pada saat saya dan teman-teman datang di hari Sabtu dan Minggu, dimana pengunjung sangat ramai berdatangan. Rasanya masih cukup nyaman, tidak lah bising dan pelayanan dari pemilik benar-benar cepat. Setiap meja beliau kunjungi dan ditanyain kira-kira pesanan apa yang kurang atau belum tersaji.

 

kelly's coffee 3

Gitar dan alat musik yang disediakan di Kelly’s Coffee, jika pengunjung ada yang mau bernyanyi dan bermain gitar.

 

kelly's coffee 10

Pencahayaan yang ada di Kelly’s Coffee membuat suasana nyaman dan pada saat saya mengambil beberapa foto disetiap sudut hasilnya jadi bagus bangat. Yang ada saya minta sahabat saya Sarah untuk menjadi model dan berpose sebanyak mungkin. Dan semuanya bagus-bagus, padahal saya tidak menggunakan cahaya tambahan apapun.

 

kelly's coffee menu

 

Karena taste dan pengetahuan pemilik akan kopi sangat luas, sehingga racikan beliau disetiap cangkir yang kami cicipi itu pas bangat. Beberapa kali saya mengikuti path ataupun instagram nya si kakak ini, beliau selalu mencoba-coba dan bereksperimen dengan banyak rasa untuk menambah kekayaan kopi ciptaannya. Salah satu nya dengan mencampur kopi dengan durian, lemongrass, ataupun dragon fruit. Hanya sayang karena saat ini tidak musim durian, sikakak jadi nga punya stock untuk kami bisa cicipi.

Akhirnya kami pun memesan Brulee Blended, Avocado Blended dan Kelly’s Special Blended. Saya mencicipi semuanya dan rasanya enak-enak. Brulee Blended rasanya ada campuran mint, sedangkan Kelly’s special kayaknya paling komplit rasanya menurut saya, terus avocado blended ini menu pilihan saya. Rasa avocadonya berasa bangat tapi taste nya light.

Untuk kisaran harga kopi yang ada disini yaitu sekitar Rp. 20.000 – 45.000,- nga mahal lah untuk ukuran kopi di coffee shop. Tidak harus merogoh kantong dalam-dalam untuk mencicipi secangkir kopi yang menurut saya enak dan suasana coffee shop yang friendly.

 

kelly's coffee 2

Saya sempat curi-curi kesempatan ngambil foto pemilik coffee shop. Dianya lagi asyik dengan handphonenya.

 

kelly's coffee sudut favorite

Salah satu sudut yang saya suka.

Jadi mau tunggu apalagi. Bagi yang berada di kawasan Tebet dan sekitarnya (yang jauh juga boleh koq kesini) ada baiknya menjadikan Kelly’s Coffee sebagai tempat tongkrongan favorite. Selain tempatnya enak, harga kopi nya juga tidak mahal. Dan bisa ngobrol-ngobrol juga dengan pemilik coffee shopnya, hehehe…