Lokasi Wisata Alam di Medan yang Menarik untuk Dikunjungi

Saat mendengar kata Medan, apa yang ada di pikiran kamu? Durian kah? Atau lokasi wisata bersejarah? Ya, Medan memang terkenal sebagai kota penghasil durian terbaik sekaligus kota wisata bersejarah, tetapi ternyata Medan juga memiliki pesona wisata alam yang sayang untuk dilewatkan.

Berikut beberapa lokasi wisata alam di Medan yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata Batu Belah

wisata alam di medan 1

Sumber disini

Wisata alam Batu Belah memiliki nama yang unik. Tempat wisata ini diberi nama oleh masyarakat sekitar sebagai Batu Belah karena untuk mencapai air terjun, para wisatawan harus melalui jalan sempit yang berada di dinding batu. Sekilas jika dilihat akan mirip dengan batu yang terbelah. Air terjun yang ada di kawasan ini sangat segar dan jernih.

Kawasan ini berada di daerah Medan arah Berastagi, tepatnya di kawasan perkemahan bumi Sibolangit. Bagi kamu yang suka berkemah dan berwisata alam, maka lokasi ini sangat cocok untuk destinasi kamu selanjutnya. Lokasi wisata Batu Belah ini juga tidak terlalu jauh dengan air terjun dua warna yang sudah banyak dikenal oleh para wisatawan.

Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna di Medan memiliki pesona wisata alam tersendiri. Keunikan air yang ada di air terjun ini sulit ditemukan di tempat lain. Air yang mengucur deras di kawasan ini memiliki dua warna yang berbeda yaitu hijau dan biru.

Ketinggian air terjun ini mencapai 75 meter. Uniknya, di antara air terjun berwarna biru dengan air terjun yang berwarna hijau, terdapat perbedaan suhu yang cukup terasa. Air terjun yang berwarna biru lebih dingin, sementara air terjun yang berwarna hijau lebih hangat.

Kawasan air terjun dua warna ini juga masih sangat asri. Pepohonan dan batu-batuan yang tertutup lumut hijau di sekitarnya membuat kawasan ini tampak segar, sejuk, dan alami. Satu hal yang perlu diperhatikan jika berkunjung ke kawasan yang berpanorama aduhai ini, yaitu jangan sampai kamu terlena hingga pulang mendekati waktu senja karena jalur yang perlu dilalui untuk pulang cukup sulit jika dilewati pada malam hari.

Gunung Sibayak

Bagi kamu yang ingin melihat keseluruhan pemandangan Kota Medan, kita bisa mencoba berpetualang mendaki Gunung Sibayak. Untuk menuju kawasan ini, diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dari kota Medan.

Pemandangan matahari tenggelam di puncak gunung ini juga sangat elok, hingga membuat banyak wisatawan rela mendaki di pagi buta agar saat sore mereka dapat menikmati indahnya siluet senja di puncak.

Gunung ini juga memiliki kawah di bagian puncaknya. Dari puncak gunung ini, kita bisa menikmati indahnya keramaian kota Medan dari ketinggian. Panorama yang indah disertai kicauan burung yang merdu dan pepohonan yang menghijau benar-benar membuat kawasan ini layak untuk dikunjungi.

Menginap di Hotel Airy Rooms Medan

Agar teman-teman dapat puas menjelajah wisata alam di Medan dan sekitarnya, kita perlu mencari akomodasi di Medan untuk menginap selama beberapa hari. Airy Rooms menyediakan beragam hotel murah di Medan yang bisa Anda pilih untuk menemani liburan Anda karena fasilitas yang diberikan sangat bagus dan memuaskan.

Di setiap kamar hotel disediakan AC, Televisi layar datar, serta wifi gratis. Selain itu, di setiap kamar mandi tersedia penghangat air dan perlengkapan mandi gratis. Bagi teman yang berminat untuk memesan hotel Airy Rooms di Medan, kalian bisa memesannya dengan mudah melalui tautan ini . Atau pesan melalui aplikasi ponsel ponsel pintar Android/iOS.

wisata alam di medan 2

Airy Rooms Medan

www.airyrooms.com

08041112479 atau 081280700020

Demikian ulasan singkat mengenai pesona alam di Medan dan sekitarnya yang bisa teman-teman kunjungi saat liburan. Ayo Berlibur ke Medan!

Asal-usul Danau Toba: Geologi vs Mitologi

Tulisan ini adalah hasil pengamatan dan penelitian yang dibuat oleh adik saya Ricky Andrian Tampubolon.

Beliau adalah geologis yang pada saat menuliskan tulisan ini sedang menikmati liburan di Sumatera Utara. Ryan sudah pernah menulis di blog saya dan tulisan dia sebelumnya ada disini.

Saking takjubnya dia akan keindahan Danau Toba, akhirnya dia pun tergerak untuk menuliskan asal usul Danau Toba dilihat dari segi Geologi dan Mitologi.

Perayaan HUT RI ke-71 di Danau Toba Sumatera Utara.

Tidak terasa, sebentar lagi Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya ke-71 di Danau Toba. Sepertinya perayaan nanti akan sangat megah.

Demikian kesimpulan yang saya dapat setelah membaca tulisan yang ada di koran. Tapi alangkah sayangnya, ketika saya baru saja berkunjung ke Danau Toba.

Ternyata masih banyak warga sekitar yang belum mengetahui bahwa daerah mereka akan menjadi tempat perayaan hari kemerdekaan.

“Kesedihan” ini juga saya rasakan kalau kita sebagai warga Indonesia, tidak mengenal kekayaan alam luar biasa yang kita punya di tanah air kita sendiri, yaitu Danau Toba.

Danau Toba dan Keindahannya.

Luar biasa sekali sebenarnya pemandangannya, dan begitu pula kisah di baliknya.

Ketika saya berdiri di tepi Danau Toba, saya mencoba meyakinkan diri saya sendiri bahwa hamparan air di depan saya itu bukan laut, melainkan danau.

Sungguh penuh khidmat sekali rasanya memandangnya, berpikir lagi  mengenai keberadaan saya sendiri di bumi ini, siapa manusia.

Dan menyadari betapa kecilnya ternyata saya di antara bukit-bukit yang mengapit danau yang luas ini.

Hari pun senja, saatnya saya kembali ke kamar dan tidur dengan lelap.

danau toba 1

Source : Dokumentasi pribadi

Dari Danau Toba ke Tambora.

Saya kembalikan angan ke masa lalu, saya mengingat betapa pentingnya Indonesia dalam perubahan tatanan kehidupan di bumi.

Contohnya saja, pergerakan tektonik lempeng Australia menghantam Asia sampai bisa ke posisinya sekarang.

Dimana Indonesia, 3 juta tahun yang lalu tertutup sirkulasi air laut (Western Pacific Warm Pool) dan kemudian berubah arah ke utara, daerah Jepang.

Lalu apa yang terjadi? Global climate change dan aridifikasi (pengurangan curah hujan) di Africa, dan mendorong migrasi manusia sebelum kita keluar dari Africa.

Belum lagi, letusan Gunung Tambora tahun 1816, membuat tahun tanpa musim panas, bahkan di Eropa dan Amerika, menyebabkan gagal panen besar-besaran dan kelaparan di mana-mana.

Maria Shelley menulis “Frankenstein”, tokoh horror, di masa-masa suram tersebut.

Danau Toba dari segi geologi.

Diantara dua kisah itu, adalah letusan Toba yang sangat dahsyat, ketika 74.000 tahun yang lalu  28.000 km3 magma keluar menandakan erupsi terbesar di periode Kuarter1 (± 2.5 juta tahun yang lalu).

Populasi manusia mengalami “bottleneck”, diperkirakan hanya sekitar 10.000 orang yang bertahan di Bumi, dan mereka adalah manusia yang tinggal equator Afrika2.

Sulfur dalam jumlah yang besar keluar dan menutupi atmosfer, dan 6 tahun lamanya terjadi “volcanic winter”, dan kemudian diikuti 1000 tahun lamanya “ice age”2.

Semua flora dan fauna di Sumatera Utara mengalami kepunahan  massal karena tertutup ignimbrite (produk vulkanisme), dan begitu pula kepunahan parsial di SE Asia1.

Kalau kita melihat dari kejauhan, terdapat kumpulan gunung-gunung berjejer di tepi barat Pulau Sumatra.

Mereka disebut sebagai Bukit Barisan, membuat bentukan Pulau Sumatra tidak simetris. Ini adalah hasil dari tunjaman lempeng India-Australia di bawah Lempeng Asia.

Itu sebabnya sepanjang zona ini terdapat banyak sesar-sesar aktif dan gempa-gempa sampai sekarang. Di daerah Sumatra, kumpulan bukit ini disebut sebagai “Batak Tumor”.

Bentuknya seperti tumor ini sebenarnya adalah gumpalan magma silika dalam jumlah yang besar berkumpul dalam waktu yang sangat lama.

Sekitar 1.2 juta tahun yang lalu dan kemudian meletus atau dimuntahkan dalam jumlah yang dahsyat dan waktu yang singkat pada 74.000 tahun yang lalu.

Sekarang, Danau Toba adalah danau volkanik terbesar di dunia dengan ukuran 75×30 km.

danau toba 2

Sumber : disini 

Setelah letusan yang dahsyat itu, kaldera yang terisolasi oleh tebing-tebing yang curam.

Terisi oleh air hujan dengan kecepatan 750 mm/tahun, juga adanya lapisan-lapisan akuifer dan surface runoff membuat Danau Toba terisi seperti sekarang1.

danau toba 3

Source : Chesner (2011)

Bagaimana dengan Pulau Samosir?

Bayangkan saja, sekitar 33.000 tahun yang lalu Pulau Samosir tersebut masih di bawah level danau1, artinya tidak ada pulau sama sekali.

Lalu dengan pengangkatan 1.8 cm/tahun, Pulau Samosir yang dulunya di bawah danau, lalu terangkat secara perlahan-lahan ke atas sampai sekarang karena tunjaman lempeng.

Proses yang sama yang membuat Bukit Barisan seperti sekarang.

Kalau dipikir-pikir, 1.8 cm mungkin adalah jumlah yang kecil bagi manusia, tapi kalau angka tersebut dikalikan dengan puluhan ribu tahun.

Maka dia akan bisa menjadi sangat besar, ya seperti Pulau Samosir yang kita lihat sekarang.

danau toba 4

Source : Chesner (2011)

Mitologi Danau Toba

Saya kembali teringat ketika masih kecil, saya sering didongengkan mitologi tentang terbentuknya danau toba.

Ya, tentang seorang petani sederhana bernama Toba yang menangkap ikan, yang ternyata menjelma menjadi wanita cantik.

Singkat cerita, Toba menikahi wanita cantik ini dengan syarat tidak akan membocorkan rahasia bahwa istrinya adalah berasal dari ikan.

Syarat tersebut pun diiyakan oleh Toba dan mereka memiliki anak yang bernama Samosir.

Suatu waktu Toba mendapati Samosir menyantap lauk dengan rakus, dan Toba pun memarahi Samosir dan mengatakan dia adalah anak ikan.

Perkataan tersebut membuat Toba mengingkari janjinya di awal. Dan kemudian datanglah hujan begitu deras menerpa, dan menjadi banjir hingga menjadi Danau Toba.

Samosir, karena menuruti kata ibunya untuk mencari tempat yang tinggi, akhirnya selamat, dan kemudian menjadi Pulau Samosir.

Sekilas ini merupakan suatu cerita singkat yang menarik dan tentu ada pembelajaran yang bisa kita ambil, apalagi bagi anak-anak.

Bukan hanya ini saja, kita sudah begitu banyak mendengar mitologi tentang terjadinya suatu daerah.

Seperti amarah Sangkuriang yang membentuk Tangkuban Perahu, atau legenda Timun Mas di Jawa Timur, dan betapa banyak lagi.

Leluhur yang menulis cerita ini, dan kemudian menceritakannya ke generasi berikutnya, mungkin tidak mengerti rumitnya proses-proses alam yang terjadi.

Tetapi kita, dengan pengetahuan yang lebih maju dapat mengerti lewat ilmuwan-ilmuwan.

Yang telah menghabiskan banyak waktunya untuk dapat sampai ke pemahaman seperti ini, dan semestinya harus dapat diteruskan pula ke generasi berikutnya.

Harapan untuk Danau Toba saat Ini.

Lantas, apakah kita lebih baik dari leluhur kita? Mungkin kita bisa menjawab “iya” kalau kita dapat menjaga Danau Toba bersih .

Supaya lebih banyak orang yang dapat menikmati keindahannya, seperti leluhur kita yang meneruskan cerita dongeng tersebut.

Kalau Danau Toba tidak kita dapati bersih dan nyaman, siapa orang yang tertarik mendengar cerita itu?

Mungkin cerita itu akan tersimpan di rak-rak berdebu dan kemudian terlupakan.

Dan tentu bukan rahasia lagi, betapa Danau Toba mengalami pergumulan untuk mencapai kelestarian alaminya.

Bukan karena kerusakan alam, tetapi karena manusianya!

Padahal, danau tersebut dulu adalah gunung, Pulau Samosir dulu hanya terendam oleh danau. Puluhan ribu tahun lamanya,letusan dahsyat.

Kemudian terisi oleh air dan terangkat sampai akhinya seperti sekarang.

Leluhur kita (mungkin ribuan tahun sebelumnya), menikmatinya, hidup di sekitarnya.

Membuat kerajinan di sekitarnya berpuisi tentangnya, dan kemudian berdongeng dan menceritakan untuk anak-anak mereka.

Lalu kita, merusaknya.

Mari kita introspeksi diri bersama-sama. Semoga tahun ini menjadi suatu harapan baru untuk Danau Toba

Lestari kembali.

Selamat Hari Kemerdekaan.

Semoga dengan penjabaran mengenai Asal Usul Danau Toba Geologi vs Mitologi menambah wawasan dan kecintaan kita akan negeri kita Indonesia.

 

Sumber :

1Chesner, C.A., The Toba Caldera Complex, Quaternary International (2011), doi:10.1016/j.quaint.2011.09.025

2 http://www.bradshawfoundation.com/stanley_ambrose.php

 

Pertunjukan Seni

Pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi pada saat berkunjung kesuatu tempat

Pada saat berkunjung kesuatu tempat, selain melihat budaya, suasana dan kehidupan suatu kota. Saya berusaha menyempatkan diri untuk melihat pertunjukan seni yang menjadi kekhasan ditempat tersebut. Walaupun tidak begitu banyak pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi, tapi rasa-rasanya pertunjukan seni yang ada dibawah ini cukup membuat saya terkagum-kagum.

Pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi antara lain:

1. Tari Kecak di Pura Uluwatu.

pertunjukan seni tari kecak di pura uluwatu

 

Pertunjukan tari kecak sebenarnya dapat kita lihat dibeberapa tempat di Bali. Tapi waktu itu saya kepengen bangat lihat pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu. Sewaktu saya dan teman-teman kesini pada tahun 2011 kisaran harga pertunjukan saat ini seharga Rp. 90.000,- Kalau sekarang saya lihat di website harganya dikisaran Rp. 120.000 –

Kesan yang saya dapat selama melihat pertunjukan tari kecak adalah merinding dan takjub. Karena pertunjukan yang ada disini kesan mistisnya kental bangat, dengan iringan musik dan ritme gerakan yang sangat kompak dari penari, warna kostum dan juga suasana sunset yang pas bangat menambah kesan fenomenal buat saya.

Tari kecak sendiri bercerita mengenai kisah pewayangan Ramayana dan Shinta, dimana semua orang pasti sudah hafal dengan isi cerita dan tokoh pewayanganyang sangat melegenda ini. Hanya ketika dipertunjukan disini, semua pemain yang ada sangat klop satu sama lain. Tokoh yang paling berkesan buat saya adalah Hanuman, gerakannya lincah bangat dan  tingkahnya yang kolokan dan urakan membuat kesan yang ada menjadi lebih hidup.

Karena pertunjukan dimulai jam 18:00 WITA, dimana matahari mulai tenggelam dan pemandangan sunset itu pas bangat didepan matanya kita, membuat kesan mistis menjadi lebih kerasa. Disini tidak ada pencahayaan listrik yang ada cuma sinar matahari yang akan turun dari peraduan dan kemudian ketika gelap baru obor disekeliling arena dinyalakan.

 

pertunjukan seni tari bali bersama rama dan shinta

Bersama Rama dan Shinta

2. Tari Barong.

 

pertunjukan-seni-tari-barong-bali

 

Pertunjukan tari Barong Batu Bulan dimulai jam 09:30 – 10:30 yang mana terdiri atas 5 babak dan diiringi oleh gamelan. Dipertunjukan ini banyak menampilkan simbol-simbol seperti burung merak, harimau, babi hutan, barong yang mana semua simbol tersebut berusaha menceritakan arti kebaikan dan kejahatan.

Waktu itu rasanya seharian saya estafel mengikuti pertunjukan tari selama di Bali, siangnya menonton tari Barong dan malamnya menyaksikan tari kecak. Dan saya puas bangat melihat keindahan budaya yang ada di Bali melalui pertunjukan tari.

 

pertunjukan seni tari barong di batu bulan bali

 

3. Pertunjukan Kung Fu di Red Theater Beijing.

 

pertunjukan seni kung fu di red theater beijingGedung Red Theater dari luar.

 

Pertunjukan kung fu di red theater Beijing adalah pertunjukan yang menggabungkan seni bela diri kung fu, tari dan akrobat yang mana bercerita tentang perjuangan seorang anak muda menggapai mimpinya untuk menjadi master kung fu.

Semua adegan diceritakan dengan gerakan dan instrumentasi yang sangat apik. Perjuangan anak muda ini sangat mengharukan dan penuh tetesan air mata karena untuk mencapai cita-citanya tidak dengan mudah didapatkan tetapi ada harga yang harus dibayar.

Gedung pertunjukan yang ada disini dari luar sangat mewah dengan lampu merah membuat gedung ini sangat meriah. Pertunjukan Kung Fu diadakan setiap hari pada jam 17:15~18:20; 19:30~20:50 dengan tiket sebesar CNY180/280/380/680.

 

pertunjukan seni di red theater beijing

Suasana didalam gedung Red Theatre.

 

pertunjukan seni di red theater beijing

Berpose dengan latar belakang para pemain kung fu.

 

4. Nanta Show.

 

pertunjukan seni nanto cooking show di seoul

Nanta Show adalah pertunjukan tari yang menggambarkan situasi dapur pada saat mempersiapkan suatu perjamuan pesta pernikahan pembesar. Dimana kondisi dapur sangat sibuk dan para koki memperagakan kesibukan mereka memotong-motong sayuran dan bahan makanan dengan teknik yang luar biasa.

Para pemain dan penari yang berperan sebagai koki memperagakan adegan kekacauan didapur sangat lincah dan energik. Dengan adegan yang lucu dan penuh kekonyolan membuat pertunjukan Nanta Show sangat dicari dan menjadi agenda beberapa tour and travel kalau sedang berada di Korea Selatan. Saya melihat peluh keringat mereka disepanjang acara. Dan kadang pemain juga melibatkan penonton dengan mengajak keatas dan melakukan adegan lucu. Sehingga interaksi antara pemain dan penonton sangat interaktif dan hidup.

Di Korea Selatan sendiri terdapat beberapa tempat yang menampilkan pertunjukan Nanta Show antara lain MyeongDong Nanta Theater, Hongdae Nanta Theater, Chungjeongno Nanta Theater, Jeju Nanta Theater. Di Indonesia sendiri pertunjukan ini pernah beberapa kali diadakan dan terakhir yang saya tau tahun lalu diadakan di ICE BSD.

pertunjukan seni nanta show 2

Panggung Nanta Show

 

pertunjukan seni nanta show 3

Panggung Nanta Show

Demikian beberapa pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi selama saya berkunjung kebeberapa tempat.