Pulo Alor Hotel, penginapan terbaik yang ada di Pulau Alor

Selama di Pulau Alor, saya dan rombongan teman seperjalanan menginap di Pulo Alor Hotel. Dan bisa dibilang saya cukup puas menginap di penginapan ini.

Fasilitas yang disediakan Pulo Alor Hotel

Pulo Alor Hotel merupakan hotel bintang 3 dan sepertinya hotel ini merupakan hotel terbaik yang ada di Pulau Alor. Dari segi kamar, kamar yang ada di Pulo Alor Hotel sangat nyaman dan bersih. Setiap kamar sudah dilengkapi AC, pemanas air, TV, Wifi, Kulkas dan Mini Bar.

Amenities berupa air mineral, sabun, sikat gigi, shampoo dan handuk setiap harinya diganti. Bagitu juga kebersihan kamar, setiap hari dibersihkan dan seprei diganti.

Kamar mandi dilengkapi shower atau bathup. Kebetulan kamar yang saya dapat, kamar mandinya tersedia bathup. Sehingga setelah berlelah-lelah sepanjang hari mengelilingi pulau, ketika tiba di kamar saya bisa bersantai di bathup dan merasakan sensasi air hangat diseluruh tubuh saya.

Kisaran harga kamar yang ada di Pulo Alor Hotel yaitu Rp. 550.000,- untuk kamar standar dan Rp. 850.000,- untuk kamar private. Dan sudah termasuk sarapan pagi. Dengan harga kamar yang ada sudah termasuk fasilitas antar dan jemput dari bandara ke penginapan.

Yang membuat saya terkesan dengan Pulo Alor Hotel adalah kesiapan dan ketelatenan pegawai atau karyawan dalam melayani tamu. Saya termasuk orang yang sangat dibantu oleh pihak pengelola dan pegawai Pulo Alor Hotel. Ketika saya tiba dipenginapan saya lupa untuk mengganti kartu operator telephone saya.

Dan dengan sigap pegawai hotel langsung menawarkan jasa untuk membelikan kartu telephone untuk saya sehingga dengan segera saya dapat menghubungi teman dan keluarga untuk memberi kabar kalau saya sudah sampai di tujuan.

Selama menginap di penginapan ini kami beberapa kali bertemu dengan pemilik dan pengelola hotel. Dan bapaknya sangat ramah dan menemani kami berdiskusi sepanjang kami ada di penginapan ini, khususnya malam hari ketika kami bersantap makan bersama di ruangan makan.

Area Bersama di Pulo Alor Hotel

Pulo Alor Hotel terdiri atas 3 lantai. Masing-masing lantai terdapat area atau ruang bersama seperti tempat duduk dan ngumpul bareng. Di lantai bawah terdapat lobby, ruang makan dan kolam renang. Sedangkan di lantai atas juga terdapat pendopo dan ruang duduk terbuka dimana kita dapat melihat pemandangan matahari terbit dan taburan bintang di malam hari.

Saya sangat senang berlama-lama di lantai atas penginapan khususnya di pagi hari. Saya dapat melihat kabut menyelimuti bukit dan laut yang persis ada dibelakang penginapan. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.

Makanan yang tersedia di ruang makan pun setiap hari nya bervariasi. Dimana menu yang disiapkan tidak pernah lepas dari citarasa lokal. Di hari pertama kami datang, kami disuguhkan roti jala dan jagung kenari. Sedangkan menu makan berat didominasi dengan hidangan sea food dan sayur bunga pepaya. Kedua item tersebut tidak pernah absen dari menu sehari-hari.

Selain sehat dan menggiurkan, jujur saja saya tidak bosan dengan makanan yang ada selama saya menginap disana. Jika ada kesempatan untuk berkunjung ke Pulau Alor lagi, bisa dipastikan saya akan menginap di hotel ini dan mengulang kenikmatan dan kenyamanan yang pernah saya rasakan sebelumnya disini.

Berikut ini beberapa foto yang bisa saya bagikan sebagai gambaran jika hendak berkunjung ke Pulo Alor Hotel.

 

Pesona Alor yang Wajib Dikunjungi

Jika sebelumnya saya banyak bercerita mengenai keindahan pantai dan bawah laut Alor, point dibawah ini adalah beberapa pesona Alor yang wajib dikunjungi.

Menurut saya kekayaan alam dan budaya yang ada Alor itu sangat lengkap. Dan adanya tulisan ini berarti cerita mengenai pulau Alor pun berakhir.

1. Air Terjun Ilawe

pesona alor yang wajib dikunjungi 1

Air terjun Ilawe berada di desa Alila Timur kecamatan Kabola Alor. Menuju ke air terjun ini kami menempuh perjalanan 1 jam dari penginapan menuju desa Alila dan kemudian berjalan kaki selama 1,5 jam melewati hutan dan sungai kecil.

Kalau diingat-ingat lagi saya juga bingung koq bisa yach kami jalan sejauh ini demi sebuah air terjun. Padahal sehari sebelumnya saya sempat jackpot ketika diving akibat kondisi badan yang nge-drop. Dan hari ini kami malah trekking ke hutan untuk melihat air terjun.

Untuk kondisi kami yang bukan tipe pejalan kaki, rasanya mengitari hutan kemarin adalah perjalanan yang cukup menakjubkan dan menantang. Jalanannya benar-benar masih alami sampai berkali-kali nyasar dan pengen menyerah rasanya.

Tapi untungnya kami sempat ketemu dengan penduduk yang sedang mengambil pisang atau buah-buahan liar yang ada di hutan. Jadilah kami diantar sampai ke tujuan.

pesona alor yang wajib dikunjungi 14

Air terjun ilawe tingginya nya sekitar 20 meter. Dan menurut bapak yang mengantar kami disini diatas masih ada beberapa undakan air terjun lagi diatas. Hanya mengingat perjalanan yang kami tempu hanya ke satu air terjun saja sangat jauh akhirnya kami pun mengundurkan diri.

Agak lama juga kami berendam dan mengabadikan dokumentasi di air terjun dan masih dalam kondisi basah-basah kamipun turun ke tempat dimana kendaraan kami parkirkan. Karena mengingat hari sudah menjelang sore dan kami tidak mau kemalaman berada di hutan,

2. Kain Tenun Tradisional – Pulau Ternate

pesona alor yang wajib dikunjungi 12

Pulau Ternate Alor, terkenal sebagai desa tenun ikat tradisional. Disini Thomas guide kami selama di Alor memang menjadwalkan kami singgah di desa ini untuk melihat aneka ragam jenis kain tenun ikat untuk kami beli sebagai cinderamata.

Penduduk desa Ternate pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Tetapi ibu-ibu dan wanita muda secara turun temurun diajarkan untuk dapat membuat kain tenun sebagai kegiatan sampingan mereka. Disini semua dilakukan dengan cara tradisional mulai dari memintal kapas menjadi benang, mewarnai, menenun sampai jadi sebuah kain yang siap untuk dijual.

Hanya demi kepraktisan, beberapa kain sudah ada yang dibuat dengan menggunakan benang yang sudah jadi. Mungkin kalau dilihat dari beberapa kain yang dijemur. Kita dapat melihat perbedaan yang sangat kontras, mana kain yang terbuat dari benang jadi dan mana yang dari benang asli yaitu dari warna-warna kain yang dihasilkan.

Untuk kain dengan warna yang sangat kontras bisa dipastikan bahwa kain tersebut menggunakan benang yang sudah siap jadi. Dan itu juga sangat mempengaruhi harga dan kualitas.

pesona alor yang wajib dikunjungi 17

Saya tidak begitu mengerti mengenai filosofi dari motif kain, hanya dari beberapa kain yang sekilas saya perhatikan, motif-motif yang ada itu cukup sederhana. Mulai dari kura-kura, ikan, kupu-kupu sampai naga.

Saya tidak begitu mengerti mengenai kain dan bingung kalaupun beli bakalan dijadiin apa nantinya. Oleh karena itu ketika teman-teman saya asyik memilih-milih kain yang hendak mereka beli, yang ada saya malah jalan-jalan mengelilingi pulau untuk mengambil foto dan melihat aktivitas para nelayan memperbaiki jangkar.

pesona alor yang wajib dikunjungi 16

Masing-masing rumah dihalaman belakang pasti ada jemuran kain seperti ini.

pesona alor yang wajib dikunjungi 15

Beberapa jenis kain yang sudah jadi. Dan siap untuk dijual.

pesona alor yang wajib dikunjungi 2

Bersama mama yang sedang menenun kain.

3. Kampung Adat – Desa Takpala

pesona alor yang wajib dikunjungi 13

Desa Takpala merupakan salah satu kampung adat yang ada di Pulau Alor yang masih menjaga adat istiadat nenek leluhur. Dimana aturan dan peletakan rumah masih mengikuti cara-cara lama.

Pada saat kami berkunjung ke desa ini, sedang ada jamuan menyambut kedatangan pemuka agama yang memang dijadwalkan berkunjung ke desa ini. Oleh karena itu pemuka adat sudah bersiap-siap dengan baju kebesaran dan peralatan dalam rangka penyembutan tersebut.

Penduduk desa Takpala sangat ramah dan menyambut tamu dengan sangat terbuka. Selain kami dan rombongan pemuka agama, saya sempat bertemu dengan seorang kewarganegaraan asing yang menetap disana dalam rangka penelitian.

Sempat berdiskusi lama dengan tamu asing ini, ternyata kunjungan beliau ke desa Takpala adalah kunjungan kedua dan beliau sudah menetap disana selama 6 bulan. Tadinya saya mengira subjek penelitian beliau berhubungan dengan budaya dan masyarakat Alor dan ternyata dugaan saya salah besar. Yang beliau teliti adalah biota yang ada disekitaran pulau Alor.

pesona alor yang wajib dikunjungi 9

 

pesona alor yang wajib dikunjungi 5

Berpose dengan mama Alor

pesona alor yang wajib dikunjungi 10

Puncak jalan salib di Desa Takpala Alor

pesona alor yang wajib dikunjungi 18

Foto bersama sebelum meninggalkan desa Takpala. Senja nya masih kelihatan, dan wajah kami kelihatan sangat lelah walaupun senang dan puas menikmati hari yang sangat padat. Foto diambil oleh Moles driver kami dengan menggunakan kamera Nina Wong.

4. Bukit Cinta Alor

pesona alor yang wajib dikunjungi 11

Memandang langit dengan taburan bintang. Pada saat itu kami tidak ada rencan untuk hunting foto bintang. Ketika hendak keluar dari penginapan untuk membeli keperluan obat-obatan di kota, setelah selesai driver kami Moles membawa kami ke tempat ini.

Spot dimana kita dapat melihat pemandangan kota dengan leluasa beserta taburan bintangnya. Hanya sayangnya saya tidak membawa tripod jadi fotonya agak blur.

Rasanya pemandangan seperti ini sangat jarang bisa kita jumpai di kota besar. Salah satu pesona Alor yang wajib dikunjungi dan diabadikan.

Menyelam di Pulau Alor

menyelam di pulau alor 1

Menyambung cerita dari halaman selanjutnya mengenai Pantai Cantik yang ada di Pulau Alor, kali ini saya mau berbagi keindahan bawah laut ketika menyelam di pulau Alor.

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa pantai-pantai yang ada di Indonesia bagian Timur memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Selain kondisinya masih terjaga asri dan bersih, pemandangan alam nya sangat menakjubkan.

Begitu juga dengan masyarakatnya. Beberapa kali kami bercengkerama dan berdiskusi dengan masyarakat sekitar dan kesimpulan yang saya dapat adalah penduduk disana ramah, budaya dan kearifan lokal masih terjaga. Yang mana tercermin dari keindahan alamnya termasuk bawah lautnya.

Selama di Pulau Alor, Thomas, guide serta master dive kami selama di pulau Alor sudah menjadwalkan kami untuk menyelam di tiga spot penyelaman. Tapi karena kondisi badan saya tidak memungkinkan akhirnya saya hanya turun di spot Bubu dan Coconut Groove.

Foto yang ada dihalaman ini beberapa adalah hasil jepretan Thomas, master dive kami selama di Alor. Foto-foto dan info mengenai Pulau Alor dapat dilihat di http://www.alor-dive.com/.

Spot Bubu Alor

Menurut penuturan dari master dive kami selama menjelajahi pulau Alor. Beliau dan beberapa penyelam yang sudah pernah menyelam disana, mereka mendata jumlah spot penyelaman di pulau Alor ada sekitar 62 lokasi.

Dan setiap spot memiliki kekhasannya masing-masing. Dari 62 spot, saya hanya baru berkunjung selama 2 spot. Walau dibilang tidak mewakili dari keseluruhan titik spot tapi rasanya cukup memberikan gambaran ke saya bahwa begitu bagusnya potensi alam bawah laut dari Pulau Alor itu sendiri.

Bubu adalah sejenis alat penjerat ikan tradisional yang terbuat dari bambu. Bentuknya seperti corong panjang, dimana jika ikan masuk kedalam alat perangkap tersebut ikan tidak bisa keluar lagi.

Disebut spot penyelaman ini dengan nama alat penangkap ikan, dikarenakan dilokasi tersebut terdapat banyak bubu yang ditaruh oleh masyarakat setempat. Bisa dibilang tempat ini merupakan tempat persinggahan berbagai jenis ikan yang menjadi incaran masyarakat.

Lokasi penyelaman Bubu berdekatan dengan Pantai Pura yaitu sekitar 2 jam dari Dermaga Kalabahi. Di spot Bubu, kedalaman penyelaman kami sekitar 19 m. Dimana pada saat itu cuaca sangat cerah sehingga visibility atau jarak pandang mencapai lebih dari 20 m.

Bisa dibilang ketika kami menyelam dikedalaman 19 m saya masih bisa melihat sinar matahari tembus dan mencapai tempat saya menyelam. Sehingga gradasi air tampak sangat cantik dan jernih. Di spot Bubu saya banyak mendokumentasikan foto terumbu karang.

Dikarenakan warna-warni dari terumbu karang sangat menyolok dan kontras dengan beningnya air. Boleh dibilang spot ini adalah spot paling saya sukai selama menyelam di pulau Alor.

menyelam di pulau alor 4

menyelam di pulau alor 5

menyelam di pulau alor 6

Coconut Groove Alor

Coconut Groove posisinya tidak jauh dari bibir pantai Pulau Ternate Alor. Kami menyelam di hari ketiga perjalanan di Alor. Pulau Ternate sendiri merupakan tempat masyarakat pengrajin kain tenun. Kita bisa menyaksikan para wanita muda dan ibu-ibu menenun kain kemudian menjemur dan menjajakan hasil kerajainan kainnya langsung ditempat.

Kami cukup lama di Pulau Ternate, dikarenakan aktivitas memilih dan menawar harga membuat teman-teman semangat memilah dan menentukan pilihan kain yang akan mereka beli.

Setelah puas menjelajahi Pulau Ternate Alor maka kami pun melanjutkan kegiatan snorkling dan menyelam. Dari bibir pantai pulau Ternate kita sudah melihat wall. Dan wall tersebut berada dari kedalaman 5-50 m dan hampir disebagian bibir pantai Pulau Alor.

Jujur saya sangat takjub ketika menyelam disini, rasanya tidak puas hanya meluangkan waktu 45 menit di spot Coconut Groove.

Di spot ini kami menyelam dikedalaman 25 m, jadi bisa dibilang kami sudah berada diseparuh dari wall. Dan demi faktor keamanan kami harus puas dikedalaman ini.

Terumbu karang dan jenis-jenis ikan banyak kita jumpai disini. Hanya mungkin dengan melihat secara langsung kedalaman wall saya agak kagok dan cukup kewalahan diawal penyelaman. Membuat saya kurang menikmati agenda penyelaman saya saat itu.

menyelam di pulau alor 7

menyelam di pulau alor 11

menyelam di pulau alor 10

menyelam di pulau alor 9

menyelam di pulau alor 8

Demikian sedikit cerita saya mengenai pengalaman menyelam di Pulau Alor. Semoga keasrian dan kebersihan bawah laut tetap terjaga walaupun suatu hari nanti akan banyak dikunjungi oleh wisatawan.

7 Pantai Cantik yang ada di Pulau Alor

Ketika berkesempatan berlibur ke pulau Alor, saya menemukan beberapa pantai cantik di pulau Alor yang membuat saya jatuh cinta akan pulau ini.

Sejujurnya saya tidak punya rencana berkunjung ke pulau Alor. Karena seperti yang sudah-sudah, setiap kali saya merencanakan tujuan wisata kesuatu tempat pasti pada kenyataannya berbelok ke tempat yang berbeda.

Dan ini terjadi berkali-kali, membuat saya urung membuat rencana jangka panjang yang muluk-muluk. Jadi kalau kebetulan diajak kesuatu tempat dan kira-kira waktunya pas, pasti saya langsung mengiyakan tanpa mikir panjang.

Kebetulan yang ngajakin saya tau kalau libur lebaran saya nga ada rencana kemana-mana, yach sudah saya pun akhirnya ikut beliau berwisata ke pulau Alor.

7 Pantai Cantik di Pulau Alor

Di pulau Alor, banyak tempat yang kami kunjungi. Dan saya rasa pulau ini mempunyai tujuan wisata beragam. Hanya kesempatan kali ini saya khusus bercerita mengenai pantai cantik di Pulau Alor yang kami kunjungi selama kami ada disana. Antara lain:

1. Pantai Sebanjar

pantai di alor 2

Pantai pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Sebanjar. Posisinya berada di Alor Besar dimana dari penginapan kami mengitari pulau dengan berkendaraan melewati jalan darat selama 1 jam lamanya.

Pantai Sebanjar kondisinya bersih dan nyaman. Walaupun tidak terlihat adanya warung atau tempat makan, tetapi di pantai ini sudah tersedia pondokan dan kamar mandi yang layak.

Dengan hamparan pasir putih dan air yang bening, saya sangat menyukai pantai ini karena disekitar pantai kita dapat menemukan deretan bukit-bukit sebagai background menambah indahnya pemandangan sore hari tersebut.

Disini kami sempat bersnorkling dan bermain air, beberapa meter dari bibir pantai kami sudah menemukan terumbu karang yang masih asri. Hanya pada saat kami bersnorkling arus nya lumayan kencang. Sehingga beberapa dari kami urung bermain-main air.

pantai di alor 1

Dermaga yang terbengkalai. Beberapa dari kami menjadikan dermaga ini menjadi latar belakang foto yang sangat unik.

2. Pantai Maimol

pantai di alor 4

Pantai Maimol letaknya tidak jauh dari penginapan. Sebelum kembali ke penginapan kami menghabiskan sore hari itu di pantai Maimol. Sambil menikmati pemandangan sore dengan menikmati air kelapa muda yang sudah disiapkan oleh penduduk disekitar pantai.

Disepanjang pantai sudah tersedia tempat duduk dan pondokan sehingga kita dapat dengan nyaman menghabiskan waktu di pantai ini.

Sore hari itu air sudah mulai surut dan terlihat beberapa anak sedang bermain bola dipinggir pantai. Melihat anak-anak ini riang bermain bola dengan leluasa menurut saya adalah pemandangan yang jarang ditemui dikota besar.

pantai di alor 6

3. Kalabahi

pantai di alor 7

Kalabahi merupakan dermaga tempat kapal kami bersinggah. Sehingga jika kami hendak menyeberang ke pulau yang lebih jauh pasti bertemunya di pantai ini. Selama dua hari berturut-turut ketika merencanakan hendak diving, kapal yang lebih besar yang akan menjadi kapal kami menyeberang, berlabuh nya di pantai Kalabahi.

Berangkat pagi hari dan kembali sore menjelang malam, membuat saya sangat menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh pantai ini. Suasananya syahdu dan tenang, disetiap kesempatan saya melihat seolah kabut menutupi pantai ini. Sehingga selain kesan cantik saya merasa seolah-olah pantai ini ada aura “mistisnya”, tapi dengan pengertian positive yach, bukan mistis yang horor.

4. Pantai Sikka

pantai di alor 3

Berkunjung ke Pantai Sikka, saat itu bertepatan ketika hendak mengunjungi Air Terjun Ilawe. Di Pantai ini kami sempat menyambangi nelayan yang kebetulan menambatkan perahunya setelah seharian mencari ikan di laut.

Setelah acara tawar menawar dengan nelayan, pemandu kami membakar ikan hasil tangkapan nelayan sebagai cemilan kami sebelum trekking menjajaki air terjun yang hendak kami tuju.

Menikmati ikan bakar dibawah teduhan pohon rindang dipinggir pantai rasanya nikmatnya tidak dapat dibayar dengan apapun juga. Agak lama kami berleha-leha di pantai ini untuk mengumpulkan tenaga sebelum menempuh perjalanan jauh yang hendak kami tuju.

5. Pantai Mali

pantai di alor 8

Pantai Mali lokasinya masih satu area dengan Bandara. Saya dan beberapa teman sengaja ke pantai ini di pagi hari untuk dapat menyaksikan suasana matahari terbit. Dan untungnya kami tidak terlambat berjumpa dengan sang surya, karena driver yang membawa kami kesini ternyata bangun agak kesiangan setelah semalam menyaksikan liga bola kesayangan nya bertanding.

Sempat agak ngedumel juga ketika sang driver datang kesiangan. Takut telat karena jarak antara pantai Mali dari penginapan lumayan jauh. Tetapi melihat tanda-tanda sang surya belum menunjukkan diri membuat kami sedikit agak lega.

Matahari akhirnya menunjukkan diri dan saya sangat puas menyaksikan binar-binar cahaya yang dipantulkan. Tanpa penghalang apapun, dan bentuknya bulat sempurna. Sungguh kesempatan yang sangat saya syukuri.

6. Pantai Batu Putih

pantai di alor 9

Sepanjang mata memandang saya menyaksikan pemandangan yang sangat komplit dan indah. Pasir nya putih, langit biru cerah, airnya bening dan latar belakang bukit-bukit menghiasi pemandangan berikut juga kapal nelayan yang berseliweran, rasanya lengkap semua dalam satu bingkai yang indah.

Kami menyisiri pantai sampai ke ujung pantai. Dan diujung pantai kami menemukan lubang alami seperti goa yang cukup besar, akibat gerusan ombak. Didalam goa tersebut kami sempat berteduh dari terik dan panasnya matahari, sambil berfoto-foto.

pantai di alor 10

pantai di alor 12

Foto didalam goa. Foto diambil oleh Bowi Basu Buwono dengan menggunakan lensa fish eye. Dua orang teman saya ini membuat foto saya menjadi unik sekaligus aneh hiksss…

7. Pantai Deere

pantai di alor 11

Pantai favorite saya selama di Pulau Alor yaitu Pantai Deere. Hari tersebut adalah hari yang spesial buat saya karena dalam hari yang sama saya bertemu dengan matahari dari terbit sampai terbenam dalam kondisi bulat sempurna tanpa penghalang apapun.

Binar-binar dari pantulan matahari membuat suasana hari itu menjadi sangat istimewa. Pasir yang ada di pantai Deere sangat halus dan bersih. Sambil menikmati indahnya pemandangan sore itu saya sempat mengambil foto-foto pose yoga. Dan foto yoga tersebut pernah saya share dihalaman sebelumnya.

pantai di alor 13

Senja yang sempurna. Setiap kali melihat foto ini saya jadi gagal move on. Hikssss…

Mungkin masih banyak pantai cantik di pulau Alor yang belum kami kunjungi. Tapi rasanya dengan ilustrasi yang sudah saya ceritakan diatas setidaknya sudah mewakili keindahan dan keasrian Pulau Alor tersebut. Sejujurnya saya masih sulit move on dari Pulau Alor. Tapi semoga dilain kesempatan saya bisa berbagi keindahan dari sisi lain dari pulau ini.

Menikmati aktivitas Yoga di Pantai Alor

yoga di pantai 6

Kesempatan berlibur pada saat Lebaran di Alor menoreh kesan sangat mendalam buat saya. Baik itu pemandangan alamnya, teman-teman seperjalanan dan interaksi dengan penduduk setempat merupakan pengalaman yang menarik untuk saya kenang. Tapi untuk kali ini saya tidak bercerita mengenai kisah perjalanan selama di Alor dulu yach. Sebagai pendahuluan saya mau berbagi aktivitas yoga di pantai selama kami menginjakkan kaki di pulau Alor.

Berlibur ke Alor sebenarnya tidak ada dalam wishlist saya tahun ini. Tujuan utama saya seharusnya ke Sumba, tapi karena satu dan lain hal tujuan liburan akhirnya berbelok ke Alor. Tetapi jika direnungkan kembali rasanya semua itu sudah direncanakan sedemikian rupa, sehingga kalau bisa saya berpendapat saya sangat bersyukur akhirnya saya ke Alor bukan sebaliknya.

Sebelum berangkat saya tidak terlalu mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk liburan kali ini. Dikarenakan pekerjaan yang cukup padat sebelum keberangkatan membuat saya sama sekali tidak memikirkan apapun, apalagi mencari informasi mengenai tempat yang akan dituju. Hanya bermodal “tubuh” dan bekal pakaian yang akan saya kenakan selama disana.

Berlibur ke Pulau Alor

Alhasil saya pun berangkat dengan bermodal satu tas ransel dan tas selempang untuk memuat kamera dan keperluan pribadi. Kami menaiki pesawat dengan penerbangan subuh. Dengan terkantuk-kantuk dan kondisi badan yang sangat lelah sampailah kami di Pulau Alor menjelang makan siang. Kamipun mampir sejenak ke penginapan untuk menaruh barang bawaan dan menikmasti snack untuk bekal perjalanan.

Perjalanan pun dimulai dan jadwal hari ini cukup padat. Karena sangat exciting dengan pulau ini, saya tidak merasa kalau badan saya meronta-ronta. Sampai keesok harinya pada sesi menyelam yang harusnya saya turun 2 kali menjadi 1 spot karena saya jackpot dan badan drop.

Hiksss.. hikss rasanya pengen nangis. Karena spot kedua yang harusnya saya ikut serta justru spot terbaik penyelaman. Yang ada sepanjang sisa perjalanan saya diledekin habis-habisan sama yang punya kapal karena dia tau saya sangat semangat buat nyelam, yang ada ketika turun malah kondisi tubuh saya tidak mendukung.

Ber-yoga di Pantai Alor

Tidak mau kehilangan kesempatan menikmati perjalanan dan spot penyelaman berikutnya, saya pun berusaha mengembalikan kondisi tubuh saya. Berbekal istirahat yang cukup serta mengkonsumsi vitamin dan suplement sayapun melanjutkan perjalanan dengan semangat.

Disela-sela menikmati pantai dan menanti pemandangan matahari terbenam saya berusaha melakukan aktivitas yoga di pantai, diantaranya:

1. Wheel Pose

Rasanya hampir disetiap sesi liburan, wheel pose menjadi pose andalan saya. Karena sepanjang perjalanan pasti punggung, kaki dan bahu saya pegal-pegal. Apalagi jika perjalanan darat dengan berkendaraan mobil berjam-jam membuat tubuh berada diposisi duduk dan lutut ketekuk.

Kalau kondisinya sudah seperti ini salah satu cara untuk mengembalikan punggung adalah melakukan wheel pose atau bahasa kerennya yaitu kayang.

Pose ini sangat aman dilakukan di alam terbuka khususnya pantai. Karena jikapun kita tidak membawa perlengkapan yoga seperti matras kemana-mana badan kita cenderung mengikuti gerakan walaupun hanya beralaskan pasir.

yoga di pantai 5

2. Warrior Pose

yoga di pantai 2

Keuntungan dari latihan gerakan yoga di pantai khususnya gerakan warrior pose adalah kita dapat fokus berlatih memusatkan diri pada bagian tubuh tertentu dengan ditemani semilir angin dan suara deburan ombak. Efek tersebut membuat aktivitas yoga menjadi lebih khusuk dan dalam. Dengan segera badanpun menjadi bugar kembali.

Mungkin bukan kali ini saya beryoga di alam terbuka. Tapi hampir disetiap tempat yang saya kunjungi tidak pernah lepas dari kegiatan yoga. Seperti misalnya pada saat di Ora Beach – Ambon, Labengki, Kanawa – Flores, Bali dan lain-lain. Sebisa mungkin saya akan berlatih yoga walaupun cuma sebentar untuk mengembalikan posisi badan yang letih.

3. Headstand

yoga di pantai 4

 

Efek dari sepanjang hari berkeliling dan menjelajah pantai-pantai yang ada di pulau Alor seringkali membuat kaki kita bengkak karena kebanyakan jalan sehingga aliran darah terus menerus dipompa diarea kaki.

Cara efektif bagi saya untuk menghindari kaki bengkak adalah melakukan pose antigravitasi seperti headstand dan handstand. Kedua pose ini dapat mengembalikan kondisi tubuh yang lemah. Karena pada saat kepala berada dibawah, jantung akan bekerja lebih maksimal memompa darah akibat posisi tubuh yang terbalik.

4. Handstand

Hampir sama dengan headstand. Hanya bedanya dengan gerakan handstand berat badan bertumpu pada kedua tangan, membuat tangan kita menjadi kuat dan berotot.

Dengan handstand posisi punggung saya pun dipulihkan dan perut juga ikut kencang. Saat ini handstand menjadi pose favorite saya berikut dengan gerakan-gerakan yang ada diatas. Karena pose tersebut dapat dengan aman dilakukan di alam terbuka dan tanpa bantuan matras kita dapat bergerak seluwes yang kita mau.

yoga di pantai 7

yoga di pantai 1

Ada yang penasaran pengen ikutan ber-handstand ria 🙂

Keuntungan melakukan gerakan Yoga di Pantai yang saya rasakan selain untuk memulihkan stamina dan kondisi tubuh selama diperjalanan. Saya juga merasakan keterkaitan dengan alam pada saat berlatih dengan merasan udara pantai menembus pori-pori kulit sampai ke paru-paru.

Oleh karena itu saya berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan berlatih yoga di pantai dan tempat-tampat yang hendak saya kunjungi. Selamat mencoba yach.

Menyelam di Menjangan

menyelam di menjangan 5

Merasakan sensasi menyelam di Tulamben membuat saya ketagihan untuk merasakan suasana menyelam di Menjangan. Masih berada di Propinsi yang sama yaitu Bali, kali ini kami khususkan perjalanan menyeberangi pulau kecil yang ada di Pulau Bali.

Ada dua alasan khusus kenapa kami kembali berkunjung ke Bali untuk yang kesekian kalinya. Yaitu pertama adanya keinginan untuk merasakan suasana Nyepi dan kedua memenuhi bucket list saya menyelam di Menjangan.

Sebenarnya masih ada beberapa daftar spot penyelaman yang ingin saya kunjungi. Tapi karena keterbatasan waktu, akhirnya saya harus puas hanya turun satu spot dilokasi ini.  Kami pun akhirnya mengambil waktu menyelam sebelum perayaan Nyepi dikarenakan para master dive yang akan menemani saya menyelam sudah mulai bersiap-siap pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Nyepi bersama keluarga.

Pulau Menjangan Bali

Pulau Menjangan berada disebelah Utara kawasan Taman Nasional Bali Barat. Dari Kuta menuju kawasan ini dibutuhkan 3 jam perjalanan darat. Kami berangkat jam 6 pagi dan sampai dilokasi tempat operator penyelaman yang kami tuju yaitu sekitar jam 9.

Kemudian menyeberang dengan speed boat sekitar 30-45 menit. Dan menemukan pulau kecil dengan gapura Ganesha dipintu gerbang pulau sebagai petanda kami telah sampai di pulau Menjangan.

menyelam di menjangan 7

Saat kedatangan kami cuaca mendung dan sempat hujan dengan curah ringan. Pada saat itu sedang musim ikan, sehingga sepanjang perjalanan kami menemukan sekumpulan lumba-lumba berseliweran. Pemandangan yang cukup menyenangkan. Walaupun sempat hujan rintik-rintik, permukaan air tenang dan jarak pandang didalam air cukup bersih. Sehingga bisa dibilang kesan penyelaman yang saya alami sangat lancar dan nyaman.

Menyelam di Menjangan

Lokasi penyelaman tidak begitu jauh dari pintu gerbang Gapura Ganesha. Beberapa speed boat sudah terlebih dahulu merabat disekitar pintu gerbang pulau Menjangan. Saya melihat banyak turis mancanegara yang menjadi peserta penyelaman. Dan berhubung teman-teman saya kebanyakan hanya ingin bersnorkling saja, jadi saya digabungkan dengan peserta yang ada dikapal tetangga.

Dive master saya bapak Gede, membantu saya mengenakan pakaian menyelam dan menemani saya turun perlahan-lahan menyusuri wall atau dinding yang ada di Menjangan.

Wall nya sangat panjang dan cukup dalam. Karena sertifikasi menyelam saya masih pemula, saya hanya diperbolehkan turun sedalam 18 meter saja. Tapi itupun rasanya sangat menyenangkan.

Dengan kedalaman 18 meter saya sangat puas mengelilingi dinding dan mengamati terumbu karang dan ikan-ikan serta penghuni yang ada disekitar wall tersebut. Dan seperti biasa saya lupa mengatur settingan yang ada dikamera underwater, sehingga tampilan yang saya dapatkan berwarna biru seperti yang ada pada foto dibawah ini. Hiksss.. sedih.

menyelam di menjangan 4

menyelam di menjangan 3

menyelam di menjangan 2

Menikmati keindahan bawah laut Pulau Menjangan

Selain menyelam, kami pun menghabiskan waktu di Pulau Menjangan dengan bersnorkling dan mengambil dokumentasi foto dengan berbagai pose. Guide kami yaitu Dhika, selain menemani kami menyelam dan bersnorkling. Ternyata dia pun sangat ahli memainkan kamera underwater nya.

Jadilah hasil foto-foto selama di Pulau Menjangan semuanya bagus-bagus berkat hasil pengarahan dari beliau. Terima kasih yach Dhika, kamu masih berhutang menemani saya menyelam dilain kesempatan.

Berikut ini beberapa foto yang diambil oleh Dhika, selama kami bersnorking dan menyelam di Menjangan.

menyelam di menjangan 8

menyelam di menjangan 9

menyelam di menjangan 11

Lokasi Wisata Alam di Medan yang Menarik untuk Dikunjungi

Saat mendengar kata Medan, apa yang ada di pikiran kamu? Durian kah? Atau lokasi wisata bersejarah? Ya, Medan memang terkenal sebagai kota penghasil durian terbaik sekaligus kota wisata bersejarah, tetapi ternyata Medan juga memiliki pesona wisata alam yang sayang untuk dilewatkan.

Berikut beberapa lokasi wisata alam di Medan yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata Batu Belah

wisata alam di medan 1

Sumber disini

Wisata alam Batu Belah memiliki nama yang unik. Tempat wisata ini diberi nama oleh masyarakat sekitar sebagai Batu Belah karena untuk mencapai air terjun, para wisatawan harus melalui jalan sempit yang berada di dinding batu. Sekilas jika dilihat akan mirip dengan batu yang terbelah. Air terjun yang ada di kawasan ini sangat segar dan jernih.

Kawasan ini berada di daerah Medan arah Berastagi, tepatnya di kawasan perkemahan bumi Sibolangit. Bagi kamu yang suka berkemah dan berwisata alam, maka lokasi ini sangat cocok untuk destinasi kamu selanjutnya. Lokasi wisata Batu Belah ini juga tidak terlalu jauh dengan air terjun dua warna yang sudah banyak dikenal oleh para wisatawan.

Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna di Medan memiliki pesona wisata alam tersendiri. Keunikan air yang ada di air terjun ini sulit ditemukan di tempat lain. Air yang mengucur deras di kawasan ini memiliki dua warna yang berbeda yaitu hijau dan biru.

Ketinggian air terjun ini mencapai 75 meter. Uniknya, di antara air terjun berwarna biru dengan air terjun yang berwarna hijau, terdapat perbedaan suhu yang cukup terasa. Air terjun yang berwarna biru lebih dingin, sementara air terjun yang berwarna hijau lebih hangat.

Kawasan air terjun dua warna ini juga masih sangat asri. Pepohonan dan batu-batuan yang tertutup lumut hijau di sekitarnya membuat kawasan ini tampak segar, sejuk, dan alami. Satu hal yang perlu diperhatikan jika berkunjung ke kawasan yang berpanorama aduhai ini, yaitu jangan sampai kamu terlena hingga pulang mendekati waktu senja karena jalur yang perlu dilalui untuk pulang cukup sulit jika dilewati pada malam hari.

Gunung Sibayak

Bagi kamu yang ingin melihat keseluruhan pemandangan Kota Medan, kita bisa mencoba berpetualang mendaki Gunung Sibayak. Untuk menuju kawasan ini, diperlukan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dari kota Medan.

Pemandangan matahari tenggelam di puncak gunung ini juga sangat elok, hingga membuat banyak wisatawan rela mendaki di pagi buta agar saat sore mereka dapat menikmati indahnya siluet senja di puncak.

Gunung ini juga memiliki kawah di bagian puncaknya. Dari puncak gunung ini, kita bisa menikmati indahnya keramaian kota Medan dari ketinggian. Panorama yang indah disertai kicauan burung yang merdu dan pepohonan yang menghijau benar-benar membuat kawasan ini layak untuk dikunjungi.

Menginap di Hotel Airy Rooms Medan

Agar teman-teman dapat puas menjelajah wisata alam di Medan dan sekitarnya, kita perlu mencari akomodasi di Medan untuk menginap selama beberapa hari. Airy Rooms menyediakan beragam hotel murah di Medan yang bisa Anda pilih untuk menemani liburan Anda karena fasilitas yang diberikan sangat bagus dan memuaskan.

Di setiap kamar hotel disediakan AC, Televisi layar datar, serta wifi gratis. Selain itu, di setiap kamar mandi tersedia penghangat air dan perlengkapan mandi gratis. Bagi teman yang berminat untuk memesan hotel Airy Rooms di Medan, kalian bisa memesannya dengan mudah melalui tautan ini . Atau pesan melalui aplikasi ponsel ponsel pintar Android/iOS.

wisata alam di medan 2

Airy Rooms Medan

www.airyrooms.com

08041112479 atau 081280700020

Demikian ulasan singkat mengenai pesona alam di Medan dan sekitarnya yang bisa teman-teman kunjungi saat liburan. Ayo Berlibur ke Medan!

Asal-usul Danau Toba: Geologi vs Mitologi

Tulisan ini adalah hasil pengamatan dan penelitian yang dibuat oleh adik saya Ricky Andrian Tampubolon.

Beliau adalah geologis yang pada saat menuliskan tulisan ini sedang menikmati liburan di Sumatera Utara. Ryan sudah pernah menulis di blog saya dan tulisan dia sebelumnya ada disini.

Saking takjubnya dia akan keindahan Danau Toba, akhirnya dia pun tergerak untuk menuliskan asal usul Danau Toba dilihat dari segi Geologi dan Mitologi.

Perayaan HUT RI ke-71 di Danau Toba Sumatera Utara.

Tidak terasa, sebentar lagi Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya ke-71 di Danau Toba. Sepertinya perayaan nanti akan sangat megah.

Demikian kesimpulan yang saya dapat setelah membaca tulisan yang ada di koran. Tapi alangkah sayangnya, ketika saya baru saja berkunjung ke Danau Toba.

Ternyata masih banyak warga sekitar yang belum mengetahui bahwa daerah mereka akan menjadi tempat perayaan hari kemerdekaan.

“Kesedihan” ini juga saya rasakan kalau kita sebagai warga Indonesia, tidak mengenal kekayaan alam luar biasa yang kita punya di tanah air kita sendiri, yaitu Danau Toba.

Danau Toba dan Keindahannya.

Luar biasa sekali sebenarnya pemandangannya, dan begitu pula kisah di baliknya.

Ketika saya berdiri di tepi Danau Toba, saya mencoba meyakinkan diri saya sendiri bahwa hamparan air di depan saya itu bukan laut, melainkan danau.

Sungguh penuh khidmat sekali rasanya memandangnya, berpikir lagi  mengenai keberadaan saya sendiri di bumi ini, siapa manusia.

Dan menyadari betapa kecilnya ternyata saya di antara bukit-bukit yang mengapit danau yang luas ini.

Hari pun senja, saatnya saya kembali ke kamar dan tidur dengan lelap.

danau toba 1

Source : Dokumentasi pribadi

Dari Danau Toba ke Tambora.

Saya kembalikan angan ke masa lalu, saya mengingat betapa pentingnya Indonesia dalam perubahan tatanan kehidupan di bumi.

Contohnya saja, pergerakan tektonik lempeng Australia menghantam Asia sampai bisa ke posisinya sekarang.

Dimana Indonesia, 3 juta tahun yang lalu tertutup sirkulasi air laut (Western Pacific Warm Pool) dan kemudian berubah arah ke utara, daerah Jepang.

Lalu apa yang terjadi? Global climate change dan aridifikasi (pengurangan curah hujan) di Africa, dan mendorong migrasi manusia sebelum kita keluar dari Africa.

Belum lagi, letusan Gunung Tambora tahun 1816, membuat tahun tanpa musim panas, bahkan di Eropa dan Amerika, menyebabkan gagal panen besar-besaran dan kelaparan di mana-mana.

Maria Shelley menulis “Frankenstein”, tokoh horror, di masa-masa suram tersebut.

Danau Toba dari segi geologi.

Diantara dua kisah itu, adalah letusan Toba yang sangat dahsyat, ketika 74.000 tahun yang lalu  28.000 km3 magma keluar menandakan erupsi terbesar di periode Kuarter1 (± 2.5 juta tahun yang lalu).

Populasi manusia mengalami “bottleneck”, diperkirakan hanya sekitar 10.000 orang yang bertahan di Bumi, dan mereka adalah manusia yang tinggal equator Afrika2.

Sulfur dalam jumlah yang besar keluar dan menutupi atmosfer, dan 6 tahun lamanya terjadi “volcanic winter”, dan kemudian diikuti 1000 tahun lamanya “ice age”2.

Semua flora dan fauna di Sumatera Utara mengalami kepunahan  massal karena tertutup ignimbrite (produk vulkanisme), dan begitu pula kepunahan parsial di SE Asia1.

Kalau kita melihat dari kejauhan, terdapat kumpulan gunung-gunung berjejer di tepi barat Pulau Sumatra.

Mereka disebut sebagai Bukit Barisan, membuat bentukan Pulau Sumatra tidak simetris. Ini adalah hasil dari tunjaman lempeng India-Australia di bawah Lempeng Asia.

Itu sebabnya sepanjang zona ini terdapat banyak sesar-sesar aktif dan gempa-gempa sampai sekarang. Di daerah Sumatra, kumpulan bukit ini disebut sebagai “Batak Tumor”.

Bentuknya seperti tumor ini sebenarnya adalah gumpalan magma silika dalam jumlah yang besar berkumpul dalam waktu yang sangat lama.

Sekitar 1.2 juta tahun yang lalu dan kemudian meletus atau dimuntahkan dalam jumlah yang dahsyat dan waktu yang singkat pada 74.000 tahun yang lalu.

Sekarang, Danau Toba adalah danau volkanik terbesar di dunia dengan ukuran 75×30 km.

danau toba 2

Sumber : disini 

Setelah letusan yang dahsyat itu, kaldera yang terisolasi oleh tebing-tebing yang curam.

Terisi oleh air hujan dengan kecepatan 750 mm/tahun, juga adanya lapisan-lapisan akuifer dan surface runoff membuat Danau Toba terisi seperti sekarang1.

danau toba 3

Source : Chesner (2011)

Bagaimana dengan Pulau Samosir?

Bayangkan saja, sekitar 33.000 tahun yang lalu Pulau Samosir tersebut masih di bawah level danau1, artinya tidak ada pulau sama sekali.

Lalu dengan pengangkatan 1.8 cm/tahun, Pulau Samosir yang dulunya di bawah danau, lalu terangkat secara perlahan-lahan ke atas sampai sekarang karena tunjaman lempeng.

Proses yang sama yang membuat Bukit Barisan seperti sekarang.

Kalau dipikir-pikir, 1.8 cm mungkin adalah jumlah yang kecil bagi manusia, tapi kalau angka tersebut dikalikan dengan puluhan ribu tahun.

Maka dia akan bisa menjadi sangat besar, ya seperti Pulau Samosir yang kita lihat sekarang.

danau toba 4

Source : Chesner (2011)

Mitologi Danau Toba

Saya kembali teringat ketika masih kecil, saya sering didongengkan mitologi tentang terbentuknya danau toba.

Ya, tentang seorang petani sederhana bernama Toba yang menangkap ikan, yang ternyata menjelma menjadi wanita cantik.

Singkat cerita, Toba menikahi wanita cantik ini dengan syarat tidak akan membocorkan rahasia bahwa istrinya adalah berasal dari ikan.

Syarat tersebut pun diiyakan oleh Toba dan mereka memiliki anak yang bernama Samosir.

Suatu waktu Toba mendapati Samosir menyantap lauk dengan rakus, dan Toba pun memarahi Samosir dan mengatakan dia adalah anak ikan.

Perkataan tersebut membuat Toba mengingkari janjinya di awal. Dan kemudian datanglah hujan begitu deras menerpa, dan menjadi banjir hingga menjadi Danau Toba.

Samosir, karena menuruti kata ibunya untuk mencari tempat yang tinggi, akhirnya selamat, dan kemudian menjadi Pulau Samosir.

Sekilas ini merupakan suatu cerita singkat yang menarik dan tentu ada pembelajaran yang bisa kita ambil, apalagi bagi anak-anak.

Bukan hanya ini saja, kita sudah begitu banyak mendengar mitologi tentang terjadinya suatu daerah.

Seperti amarah Sangkuriang yang membentuk Tangkuban Perahu, atau legenda Timun Mas di Jawa Timur, dan betapa banyak lagi.

Leluhur yang menulis cerita ini, dan kemudian menceritakannya ke generasi berikutnya, mungkin tidak mengerti rumitnya proses-proses alam yang terjadi.

Tetapi kita, dengan pengetahuan yang lebih maju dapat mengerti lewat ilmuwan-ilmuwan.

Yang telah menghabiskan banyak waktunya untuk dapat sampai ke pemahaman seperti ini, dan semestinya harus dapat diteruskan pula ke generasi berikutnya.

Harapan untuk Danau Toba saat Ini.

Lantas, apakah kita lebih baik dari leluhur kita? Mungkin kita bisa menjawab “iya” kalau kita dapat menjaga Danau Toba bersih .

Supaya lebih banyak orang yang dapat menikmati keindahannya, seperti leluhur kita yang meneruskan cerita dongeng tersebut.

Kalau Danau Toba tidak kita dapati bersih dan nyaman, siapa orang yang tertarik mendengar cerita itu?

Mungkin cerita itu akan tersimpan di rak-rak berdebu dan kemudian terlupakan.

Dan tentu bukan rahasia lagi, betapa Danau Toba mengalami pergumulan untuk mencapai kelestarian alaminya.

Bukan karena kerusakan alam, tetapi karena manusianya!

Padahal, danau tersebut dulu adalah gunung, Pulau Samosir dulu hanya terendam oleh danau. Puluhan ribu tahun lamanya,letusan dahsyat.

Kemudian terisi oleh air dan terangkat sampai akhinya seperti sekarang.

Leluhur kita (mungkin ribuan tahun sebelumnya), menikmatinya, hidup di sekitarnya.

Membuat kerajinan di sekitarnya berpuisi tentangnya, dan kemudian berdongeng dan menceritakan untuk anak-anak mereka.

Lalu kita, merusaknya.

Mari kita introspeksi diri bersama-sama. Semoga tahun ini menjadi suatu harapan baru untuk Danau Toba

Lestari kembali.

Selamat Hari Kemerdekaan.

Semoga dengan penjabaran mengenai Asal Usul Danau Toba Geologi vs Mitologi menambah wawasan dan kecintaan kita akan negeri kita Indonesia.

 

Sumber :

1Chesner, C.A., The Toba Caldera Complex, Quaternary International (2011), doi:10.1016/j.quaint.2011.09.025

2 http://www.bradshawfoundation.com/stanley_ambrose.php

 

Pertunjukan Seni

Pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi pada saat berkunjung kesuatu tempat

Pada saat berkunjung kesuatu tempat, selain melihat budaya, suasana dan kehidupan suatu kota. Saya berusaha menyempatkan diri untuk melihat pertunjukan seni yang menjadi kekhasan ditempat tersebut. Walaupun tidak begitu banyak pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi, tapi rasa-rasanya pertunjukan seni yang ada dibawah ini cukup membuat saya terkagum-kagum.

Pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi antara lain:

1. Tari Kecak di Pura Uluwatu.

pertunjukan seni tari kecak di pura uluwatu

 

Pertunjukan tari kecak sebenarnya dapat kita lihat dibeberapa tempat di Bali. Tapi waktu itu saya kepengen bangat lihat pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu. Sewaktu saya dan teman-teman kesini pada tahun 2011 kisaran harga pertunjukan saat ini seharga Rp. 90.000,- Kalau sekarang saya lihat di website harganya dikisaran Rp. 120.000 –

Kesan yang saya dapat selama melihat pertunjukan tari kecak adalah merinding dan takjub. Karena pertunjukan yang ada disini kesan mistisnya kental bangat, dengan iringan musik dan ritme gerakan yang sangat kompak dari penari, warna kostum dan juga suasana sunset yang pas bangat menambah kesan fenomenal buat saya.

Tari kecak sendiri bercerita mengenai kisah pewayangan Ramayana dan Shinta, dimana semua orang pasti sudah hafal dengan isi cerita dan tokoh pewayanganyang sangat melegenda ini. Hanya ketika dipertunjukan disini, semua pemain yang ada sangat klop satu sama lain. Tokoh yang paling berkesan buat saya adalah Hanuman, gerakannya lincah bangat dan  tingkahnya yang kolokan dan urakan membuat kesan yang ada menjadi lebih hidup.

Karena pertunjukan dimulai jam 18:00 WITA, dimana matahari mulai tenggelam dan pemandangan sunset itu pas bangat didepan matanya kita, membuat kesan mistis menjadi lebih kerasa. Disini tidak ada pencahayaan listrik yang ada cuma sinar matahari yang akan turun dari peraduan dan kemudian ketika gelap baru obor disekeliling arena dinyalakan.

 

pertunjukan seni tari bali bersama rama dan shinta

Bersama Rama dan Shinta

2. Tari Barong.

 

pertunjukan-seni-tari-barong-bali

 

Pertunjukan tari Barong Batu Bulan dimulai jam 09:30 – 10:30 yang mana terdiri atas 5 babak dan diiringi oleh gamelan. Dipertunjukan ini banyak menampilkan simbol-simbol seperti burung merak, harimau, babi hutan, barong yang mana semua simbol tersebut berusaha menceritakan arti kebaikan dan kejahatan.

Waktu itu rasanya seharian saya estafel mengikuti pertunjukan tari selama di Bali, siangnya menonton tari Barong dan malamnya menyaksikan tari kecak. Dan saya puas bangat melihat keindahan budaya yang ada di Bali melalui pertunjukan tari.

 

pertunjukan seni tari barong di batu bulan bali

 

3. Pertunjukan Kung Fu di Red Theater Beijing.

 

pertunjukan seni kung fu di red theater beijingGedung Red Theater dari luar.

 

Pertunjukan kung fu di red theater Beijing adalah pertunjukan yang menggabungkan seni bela diri kung fu, tari dan akrobat yang mana bercerita tentang perjuangan seorang anak muda menggapai mimpinya untuk menjadi master kung fu.

Semua adegan diceritakan dengan gerakan dan instrumentasi yang sangat apik. Perjuangan anak muda ini sangat mengharukan dan penuh tetesan air mata karena untuk mencapai cita-citanya tidak dengan mudah didapatkan tetapi ada harga yang harus dibayar.

Gedung pertunjukan yang ada disini dari luar sangat mewah dengan lampu merah membuat gedung ini sangat meriah. Pertunjukan Kung Fu diadakan setiap hari pada jam 17:15~18:20; 19:30~20:50 dengan tiket sebesar CNY180/280/380/680.

 

pertunjukan seni di red theater beijing

Suasana didalam gedung Red Theatre.

 

pertunjukan seni di red theater beijing

Berpose dengan latar belakang para pemain kung fu.

 

4. Nanta Show.

 

pertunjukan seni nanto cooking show di seoul

Nanta Show adalah pertunjukan tari yang menggambarkan situasi dapur pada saat mempersiapkan suatu perjamuan pesta pernikahan pembesar. Dimana kondisi dapur sangat sibuk dan para koki memperagakan kesibukan mereka memotong-motong sayuran dan bahan makanan dengan teknik yang luar biasa.

Para pemain dan penari yang berperan sebagai koki memperagakan adegan kekacauan didapur sangat lincah dan energik. Dengan adegan yang lucu dan penuh kekonyolan membuat pertunjukan Nanta Show sangat dicari dan menjadi agenda beberapa tour and travel kalau sedang berada di Korea Selatan. Saya melihat peluh keringat mereka disepanjang acara. Dan kadang pemain juga melibatkan penonton dengan mengajak keatas dan melakukan adegan lucu. Sehingga interaksi antara pemain dan penonton sangat interaktif dan hidup.

Di Korea Selatan sendiri terdapat beberapa tempat yang menampilkan pertunjukan Nanta Show antara lain MyeongDong Nanta Theater, Hongdae Nanta Theater, Chungjeongno Nanta Theater, Jeju Nanta Theater. Di Indonesia sendiri pertunjukan ini pernah beberapa kali diadakan dan terakhir yang saya tau tahun lalu diadakan di ICE BSD.

pertunjukan seni nanta show 2

Panggung Nanta Show

 

pertunjukan seni nanta show 3

Panggung Nanta Show

Demikian beberapa pertunjukan seni yang pernah saya kunjungi selama saya berkunjung kebeberapa tempat.