Pantai Lombang Sumenep

pantai lombang sumenep 1

Tulisan mengenai Pantai Lombang Sumenep pernah saya tulis dihalaman sebelumnya. Tetapi berhubung blog saya sudah mengalami beberapa kali gonta-ganti hosting jadinya beberapa tulisan dan foto ada yang hilang. Oleh karena itu mau tidak mau saya harus menulis ulang dan memperbaiki serta melengkapi beberapa kalimat.

Perjalanan kami ke Pantai Lombang Sumenep tepatnya di bulan Maret 2015. Dimana pada saat itu kami penasaran dengan Pulau Madura dan pengen mengeksplore keindahan yang ada dipulau ini. Walaupun tidak begitu banyak orang yang menceritakan kecantikan pulau ini, rasanya kami tidak merasa rugi telah sampai kesini.

Bonus tambahan yang kami dapatkan adalah kami bertemu dengan sahabat yang sebelumnya kami tidak pernah tau dan kenal. Hanya melalui seorang teman yang mana saat itu kami pengen menanya-nanya apa aja sich tempat yang bagus untuk dikunjungi selama di Pulau Madura. Yang ada dari percakapan tersebut beliau justru menawarkan tempat tinggalnya untuk kami tumpangi.

Setiba di rumahnya yang ada kami disuguhi makanan dan kendaraan untuk kami berkeliling selama disana. Hehehe, tuan rumah yang kami temui ini benar-benar amat baik. Terima kasih untuk mas Dayat dan mbak Dora untuk kebaikan hati kalian telah menerima kami di rumah kalian.

 

pantai lombang sumenep 2

 

Pantai Lombang terletak di kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, kira-kira jaraknya 30 km arah Timur kota Sumenep dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jalan raya menuju pantai ini lumayan bagus. Sebagian besar sudah diaspal dan lebar jalan cukup besar. Hanya ketika menuju Pantai Lombang Sumenep, kami mulai menemukan jalan berlubang-lubang.

Dikarenakan kami datang ke Pulau Madura bukan di musim liburan sehingga pengunjung yang datang kesini tidak banyak. Mungkin hanya kami dan anak-anak sekolah yang sedang mengadakan tour.

Untuk ke pantai ini hanya membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.500,- per-orang dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Murah bangat dong yach? Sepanjang pantai kita dapat menemukan pohon cemara udang dan tidak seperti pantai pada umumnya dipenuhi pohon kelapa, rasanya saya jarang melihat pantai yang mana hidup pohon cemara udangnya.

Keberadaan pohon cemara udang membuat sejuk pantai ini karena cuaca disekitar pantai ini sangat terik. Sambil menikmati pemandangan kita bisa berteduh dibawah pohon.

pantai lombang sumenep 7

Pantai Lombang

Pantainya bersih, pasirnya kuning dan halus membentang sepanjang bibir pantai. Ombaknya tenang dan pihak pengelola pantai ini cukup bagus mengelolah kebersihan pantai.

 

pantai lombang sumenep 3

Pantai Lombang

Disepanjang pantai sudah diatur dengan rapi warung atau kios-kios jajanan juga toilet serta mushola. Hanya yang menurut saya yang kurang adalah wahana bermain untuk anak-anaknya tidak banyak. Yang saya lihat hanya ada penyewaan kuda jika kita mau berjalan-jalan mengitari pantai dengan biaya Rp. 30.000,-

pantai lombang sumenep 6

Cemara Udang

pantai lombang sumenep 4

Karena sepi dengan pengunjung tidak banyak yang menyewa kuda.

Kalau menurut penjual yang menjajakan makanan yang ada disini, jika libur sekolahan ataupun weekend pengunjung yang datang bisa membludak. Jadi kalau boleh saya bilang, rasanya kami cukup beruntung karena pada saat kami datang kesini pantai nya sepi dan cuacapun sangat baik.

Hanya entah kenapa kami tidak bermain air disini, padahal ombak nya tenang dan pasirnya sangat halus. Saya cukup puas berjalan mengitari pantai sambil mengambil foto ekspresi anak-anak yang saat itu sedang bermain di pinggir pantai.

pantai lombang sumenep 5

Teman saya dan anaknya sedang asyik bermain-main diatas kuda.

Tulisan mengenai Pantai Lombang Sumenep membuat saya kangen bertemu mas Dayat, mbak Dora beserta keluarganya. Begitu juga dengan teman seperjalanan saya saat itu. Moment yang menurut saya cukup indah dan rasanya saya pengen kembali ke Pulau ini lagi, mengunjungi air terjun yang belum kesampaian kami singgahi.

Mie Kangkung

Dingin-dingin begini didepan komputer rasanya otak saya ikutan beku. Sampai tidak tau harus melakukan apa, pengennya cuma nyemil dan ngunyah sesuatu. Asal jangan orang aja yang dicemilin. Tiba-tiba keingat mie kangkung yang pernah saya makan sewaktu berjelajah dengan teman-teman Jakarta Good Guide ketika berwisata mengitari kawasan china town.

mie kangkung 1

 

Ini dia tampilan mie kangkungnya. Menggoda tidak? Saya ngelihatin foto nya berasa sudah kenyang aja #boongbangat. Sambil nyemilin ayam bakar karena nyari mie kangkung sekitaran kantor nga ada.

Yang mana mie kangkung ini terdiri dari mie kuning ukuran sedang, kangkung tentunya, udang, daging dan kaldu yang sangat kental dengan rasa ebi. sruppp tiba-tiba air liur menetes. Yang buat lebih nikmat yaitu ketika menambahkan jeruk nipis dan sambal seperlunya.

Jadi ceritanya saya ikutan wisata china town yang diadakan oleh Jakarta Good Guide, kita ketemuan di Candra Naya. Pesertanya saat itu ada 6 orang tambah 1 orang cowok ganteng bernama mas Farid sebagai guide dan satu-satunya pria diantara kami. Harusnya cerita mengenai wisata china town sudah saya siapkan tapi entah kenapa belum dipublish juga. Jadi akan saya ceritakan dihalaman yang berbeda. Karena dihalaman ini saya beneran pengen ngomongin tentang mie kangkung.

Saya beneran suka berkeliling berwisata disekitaran Jakarta, untuk area china town dan old town rasanya sudah berkali-kali saya kelilingi hanya saja kalau perginya barengan dan ada yang memberi pengarahan rasanya lebih seru saja. Makanya ketika tau ada acara seperti ini saya langsung ikutan mendaftar. Dan saya tau Jakarta Good Guide itu dari blogger kondang si Males Mandi, Dita. Dan sejak itu saya jadi ketagihan dan nanyain terus jadwalnya Jakarta Good Guide yang mana bisa disesuiakan dengan waktu kosongnya saya.

Jadi kalau pas waktu nya langsung saya oke-in dan berangkat lah saya sendirian dari rumah. Setibanya disana nantinya pasti bertemu dengan teman-teman baru dan menikmati wisata yang kami pilih. Setelah menyelesaikan seluruh rute perjalanan, mas Farid meninggalkan rombongan dan memberi kesempatan untuk kami memilih mau makan dimana yang kami mau tanpa kehadiran beliau.

Karena kita orangnya nga mau rugi, akhirnya kami pun singgah dibeberapa tempat untuk nyicipin makanan dimana makan semangkok atau sepiring bisa berdua atau bertiga. Romantis kan yach, padahal kenal aja nga? Baru tau orangnya disana dan habis itu kalau sekarang saya ditanya namanya sekarang sudah rada lupa, maaf yach teman-teman bukan bermaksud yang gimana-gimana tapi emang ini memory harus diupgrade.

Jadi pada saat melewati area china town yaitu seputaran Candra Naya – Pecenongan – Gang Glory kita sudah ngetag-in makanan mana yang kira-kira akan kami kunjungi setelah selesai tour. Jeany memilih mencoba makanan yang ada di Tak kie, saya karena sudah beberapa kali makan di Tak Kie kepengen rasain laksa di lao hoe, sedangkan teman-teman yang lain yang kebetulan berhijab rada ragu-ragu kalau makanan yang kami sebut tadi itu tidak halal. Jadi atas saran mas Farid akhirnya pilihan pun jatuh ke tempat makanan mie kangkung yang ada disini.

 

mie kangkung 2

 

Tepatnya dipertigaan jalan paling ujung setelah gang glorya. Dan sebenarnya ini tempat biasa bangat dan sangat gampang ditemukan. Dan makanan yang disajikan bukan hanya mie kangkung tapi juga soto ayam, kari ayam, sate, siomay dan makanan kecil lainnya. Tapi dari semua pilihan emang yang paling menarik buat kita itu mie kangkung. Porsinya banyak dan isinya komplit. Mie kangkung yang ada diatas itu porsinya sudah dibagi 2 jadi bisa dibayangkan kalau porsi full nya sebanyak apa. Mungkin karena kuahnya yang kental dan berkaldu sehingga rasanya jadi sangat menyenangkan.

Dan saya lupa harga satu porsinya berapaan. Saya masih punya keinginan untuk balik lagi dan mencicipi mie kangkung ini. Kira-kira ada yang mau ikutan nga yach? Atau ada yang mau berbagi referensi mie kangkung enak yang ada di Jakarta? Kalau nga, adakah yang mau berbagi resep bagaimana membuat mie kangkung, kalau ada saya mau dong dibagi resepnya. Hehehe..

mie kangkung 3

Rombongan saya ketika berwisata china town yang dibawa oleh mas Farid dari Jakarta Good Guide.

Rumah Ramah Lingkungan

rumah ramah lingkungan 1

 

Weekend kemaren saya dan sahabat saya Nik, menghabiskan waktu dengan Komunitas Sahabat Bumi dan Jakarta Good Guide. Karena hari nya di waktu yang berbeda dan bahasannya agak panjang jadi saya pecah menjadi 2 bagian. Bagian pertama saya akan membahas mengenai Rumah Ramah Lingkungan yang mana pemilik rumah merupakan salah satu pengurus dari Komunitas Sahabat Bumi.

Rumah Ramah Lingkungan

 

Rumah ramah lingkungan yang kemaren kami kunjungi adalah rumah milik pasangan Andoko Aribowo dan Sherly Novita yang mana berada dikawasan Cibubur. Terima kasih mas Ari dan mbak Sherly atas kebaikan hati kalian, sehingga kami dapat masuk dan melihat-lihat isi rumah mereka. Banyak hal yang saya pelajari dari mereka dan rumah ini benar-benar sangat inspiratif sekali menurut saya. Keberadaan rumah ini secara tidak langsung bercerita bagaimana besarnya kepedulian pemilik rumah akan lingkungan dan itu semua diterapkan didalam rumah ini.

Karena pemilik rumah pada saat kami datang, lagi ada keperluan jadi kami pun disambut oleh pendiri dan pengurus Komunitas Sahabat Bumi yaitu mbak Wulan Sary dan mbak Ika Roseliyana. Mereka pun menjelaskan kepada saya dan Nik mengenai latar belakang terbentuknya Komunitas Sahabat Bumi dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan. Kalau mbak Wulan banyak bercerita mengenai sampah, sedangkan mbak Ika banyak menjelaskan mengenai air dan listrik. (Kalau ada yang salah atau kurang-kurang informasinya tolong dikoreksi yach mbak) 🙂

Latar belakang terbentuk nya komunitas ini adalah adanya keprihatinan, kecemasan dan kegelisahan sekelompok orang akan kondisi alam saat ini. Dimana khususnya Indonesia yang amat sangat kecil kepedulian akan pelestarian lingkungan baik itu mengenai pencemaran lingkungan berupa limbah sampah. Kemudian kondisi air, yang mana jika musim panas terjadi kekeringan dan di musim penghujan tidak pernah absen akan banjir. Serta kebutuhan listrik yang selalu tidak seimbang dengan ketersediaan PLN.

Membuat mereka akhirnya harus ambil tindakan dengan membentuk komunitas sahabat bumi. Untuk melihat lebih detail mengenai aktivitas mereka dapat mengunjungi Komunitas Sahabat Bumi.

Kenapa menggunakan nama sahabat bumi, karena mereka ingin berkontribusi untuk melakukan sesuatu bagi bumi. Jika menggunakan kata sahabat, selayaknya sahabat yang sesungguhnya pasti ada perasaan kind, love dan care. Bukti cinta bagaimana memperlakukan bumi dengan baik, yaitu dengan adanya rasa peduli dan lama-lama timbul rasa sayang, semua itu terjadi dengan cara mengenal bumi itu sendiri terlebih dahulu. Memiliki pengenalan yang baik mengenai bumi serta kondisi yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu salah satu agenda utama dari Komunitas Sahabat Bumi adalah memberi informasi dan pengenalan lebih dini kepada anak-anak dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Memperdayakan masyarakat untuk memisahkan sampah dan cara mendaur ulang sampah sehingga menghasilkan suatu kerajinan tangan yang berkualitas sehingga dapat dijual dipasaran dan menjadi komoditi yang dapat dibanggakan.

Hal yang berkaitan dengan Komunitas Sahabat Bumi itu terdiri dari 3 hal yaitu Sampah, Air dan Listrik.

Sampah.

Bagaimana cara mengelolah Sampah yaitu memisahkan sampah Organik dan Non Organik.

1. Sampah Non Organik

Sampah organik mereka kumpulkan di Bank Sampah. Jadi menurut mbak Wulan, sampah-sampah yang terkumpul dari nasabah sampah, mereka ambil ke rumah tiap-tiap nasabah. Dimana ada jadwal rutin berdasarkan area dan lokasi. Semisalnya hari senin khusus area Kota Wisata, hari selasa Cibubur Juction dan sekitarnya, demikian hari rabu dan hari-hari selanjutnya.

Dan jika memang jadwalnya hari senin di Kota Wisata, nasabah yang ada disekitar Kota Wisata terlebih dahulu menghubungi mbak Wulan untuk mengkonfirmasi bahwa di rumahnya sudah terkumpul banyak sampah dan siap untuk didatangi dan mengambil sampah yang dimaksud. Ini cukup membantu mbak Wulan agar tidak sia-sia datang ke rumah nasabah yang ternyata sampahnya belum banyak.

Sampah yang telah dikumpulkan dari nasabah sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk dan kerajinan tangan yang nantinya dapat dijual. Beberapa produk yang telah dihasilkan dari bank sampah tersebut dapat dilihat disini.

2. Sampah Organik.

Sampah organik berupa daun, sisa potongan sayur dan buah yang biasa kita pergunakan dimasukkan kedalam kotak Fermentasi Limbah Rumah Tangga atau FELITA. Yang mana nantinya sisa sampah organik dapat menghasilkan kompos dan pupuk cair. Mbak Wulan sempat mengajarkan kepada kami bagaimana cara mengolah sampah organik sendiri yang mana dapat kita praktekkan dirumah masing-masing. Kotak FELITA dapat dibeli dengan menghubungi mbak Wulan di nomor telephone 081905937788.

Saya sudah membeli kotak FELITA dan tadi pagi langsung saya praktekan. Kotak tersebut bentuknya seperti kotak plastik besar dengan corong keran dibawah tetapi didalamnya terdapat dinding pemisah berlubang-lubang untuk memisahkan bahan material dan cairan hasil penguraian sampat tersebut. Dan satu paket dengan kotak FELITA juga ada bakteri yang nantinya bekerja sebagai pengurai yang mana mengubah sampah menjadi pupuk kompos.

Karena baru tadi pagi saya praktekan jadi saya mesti nunggu 2 minggu lagi agar bakteri tersebut bekerja dan jadilah kompos. Kalau berhasil akan saya bagikan disini mengenai cara dan tahapannya.

Air

Dirumah yang kami kunjungi ini sudah mempraktekan bagaimana caranya memanfaatkan dan memaksimalkan air dengan baik. Yaitu dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan membuat sumur resapan dan biopori. Di rumah ini terdapat 5 titik sumur resapan dan lebih dari 80 titik biopori dihalaman rumah mereka.

Dengan bahasa yang lebih sederhana adalah dengan adanya sumur resapan dan biopori tersebut membuat air hujan yang jatuh dari langit tidak langsung kebuang ke saluran kota. Melainkan diserap dan ditampung lebih lama, kemudian disaring dan dapat digunakan kembali. Sumur resapan berfungsi sebagai area penampungan sedangkan dengan adanya biopori kita mengundang biota-biota yang ada didalam tanah untuk tinggal dan membuat rongga-rongga.

Dengan adanya rongga-rongga hasil pekerjaan hewan yang ada didalm tanah membuat daya tampung tanah untuk menyerap air tinggi. Jika daya serap air lebih tinggi, cadangan air bersih lebih banyak dan kebutuhan akan air bersih terpenuhi walaupun dimusim kering sekalipun. Serta dapat mengurangi resiko banjir akibat meluapnya air hujan.

Listrik

Untuk materi listrik saya tidak terlalu bisa menguraikannya disini karena saya sendiri tidak begitu paham. Mbak Ika mencoba membantu kami untuk mengerti dengan menjelaskan cara kerja solar panel dan kincir angin sampai harus naik keatas atap. Ternyata cukup menguras energi untuk naik keatas atap dan melihat langsung peletakan solar panel dan kincir angin.

Menurut penuturan mbak Wulan dan mba Ika, pemilik rumah sudah dapat memproduksi listrik sendiri. Kelebihan supply listrik sudah dijual ke PLN. Pada saat saya datang, kincir angin nya sama sekali tidak bergerak dikarenakan kapasitas baterainya sudah penuh. Dan kincir angin akan kembali bergerak jika kapasitas baterai menipis atau berkurang.

 

rumah ramah lingkungan 2

Tampak Belakang Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita.

 

rumah ramah lingkungan 3

Dari ruang duduk keluarga kita dapat langsung melihat halaman. Yang hijau-hijau begini rasanya adem bangat.

 

rumah ramah lingkungan 5

Pada saat kami hendak naik keatas atap, saya mengambil foto situasi ruang tamu dari lantai atas.

 

rumah ramah lingkungan 6

Ini dia tampilan solar panel. (Informasi bagi yang belum pernah melihat wujud solar panel) :-). Saya lupa menghitung ada berapa panel yang ada disini.

 

rumah ramah lingkungan 4

Kincir Angin

 

rumah ramah lingkungan 7

Halaman Rumah, dari atas kelihatan beberapa lubang biopori dan sumur resapan.

 

rumah ramah lingkungan 8

Spot dibelakang rumah, ini juga merupakan salah satu lokasi penempatan sumur resapan.

 

rumah ramah lingkungan 9

Sumur resapan yang dikamuflase dengan adanya pot tanaman. Dirumah ini terdapat 5 titik.

 

rumah ramah lingkungan 10

Hijau sekali halaman rumahnya. Saya sangat betah untuk berlama-lama disini, sampai rasanya ogah bangat untuk pulang.

Pengalaman yang amat sangat berharga yang saya habiskan di Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita. Jangan bosan yach mas dan mbak kalau kita datang berkunjung lagi (ngarep bangat untuk datang kesini lagi). Semoga dengan keberadaan rumah ramah lingkungan menjadikan inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain untuk mempertimbangkan aspek eco dan green house dirumah masing-masing dan dengan cara sendiri.

Angel’s Billabong

angel billabong 3

Melanjutkan perjalanan di Nusa Penida, tidak berapa jauh dari Pasih Uug atau Broken Beach, kita akan menemukan satu lokasi yang cukup menarik yaitu Angel’s Billabong. Kenapa disebut Angel’s Billabong, konon Billabong itu sendiri diambil dari bahasa inggris yang artinya ujung. Dimana sesungguhnya lokasi ini merupakan muara dari sungai yang ada Nusa Penida.

 

angel billabong 13

 

Hanya berjarak beberapa ratus meter dari Pasih Uug, melewati batu-batu karang yang tajam dan saya sempat menemukan beberapa kaktus tumbuh diarea ini. Sampailah kami diujung area muara suangi yang mana permukaan airnya tenang dan jernih dengan cekukan yang membentuk kolam-kolam kecil didalamnya.

Airnya sangat jernih dan bening sehingga kita dapat melihat sampai tembus kedasar sungai. Untuk dapat menikmati beningnya air disini, beberapa teman saya rela menuruni bukit yang terjal kebawah. Dengan batu-batu karang yang tajam-tajam. Dimana untuk turun sangat curam dan harus lebih berhati-hati agar kulit tidak lecet jika sedikit saja kesenggol dengan batu-batu yang ada.

 

angel billabong 4

 

angel billabong 14

 

angel billabong 11

 

angel billabong 8

 

Dan yang unik menurut saya adalah aliran air yang ada disini langsung bertemu dengan laut lepas. Dengan deru ombak yang sangat kencang menghamtam batu-batu yang ada ditepi sungai. Seberapa pun kencangnya ombak yang mendera, air sungai yang ada dibagian cerukan ini tetap lah tenang. Seperti tidak terganggu dengan kerasnya angin dan hantaman ombak.

Adik saya Samuel, begitu sangat penasarannya untuk melihat apa yang ada diujung sana. Melihat dia sampe paling dulu disana, oleh pemandu kami langsung diteriak-teriakin untuk menjauh. Karena jika terlalu dekat dengan tebing yang ada diujung sana, bisa tergelincir kebawa ombak dan langsung menuju lautan lepas.

Untuk menuju lokasi tersebut agak sulit karena posisinya agak terpencil, jadi ada baiknya minta panduan warga lokal untuk menemukan area ini. Dan dijamin pesona keindahan Angel’s Billabong akan membuat setiap pengunjung yang datang tidak akan menyesal.

 

angel billabong 12

 

angel billabong 10

 

angel billabong 9

 

Double Tree By Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro

Perayaan Ulang Tahun kali ini, saya dan sahabat saya Nik dan Sarah merayakannya di sebuah hotel yang ada di Jakarta, yaitu Double Tree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro.double tree by hilton hotel jakarta diponegoro 1
Tampak Depan Double Tree by Hilton Hotel Jakarta Diponegoro

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro 1b

Welcome to Double Tree by Hilton Hotel Jakarta Diponegoro

 

doble tree by hilton hotel jakarta diponegoro 1

Tampak Depan Double Tree by Hilton Hotel Jakarta Diponegoro dimalam hari.

Double Tree by Hilton Jakarta – Diponegoro

Alamat:

Jalan Pegangsaan Timur No. 17 Cikini, Jakarta 10310, indonesia.
No. Telephone : (021) 31904433
No Fax : (021) 31924877

Apa saja sich yang kami lakukan selama berada di hotel ini? Tak lain dan tak bukan stay dikamar seharian penuh, hehehe..Rencana sich sebenarnya banyak bangat tapi entah kenapa sesampainya di kamar kami males bangat buat keluar.

Baru masuk dipelataran halaman yang menuju drop off saja saya sudah merasa hommie bangat *lebay. Karena baru masuk saja kami sudah dilayani dan diservice oleh pegawai hotel yang ramah-ramah. Setelah proses check in kami pun langsung masuk kamar dan mengamat-amati apa saja fasilitas yang disediakan di kamar hotel.

 

doble tree by hilton hotel jakarta diponegoro 3 b

Lobby Double Tree by Hilton Hotel Jakarta Diponegoro

 

doble tree by hilton hotel jakarta diponegoro 3 d

Lobby Double Tree by Hilton Hotel Jakarta Diponegoro

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro 3 c

Ruang Makan

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro 3 a

Restaurant

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro 3

 

Kondisi Kamar

Yang pasti ukuran kamarnya tidak lah kecil (biasa nginap dihostel, jadi rada kagok ketika masuk ke hotel bintang empat). Dengan air conditioner yang amat sangat dingin, sofa bed, TV Cable, kamar mandi yang nyaman beserta air panasnya. Dan yang paling special adalah view kolam renang yang bagus yang tersedia khusus bagi member HHonors.

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro pool view 1

View Kolam Renang dari kamar kami

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro pool night view

Situasi Kolam Renang di malam hari

 

Sekali lagi, saya mau ngucapain terima kasih buat sahabat saya Sarah, berkat beliau nich kita bisa berkunjung kemari dan menikmati semua fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel. Kecuali breakfast, kali ini kami memang sengaja memilih kamar tanpa breakfast. Selain untuk tujuan berhemat, tadinya kami pengen berwisata kuliner didaerah sekitar Cikini.

Tapi sayang sekali, apa daya kami sama sekali tidak sekali pun beranjak dari kamar dan hotel selama berada disini. Alhasil kalaupun lapar kami memesan makanan lewat telephone dan makanan pun sampai ke kamar.

 

Jadi apa yang kami lakukan selama di kamar?

Ngobrol dan Curhat.

Hal yang paling menyenangkan buat cewek-cewek adalah ketika meluangakan waktu buat ngobrol dan curhat dengan sahabatnya. Ini penting bangat. Walaupun kita bisa dibilang rutin bertemu dan ngobrol tapi selama ini hanya duduk di coffee shop dan meluangkan waktu 2-3 jam itu ternyata benar-benar nga cukup loh. Kemaren ketika kami meluangkan waktu 2 hari 1 malam baru berasa kalau selama ini banyak hal dan cerita yang ternyata tidak kami sadari terlewatkan begitu saja.

Ngobrol dan curhat disini kami benar-benar hanya cerita mengenai projek pribadi dan kehidupan kami masing-masing. Sama sekali tidak melibatkan orang yang ada diluar kami alias bergosip dan ngomongi orang lain. Jauh-jauh dech dari obrolan seperti ini. Kalaupun ngomongin orang, yach paling bergosip tentang artis yang ada di tv yang mana orangnya pun nga pernah kita kenal ataupun ketemu.

Ngomongin resolusi pribadi

Nga tau kenapa saya suka bangat cerita mengenai harapan dan impian saya dengan sahabat saya. Karena kalau ngomong ke orang lain selain sahabat, kadang saya suka diketawain ataupun dicemohin. Jangankan sama orang lain, kadang sama saudara sepupu saya saja, saya dianggap kayak orang yang punya banyak mau dan hidup di dunia impian gitu kali yach?

Dengan berbagi resolusi dan harapan dengan sahabat , saya jadi terpacu untuk lebih giat lagi mengejar mimpi-mimpi saya. Karena mereka nya juga akan selalu mengingatkan dan membantu area-area dimana saya kurang. Jadi semangat karena mereka kadang ikutan bantuin saya untuk terus mengejar mimpi saya.

Demikian juga dengan mereka, mendengar apa yang menjadi pencapaian dan target-target hidupnya mereka pun membuat saya semangat untuk melakukan apa yang bisa saya lakukan supaya impian mereka tercapai. Sepertinya ada kepuasan sendiri jika melihat sahabat kita maju dan meraih apa yang mereka impikan.

Belajar Make-up.

Berhubung saya dan Nik itu bukan orangnya nga fashionable dan males berdandan. Maka ajang ini kami memberi kesempatan Sarah yang make-up in kita. Selain emang anaknya senang ngedandanin kita, dia ini juga nga sungkan-sungkan berbagi ilmu supaya kita juga bisa tampil cantik dan lebih fresh dengan dandanan yang sederhana.

Serius ini emang pr saya bangat. Kayaknya yach jadi perempuan itu koq ribet amat yach? Secara biasa keluar rumah dan ngemall dengan tampang belum mandi aja saya nga berasa yang gimana-gimana. Sekarang mau nga mau saya dituntut untuk berdandan itu serius saya stres, hehehehe. Dan jujur saja saya cukup salut lihat Sarah yang memang doyan dandan sampai kayaknya betah amat berjam-jam didepan kaca hanya untuk dandan doang. Hiksss.. Entah lah kapan saya bisa ketularan rajin seperti dia ini.

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro belajar make up

Pose seksi.

Uppsss.. yang ini bakalan saya keluarin nga yach? Berhubung nich 2 cewek sering lihat foto pose cewek-cewek seksi ala Cosmopolitan, Yach kepikiran dong mereka pengen punya foto model-modelan seperti ini. Hehehe.. Sekalian buat cek dan ricek hasil make-up, apa salahnya di publish dengan tampilan pose yang agak syur.

Sejujur-jujurnya saya agak-agak geli ketika ambil foto nya mereka ini. Bukannya buat mereka semangat foto yang ada saya membuat mood mereka jelek. Tapi yang namanya kepengen kan nga ada salahnya yach? Dan beberapa foto ada yang bagus bangat menurut saya, nga kalah sich sama foto-foto yang ada disampul majalah fashion yang beredar dech.

Agak bangga juga sich lihat hasil foto mereka. Walaupun diawal-awal sempat agak-agak nga mood karena saya nya geli-geli gimana gitu. (Lagi menunggu approval mereka nich buat masukin foto mereka disini hihihihi…). Kira-kira ada yang penasaran nga yach?

 

dpuble tree by hilton hotel jakarta diponegoro pose cantik

Sudah dikasih ijin, jadi saya sudah bisa nge publish ini foto. Hehehehehe..

Berenang.

Kalau lihat dari kamar sich kolam renangnya keren dech. Kayaknya nga mungkin bangat kita nga nyobain berenang disini. Sampai bawa kamera underwater segala saking semangat mau ambil foto sambil berenang. Tapi karena saking dodol dan semangat saya sampai lupa bawa charger. Alhasil nyoba beberapa kali foto nga berapa lama kemudian baterainya pun habis. Harus balik kesana lagi nich buat nyobain foto underwater.

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro pose cantik 1

Yoga.

Kalau kegiatan ini kayaknya nga boleh absen dalam kamus saya. Jadi dimana pun sebisa mungkin untuk melakukan yoga.

Apalagi dihotel ini juga menyediakan matras yoga dan area fitness center. Jadi komplit lah semua aktivitas yang kami lakukan di Double Tree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro. Semoga besok-besok dapat voucher lagi supaya bisa balik kesini lagi.

 

double tree by hilton hotel jakarta diponegoro 4

Broken Beach Nusa Penida

broken beach nusa penida 2

 

Pasih Uug atau dalam istilah bahasa bali disebut pantai yang rusak atau kalau turis asing suka menyebutnya dengan Broken Beach. Dimana terdapat jembatan alami dengan karang yang bolong sebagai terowongan air laut. Bentuk dan permukaan karang ataupun tanahnya tidaklah rata dan justru menjadi ciri khas yang membuat tempat ini menjadi unik.

Airnya sangat bening dengan gradasi warna hijau dan biru pada permukaan airnya. Dimana langsung berhadapan dengan laut lepas. Dari atas kita dapat melihat permukaan bawah air karena sngat jernihnya dan rasanya tidak sabar pengen langsung melompat. Tetapi tebing-tebing yang ada sangat tinggi sedangkan kedalaman airnya tidak dalam jadi rada serem aja pengen lompat.

Kawasan disekitar pasih uug tidaknya ramai, justru terkesan sunyi dari aktivitas manusia. Telinga saya dipuaskan dengan suara deburan ombak dan angin kencang akibat benturan air laut yang menabrak tebing-tebing. Bukan hanya telinga, mata saya juga sangat dimanjakan dengan pemandangan rumput yang hijau, hamparan pohon-pohon kering dan laut serta langit yang biru. Perpaduan yang amat sempurna.

Saya hanya duduk terdiam untuk menikmati semua yang ada didepan saya.

 

broken beach nusa penida 3

 

broken beach nusa penida 4

 

Kondisi jalan yang kami lewati. Dibeberapa lokasi terdapat lubang yang besar sehingga rasanya mau kesini itu berasa jauh dan penuh perjuangan. Tapi ketika melihat pemandangan yang ditawarkan oleh tempat ini yang ada jadi lupa betapa beratnya perjuangan yang kami lewati.

 

 

Pantai Kelingking Nusa Penida

pantai kelingking nusa penida 2

 

Tidak berapa jauh dari Pura Paluang atau sering disebut dengan pura mobil terdapat pantai cantik yang dari pandangan sekejab mata saja sudah membuat saya jatuh cinta. Namanya Pantai Kelingking, yang oleh turis luar disebut dengan nama Dream Beach. Hanya kalau makai nama Dream Beach pasti orientasi nya selalu Dream Beach Bali dong yach. Oleh karena itu saya lebih senang nyebut pantai ini dengan Pantai Kelingking.

Kalau dihalaman sebelumnya saya sempat cerita tentang Pura Paluang atau Pura Mobil yang mana pada saat diceritakan oleh driver kami, membuat bulu kuduk saya berdiri. Kenapa disebut pura mobil karena dipelataran pura dibangun rekayasa atau model mobil. Mobil-mobil tersebut dibangun dimana dahulunya masyarakat setempat sering mendengar deru dan klakson mobil terdengar disekitaran tempat ini. Padahal jaman disaat itu belum bermunculan mobil.

Terus si bapak masih ngelanjutin cerita-cerita mistis dan asal usul daerah yang ada disana, makin membuat pikiran saya sepanjang perjalanan menerawang kemana-mana. Dan sepanjang perjalanan si Bapak nyetel lagu kayaknya senandung puji-pujian Hindu dengan latar belakang dan bahasa India gitu dech. Walaupun iramanya itu-itu saja dan diulang-ulang entah kenapa saya senang bangat. Kayak berasa di studio yoga dengan posisi meditasi, ngademin hati bangat.

Belum kelar menghayalnya tau-taunya sudah sampai dong di Pantai Kelingking. Turun dari mobil nemu pura kecil ini. Koq yach kita kesini, mana pantainya?

 

pantai kelingking nusa penida 3

Pura nya kecil tapi menarik dan rapi bangat.

 

Ternyata kalau kita nyisirin pagar yang ada dipinggir pantai kita langsung melihat pantai kelingking dari atas. Pantainya putih bersih, tapi sayang kita hanya bisa melihat dari jauh. Untuk dapat kesana kita harus sewa perahu dan disekitaran sini merupakan Manta Point dan binatang-binatang laut yang kece-kece. Tempat ini merupakan spot diver bagi yang suka menyelam.

Karena kita berada ditepi tebing sehingga mesti perhatiin langkah dan gerakan kaki kita. Karena tidak ada pagar pembatas yang dapat kita pegang kalau-kalau tergelincir. Lahan tempat kita berada sangatlah sempit dan langsung berhadapan dengan tebing yang tinggi. Jadi harap berhati-hati yach teman kalau sedang berada disini.

 

pantai kelingking nusa penida 7

 

Dari atas saya dapat merasakan hembusan angin yang kencang karena gelombang ombak dan air laut langsung menghantam tebing-tebing yang tinggi yang berjejeran disepanjang pantai. Dalam waktu sekejap pantai yang kelihatan putih ketutupan kabut dan kami pun bubar jalan, kembali ke mobil sewaan.

 

pantai kelingking nusa penida 8

Deretan tebing sepanjang pantai kelingking.

 

 

Nusa Penida Bali

nusa penida bali 1

Kami sampai di Bali sekitar jam 5, berputar-putar di area bandara mengambil bagasi dan mencari cemilan untuk dimakan dijalan. Sekitar jam 6 kami pun mencari transportasi yang ada disekitar bandara menuju ke penginapan. Karena kami tinggal ber-14, 2 orang diantara kami berpisah penginapan karena mereka sudah terlebih dahulu memesan kamar di penginapan lain. Tetapi besok harinya mereka tetap ikut trip bersama kami ke Nusa Penida.

Tinggallah kami ber-12 berusaha mencari kendaraan yang bisa langsung mengangkut kami sekaligus. Hanya karena tidak menemukan kendaraan besar akhirnya kami pun berpisah-pisah menjadi 3 taksi dan jalannya beriringan. Sebelumnya kami sudah dipesankan kamar, hanya karena tidak tau lokasi tepatnya dimana akhirnya kami pun mengandalkan driver taksi masing-masing.

Dan sampailah kami di penginapan, disini peserta nambah satu yaitu adik saya. Dia tinggal di Bali, karena kebetulan saya mampir dikotanya yang ada saya pun mengajak dia untuk ikut bersama kami besok mengitari Nusa Penida.

Besok harinya jam 6 pagi kami pun berangkat menuju Sanur untuk menyeberang ke Nusa Penida. Selain Nusa Penida dari dermaga ini kita juga bisa menyeberang ke Nusa Lembongan dan Ceningan. Diantara ketiga pulau tersebut, Nusa Penida lah yang paling besar.

Sehingga kalau kita menggunakan kapal untuk menyeberang ke tiga pulau tersebut harga dan lama nya waktu tempuh tidak terlalu jauh beda. Dari Sanur menuju Nusa Penida jaraknya sekitar 45 menit dan biaya Rp. 75.000,-

nusa penida bali 2

 

Dari dermaga, kita dapat melihat aktivitas penumpang dan pekerja lalu lalang. Sesampainya kami disini, turun ke dermaga, penumpang yang dari Nusa Penida yanga akan menuju Bali langsung gantian naik ke kapal yang sama dengan yang tadi kami tumpangi.

Hanya karena airnya surut sehingga kapal tidak bisa bersandar di dermaga, yang ada penumpang mesti turun dan dipindahkan satu demi satu dengan kapal sekoci yang lebih kecil. Jadi di dermaga saja kami membutuhkan waktu sekitar 15 menit sampai semua peserta komplit turun dan kemudian kendaraan yang akan mengantarkan kami keliling nusa penida sudah menanti dan kamipun siap berangkat.

 

nusa penida bali 3

 

Pemandangan sekitar dermaga cukup bagus dan bersih. Matahari bersinar dengan teriknya sehingga kelihatan langitnya bersih dan cerah. Kondisi disekitar pantai cukup bersih dengan pasir yang putih dan pantai yang cukup panjang.

 

nusa penida bali 5

Menanti teman-teman yang lain pada antri di toilet saya pun berkeliling diseputaran dermaga untuk melihat situasi sekitar pantai.

 

nusa penida bali 3

 

Setelah kendaraan mulai jalan saya asyik menikmati pemandangan yang kami lalui. Sepanjang mata memandang saya melihat deretan pohon jati, pohon jambu monyet, kandang sapi dan langit yang biru. Saya sudah lama tidak makan jambu monyet dan sepanjang jalan saya melihat hampir seluruh pohon sudah berbuah dan matang.

Karena gregetan melihat jambu yang ranum-ranum kamipun meminta driver untuk berhenti dan kami pun turun mengambil buah jambu monyet yang dibiarkan begitu saja oleh warga setempat. Kalau menurut driver yang adalah warga setempat, mereka sendiri hampir tidak pernah memakan jambu monyet mungkin karena sudah terlalu banyak dan sering yang ada bosan kali yach.

Jadinya kalau ada pengunjung yang mau ambil diperbolehkan koq (hehehe.. pembelaan diri). Hanya kenapa nga pada dijualin aja yach kan sayang nga ada yang makan buahnya. Kalau biji dari jambu monyet sendiri sepertinya mereka kelolah untuk dijadikan snack atau produk lain. Hanya sayang aja sama buahnya dibiarkan busuk di pohon tidak menghasilkan apa-apa.

nusa penida bali 7

Karena ukuran pulau ini cukup besar yang ada kami mengelilingi pulau tersebut seharian tetapi tidak semuanya dapat kami singgahi. Dari satu tempat ke tempat lain jaraknya cukup jauh dan jalan yang kami lewati hampir seluruhnya jelek. Rata-rata kondisi jalan yang kami lalui berlubang dan masih berupa tanah berpasir sehingga dimusim kemarau seperti saat ini membuat jalanan berdebu.

 

nusa penida bali 8

 

Tidak berapa lama kami pun sampai ke tujuan kami yang pertama yaitu Pura Paluang. Adik saya, Samuel disetiap spot saya minta jadi model. Sebenarnya dia sama dengan saya paling males kalau diminta berfoto, yang ada disetiap tempat ketika saya minta berpose dia ogah-ogahan. Tapi karena saya maksa-maksa akhirnya dia mau juga tapi yang ada posenya sama disetiap tempat, hanya beda background doang.

Kalau dilihat sekilas dari luar, pura itu tidak berbeda jauh dengan pura yang ada pada umumnya di Bali. Hanya bedanya pura disini lebih kecil dengan bahan dasar didominasi dengan batu kapur. Pura Paluang terletak di Desa Karang Dawa, berada di kawasan paling barat Nusa Penida.

Jarak tempuh ke Pura ini dari pelabuhan Nusa Penida dengan kendaraan bermotor kurang lebih 40 menit. Dan yang paling istimewa dan berbeda yaitu didalam Pura terdapat 2 model mobil yang memang sengaja ditaruh disana.

Kalau dari cerita driver yang membawa kami, keberadaan mobil yang ada di pura ini dikarenakan warga setempat pada malam-malam tertentu sering mendengar deru mobil dan suara klakson dari arah Pura. Padahal dijaman dahulu area ini belum ada kendaraan yang masuk pulau. Hikss mendengar cerita nya saja sudah merinding.

Kemudian warga berdiskusi dan kemudian sepakat membangun mobil-mobilan didalam pura. Sejak dibangun mobil-mobilan tersebut suara deru dan klakson mobil hilang. Di Pura ini terdapat 2 mobil yaitu mobil Jimny dengan plat DK 28703 itu maksudnya DK itu singkatan Dusun Karang Dawa. Selain DK itu sendiri juga merupakan kode plat kendaraan untuk Bali.

Untuk plat nomernya yaitu 28703 dibuat sebagai penanda tanggal selesai renovasi 28 Juli 2003. Sedangkan mobil satu lagi dengan jenis VW dan plat nomernya KD 013 yang menjadi penanda Karang Dawa 2013. Hanya entah kenapa saya tidak mengambil satu pun foto yang ada diarea dalam pura. Hikss maafkan saya.

nusa penida 9

 

Dari posisi kami berdiri di Pura Paluang kami juga melihat satu pura lagi persis ditepi karang diseberang kami. Tapi karena kelihatannya jauh sehingga kami tidak berminta untuk mampir kesana. Kalau melihat pura tersebut dari posisi kami, ada kesan anggun dan mistis. Karena letaknya pas diujung karang sehingga uap air akibat angin dan ombak atau air laut yang berpecah dan menabrak tebing sehingga terlihat kabut menutupi area pura.

Sebelum kami meninggalkan pura Paluang, saya pun mengambil foto detail ornamen yang ada disekitar pura. Ini salah satu yang saya suka setiap kali berkunjung ke Bali, selalu saja saya menemukan ornamen-ornamen dan detail dekorasi yang menarik disetiap sudut kota, baik itu di pura, taman ataupun jalanan.

 

nusa penida 11

 

nusa penida bali 11

 

Pohon Kamboja Bali dengan latar langit yang biru, perpaduan yang kontra sekaligus menarik buat saya. Perjalanan selanjutnya di Nusa Penida akan kita lanjutkan di artikel selanjutnya.

 

Bandar Udara Komodo

bandar udara komodo 2

 

Artikel ini adalah cerita hari terakhir dimana saya dan teman-teman mengakhiri perjalanan trip Komodo . Selesai dari Goa Batu Cermin dari jam 10:30 sampai jam 12:30, kami pun makan siang yang mana dari perjalanan Nina sudah menelphone seorang teman untuk menyiapkan menu makanan yang nanti akan kami makan.

Jadi setelah sampai di warung makan, makanan sudah tersedia tanpa harus menunggu lagi makanan dimasak atau digoreng. Sehingga sesampainya di warung, makanan sudah tersedia dan langsung dimakan untuk menghemat waktu. Butuh waktu singkat untuk menghabiskan makanan, kami langsung berangkat lagi menuju tempat yang menjual oleh-oleh dan kerajinan tangan yang posisinya tepat diseberang bandara.

Karena disini tidak ada makanan khas yang bisa saya bawa pulang ke jakarta untuk dijadikan oleh-oleh akhirnya saya sama sekali tidak membeli apa-apa disini. Sempat tertarik sama kain tenun tapi bingung aja entar kalau beneran beli trus nantinya nga bakalan kepake jadi buat apa? Sudah gitu harganya mahal lagi, hikss..

Karena pesawat yang kami tumpangi berangkat jam 15:45 jadi jam 14:00 kami pun menyelesaikan urusan belanja-belanja dan langsung menyeberang ke bandara untuk check in dan mengurus bagasi. Di bandara kami punya waktu 1 jam lebih untuk melihat-lihat dan menanti kedatangan pesawat.

Dari 18 peserta yang ikut trip Komodo, 1 orang tetap tinggal di Labuan Bajo meneruskan trip keliling dan wisata kota Labuan Bajo karena besok akan melanjutkan perjalanan ke Ende. 3 orang langsung pulang ke Jakarta dimana sebelumnya transit dulu di Bali, sedangkan 14 orang lainnya akan tinggal sehari di Bali dengan tujuan wisata Nusa Penida Bali. Hip hip horeee..

Jadi di Bandara Labuan Bajo lah kesempatan kami terakhir bertemu dalam kelompok yang komplit sebelum berpisah di Bandar Udara Gusti Nguhrah Rai. Selamat tinggal Labuan Bajo, selamat tinggal komodo-komodo dan selamat tinggal laut dan pantai yang keren-keren. Saya akan selalu merindukan kalian. Doakan suatu hari nanti saya akan kembali kesini. Aminnn.

Berikut ini pemandangan dan situasi yang ada di Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo, desain bangunannya baru, mengikuti desain bandara yang ada diseluruh Indonesia, masih sepi dan rapi. Belum banyak terdapat tenant jadi masih banyak ruang-ruang yang kosong.

 

bandar udara komodo 4

 

bandar udara komodo 5

 

bandar udara komodo 6

 

bandar udara komodo 7

 

bandar udara komodo 8

 

bandar udara komodo 9

bandar udara komodo 1

 

 

 

Goa Batu Cermin Labuan Bajo

Setelah check out dari penginapan di Sylvia Hotel jam 10 pagi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Goa Batu Cermin. Jarak dari Hotel menuju Goa sekitar 4 km atau hanya 15 – 20 menit saja dengan kendaraan bermotor. Ternyata Labuan Bajo selain merupakan pintu gerbang turis menuju Pulau Komodo dan sekitarnya, daerah ini juga punya objek wisata yang juga meninggalkan bukti sejarah bahwa daerah ini dulunya merupakan dasar laut.

Penemu goa ini adalah Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada 1951. Dimana goa ini tepatnya berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, mempunyai luas sekitar 19 hektar dengan tinggi goa sekitar 75 meter. Untuk menuju goa, dari tempat parkir kendaraan, kita harus berjalan kaki sekitar 300 meter menyusuri jalan setapak. Pada siang hari seperti jam kami berkunjung wisatawan banyak kami temui. Baik itu wisatawan dari luar negeri, dalam negeri ataupun siswa yang datang untuk mengerjakan tugas sekolah.

Dari tempat parkir menuju goa kita mesti berjalan kaki terlebih dahulu. Disepanjang jalan sudah disediakan jalanan setapak sehingga kalaupun datang kesini saat musim penghujan menuju goa tidaklah becek dan berlumpur. Dikiri kanan menuju goa kita akan menemukan tumbuhan bambu yang berderet dan dapat dijadikan objek foto preweding disini, sangatlah bagus. Mendekati goa kita akan bertemu dengan batu-batu besar dan kita harus melewati celah batu untuk masuk ke goa tersebut.

Tadinya sempat bingung apanya sich yang istimewa dari goa ini. Ternyata di goa ini selain meninggalkan bukti bahwa dahulunya area ini adalah dasar laut dengan meninggalkan fosil berupa ikan dan binatang laut yang ada disekitar dinding goa, juga merupakan goa yang masih hidup dengan stalagtit dan stalagmit yang ada disepanjang goa.

Dan diujung goa terdapat lubang diatas permukaan goa sehingga matahari dapat masuk dan menimbulkan efek cahaya yang sangat indah seperti yang saya pernah temui di Goa Jomblang Jogjakarta. Sinar matahari yang masuk ke dinding goa memantulkan cahaya diarea lain didalam goa sehingga menimbulkan efek seperti cermin, maka goa ini pun disebut goa batu cermin. Pantulan-pantulan yang dihasilkan oleh dinding goa berasal dari kandungan garam yang ada sehingga kelihatan seperti cahaya kristal.

Karena kita akan memasuki area goa dimana didalam goa tersebut terdapat lorong dengan ukuran yang tidak begitu besar sehingga kamipun diminta untuk antri masuk kedalam goa. Sebelum masuk kita sudah dibekali helm dan senter untuk membantu penerangan didalam nantinya. Setiap rombongan terdiri atas 10 peserta dan dipandu oleh seorang guide yang mana memberi penjelasan mengenai goa tersebut.

 

goa batu cermin labuan bajo 1

Dari pintu masuk atau plank nama ini kita mesti berjalan kaki terlebih dahulu menuju goa

 

goa batu cermin labuan bajo 5

Pemandangan yang ada disepanjang jalan menuju goa

 

goa batu cermin labuan bajo 2

Deretan bambu dan jalan setapak menuju goa

 

goa batu cermin labuan bajo 3

Tangga menuju goa, kita sudah memasuki area goa batu cermin.

 

goa batu cermin labuan bajo 4

Celah dan lorong menuju goa. Disini kami diminta antri karena didalam sudah ada pengunjung yang sedang masuk. Kami diminta untuk memakai helm dan senter, perlengkapan untuk masuk kedalam goa

 

goa batu cermin labuan bajo 6

Suasana didalam goa dengan stalagtit dan stalagmit

 

goa batu cermin labuan bajo 7

Lorong didalam goa

 

goa batu cermin labuan bajo 15

Photo diambil oleh Bowi Basu Buwono.
Ada kalanya kita menemukan lorong yang sempit dan pendek, sehingga untuk melalui nya kita harus jongkok dan mesti berhati-hati.

 

goa batu cermin labuan bajo 9

Beberapa fosil yang dapat kita lihat dipermukaan dinding goa

 

goa batu cermin labuan bajo 10

Fosil hewan yang menempel didinding goa dilihat dari dekat. Sekilas terlihat seperti cangkang penyu.

 

goa batu cermin labuan bajo 11

Karena kami datangnya di musim kemarau sehingga permukaan dinding kelihatan kering dan berpasir.

 

goa batu cermin labuan bajo 14

Kami berpose di hall dalam goa. Area ini cukup luas dengan pasir dipermukaan bawahnya. Photo diambil dari kamera Bowi Basu Buwono.