Rumah Turi Solo, Penginapan berkonsep Hijau dipusat kota

rumah turi solo 5

Pengalaman yang sangat menyenangkan ketika berkunjung ke kota Surakarta adalah pada saat kami berkesempatan menginap di Rumah Turi Solo. Kami tiba dipenginapan saat itu sudah cukup siang yaitu sekitar jam 7 pagi, dimana kami harus menjemput teman rombongan dari Jakarta juga. Kebetulan jadwal kereta api mereka dari Jakarta mengalami keterlambatan.

Alhasil sebelum menjemput mereka dan melanjutkan perjalanan ke Candi Cetho dan sekitarnya, kami singgah terlebih dahulu di Rumah Turi Solo. Disini kami masih sempat untuk sarapan dan menurunkan bawaan agar tidak terlalu ribet dan menuh-menuhin mobil yang kami tumpangi.

Cukup lama di Rumah Turi, hanya belum bisa masuk ke kamar karena kami terlalu cepat untuk check in. Jadi pihak penginapan hanya dapat membantu menyimpankan tas bawaan kami. Yang lain pada sarapan saya asyik melihat-lihat kondisi penginapan yang nantinya akan kami inapi.

Pada saat masuk, Rumah Turi Solo tidak terlihat seperti penginapan pada umumnya. Saya malah mengira ini adalah ruang pertemuan dengan nunsa hijau disekitarnya. Sudah gitu untuk masuk ke Rumah Turi kita harus melewati gang, bukan jalan besar. Dan ketika masuk ke area parkir masih tidak terlihat tanda-tanda kalau ini adalah sebuah penginapan. Karena dari area parkir, kamar-kamar ditutupi oleh tanaman dan pot-pot.

rumah turi solo 4

rumah turi solo3

rumah turi solo8

Penginapan berkonsep Hijau di Rumah Turi Solo.

Kami akhirnya kembali ke penginapan setelah jam 8 malam. Setelah dapat kamar sayapun langsung masuk dan menikmati kenyamanan yang disediakan oleh Rumah Turi.

Seperti diawal saya kemukakan, pada saat turun dari mobil menuju area parkir sama sekali tidak terlihat kalau tempat ini adalah penginapan. Karena semuanya tertutup pepohonan dan tanaman. Setelah mengikuti jalan setapak berupa paving block dibelakang tanaman, baru terlihat selasar atau koridor yang menghubungkan kamar dengan kamar lainnya.

Sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah tanaman dan pohon. Baik itu tanaman air maupun tanaman merambat.  Dimana penginapannya berbentuk huruf L dengan taman ditengahnya. Walaupun disekitarnya banyak pohon dan kolam air, saya tidak merasakan penginapan ini pengap dan lembab. Begitu juga dengan nyamuk dan sahabat-sahabatnya.

Justru saya merasa segar dan fit, karena udara yang saya hirup adalah udara bersih dari tanaman yang ada disekitarnya.

Kondisi Kamar dan Fasilitas yang tersedia di Rumah Turi Solo.

Begitu masuk ke kamar saya langsung kegirangan. Karena kamar nya besar dan terlihat nyaman. Saat itu saya dapat teman sekamar yaitu sahabat saya sendiri Nik dengan tempat tidur double bed. Tampilan kamar seperti foto dibawah ini.

rumah turi solo 1

Double Bed.

Penasaran dengan kondisi kamar yang teman-teman lainnya inapin, sayapun keluar dan menyambangi kamar sebelah.  Benar-benar homie dan nyaman. Sampai-sampai teman saya nga ada yang keluar kamar saking nyamannya. Hanya saya saja yang sibuk pecicilan dan jalan-jalan keluar untuk sekedar membandingkan kamar satu dengan yang lainnya.

rumah turi solo 14

Twin Bed.

rumah turi solo12

Family Room.

Untuk Family Room, kamarnya terdiri dari 1  double bed dan 1 single bed dengan dinding kaca dan view taman indoor. Family room hanya tersedia 4 kamar, 2 kamar dilantai dasar dan 2 kamar dilantai dua.

Alamat Rumah Turi Solo sendiri berada diJalan Srigading II, No.12, Turisari, Mangkubumen, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139. Dengan kisaran harga kamar antara 350 ribu – 500 ribu/malam tanpa breakfast. Kami tidak mengambil paket tambahan breakfast dikarenakan kami hendak memuaskan lidah dengan wisata kuliner yang ada di Solo.

Kamar mandi disediakan amenities untuk 2 orang, shower dengan air panas. Dan yang unik menurut saya yaitu aroma sabunnya khas dan saya suka bangat. Begitu juga dengan pengharum ruangan, pas masuk kamar langsung tercium aroma bunga segar tapi nga menyolok atau menusuk hidung.

Tiap kamar disediakan sendal kain dengan motif batik. Dan interiornya bernuansa lokal dengan kap lampu disamping tempat tidur dari anyaman bambu atau kayu. Berikut pigura dan wadah-wadah untuk tempat sampah dan lain-lain semua terbuat dari kayu dan anyaman.

Selain itu terdapat TV dengan fasilitas channel berlangganan dan juga wifi yang sangat kencang.

Nilai tambah dari penginapan Rumah Turi Solo adalah pelayanan dari pihak penginapan sangatlah baik, cepat dan ramah. Walaupun nuansa penginapan sangat alami dan penuh muatan budaya lokal Solo, serta konsepnya yang go-green. Tapi saya sama sekali tidak merasa spooky atau seram.

rumah turi solo 13

Kamar Mandi.

rumah turi solo7

Ruang makan.

Tersedia banyak ruang terbuka untuk Pengunjung.

Dikarenakan konsep Rumah Turi adalah Go-Green yang ada banyak tersedia ruang terbuka untuk pengunjung. Seperti misalnya ruang duduk yang tersedia didepan kamar. Kita langsung dapat menikmati nuansa hijau berupa taman tanpa harus pergi jauh dari kamar.

Selasar dilantai dasar 2 berlantai ubin terakota sedangkan di lantai 2 parquet atau parket kayu. Jarang-jarang nemu penginapan berlantai parket. Membuat kesan alami dan nyaman semakin melekat dihati.

Ruang makan berada di lantai dasar, posisinya terpisah dengan kamar tapi letaknya tidak jauh. Dindingnya terbuka dan hanya dibatasi oleh kotak-kotak frame besar dengan diisi  guci tanah liat. Dari ruang makan kita dapat langsung mengawasi kamar, berikut taman dan parkiran. Menu makanan pun bervariasi dari western food sampai asian food. Hanya sayang saya tidak sempat mencicipi makanan yang ada disini karena kami kekenyangan menikmati makanan luar hasil berburu wisata kuliner Solo.

Saya berkeliling sampai ke area hall atau ruang pertemuan yang ada dilantai 2 dan menemukan alat musik berupa gamelan ada dibagian tengah ruangan. Kebayang tengah malam ditemani tidur sama iringan gamelan, pasti tidur saya indah bangat. Hanya ketika kami datang saat itu pertunjukan gamelannya lagi off, hikkksss…

rumah turi solo 15

Selasar.

rumah turi solo 17

Ruang Duduk di selasar Penginapan.

rumah turi solo 16

rumah turi solo 18

Area Pertemuan dan Hall (ada Gamelan).

rumah turi solo19

Menuju Hall yang terletak di lantai 2.

rumah turi solo 21

Area Parkir.

Ketika besoknya hendak pulang, tidak ada satupun dari kami yang langsung beranjak keluar dari kamar. Rasanya sayang dan masih pengen berlama-lama di kamar dan menikmati kenyamanan penginapan Rumah Turi. Jika saya berkesempatan datang ke kota Surakarta, saya akan menyempatkan diri menginap lagi di Rumah Turi Solo.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

18 thoughts on “Rumah Turi Solo, Penginapan berkonsep Hijau dipusat kota”

  1. Wah Lina nemu aja penginapan go green rumah Turi….bisa tuk referensi jujugan para sahabat yg cari penginapan si Solo nih. Kiat tidak paketan sarapan demi kuliner lokal asiik nih bisa ditiru nih. Salam

  2. waktu liburan keluarga ke Solo, kitapun nginep disini mba .. memang tempatnya bernuansa go green … enak untuk duduk2 santai, cuman kamar yang kita tempatin ga ada jendela yang terbuka keluar .. haha … jadi merasa kurang nyaman diem di kamar .. atau emang sengaja untuk selalu di luar ruangan ..

    1. iya juga yach. aku malah nga ngeh kalau kamarnya nga ada jendela. karena pas kesana seharian jalan, dikamar cuma tinggal tidur. pas disuruh pulang malas bangat bawaannya karena masih pengen dikamar wkwkwkwk…

Tinggalkan Balasan