Memacu Adrenalin dengan Via Ferrata Gunung Parang

via ferrata gunung parang 1

Apa jadinya kalau anak pantai naik gunung, wkwkwk. Nga kenapa-kenapa juga sich, hanya karena nga biasa yang ada badannya sempat kaget aja. Kalau tadinya saya memacu adrenalin dengan menyelam. Sekarang saya ditantangin untuk mendaki gunung dengan cara panjat tebing Via Ferrata Gunung Parang.

Ini sudah yang kedua kalinya saya diajakin manjat tebing di Gunung Parang. Pertama kali diajak, reaksi saya waktu itu cuma ngengir-cengir doang tanda tak mampu. Sempat mendaftar, tapi pas hari H saya kehilangan keberanian dan akhirnya mundur. Lalu lihat foto-foto teman-teman yang pada ikutan koq yach iri karena kelihatan seru bangat trus menyesal kenapa nga ikut.

Bulan kemaren ajakan itu datang lagi dari teman-teman di group IDC Community. Kali ini saya benar-benar mantapin diri untuk ikut supaya saya tidak nyesal untuk yang kedua kalinya. Ternyata benar seperti dugaan saya, petualangan kali ini benar-benar gila. Dan saya sangat bangga dengan diri saya sendiri karena saya berani dan lulus dalam melawan rasa takut akan ketinggian.

Menuju Via Ferrata Gunung Parang.

via ferrata gunung parang 11

Via Ferrata Gunung Parang terletak di Purwakarta. Jika berangkat dari Jakarta, kita akan menuju Purwakarta melewati tol Cipularang dan keluar pintu tol Jatiluhur kearah Plered. Waktu tempuh perjalanan dari Jakarta – Gunung Parang sekitar 3 jam, lama perjalanan tergantung kondisi lalu lintas.

Dari Plered menuju Gunung Parang kami melewati perkampungan yang cukup ramai dan jalan yang sempit serta rusak. Tetapi sepanjang perjalanan dibeberapa tempat saya menemukan persawahan dan petani yang sedang membajak sawah.

Setibanya di base camp Sky Walker kami makan siang dan berbenah-benah barang yang akan kami bawa keatas. Karena trip kali ini selain memanjat tebing kami juga akan menginap ala camping diatas bukit. Jadi kami harus memilah-milah barang apa saja yang perlu dibawa agar tidak terlalu berat dipikul pada saat pendakian.

Didalam tas sudah terisi sleeping bag, air mineral secukupnya, pakaian ganti untuk dikenakan pada saat tidur, senter, lotion anti nyamuk, sun block dan cemilan. Sebaiknya pergunakan sarung tangan selama pendakian agar tidak mengalami lecet. Jangan membayangkan bakalan mandi diatas yach, karena tidak ada persediaan air yang cukup untuk mandi.

Sebelum naik, masing-masing peserta diperlengkapi peralatan panjat tebing berupa helm dan body harness. Kemudian diberi pengarahan dari guide dan langsung cuss naik keatas.

Uji Nyali dengan Panjat Tebing.

Istilah via ferrata sendiri dari penjelasan Kak Bibin guide Sky Walker sebagai operator yang kami gunakan, berasal dari bahasa Itali. Yang artinya teknik memanjat dengan menggunakan tangga besi yang ditanam disepanjang dinding bukit. Kalau dari asal kata nya saja kelihatan teknik ini sederhana yach.

Dibenak saya istilah via ferrata diibaratkan seperti menaiki tangga dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya. Toh tangga besinya sudah disiapkan dan yakin kalau tangga besi tersebut pasti aman.

Tapi pada saat menghadapi kenyataan, kaki dan lutut gemeteran. Terutama ditahapan 50 tangga pertama. Dan yang paling serem ketika otomatis mata melihat kebawah. Ya Tuhannnn.. bisa tidak yach saya langsung sampai aja keatas tanpa harus melewati ini semua hikksss.

Pada saat kami menaiki tebing cuaca berangin dan kabut mulai datang. Sepanjang pendakian sudah berdoa didalam hati jangan sampai hujan. Saya mencoba menikmati tangga demi tangga untuk mengalihkan perhatian agar tidak terlalu terpaku dengan ketinggian. Dan mencoba kejar-kejaran dengan waktu supaya tidak kehujanan. Dalam hati membatin, entar istirahat diatas aja dech biar sekalian capek.

Dari 20 peserta, saya dan Mira serta mas Win termasuk peserta pertama yang akhirnya sampai diatas bukit. Total durasi waktu sampai diketinggian 900 mdpl dari base camp atau sekitar 350 m yaitu 2,5 jam. Yang tadinya kami berangkat jam 12:30 akhirnya sampai diatas bukit sekitar jam 15:00.

Sekitar 30 menit – 1 jam setelah kami tiba, hujan pun turun dengan lebat. Beberapa teman masih berjuang ditengah-tengah pendakian dan akhirnya mereka pun sampai dalam kondisi basah kuyup.

via ferrata gunung parang 2

via ferrata gunung parang 5

via ferrata gunung parang 7

Pemandangan dari atas. Terlihat perkampungan dan sawah.

via ferrata gunung parang 6

via ferrata gunung parang 8

Waduk Jatiluhur dari ketinggian 150 m pendakian.

via ferrata gunung parang 12

Bersama sahabat IDC akhirnya sampai juga diatas Gunung Parang. Terima kasih Tuhan.

Menginap di Gunung Parang.

Jujur saja sepanjang hidup, saya tidak pernah menginap ala camping seperti ini. Dengan keringat yang membasahi baju, pengen rasanya saya mengguyurkan persediaan air minum untuk mandi atau sekedar bersihin badan. Hehehe, trus entar minum pakai apa? Yach sudah ditahan aja, toh besok siang di base camp bisa mandi sepuasnya.

Belum lagi urusan kebelakang apa itu buang air kecil dan sejenisnya. Serius ini pr bangat buat saya. Tapi saya benar-benar berusaha menikmati agenda berkemah dan membuatnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Walaupun itu bukan hal yang mudah bagi saya. Ditambah hujan yang tiada henti sampai subuh.

Tapi saya sangat bangga akan diri saya sendiri karena berhasil melewati semuanya dengan baik tanpa keluhan yang berarti.

Dimalam hari kami menyalakan api unggun sambil makan dan menikmati kebersamaan dengan seluruh peserta. Apapun makanan yang disajikan  saat itu rasanya sangat nikmat.

via ferrata gunung parang 4

Perkemahan kami.

via ferrata gunung parang 9

via ferrata gunung parang 10

Pengalaman Berharga Panjat Tebing Via Ferrata Gunung Parang.

Panjat tebing Via Ferrata di Gunung Parang menjadi pengalaman berharga buat saya. Mulai dari panjat tebingnya, nginap di kemah, makan bersama sambil menikmati api unggun. Semuanya merupakan pengalaman pertama buat saya.

Memanjat dan menapaki satu demi satu tangga besi, dibutuhkan mental dan keberanian yang cukup tinggi. Melawan rasa takut akan ketinggian dan menantang diri sendiri bahwa saya pasti bisa. Dan ternyata bisa. Itu semua jauh dari ekspektasi saya yang biasanya senang berada di zona nyamannya saya.

Kebersamaan tim dan saling menyemangati satu dengan lainnya merupakan hal tambahan yang saya dapatkan. Disaat kaki gemetaran dan rasanya mau nyerah tapi perjalanan masih jauh, teman disekitar kita menyemangati dan ternyata sampai juga. Itu hal yang luar biasa.

Menghabiskan Akhir Pekan dengan Pengalaman Berbeda.

Memanjat tebing Via Ferrata Gunung Parang bisa dijadikan pilihan menghabiskan akhir pekan. Selain jaraknya cukup dekat dari Jakarta. Kita bisa memilih paket one day trip atau tambahan satu hari menginap diatas bukit seperti yang kami lakukan. Semua bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Panjat tebing dapat dilakukan oleh siapa saja tidak terkecuali anak-anak. Hanya saran saya sebaiknya sebelum melakukan agenda panjat tebing ada baiknya mempersiapkan diri dengan olahraga rutin beberapa minggu sebelum berangkat. Untuk mengurangi dan mencegah cedera sehingga badan tidak kaget.

Ada baiknya memilih jadwal pendakian tidak di musim penghujan. Dimusim penghujan dibutuhkan waktu dan tenaga yang lebih berat dibandingkan musim kemarau. Dikarenakan kondisi tanah yang berlumpur dan basah, menyulitkan proses pendakian.

Perlengkapan berupa baju yang nyaman, sepatu olahraga, sarung tangan, topi sampai senter, sun block, lotion anti nyamuk haruslah dibawa. Peralatan berupa helm, body harness dan sleeping bag sudah disediakan oleh pihak opertor. Jika persiapan diri dan bawaan lengkap diharapkan kita dapat menikmati agenda panjat tebing Via Ferrata Gunung Parang lebih nyaman.

Rumah Turi Solo, Penginapan berkonsep Hijau dipusat kota

rumah turi solo 5

Pengalaman yang sangat menyenangkan ketika berkunjung ke kota Surakarta adalah pada saat kami berkesempatan menginap di Rumah Turi Solo. Kami tiba dipenginapan saat itu sudah cukup siang yaitu sekitar jam 7 pagi, dimana kami harus menjemput teman rombongan dari Jakarta juga. Kebetulan jadwal kereta api mereka dari Jakarta mengalami keterlambatan.

Alhasil sebelum menjemput mereka dan melanjutkan perjalanan ke Candi Cetho dan sekitarnya, kami singgah terlebih dahulu di Rumah Turi Solo. Disini kami masih sempat untuk sarapan dan menurunkan bawaan agar tidak terlalu ribet dan menuh-menuhin mobil yang kami tumpangi.

Cukup lama di Rumah Turi, hanya belum bisa masuk ke kamar karena kami terlalu cepat untuk check in. Jadi pihak penginapan hanya dapat membantu menyimpankan tas bawaan kami. Yang lain pada sarapan saya asyik melihat-lihat kondisi penginapan yang nantinya akan kami inapi.

Pada saat masuk, Rumah Turi Solo tidak terlihat seperti penginapan pada umumnya. Saya malah mengira ini adalah ruang pertemuan dengan nunsa hijau disekitarnya. Sudah gitu untuk masuk ke Rumah Turi kita harus melewati gang, bukan jalan besar. Dan ketika masuk ke area parkir masih tidak terlihat tanda-tanda kalau ini adalah sebuah penginapan. Karena dari area parkir, kamar-kamar ditutupi oleh tanaman dan pot-pot.

rumah turi solo 4

rumah turi solo3

rumah turi solo8

Penginapan berkonsep Hijau di Rumah Turi Solo.

Kami akhirnya kembali ke penginapan setelah jam 8 malam. Setelah dapat kamar sayapun langsung masuk dan menikmati kenyamanan yang disediakan oleh Rumah Turi.

Seperti diawal saya kemukakan, pada saat turun dari mobil menuju area parkir sama sekali tidak terlihat kalau tempat ini adalah penginapan. Karena semuanya tertutup pepohonan dan tanaman. Setelah mengikuti jalan setapak berupa paving block dibelakang tanaman, baru terlihat selasar atau koridor yang menghubungkan kamar dengan kamar lainnya.

Sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah tanaman dan pohon. Baik itu tanaman air maupun tanaman merambat.  Dimana penginapannya berbentuk huruf L dengan taman ditengahnya. Walaupun disekitarnya banyak pohon dan kolam air, saya tidak merasakan penginapan ini pengap dan lembab. Begitu juga dengan nyamuk dan sahabat-sahabatnya.

Justru saya merasa segar dan fit, karena udara yang saya hirup adalah udara bersih dari tanaman yang ada disekitarnya.

Kondisi Kamar dan Fasilitas yang tersedia di Rumah Turi Solo.

Begitu masuk ke kamar saya langsung kegirangan. Karena kamar nya besar dan terlihat nyaman. Saat itu saya dapat teman sekamar yaitu sahabat saya sendiri Nik dengan tempat tidur double bed. Tampilan kamar seperti foto dibawah ini.

rumah turi solo 1

Double Bed.

Penasaran dengan kondisi kamar yang teman-teman lainnya inapin, sayapun keluar dan menyambangi kamar sebelah.  Benar-benar homie dan nyaman. Sampai-sampai teman saya nga ada yang keluar kamar saking nyamannya. Hanya saya saja yang sibuk pecicilan dan jalan-jalan keluar untuk sekedar membandingkan kamar satu dengan yang lainnya.

rumah turi solo 14

Twin Bed.

rumah turi solo12

Family Room.

Untuk Family Room, kamarnya terdiri dari 1  double bed dan 1 single bed dengan dinding kaca dan view taman indoor. Family room hanya tersedia 4 kamar, 2 kamar dilantai dasar dan 2 kamar dilantai dua.

Alamat Rumah Turi Solo sendiri berada diJalan Srigading II, No.12, Turisari, Mangkubumen, Mangkubumen, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139. Dengan kisaran harga kamar antara 350 ribu – 500 ribu/malam tanpa breakfast. Kami tidak mengambil paket tambahan breakfast dikarenakan kami hendak memuaskan lidah dengan wisata kuliner yang ada di Solo.

Kamar mandi disediakan amenities untuk 2 orang, shower dengan air panas. Dan yang unik menurut saya yaitu aroma sabunnya khas dan saya suka bangat. Begitu juga dengan pengharum ruangan, pas masuk kamar langsung tercium aroma bunga segar tapi nga menyolok atau menusuk hidung.

Tiap kamar disediakan sendal kain dengan motif batik. Dan interiornya bernuansa lokal dengan kap lampu disamping tempat tidur dari anyaman bambu atau kayu. Berikut pigura dan wadah-wadah untuk tempat sampah dan lain-lain semua terbuat dari kayu dan anyaman.

Selain itu terdapat TV dengan fasilitas channel berlangganan dan juga wifi yang sangat kencang.

Nilai tambah dari penginapan Rumah Turi Solo adalah pelayanan dari pihak penginapan sangatlah baik, cepat dan ramah. Walaupun nuansa penginapan sangat alami dan penuh muatan budaya lokal Solo, serta konsepnya yang go-green. Tapi saya sama sekali tidak merasa spooky atau seram.

rumah turi solo 13

Kamar Mandi.

rumah turi solo7

Ruang makan.

Tersedia banyak ruang terbuka untuk Pengunjung.

Dikarenakan konsep Rumah Turi adalah Go-Green yang ada banyak tersedia ruang terbuka untuk pengunjung. Seperti misalnya ruang duduk yang tersedia didepan kamar. Kita langsung dapat menikmati nuansa hijau berupa taman tanpa harus pergi jauh dari kamar.

Selasar dilantai dasar 2 berlantai ubin terakota sedangkan di lantai 2 parquet atau parket kayu. Jarang-jarang nemu penginapan berlantai parket. Membuat kesan alami dan nyaman semakin melekat dihati.

Ruang makan berada di lantai dasar, posisinya terpisah dengan kamar tapi letaknya tidak jauh. Dindingnya terbuka dan hanya dibatasi oleh kotak-kotak frame besar dengan diisi  guci tanah liat. Dari ruang makan kita dapat langsung mengawasi kamar, berikut taman dan parkiran. Menu makanan pun bervariasi dari western food sampai asian food. Hanya sayang saya tidak sempat mencicipi makanan yang ada disini karena kami kekenyangan menikmati makanan luar hasil berburu wisata kuliner Solo.

Saya berkeliling sampai ke area hall atau ruang pertemuan yang ada dilantai 2 dan menemukan alat musik berupa gamelan ada dibagian tengah ruangan. Kebayang tengah malam ditemani tidur sama iringan gamelan, pasti tidur saya indah bangat. Hanya ketika kami datang saat itu pertunjukan gamelannya lagi off, hikkksss…

rumah turi solo 15

Selasar.

rumah turi solo 17

Ruang Duduk di selasar Penginapan.

rumah turi solo 16

rumah turi solo 18

Area Pertemuan dan Hall (ada Gamelan).

rumah turi solo19

Menuju Hall yang terletak di lantai 2.

rumah turi solo 21

Area Parkir.

Ketika besoknya hendak pulang, tidak ada satupun dari kami yang langsung beranjak keluar dari kamar. Rasanya sayang dan masih pengen berlama-lama di kamar dan menikmati kenyamanan penginapan Rumah Turi. Jika saya berkesempatan datang ke kota Surakarta, saya akan menyempatkan diri menginap lagi di Rumah Turi Solo.

Merayakan Valentine Tapi Hujan Yuk ke Celoteh Cafe Ambassador Aja

celoteh cafe 28

Perkenalan saya pertama kali akan Celoteh Cafe Ambassador adalah melalui sahabat saya Iwan dan Nik. Dan berhubung hari ini pas bangat merayakan hari Valentine tapi cuaca diluar sana hujan, akhirnya saya pun membelokkan haluan ke Mall Ambassador.

Tadinya nga ada rencana kesini. Tapi pak Bos tiba-tiba meminta saya harus mengambil sesuatu, yach mau tidak mau saya  ke Mall Ambassador. Dan ketika hendak pulang hujanpun turun dengan derasnya. Apa mau dikata, saya harus menghibur diri saya sendiri dengan mencari tempat nongkrong yang asyik.

Hujan-hujan, valentine pula, bikin suasana hati menjadi gundah gulana. Saya tidak mau merusak hari ini hanya karena semua orang merayakan hari kasih sayang sedangkan saya terjebak di mall sendirian. Tapi ketika masuk ke Celoteh Cafe Ambassador saya langsung lupa dan malah kesenangan sendiri. Suasana cafe nya menyenangkan dan saya bisa dengan leluasa mencari tempat yang saya mau untuk menikmati me time saya.

celoteh cafe 19

Celoteh Cafe Ambassador Tempat Hangout Asyik.

Menunggu minuman dan makanan saya datang, saya sempat ngobrol dengan pegawai disana dan celingak-celinguk mengamati ruangan yang ada. Saya menemukan banyak spot-spot keren untuk nongkrong. Dan beberapa ruangan yang khusus disiapkan sebagai tempat kerja atau kumpul beberapa orang.

Rasanya tempat tersebut disiapkan untuk ruang meeting sekalian nongkrong. Dikarenakan lokasinya juga bagus bangat dipusat kota yaitu di Mall Ambassador, saya bisa jamin tempat ini pasti ramai oleh kawula muda. Dimana dapat berkumpul dengan teman sejawat berdiskusi mengenai kerjaan tapi tidak berasa seperti di kantor.

Variasi makanan dan minuman menurut saya tidak sebanyak cafe-cafe pada umumnya. Hanya untuk kopi saya melihat kopi yang disajikan di cafe ini jenisnya bermutu tinggi dan merupakan kopi pilihan. Bagi pecinta kopi rasanya nga salah dech kalau datang ke Celoteh Cafe Ambassador.

Sedangkan makanan, saya melihat beberapa kombinasi mie instan berikut teman-temannya antara lain sosis, keju, bakso, dan lain-lain. Berikut cemilan-cemilan yang mengenyangkan, berupa pisang goreng, tape, dll. Tapi jangan ngarepin steak atau spageti yach.

Hujan dan Valentine.

Jujur sebenarnya saya tidak kepikiran mau menulis khusus mengenai perayaan valentine.  Justru nga kepikiran sama sekali kalau hari ini pas bertepatan dengan perayaan Hari Kasih Sayang. Hanya suatu kebetulan yang tidak saya buat-buat mengharuskan saya merayakan justru di Celoteh Cafe Ambassador. Dan tidak berasa saya justru menghabiskan waktu berjam-jam duduk disini, menikmati cuaca dingin sambil menulis.

Merayakan Valentine tapi hujan, saya nga merasa melow karena saya cukup happy menghabiskan waktu di Celoteh Cafe Ambassador.

celoteh cafe 18

celoteh cafe 17

celoteh cafe 6

celoteh cafe 7

celoteh cafe 25

 

Musim Penghujan, Tidak Masalah! Lakukan Gerakan Ini.

Yaaa..  Hujan lagi. Mungkin begitu kira-kira komentar kita setiap pagi ketika hendak berangkat kantor ataupun pas kebetulan melihat pemandangan luar dari jendela. Jangankan berangkat kantor, mau ngapa-ngapain aja rasanya sudah malas duluan. Jangan kuatir walaupun musim penghujan, rasanya tidak ada alasan untuk tidak berolahraga, setidaknya lakukan gerakan ini!

Bagi teman-teman yang punya kebiasaan olahraga. Seringkali cuaca menjadi penghalang bagi kita untuk tetap membiasakan diri dengan aktivitas olahraga diluar ruangan. Diminggu-minggu pertama diawal tahun saya tetap memaksakan diri untuk tetap berjalan santai keliling komplek. Alhasil selesai olahraga bukannya keringat, saya malah masuk angin. Karena sepanjang hari langit berawan dan angin sangat kencang.

Akhirnya saya menghentikan aktivitas olahraga diluar ruangan dan menggantikannya dengan Yoga. Walaupun kalori yang saya keluarkan tidak sebanyak jika saya jalan keliling komplek, setidaknya saya berkeringat.

Lakukan Gerakan ini walaupun sedang musim Penghujan.

Kalau dulu saya cukup rajin membuat journal yoga mingguan. Yang mana isinya membahas tentang beberapa gerakan sesuai dengan tema yang saya tentukan sendiri. Tapi entah kenapa saat itu saya mengalami kebosanan dan kehabisan ide.

Sekarang kalau saya tidak malas saya pengen mengaktifkan kembali journal yoga mingguan atau bulanan lagi. Kali ini saya pengen memulai dengan membahas topik musim penghujan dan hubungannya dengan gerakan-gerakan sederhana tapi bisa membuat tubuh panas.

1. Surya Namaskara

lakukan gerakan ini 5

Sebagai gerakan pemanasan saya selalu memulai rutinitas saya dengan gerakan Surya Namaskara. Saya cukup sering membahas gerakan Surya Namaskara, dan sebagai awal gerakan saya melakukan pose ini sebanyak 10-50 putaran.

Surya Namaskara terdiri dari 7 gerakan yang berkesinambungan. Dan ke-tujuh gerakan tersebut dihitung menjadi 1 putaran. Diawal saya mengenal gerakan ini saya memulai dari hitungan 10 putaran setiap hari dan setiap minggu saya naikkan repetisinya. Dan sekarang saya berada dihitungan 50 putaran dan belum mengalami kenaikan.

Bisa dibilang dengan gerakan Surya Namaskara badan sudah sangat panas dan berkeringat. Karena Surya Namaskara merupakan paket gerakan yang sangat komplit.

2. Half Moon Pose

lakukan gerakan ini 1

Untuk gerakan selanjutnya saya biasanya menggabungkan beberapa gerakan sesuai dengan kebutuhan saya saat itu. Jika misalnya saya hendak membahas mengenai musim penghujan dan ingin tetap bugar, rasanya cukup lakukan gerakan ini.

Half Moon pose yang saya tampilkan disini merupakan variasi dari gerakan half moon pose. Karena saya ingin mengaktifkan area punggung, yaitu dengan cara seperti pada foto diatas.

Cara melakukan variasi half moon pose, kita dapat memulai dengan mencium lutut terlebih dahulu. Kemudian tangan ditaruh beberapa cm didepan kaki. Lalu angkat kaki kiri terlebih dahulu dengan tangan kanan meraih kaki kiri, twist atau silang dan angkat setinggi mungkin. Sehingga tulang belakang ketarik keatas dan punggung melengkung.

Bertahan dalam gerakan ini selama 5 nafas atau sekitar 1 menit, kemudian ganti tangan dan kaki.

3. Chaturanga Dandasana

lakukan gerakan ini 2

Badan sudah panas dengan Surya Namaskara. Kemudian langkah selanjutnya untuk punggung saya wakilkan dengan Half Moon Pose. Sedangkan untuk gerakan ketiga saya hendak memperkuat tangan dengan gerakan Chaturanga.

Sebenarnya banyak pilihan gerakan untuk perkuatan otot tangan dan lengan. Tapi saya ingin menantang diri saya sendiri karena sudah cukup lama tidak melakukan gerakan Chaturanga. Buat teman yang rajin push up dan plank tapi bosan dengan gerakan itu-itu saja, bisa loh men-challenge diri sendiri dengan lakukan gerakan ini.

Jujur saya sendiri tidak bisa bertahan di posisi ini dalam satu menit. Pastinya sebelum hitungan satu menit badan saya pasti sudah jatuh atau collapse duluan, hiksss.. Justru dengan melatihnya lagi dan semoga menjadi gerakan rutin, harapannya lengan saya menjadi lebih kuat.

4. Ekapada Viparita Dandasana

lakukan gerakan ini 3

Saya mengambil gerakan Ekapada Viparita Dandasana alasannya pertama karena gerakan ini sangat jarang saya latih. Kemudian untuk alasan kedua, gerakan ini sangat efektif dan sistematis. Hanya dalam satu gerakan banyak otot yang aktif antara lain lengan, punggung dan juga kaki.

Untuk memulai gerakan Ekapada Viparita Dandasana kita mulai dengan gerakan kayang atau wheel pose terlebih dahulu. Yang tadinya siku tangan lurus, ditahapan ini siku ditekuk. Kemudian kepala ditaruh dimatras dan melekat pada tangan yang dikepal. Supaya posisi kepala tidak bergeser.

Jika sudah stabil di posisi ini, kita dapat tambahkan dengan mengangkat salah satu kaki secara bergantian, dimana ditarik setinggi mungkin sehingga kaki lurus diatas. Nah keren kan. Lakukan gerakan ini secara bertahap dan jangan terburu-buru sehingga otot yang hendak kita fokuskan dapat bekerja dengan tepat dan efektif.

5. Split atau Hanumanasana

lakukan gerakan ini 4

Untuk gerakan terakhir sebagai penutup. Saya mulai membiasakan dengan gerakan split atau hanumanasana. Supaya hip saya tidak kaku, maka saya mencoba mengaktifkan diri saya sendiri dengan rutin berlatih gerakan split.

Setelah beberapa bulan tidak berlatih pasti badan saya kaget dan begitu juga cuaca yang tidak mendukung. Hujan serta dingin membuat badan kaku dan malas, tapi saya harus memulai dan konsisten berlatih dan lakukan gerakan ini.