Menyelam di Menjangan

menyelam di menjangan 5

Merasakan sensasi menyelam di Tulamben membuat saya ketagihan untuk merasakan suasana menyelam di Menjangan. Masih berada di Propinsi yang sama yaitu Bali, kali ini kami khususkan perjalanan menyeberangi pulau kecil yang ada di Pulau Bali.

Ada dua alasan khusus kenapa kami kembali berkunjung ke Bali untuk yang kesekian kalinya. Yaitu pertama adanya keinginan untuk merasakan suasana Nyepi dan kedua memenuhi bucket list saya menyelam di Menjangan.

Sebenarnya masih ada beberapa daftar spot penyelaman yang ingin saya kunjungi. Tapi karena keterbatasan waktu, akhirnya saya harus puas hanya turun satu spot dilokasi ini.  Kami pun akhirnya mengambil waktu menyelam sebelum perayaan Nyepi dikarenakan para master dive yang akan menemani saya menyelam sudah mulai bersiap-siap pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Nyepi bersama keluarga.

Pulau Menjangan Bali

Pulau Menjangan berada disebelah Utara kawasan Taman Nasional Bali Barat. Dari Kuta menuju kawasan ini dibutuhkan 3 jam perjalanan darat. Kami berangkat jam 6 pagi dan sampai dilokasi tempat operator penyelaman yang kami tuju yaitu sekitar jam 9.

Kemudian menyeberang dengan speed boat sekitar 30-45 menit. Dan menemukan pulau kecil dengan gapura Ganesha dipintu gerbang pulau sebagai petanda kami telah sampai di pulau Menjangan.

menyelam di menjangan 7

Saat kedatangan kami cuaca mendung dan sempat hujan dengan curah ringan. Pada saat itu sedang musim ikan, sehingga sepanjang perjalanan kami menemukan sekumpulan lumba-lumba berseliweran. Pemandangan yang cukup menyenangkan. Walaupun sempat hujan rintik-rintik, permukaan air tenang dan jarak pandang didalam air cukup bersih. Sehingga bisa dibilang kesan penyelaman yang saya alami sangat lancar dan nyaman.

Menyelam di Menjangan

Lokasi penyelaman tidak begitu jauh dari pintu gerbang Gapura Ganesha. Beberapa speed boat sudah terlebih dahulu merabat disekitar pintu gerbang pulau Menjangan. Saya melihat banyak turis mancanegara yang menjadi peserta penyelaman. Dan berhubung teman-teman saya kebanyakan hanya ingin bersnorkling saja, jadi saya digabungkan dengan peserta yang ada dikapal tetangga.

Dive master saya bapak Gede, membantu saya mengenakan pakaian menyelam dan menemani saya turun perlahan-lahan menyusuri wall atau dinding yang ada di Menjangan.

Wall nya sangat panjang dan cukup dalam. Karena sertifikasi menyelam saya masih pemula, saya hanya diperbolehkan turun sedalam 18 meter saja. Tapi itupun rasanya sangat menyenangkan.

Dengan kedalaman 18 meter saya sangat puas mengelilingi dinding dan mengamati terumbu karang dan ikan-ikan serta penghuni yang ada disekitar wall tersebut. Dan seperti biasa saya lupa mengatur settingan yang ada dikamera underwater, sehingga tampilan yang saya dapatkan berwarna biru seperti yang ada pada foto dibawah ini. Hiksss.. sedih.

menyelam di menjangan 4

menyelam di menjangan 3

menyelam di menjangan 2

Menikmati keindahan bawah laut Pulau Menjangan

Selain menyelam, kami pun menghabiskan waktu di Pulau Menjangan dengan bersnorkling dan mengambil dokumentasi foto dengan berbagai pose. Guide kami yaitu Dhika, selain menemani kami menyelam dan bersnorkling. Ternyata dia pun sangat ahli memainkan kamera underwater nya.

Jadilah hasil foto-foto selama di Pulau Menjangan semuanya bagus-bagus berkat hasil pengarahan dari beliau. Terima kasih yach Dhika, kamu masih berhutang menemani saya menyelam dilain kesempatan.

Berikut ini beberapa foto yang diambil oleh Dhika, selama kami bersnorking dan menyelam di Menjangan.

menyelam di menjangan 8

menyelam di menjangan 9

menyelam di menjangan 11

Keindahan Laguna yang ada di Labengki

Berkunjung ke Labengki, saya menemukan beberapa hal yang istimewa disini. Selain pemandangan yang sangat indah, bukit-bukit karang yang mempesona dan laut yang biru jernih, saya juga menemukan 2 laguna yang cukup unik. Laguna di Labengki dikata unik menurut saya. Dikarenakan posisi laguna tersebut berada diantara gua ataupun bukit-bukit yang terjal.

Menurut wikipedia Laguna (atau lagoon dalam bahasa Inggris) adalah sekumpulan air asin yang terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang atau semacamnya. Jadi, air yang tertutup di belakang gugusan karang (barrier reef) atau pulau-pulau atau di dalam atol disebut laguna.

Lokasi kedua laguna itu tidaklah jauh dari tempat kami menginap di Kimoboe Resort. Jika menggunakan speed boat yang sudah disediakan oleh pihak resort jarak tempuh dari penginapan hanya 20-30 menit saja.

1. Laguna Labengki

Laguna Labengki berada di antara bukit-bukit terjal. Jika sekilas mengitari perbukitan karang yang ada, maka kita tidak terlalu bisa mengetahui dimana persisnya jalan masuk menuju laguna.

Karena sepanjang mata memandang terdapat banyak bukit dan bagi pendatang seperti saya sulit mengetahui bukit mana tempat laguna tersebut berada. Dan sepanjang mengitari bukit juga terdapat beberapa goa tetapi hanya satu goa yang tembus menuju laguna. Oleh karena itu hanya penduduk setempat yang mengetahui dimana letak persis laguna yang hendak kami tuju.

Untuk masuk ke goa, posisi laut harus dalam keadaan surut. Jika pasang tiba maka jalan masuk menuju laguna pun tertutup air. Pada saat kami berkunjung kesana, posisi air hendak pasang. Sehingga kami pun tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama disana.

laguna di labengki 1

Berpose didepan jalan masuk menuju Laguna

laguna di labengki 2

Jalan masuk menuju Laguna

Semakin kedalam jalan masuk menuju laguna sangat sempit dan pendek, sehingga kita harus merangkak untuk dapat masuk kesana. Setelah berada didalam gua, baru kelihatan laguna yang sangat cantik dan jernih. Dengan air yang berwarna hijau toska, membuat kami betah bermain air dan bersnorkling. Rasanya pengen berlama-lama bermain air hanya air sudah mulai kelihatan pasang dan nantinya akan mempersulit kami keluar jika kami menunda-nunda keluar dari laguna.

laguna di labengki 3

Laguna Labengki.

Dibawah ini teman saya Nina merekam suasana didalam Laguna.

2. Laguna Sombori – Labengki

Ketika speed boat kami merapatkan sandaran ke tebing ini, saya bingung dimana letak Lagunanya. Kalau laguna sebelumnya, saya tidak tau persis dimana lubang jalan masuknya. Nah yang ini lebih membingungkan lagi. Karena tebing yang kami sambangi berupa tebing tinggi dan tidak ada celah lubang sama sekali.

Tetapi ketika pemandu kami menaiki tebing dan saya mengikuti beliau bertepatan dibelakangnya. Saya baru ngeh kalau untuk menemukan laguna yang satu ini, kami harus berjuang ekstra tenaga untuk mencapainya. Setelah sampai di puncak tebing, saya kira pekerjaan saya sudah selesai. Ternyata kami harus menuruni nya lagi. Dan turun nya lebih curam daripada ketika menaikinya.

Sempat was-was kalau kaki saya tergelincir atau permukaan tebing yang kasar melukai kulit saya. Dan benar ketika turun sempat agak nga sabaran sehingga badan saya pun baret atau lecet dimana-mana.

Tapi melihat laguna nya sangat jernih dan indah rasanya perjuangan kami menuju laguna ini terbayar sudah. Disini kami dibebaskan untuk berlama-lama menikmati jernihnya laguna dengan berenang dan bersnorkling. Sebenarnya untuk bersnorkling nga ada yang bisa dilihat sich karena permukaan lagunanya hanya berupa pasir putih.

laguna di labengki 4

Berpose dulu sebelum menaiki bukit.

laguna di labengki 5

Berenang di Laguna. Puas bangat, airnya jernih dan adem.

laguna di labengki 5

Dibawah ada rekaman video yang diambil oleh pemandu kami.

Laguna Sombori

Senang sekali akhirnya saya dapat menjelajahi keindahan Laguna di Labengki. Rasanya lengkap sudah pengalaman saya berkelana di beberapa tempat wisata terbaik  yang ada di Sulawesi Tenggara. Dan berharap semoga ada kesempatan lain untuk menjelajahi tempat-tempat unik dan cantik lainnya yang ada di Indonesia.