La Laguna Restaurant Bali

Terlalu banyak restaurant, cafe ataupun tempat nongkrong kekinian yang ada di Bali. Membuat saya kadang-kadang bingung yang mana terlebih dahulu yang akan saya tulis. Dimana pertama kali mendengar nama La Laguna Restaurant Bali, yaitu ketika baca tulisan almarhum mas Cumilebay.

Hikss ingat nama almarhum saya jadi sedih. Walaupun saya belum mengenal beliau secara personal dan tatapan wajah. Rasanya saya seperti sudah merasa tau akan beliau melalui tulisannya yang sangat berwarna-warni dan gaya bahasa beliau yang ngebanyol.

Ketika membaca tulisan beliau, saat itu saya cuma bisa membatin bahwa suatu hari nanti saya pasti akan berkunjung kesini. Dan akhirnya saya pun kesampaian mengunjungi La Laguna berkat membaca tulisan beliau.

Berada ditempat ini saya berasa menapak tilas tulisan dan mencoba mengingat sosok beliau dan berdoa semoga dia bahagia disana. Sepertinya semesta pun menjawab doa saya, karena sepanjang kami berada disana cuaca sangat bagus dan langit pun merekah menyambut kepulangan matahari kembali keperaduan.

 

la laguna restaurant bali 13

La Laguna Restaurant Bali
Jalan Pantai Kayu Putih
Canggu- Kuta Utara, Bali

la laguna restaurant bali 31

La Laguna – Restaurant bergaya Gipsi Bohemian di Bali

Rasanya restaurant yang ada di Bali tidak ada matinya mengembangkan kreasi dan inovasi terbaru. Setiap saat ada saja restaurat atau cafe dan tempat nongkrong baru dengan konsep yang berbeda.

Begitu juga dengan La Laguna Bali ini. Dengan lokasi di area canggu yang mana saat ini menjadi tempat nongkrong yang nge-hits. Menjadikan lokasi tempat makan tersebut menjadi incaran banyak turis untuk berkunjung.

Ketika memasuki area restaurant tidak terlihat tanda-tanda bahwa tempat ini adalah tempat makan. Hanya berupa area kosong berpasir dangan rumput-runput tinggi disekitarnya. Kemudian setelah melewati signage yang menyatakan bahwa benar kami berada dikawasan La Laguna baru kami menemukan area parkir yang luas dengan peletakan karavan dikiri dan kanan jalan.

Koridor berupa jalan setapak dari area parkir menuju kawasan La Laguna hanya berupa jalan setapak berpasir dengan pohon-pohon rindang disekitarnya. Seperti lorong gelap alami dengan karavan-karavan yang tidak berpenghuni . Saya sempat bertanya-tanya dimana tempat makannya yach?

Untungnya kami langsung disamperin oleh pegawai dengan kostum ala gipsi bohemian. Dan setelah diajak ngobrol dan diberikan sedikit info mengenai restaurant,  akhirnya kami disediakan tempat duduk sementara di area gubuk-gubuk dengan penutup atap rumbia.

Dikarenakan kami datang jam 4 sore dimana area tempat duduk di lapangan terbuka baru akan dibuka jam 5 sore. Akhirnya kami pun memesan makanan dan menikmati suasana siang menjelang sore yang cukup terik disini.

Interior La Laguna Restaurant Bali

Pada dasarnya tempat makan ini berupa lapangan luas dengan gubuk-gubuk dan karavan. Selebihnya disediakan alas kain dan tempat duduk empuk yang besar. Hanya saja semua bernuansa gipsi bohemian dengan motif-motif yang khas pada kursi, meja dan alas kain penutup.

Karavannya sendiri saya lihat kosong, hanya menurut pegawai yang saat itu bertugas. Kita dapat berkonsultasi dan membaca peramalan nasib melalui tarot didalam karavan. Dan itupun dapat kita jumpai pada jam-jam tertentu.

Begitu juga dengan nuansa lampu-lampu dan foto yang menghiasi area tempat makan ini.

Karena pada saat itu pencernaan saya lagi tidak baik, yang ada saya bolak balik mengunjungi toilet. Dan kesan yang saya dapat ketika masuk ke toilet adalah saya melihat foto-foto lama berupa potrait gadis gipsi. Kalau sekilas ngelihatnya sich saya cukup terpesona karena saya jadi foto-foto tersebut sangat bagus dan pengambilan foto nya sangat menarik menurut saya.

Tapi karena kondisi perut saya yang sangat memprihatikan membuat saya mau tidak mau agak lama disana membuat saya semakin memperhatikan detail demi detail foto tersebut. Entah kenapa rasanya foto tersebut sangat real dan hidup. Menyadari hal tersebut saya langsung buru-buru keluar dan menyesali diri saya sendiri kenapa saya sangat terpesona dengan tampilan foto yang ada.

Hikss kenapa juga menaruh foto didalam kamar mandi sich? Yang ada saya jadi ketakutan sendiri melihatnya.

la laguna restaurant bali 16

la laguna restaurant bali 30

Menikmati Matahari terbenam di La Laguna Restaurant Bali

Yang pasti tujuan utama kami berkunjung ke La laguna Restaurant nga lain adalah selain menikmati tempat makan yang lagi ngetrend, juga mengejar suasana matahari terbenam di Pantai Kayu Putih.

Walaupun sudah berkali-kali melihat dan menyaksikan moment matahari terbenam diberbagai tempat. Tetap saja ada sesuatu atau aura yang berbeda ketika menyaksikan matahari terbenam di Bali. Saya tidak tau apakah ini pendapat saya saja atau teman-teman yang lain juga merasakannya. Tetapi sepanjang saya ke Bali sebisa mungkin kami tidak pernah absen untuk menikmati moment tersebut.

la laguna restaurant bali 4

la laguna restaurant bali 5

la laguna restaurant bali 27

la laguna restaurant bali 26

la laguna restaurant bali 28

Yang istimewa di La Laguna

Dan menurut saya yang istimewa dari La Laguna ini adalah Jembatan penghubung diantara tempat makan dan pantai Kayu Putih. Dari foto-foto yang saya ambil, saya menyimpulkan keberadaan jembatan ini sangatlah instagramble bangat.

Walaupun hanya berupa jembatan kayu yang sudah dipoles dan didaur ulang tapi tampilannya dibuat dengan sedemikian menarik. Sehingga kesan alamiah dan ditambah kesan lampu-lampu diatas jembatan membuat suasanana menjadi tambah syahdu.

la laguna restaurant bali 1

la laguna restaurant bali 19

la laguna restaurant bali 10

Menu yang ditawarkan di La Laguna Restaurant

Jika menilik dari menu yang ditawarkan oleh La laguna. Kesan yang pertama ada dibenak saya adalah mahal. Untuk harga bisa dibilang lumayan mahal untuk kantong saya. Makanan kecil berupa dessert seperti ice cream dan tapas dihargai 25 ribu – 60 ribu. Sedangkan makanan berat berupa sandwich sampai steak dihargai sekitar 65 ribu – 290 ribu.

Begitu juga dengan minuman. Hanya saya lupa untuk memfoto menu minuman karena jenis minuman yang tersaji cukup banyak dan unik-unik. Tapi kisaran harga minuman tidak jauh berbeda dengan makanan.

la laguna restaurant bali 17

Calamary a la Romania

la laguna restaurant bali 21

Spoon me dan Dragon Fruit Vodka

la laguna restaurant bali 22

Grilled Prawns

la laguna restaurant bali 24

The Brownie

la laguna restaurant bali 25

la laguna restaurant bali 2

Pose yoga ala-ala. Lagian saya nga ada persiapan buat yoga, jadilah foto ala-ala.

Menurut saya La Laguna Restaurant Bali bisa dikategorikan tempat makan ngehits yang ada di Bali saat ini. Dan ketika berkunjung rasa penasaran saya akan tempat ini pun terpuaskan.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

20 thoughts on “La Laguna Restaurant Bali”

  1. Liiin, aku baru sekali ketemu mas cumilebay, tp krn memang sering mantengin blognya, jadi berasa bgt sedihnya pas blio pergi hiks.

    btw, jadi pgn ke sana jg deh, kapan yaaa ke Bali lg *modus 😀

    1. Hiksss hiksss.. beliau amat sangat menginspirasi walaupun aku sendiri belum pernah ketemu.

      Yuk lah dijadwalkan orin. Biarpun modus tapi yach kapan lagi hehehe.. ikutan nyari tanggal buat cuti.

  2. Cozy ya tempatnya..
    btw kayaknya foto lo terlalu berat deh Del.. dikecilin resolusinya nampaknya bisa…Kalo ukurannya gausah dikecilin, biar cepet nampilnya..

  3. Menapak tilas perjalanan Cumilebay, sepertinya memang memberikan kesan mendalam bagi pembaca blognya, apalagi yg mengenalnya ya.
    Matahari terbenamnya membuat ga mau beranjak dari La Laguna ini kayaknya. Lha, yang mbaca aja terkesima, apalagi yang ngambil foto2nya.

    1. Benar mbak. Profile Beliau itu ternyata banyak menyentuh orang yach. Berharap suatu hari nanti kita kayak beliau, dikenang banyak orang karena perbuatan baiknya.

      Hehehe terima kasih banyak mbak..

Leave a Reply