Sombori, Pulau Kecil yang Cantik dan Mempesona di Sulawesi Tengah

Awalnya saya tidak pernah mendengar nama Pulau Sombori sebelumnya. Sampai pada saat keberangkatan pun saya tidak ada bayangan sama sekali tampilan dan apa yang akan saya lihat disana. Sampai akhirnya kami tiba dan menginjakkan kaki ke pulau tersebut.

Pulau Sombori yang cantik dan mempesona tepatnya berada di Sulawesi Tengah, dimana posisinya berbatasan antara Sulawesi Tengah dan Tenggara. Jika kita berkunjung ke Labengki jarak ke pulau Sombori lumayan dekat, sehingga tidak salah kalau pemandu wisata kami menyempatkan Pulau Sombori dalam itinerary kami.

Wisata yang ada disekitar Pulau Sombori

1. Kampung Bajo Morowali

Kami naik kapal nelayan, dimana jarak tempuh yang kami jalani sekitar 1 jam perjalanan. Kami terlebih dahulu mampir ke kampung Bajo di Morowali untuk melapor. Dan sebelumnya sudah janjian dengan pemandu wisata setempat yang nantinya akan menunjukkan arah ke Pulau Sombori.

Di kampung Bajo kami sempat agak lama, dikarenakan menunggu kapal peserta yang satu lagi berikut kapal yang mengangkut persediaan makanan siang. Kami berangkat dari Kimaboe Resort sekitar jam 10 dan sampai di kampung Bajo sekitar jam 11. Hanya karena kapal yang satu lagi mengalami kerusakan diperjalanan maka kami pun agak lama menunggu disini.

Sambil menunggu kamipun mulai menjelajahi kampung Bajo dan menyaksikan kehidupan sehari-hari warga dan anak-anak disana. Tidak lupa sambil berjalan-jalan kamipun mencari cemilan berupa makanan kecil dan buah yang ditawarkan oleh penduduk setempat.

Anak-anak suku Bajo

Kampung ini tidak terlalu ramai tetapi populasi antara orang dewasa dan anak-anak sangat timpang. Anak-anak usia 5-12 tahun lebih banyak disana. Yang berusia 12 tahun sampai remaja dan pemuda kebanyakan berada di kota untuk sekolah ataupun bekerja.

Dari cerita yang saya dengar, anak-anak suku Bajo tidak bersekolah seperti layaknya anak-anak lainnya diperkotaan. Sebenarnya gedung sekolahnya ada dan kondisinya masih sangat baik, hanya saja guru yang mengajar sangatlah jarang datang. Bisa dihitung dalam sebulan hanya 5 kali mengajar.

Saya belum mendapat informasi yang lebih rinci apa penyebab guru-guru tidak hadir mengajar seperti layaknya guru-guru pada umumnya. Hanya dari cerita dengan mereka dan melihat langsung kondisi yang ada, anak-anak ini tidak bisa menulis ataupun membaca.

Ini benar-benar PR buat kita semua untuk memikirkan solusi bagi kebutuhan anak-anak suku Bajo.

Rumah suku bajo kondisinya sudah lebih maju.

Anak-anak suku bajo

pulau sombori 20

pulau sombori 19

pulau sombori 18

Oleh karena itu sepanjang kami berada disana, menanti teman-teman yang terjebak kerusakan kapal dan makanan yang masih dalam perjalanan. Kami menyaksikan atraksi anak-anak suku Bajo bermain perahu dan air.

Sedari kecil mereka sudah sangat akrab dengan laut dan laut menjadi area tempat mereka bermain. Saya rasa mereka sudah sangat mengerti akan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu sepanjang hari, saya melihat mereka sibuk mengumpulkan sampah yang ada sambil bermain-main.

2. Pulau Kayangan

pulau sombori 1

Photo by Bowi Basu

Awalnya saya tidak begitu mengetahui apa keistimewaan pulau Sombori. Karena ketika kami melewatinya saya hanya melihat sepanjang mata memandang berupa tebing-tebing batu saja. Kemudian kami diminta untuk menanjak dan menyisiri tebing. Baru dech setelah diatas saya mengerti mengapa pulau ini disebut dengan pulau kayangan.

Pulau Sombori yang cantik dengan primadonanya adalah bukit pulau kayangan sungguh mempesona saya. Dan banyak orang yang mulai menyama-nyamakan pulau ini dengan Pianemo atau Wayag nya Sulawesi.

Apapun penilaian yang disematkan ke Pulau Sombori saya rasa cukuplah bagi saya untuk menikmati keindahan. Dengan berlama-lama disini dan mensyukuri anugerah yang telah Tuhan berikan atas negeri ini.

3. Pulau Khusino

Goa Kolam Renang

Pulau Khusino merupakan pulau yang juga dihuni oleh suku Bajo. Dan penduduknya tidaklah sepadat di Morowali. Kami mengitari pulau dan rasanya pulau ini cukup besar sehingga kami bisa menjelajah beberapa tempat sekaligus.

Setelah melewati perkampungan suku Bajo dan masuk kearea tengah kami menemukan Goa Kolam Renang. Goa ini cukuplah unik menurut saya karena posisinya ditengah pulau, kemudian kita agak naik menyusuri tangga batu yang tidak begitu tinggi. Ketika masuk kedalam kita dituntun kebawah dengan tangga. Karena gelap saya tidak terlalu ngeh kalau ternya didalam goa ada air yang terkungkung didalamnya menyerupai kolam renang.

Airnya sangat jernih dan dingin. Rasanya agak payau. Tapi karena suasana didalamnya lembab membuat kondisi air tetap terjaga. Rasanya dingin dan segar. Saya berbasah-basahan didalam goa. Dan rasa penasaran saya sangatlah tinggi sehingga saya berenang dan masuk untuk menerka-nerka berapa luas area ini didalam.

Panjang air yang ada didalam goa saya perkirakan sekitar 30 meter. Tidak lah terlalu panjang dan kedalaman sekitar 2 meter. Oleh karena itu tidak salah juga jika goa ini disebut goa kolam berenang. Rasanya seperti berenang di kolam tetapi terbentuk secara alami oleh kungkungan batu dan goa.

Photo by Nina Wong

Mercusuar Pulau Khusino

Setelah puas bermain air di Goa Kolam Renang kamipun berjalan menyisiri pinggiran pulau disebelah luar. Dimana kamipun menemukan pondokan yang sudah tidak dihuni lagi. Kami sempat masuk ke pondokan tersebut dan tidak menemukan orang ataupun barang-barang disana, sebagai tanda bahwa pondokan tersebut sudah ditinggalkan.

Tidak berapa jauh dari pondokan kami pun berjalan mendekat mercusuar. Berhubung mercusuar nya digembok, kami hanya dapat bermain-main dan berfoto disekitar mercusuar. Saya kurang tau apakah mercusuar ini masih berfungsi apa tidak.

Hanya saya koq merasa sayang aja, kenapa mercusuar ini tidak dirawat dan dijadikan objek wisata layaknya mercusuar yang ada di Pulau Lengkuas Belitong. Rasanya seru aja bisa naik tangga dan naik ke puncak mercusuar, sehingga dapat menikmati pemandangan yang ada disekitar pulau.

Photo by Bowi Basu

Photo by Bowi Basu

4. Goa Lahumalala

Goa ini letaknya diatas tebing, oleh karena itu kita harus naik dulu menjajaki batu-batu karang yang curam dan berpasir. Tidak berapa tinggi dari permukaan laut, dimana kami naik dari kapal dan mulai menggapai pohon yang bergelantungan untuk dijadikan pijakan dan tumpuan. Akhirnya perlahan-lahan kami mulai menanjaki tebing dan mendapati bahwa ada goa yang cukup besar didalamnya.

Goa ini terdiri dari stalakmit dan stalaktit dengan lubang terbuka diatasnya. Saya merasa sangatlah kecil didalam goa. Dan dengan masuknya cahaya matahari dari lubang tersebut membuat kesan dramatis. Pantulan cahaya yang masuk membuat goa ini terlihat menarik. Kami cukup lama di goa ini mengabadikan dan mendokumentasikan pengalaman kami dengan berfoto-foto.

Saya rasa Pulau Sombori tidak lah kalah bagusnya jika dibandingkan dengan objek wisata ditempat lain. Hanya saja tidak banyak yang tau potensi dan kekayaan yang ada didaerah ini.

Harapan saya sich semoga banyak yang mempromosikan pulau Sombori yang cantik ini, sehingga makin banyak objek wisata yang bisa dikembangkan dan menjadi pemasukan yang lebih untuk kesejahteraan masyarakat.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

26 thoughts on “Sombori, Pulau Kecil yang Cantik dan Mempesona di Sulawesi Tengah”

  1. Aku juga baru denger nama pulau ini, syukur deh jadi tau hihihi, disana bagus yaahhh dan masih sepi jadi bersih banget kayanya. Itu mercusuar nya serem juga ya, kalau semakin gak dirawat, bisa makin rapuh tuh.

    1. Terima kasih Fasya.. Masih bersih dan air nya jernih. Masyarakat sudah diajarin bagaimana mengelola lingkungan dengan baik. Sudah tidak ada lagi pengeboman ikan dan semoga begitu terus sampai kedepan yach.

      Mercusuarnya masih kokoh dan kuat hanya bagian dalamnya nga ketauan bentuk nya seperti apa. karena digembok. Padahal kalau dijadikan objek wisata kan keren yach kaya di Belitung gitu. hehehehe.. mungkin ada alasan lain kali yach kenapa ini ditutup.

    1. Sulawesi Tengah emang belum kedengeran gaung nya nich. Orang belum pada familiar dengan objek wisata yang ada disana. Semoga pamornya makin naik yach biar makin banyak pengunjung yang datang kesini. dan semoga kamu juga ada kesempatan kesana.

  2. banyak tempat menarik untuk di explore disana ya … belum pernah saya kluyuran di Sulawesi .. paling perjalanan kerja doang dan ga sempet ngapapain … yang unik goa “kolam renang” itu .. sensasi berenang di goa alam

    1. Rasanya emang masih banyak objek wisata di Sulawesi yang belum terjamah dan namanya pun masih asing ditelinga. Semoga makin kesini gaung nya makin kencang yach biar makin banyak wisatawan yang datang.

      Benar mas, goa kolam renang itu menurutku juga unik. mandi disini berasa berenang di kolam besar alami.

  3. Somboro sungguh keren ya Lina. Parade eksotik Wayag Sulawesi, eh lanjut goa kolam renang dg air terkurung, uniknya mercusuar yg biasanya melangsing. Betapa syukur indah Nusantara kita.

  4. ya ampun keren banget berenang dalam goa itu…
    iya sama cantiknya dnegan Raja Ampat ya.., dilihat dari tebing tinggi itu pasti semuany jelas nampak cantik

    1. Terima kasih kak Monda. Berenang di dalam goa itu pengalaman menarik dan unik buatku. Hehehe.. Dan perjuangan ke tebing bukit khayangan itu cukup menguras tenaga kak.

    1. Benar bangat mas, masih banyak tempat-tempat indah yang tersembunyi di negeri kita. Setuju Pulau kayangan top habis. Terima kasih yach sudah berkunjung. Salam kenal.

Tinggalkan Balasan