David Attenborough

David_Attenborough_-_Life_Stories_-_Audiobook

Sumber : disini

Bagi yang senang mengikuti acara BBC Earth pasti tau dong siapa tokoh yang ada di foto ini. Tokoh yang ada diatas bernama David Attenborough, dia adalah orang yang membuat saya mencintai film dokumenter baik itu mengenai alam dan binatang.

Jika diperhatikan acara BBC Earth dalam bulan ini, bulan Mei 2016 pasti liputan mengenai David Attenborough akan selalu ada setiap hari. Karena apa? Karena bulan ini beliau genap berusia 90 tahun.  Keren nga sich? BBC Earth sendiri khusus membuat liputan Celebrating Attenborouht at 90, dimana acaranya dapat langsung dilihat di website BBC.

Karirnya dalam dunia penyiaran dimulai tahun 1952, dan pada tahun 1954 David Attenborough bergabung dalam seri Zoo Quest. Serial ini dibuat ulang dan minggu lalu mulai ditayangkan. Dimana diseri awal diceritakan bahwa peran David saat itu di Zoo Quest adalah sebagai penata gaya yang bekerja dibelakang layar.

Tetapi berhubung pembawa acara utama yaitu Jack Lester terkena penyakit tropis yang oleh dokter sendiri tidak tau obatnya apa, akhirnya David lah yang menggantikannya menjadi pembawa acara Zoo Quest. Dengan pembawaan David yang komunikatif dan interaktif acara tersebut diminati banyak orang. Dimana acara inilah yang membawa David memulai karir dalam bagian terliar didunia ini.

“An estimated 500 million people worldwide watched the 13-part series Life on Earth, written and presented by Sir David. At the time it was the most ambitious series ever produced by the BBC Natural History Unit. Its sequel, The Living Planet, came five years later in 1984 and in 1990 the final part of the trilogy, The Trials of Life was broadcast. He also wrote and presented two shorter series, The First Eden, on the long history of mankind’s relationship with the natural world in the lands around the Mediterranean, and Lost Worlds, Vanished Lives, about fossils”.

“Diperkirakan 500 juta orang di seluruh dunia menyaksikan 13 bagian seri Life on Earth, yang ditulis dan disajikan oleh Sir David. Pada saat itu seri paling ambisius yang pernah diproduksi oleh Unit BBC Natural History. sekuelnya, The Living Planet, berselang lima tahun kemudian pada tahun 1984 dan pada tahun 1990 bagian akhir dari trilogi, The Trials of Life disiarkan. Ia juga menulis dan disajikan dua seri lebih pendek, The First Eden, tentang sejarah panjang hubungan manusia dengan alam di tanah sekitar Mediterania, dan Lost Worlds, Vanished Lives, yang bercerita mengenai fosil”. http://web.archive.org/web/20020610202423/http://www.bbc.co.uk/nature/programmes/who/david_attenborough.shtml

Diseri kedua dalam Zoo Quest ditampilkan petualangan David pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Komodo Indonesia yang mana harusnya tayang jam 11:00 siang ini. Hanya karena jam kantor saya akan mencari tau jadwal tayangan ulangnya di TV.

Karena kecintaan dan dedikasinya dengan dunia alam dan binatang, pada tahun 1985, David Attenborough dianugerahi gelar kebangsawan dan sejak saat itu namanya berganti menjadi Sir David Attenborough.

Untuk seseorang yang hidup selama 90 tahun didunia ini rasa-rasanya sepanjang umurnya tidak habis karya yang dia hasilkan. Dan beliau telah membuat semua mata terpesona dengan kepiawaiannya menampilkan kehidupan binatang dan alam dalam format yang indah dan dengan narasi yang mudah dimengerti oleh banyak orang.

Seri Life on Earth adalah seri favorite saya. Dan saya nga tau kebetulan apa nga, adik saya juga pecinta serial ini. Terbukti waktu kita tukeran laptop (bukan tukeran sich, tepatnya laptop lamanya dihibahkan ke saya). Saya menemukan serial Life on Earth komplit di foldernya dia. Betapa bahagianya saya, jadi saya bisa menonton acara ini sesuka hati saya dan berulang-ulang tanpa harus menunggu tayang di TV.

 

images

Ini adalah foto David diawal penampilannya di Zoo Quest. Ganteng yach? Sumber : disini

Pada bulan Mei 2015, tahun lalu bertepatan ulang tahunnya yang ke 89. Beliau dipanggil dan diwawancarai oleh Presiden Barrack Obama dimana terjadi diskusi yang cukup menarik diantara keduanya mengenai Global Warming. Dan ternyata Bapak Presiden Obama menghabiskan masa kecilnya dengan mengikuti acara yang dibuat oleh Sir David Attenborough. Salah satu cuplikan liputan wawancara dapat dilihat di link dibawah ini.

 

Swimming Pool Rumbai

swimming pool rumbai 2

Tampak Depan Swimming Pool Rumbai dengan ornamen khas Melayu.

 

Menyambung topik sebelumnya mengenai Pulang ke kota Duri. Jika kita hendak menuju kota Duri dari Pekanbaru, pasti akan melewati kota Rumbai dan Minas terlebih dahulu. Dan untuk memenuhi rasa nostalgia dan mengenang masa kecil, pasti Swimming Pool Rumbai adalah tempat pemberhentian yang tidak boleh dilewatkan.

Kenapa begitu? Pertama karena Rumbai adalah pusat administrasi dari perusahaan Caltex (atau sekarang disebut dengan Chevron) itu sendiri, dimana kota ini dekat dengan  Pekanbaru. Sehingga mau tidak mau kita pasti sesekali harus melapor dan melakukan kegiatan administrasi disini.

Kedua, jaman sekolah dulu kadang ada acara kunjungan persahabatan apakah itu olahraga atau kesenian yang mana sekolah dari Rumbai datang ke Duri atau dari Duri ke Minas dan sebaliknya. Kalau acaranya di Rumbai, Swimming Pool Rumbai adalah salah satu tempat buat kita untuk berkumpul.

Ketiga, karena perusahaan berusaha melengkapi fasilitas untuk karyawan diarea komplek perumahan. Swimming Pool adalah tempat favorite buat kita untuk berkumpul dan berolahraga. Berbeda dengan jaman sekarang kalau nongkrong pasti nga jauh dari Cafe atau Mall.

Keempat, entah kenapa disetiap Swimming Pool yang dibangun oleh perusahaan tidak terkecuali Swimming Pool Rumbai pasti dilengkapi dengan Snack Bar. Dimana ada burger terenak sepanjang masa yang disediakan disini.

Padahal beberapa jam sebelumnya kami baru saja menyantap lontong pecal Bu Sri, dikarenakan rasa penasaran pengen tau apakah rasanya sama seperti dahulu kala. Dan sambil mengenang masa kanak-kanak akhirnya kami pun singgah kesini dan memesan burger khas Swimming Pool.

 

swimming pool rumbai 1

Situasi didepan Swimming Pool Rumbai. Jalanan diarea komplek modelnya seperti ini, mulus dan rapi.

 

Memasuki area parkir kami pun masuk ke gedung kolam berenang dengan sebelumnya menunjukkan tanda pengenal. Karena ini adalah fasilitas perusahaan jadi setiap kali masuk harus terlebih dahulu melapor dan menunjukkan tanda pengenal sebagai bukti bahwa kita adalah anggota keluarga karyawan.

Berhubung kita kesini untuk reuni dan napak tilas jadi sebelumnya sudah disiapkan surat keterangan kalau kita boleh memasuki setiap area dengan bebas berbekal surat sakti tersebut.

Disepanjang dinding koridor terpajang foto-foto yang menceritakan situasi awal perusahaan ketika beroperasi di Indonesia khususnya Riau. Menurut saya dokumentasi yang digambarkan disini cukup lengkap dan rapi.

 

swimming pool rumbai 7

Foto-foto yang ada dipamerkan disini menceritakan kondisi perusahaan pada awal mulanya beroperasi di Indonesia.

 

swimming pool rumbai 5

Diujung koridor sebelah kanan terdapat snack bar dimana kita dapat memesan burger dan menunggu pesanan kita dimasak sambil duduk melihat view kolam renang.

 

swimming pool rumbai 4

Foto-foto yang dipamerkan di sepanjang koridor.

 

swimming pool rumbai 3

Setiap foto mewakili tahun diambilnya foto dan berurut sehingga cerita nya runut.

 

swimming pool rumbai 9

Sambil menunggu pesanan datang kita dapat melihat kolam renang dari atas. Karena kami datangnya siang hari jadi bisa dipastikan kolam renangnya sepi.

 

swimming pool rumbai 8

Swimming Pool Rumbai.

Untuk ukuran dan model kolam renang nya sendiri sich sebenarnya sama seperti kolam renang pada umumnya. Hanya kalau dibenaknya kita yang namanya kolam renang tidak identik dengan aktivitas berenang tetapi lebih kepada makanan yang disajikan di kolam renang ini sendiri.

Dikala saya kuliah, pada saat pulang ke Riau tempat yang rutin saya kunjungi pastinya adalah swimming pool atau kolam renang dan library. Karena fasilitas yang ada disini semuanya gratis dan saya bisa tiap hari datang kesini tanpa ada yang melarang dan tanpa dibatasi waktu. Dan pastinya juga memesan burger.

 

swimming pool rumbai 12

Akhirnya pesanan pun datang dan begini lah tampilan burger nya. Ini burger pesanan saya Double Burger dengan telor.

 

Untuk anak seumuran kami, burger adalah makanan yang sangat digemari. Dimana belum ada McDonalds ataupun Burger King dan Carl’s Junior dech, hehehe.. Tapi beruntungnya kami dimasa-masa itu sudah dapat mencicipi nikmatnya rasa burger ala America.

Kalau dilihat tampilannya sich kelihatan seperti burger rumahan pada umumnya. Tapi untuk rasanya jangan ditanya. Karena dagingnya murni daging import dan ukurannya besar dengan harga yang terjangkau. Kemaren saya nyobain yang ukuran double dan ada telor nya hanya dihargai Rp. 20.000,- saja.

Rasa rotinya juga enak dan saya tidak pernah menemukan roti dengan rasa dan model seperti ini ditempat lain. Sayur yang disediakan pun dalam kondisi fresh. Padahal kalau diteliti lebih dalam bumbu yang ada didalam burger ini hanya saos sambal dan saos tomat doang tanpa mustard dan timun kalengan.

Kabayang nga sich sekitar 15 tahun yang lalu harganya sekitar Rp. 5.000,- wkwkwk.. Jadi nga salah kalau tiap kali ke Swimming Pool pasti nga absen beli ini burger plus coca cola dingin sebagai teman disaat olahraga. Selesai berenang mari kita nimbun lemak lagi.

 

swimming pool rumbai 13

Chesse Burger

Satu demi satu, selesai juga satu list tempat kami mengenang masa kanak-kanak dengan mengunjungi Swimming Pool Rumbai.  Semoga saja ketika suatu hari nanti saya kesini rasanya tidak berubah.

 

Pulang ke Kota Duri

pulang ke kota duri bandara sultan syarif kasim

Hallow teman blogger saya yang terkasih. Lama tidak menulis rasanya mulai kaku lagi nich. Selama 2 bulan saya benar-benar tidak bisa menulis karena satu dan lain hal, yang ada sekarang saya mesti mulai mencicil sedikit dari beberapa cerita yang sudah menumpuk di kepala. Mungkin untuk awal saya mau berbagi cerita ketika saya pulang ke kota Duri dulu kali yach?

Terakhir kali saya menginjak kota Duri itu tahun 2004 jadi bisa dibilang saya sudah 12 tahun tidak kesana dan rasanya penasaran pengen tau apa aja sich perubahan yang terjadi di kota ini? Kota Duri itu sendiri berada 120 km jaraknya dari kota Pekanbaru. Jadi kalau mau pulang ke kota Duri dari Jakarta harus singgah terlebih dahulu ke Pekanbaru setelah itu perjalanan dilanjutkan sekitar 3-4 jam untuk sampai ke kota Duri.

Cerita mengenai kota Duri itu sendiri saya pernah saya tulis disini. Dimana sejak tahun lalu teman-teman saya sudah berencana untuk membuat acara reuni dan napak tilas kota kelahiran tetapi ternyata respon dari teman-teman yang lain ternyata tidak terlalu dianggap serius. Yang ada diakhir tanggal yang disepakati peserta yang bisa ikutan hanya 8 orang. Hiksss.. sedih juga sich ketika tau pesertanya tidak sebanyak yang diharapkan.

Tapi karena kita memang niat pengen pulang ke kota Duri, berapa pun pesertanya akhirnya rencana tersebut tetap kami jalani. Kami berangkat dengan menggunakan pesawat Citilink dimana berangkat jam 05:00 dan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim sekitar jam 07:15. Dan betapa senangnya saya pada saat memesan tiket dimana harga nya saat itu sedang promo yaitu sekitar Rp. 925.000,- untuk perjalanan pulang pergi.

Setibanya di Bandara Sultan Syarif Kasim saya lebih takjub lagi melihat kondisi dan tampilan Bandara yang baru dan rapi. Mungkin nga baru-baru amat kali yach tapi karena saya sudah lama tidak kesini jadi jika saya bandingkan dengan kunjungan terakhir saya kesini pasti jauh bangat.

 

pulang ke kota duri reuni bersama teman SMA

Rombongan Tenggeners Jakarta setiba di Bandara Sultan Syarif Kasim – Pekanbaru

 

Bisa dibilang kita yang pulang ke kota Duri kemaren hampir semuanya berdomisili di Jakarta, tetapi karena kesibukan masing-masing kesempatan untuk ketemu dan ngobrol itu susah bangat. Justru moment pulang ke kota Duri inilah dimana kami berkesempatan untuk saling melepas kangen dan bercerita mengenai aktivitas kami masing-masing.

Hal pertama yang kami lakukan setelah tiba di kota Pekanbaru tidak jauh dari mencari tempat makan yang mana kamipun singgah di kedai Bu Sri untuk mencari longtong pecal. Lontong Pecal adalah makanan yang kami cari kalau berada di kota Pekanbaru, Duri dan sekitarnya.

 

pulang ke kota duri singgah makan lontong pecal

 

Dimana makanan yang ada disini adalah perpaduan budaya Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Melayu. Jadi bisa dipastikan lontong pecal yang disajikan disini lebih kaya bumbu dan banyak makanan pendampingnya seperti gorengan khas yang tidak bisa kita jumpai di pulau Jawa. Sayang saya tidak mengambil foto penampakan makanan pendamping lontong pecal nya. Yang ada saya bisa ngiler dan kangen pengen pulang, hehehe..

 

pulang ke kota duri tampilan lontong pecal

Ini dia lontong pecal favorite kami di Kedai Bu Sri.

Yang pasti rasanya maknyus karena kuahnya sangat kental dengan santan dan bumbu kacang. Yang membuat beda lontong yang ada disini yaitu adanya mie kuning dan sayur seperti sayur nangka muda, toge dan kacang panjang didalamnya. Namanya juga lontong pecal jadi merupakan perpaduan antara lontong dan pecal gitu kali yach?

Hanya yang membuat lontong pecal yang ada di Kedai Bu Sri ini kalau menurut saya aroma kencurnya sangat berasa bangat. Tapi secara keselurahan lidah saya sangat cocok dengan lontong pecal Bu Sri. Sampai teman saya nambah 2 porsi saking doyan nya wkwkwk..

Melihat tampilan foto diatas langsung keingat dan ngebayangin rasanya. Untuk sementara ini supaya ceritanya nga kepanjangan sepertinya sampai disini dulu cerita mengenai Pulang ke Kota Duri. Dan akan saya sambung di halaman berikutnya.