Situs Percandian Batu Jaya Kerawang

situs percandian batu jaya 5

Sebenarnya saya bukanlah orang yang cocok bercerita mengenai Situs Percandian Batu Jaya Kerawang. Karena waktu diajak kesini saya tidak  punya ekspektasi apapun dan sama sekali tidak membaca sejarah, latar belakang dan perihal mengenai situs sebelum berangkat. Jadi maaf kan saya kalau dihalaman ini tidak berisi mengenai sejarah dan riwayat situs.

Mengawali tahun 2016, saya menerima ajakan teman blogger yaitu Gara yang mana kemudian ajakan tersebut disambut dengan baik oleh Nita yang berdomisili disekitar Bekasi Kerawang, yang dengan kebaikan hatinya mau memberi tumpangan kepada kami untuk mengunjungi situs percandian batu jaya. Terima kasih yach Nita.

 

situs percandian batu jaya kerawang 3

 

Jadilah kami janjian di stasiun kereta Cakung dan dari sana Nita sudah menunggu kami dan sama-sama berangkat menuju Kerawang. Ternyata dari tempat saya menuju Bekasi itu kalau naik commuter line tidak sejauh yang saya bayangkan dan kami saat itu berangkat di hari Minggu. Dimana arah kami berlawanan dengan kebanyakan orang pada umumnya. Sehingga jalan menuju Bekasi sangat cepat dan sepanjang jalan naik commuter line saya selalu dapat tempat duduk. Penumpang commuter linenya nga ramai jika dibanding hari biasanya.

Setelah keluar dari stasiun kami melewati pusat kota Bekasi, baru dech ngerasain hiruk pikuk kota Bekasi yang padat oleh Mall dan lalu lintas nya yang macet. Disini aja kita sudah ngabisin waktu sejam, kemudian dengan berbekal GPS mulai lah perjuangan kami mencari situs percandian batu jaya.

Kejadian yang tidak terlupakaan adalah disaat kami salah jalan dan dengan tujuan mencari jalan pintas kami pun melewati persawahan yang tidak berujung. Jalannya sempit kayaknya hanya muat 2 mobil mepet dan kondisi jalannya berlumpur. Dengan genangan air ditengah jalan sempat membuat kami was-was dan akhirnya tiba diposisi maju kena mundur pun sudah nga mungkin. Hehehehe..

Setelah perjuang dan kelelahan akhirnya ketemu juga lokasi situs dan pada saat kami datang pengunjung bisa dibilang cukup ramai datang kesini. Di komplek situs percandian Batu Jaya berada diatara perumahan warga dan sepanjang mata memandang terdapat hamparan rumput hijau dengan banyak kambing berseliweran disepanjang komplek. Dimana dikomplek ini terdapat dua lokasi candi yaitu candi Jiwa dan candi Blandongan.

 

Candi Jiwa

 

situs percandian batu jaya kerawang 8

 

situs percandian batu jaya kerawang 1

 

Candi yang ditemukan di situs ini seperti candi Jiwa, struktur bagian atasnya menunjukkan bentuk seperti bunga padma (bunga teratai). Pada bagian tengahnya terdapat denah struktur melingkar yang sepertinya adalah bekas stupa atau lapik patung Buddha. Pada candi ini tidak ditemukan tangga, sehingga wujudnya mirip dengan stupa atau arca Buddha di atas bunga teratai yang sedang berbunga mekar dan terapung di atas air. Bentuk seperti ini adalah unik dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

Bangunan candi Jiwa tidak terbuat dari batu, namun dari lempengan-lempengan batu bata.

Menurut keterangan penduduk setempat kata jiwa berasal dari sifat unur (gundukan tanah yang mengandung candi) yang dianggap mempunyai “jiwa”. Karena beberapa kali kambing diikat diatasnya mati. Sehingga tidak ada hubungan dengan Dewa Syiwa.

Kata “jiwa” sangat dekat dengan nama salah satu nama dewa dalam agama Hindu yaitu Dewa Syiwa. Perubahan dari “syiwa” menjadi “jiwa” bisa terjadi karena perjalanan waktu, atau karena aksen Sunda. Barangkali kedekatan kata syiwa dan jiwa bisa dijadikan salah satu objek penelitian meskipun agak aneh jika data yang telah didapat bahwa candi Jiwa lebih kepada Budha daripada Hindu. Di Budha tidak ada dewa Syiwa. Sumber Wikipedia

 

Candi Blandongan

 

situs percandian batu jaya 4

Berdasarkan analisis radiometri karbon 14 pada artefak-artefak peninggalan di candi Blandongan, salah satu situs percandian Batujaya, diketahui bahwa kronologi paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12.

Di samping pertanggalan absolut di atas ini, pertanggalan relatif berdasarkan bentuk paleografi tulisan beberapa prasasti yang ditemukan di situs ini dan cara analogi dan tipologi temuan-temuan arkeologi lainnya seperti keramik Cina, gerabah, votive tablet, lepa (pleister), hiasan dan arca-arca stucco dan bangunan bata banyak membantu. Sumber Wikipedia

situs percandian batu jaya 5

 

situs percandian batu jaya 6

 

situs percandian batu jaya 2

Mengunjungi Situs Percandian Batu Jaya Kerawang bersama Gara, Nita dan Dita.

 

Dari pengamatan saya selama disana, Situs Percandian Batu Jaya Kerawang menurut saya cukup terawat dan beberapa kali saya melihat pengelola situs banyak beredar disekitar komplek mengawasi dan memberi pengarahan kepada pengunjung jika ada yang iseng melakukan perbuatan tidak senonoh seperti mencoret-coret dan mengambil sesuatu yang harusnya tidak diambil.

Dan dari hasil wawancara dengan pengelola situs, kami mendapatkan banyak informasi mengenai asal usul, sejarah dan apa saja yang ditemukan selama proses penggalian dan pemugaran lokasi percandian. Dimana tempat ini nantinya akan dikembangkan menjadi komplek yang lebih hijau dan tertata dengan baik. Sehingga diharapkan situs ini menjadi tempat tujuan wisata yang menarik.  Semoga saja dalam waktu dekat dapat terealisasi.

 

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

24 thoughts on “Situs Percandian Batu Jaya Kerawang”

  1. Ini candi batu hitam atau batu bata merah ya Mba, saya nggak ngerti bener sih masalah Candi dan situs-situs purbakala lainnya. Tapi di Kerawang ada Candi juga ternyata ya…Salam kenal Mba..

    1. sama, aku pun tidak begitu mengerti dunia percandian tapi karena diajak yach saya ikutan hehehe.. ini candi batu bata merah mas. salam kenal yach dan terima kasih sudah berkunjung kesini. nanti berkunjung balik dech.

  2. indonesia itu kayaa banget dg situs2 candinyaa.. sayang banget kalo gak diperhatikan oleh pemerintah, kan itu warisan budaya

  3. Bahkan saya belum menulis soal candi ini. Oh, Tuhan :hihi. Terima kasih sudah menuliskannya ya, Mbak :)).
    Saya berharap situs kaya cerita ini bisa betulan menjadi cagar budaya tingkat nasional, bahkan tingkat dunia. Namun setelah semua misteri candinya tersingkap dulu, sebab saya yakin banyak penemuan yang masih tertimbun di bawah tanah. Jujur candi ini menyimpan banyak banget misteri, saya sampai bingung karenanya. Tapi itu justru menanbah wibawa dan keseruan kalau berkunjung ke kompleks ini. Ah, saya kangen jalan ke sana lagi…

    1. Ditunggu tulisan mu Gara, karena aku nga bisa menceritakan candi ini lebih detail dan sebaik dirimu. Hehehehe.. aku cuma bisa cerita sekilas perjalanan kita kemaren aja. kalau ngetrip lagi ajak-ajak yach senang soalnya mendengar penjelasan dari mu.

  4. pernah kesini tahun 2014, kelihatannya tidak banyak berubah, saya kira sudah ada kemajuan di restorasinya.

    waktu itu sekalian ke rumah bung Karno di rengas dengklok, candi jiwa dan lanjut ke pantai-nya .. tapi jalannya hancur berattt

  5. Hmm, candinya mirip dengan Candi-candi bekas reruntuhan kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Terbuat dari Batu bata merah dan yang tersisa hanyalah reruntuhan kecil

    Terus terang, saya baru tahu kalau di Kerawang juga ada situs candi. Ini tugas kemenpar untuk promosi nih..

    Anyway, salam kenal ya mbak adelina

    1. salam kenal mas surya. aku pun baru tau ada candi di kerawang yang ada kita mesti rajin nich eksplore kerawang dan sekitarnya biar candi dan objek wisata yang ada disekitar sini keangkat dan menjadi tujuan wisata.:-)

Leave a Reply