Kedai Lao Hoe Petak Sembilan

kedai lao hoe petak sembilan 1

Pertama kali saya tau mengenai Kedai Lao Hoe Petak Sembilan itu dari blog nya mas Efenerr. Ketika membaca review nya mas Ef waktu itu sich nga ada kepikiran sama sekali bakalan mengunjungi kedai ini. Tapi selang setahun setelah membaca tulisan tersebut karena saya ikut Tour yang diadakan oleh Jakarta Good Guide, iseng aja saya nanya sama mas Farid yang saat itu menjadi pemandu saya. Kira-kira posisi Lao Hoe itu dimana yach?

Karena saya sudah mencoba beberapa tempat makan disekitaran Petak Sembilan, kali aja kalau tempatnya tidak terlalu susah ditemui, saya mencoba untuk mampir dan mencicipi masakan yang ada disini. Untungnya mas Farid tau dan ketika berkeliling dia sengaja melewati dan menunjukkan posisi kedai ini kepada saya. Jadi setelah selesai Tour China Town bersama Jakarta Tour Guide saya pun segera menyempatkan diri makan disini.

kedai lao hoe petak sembilan 7

 

Kesan pertama saat saya datang, saya melihat kondisi kedai Lao Hoe cukup rapi dan bersih untuk kategori kedai makan yang ada di gang sempit di Petak Sembilan. Pada saat saya duduk saya langsung dilayani oleh seorang ibu  sambil menanyakan menu pesanan apa yang saya mau. Ternyata ibu ini adalah salah satu pengelolah dari kedai Lao Hoe.

Karena saat saya datang pengunjung sudah tidak terlalu ramai karena saat itu sudah jam 1, sudah lewat waktunya makan siang. Saya pun mengajak si ibu ngobrol. Dari hasil obrolan saya tau kalau nama ibu ini adalah bu Linda dan dia bersama saudaranya bergotong royong mengelolah kedai ini.

Dari asal usul penyebutan nama Lao Hoe itu sendiri berasal dari kata tua atau lanjut usia, sesuai dengan usia yang disandang oleh pengelolahnya. Walaupun usia sudah lanjut tapi mereka masih semangat mengelolah kedai ini. Dan saya suka ketika ngobrol dengan bu Linda. Beliau dengan sabar menjawab pertanyaan saya dikala dia menjamu tamu-tamunya yang lain. Saya melihat bu Linda dan saudaranya sangat apik mengelolah kedai ini, terlihat bagaimana rapinya mereka berbagi tugas dan mengatur pesanan yang datang.

Dari menu yang ada saya langsung tertarik untuk memesan mie belitung. Sambil bernostalgia dengan kuliner yang ada di Belitung rasa mie yang ada disini tidak kalah jauh rasanya dengan yang mie belitung aslinya. Kaldu mie belitung yang kental dan rasa mie nya yang gurih ditambah porsi udangnya yang banyak membuat saya menikmati setiap suap yang masuk ke mulut saya.

 

kedai lao hoe petak sembilan 9

Mie Belitung, menggodakan? Melihat foto ini lagi saya jadi kangen pengen balik kesini.

 

Tapi karena sebelumnya saya sempat mencicipi mie kangkung hasil pembagian teman saya, yang tadinya saya pengen mencicipi laksa sudah keburu kekenyangan. Yang ada saya hanya bisa melirik mangkok laksa pesenan meja sebelah. Saya sempat numpang foto tampilan laksanya tapi karena laksa pesanan meja sebelah sudah dicampur jadi tampilannya sudah tidak menarik lagi.

Akhirnya karena penasaran minggu berikutnya saya datang lagi ke kedai ini. Sengaja tidak makan lebih dahulu dari rumah, saya akhirnya puas menikmati semangkok laksa dan nasi uduk sekaligus. Maruk neng? Hehehehe. Bisa dipastikan bahwa makanan yang disajikan disini semuanya halal. Jadi kalau berkunjung kesekitar sini jangan ragu untuk mampir, dijamin makanannya halal, bersih dan enak.

 

kedai lao hoe petak sembilan 10

Laksa

 

kedai lao hoe petak sembilan 11

Nasi Uduk

Bu Linda yang masih mengenali saya dikunjungan sebelumnya akhirnya saya minta berfoto bareng. Kunjungan sebelumnya sich saya masih takut-takut meminta foto beliau tapi ketika datang kedua kali nya baru dech saya berani dan bu Linda langsung mengiyakan.

 

kedai lao hoe petak sembilan 1

Saya berfoto bersama bu Linda

 

kedai lao hoe petak sembilan 8

Suasana Kedai Lao Hoe Petak Sembilan

 

kedai lao hoe petak sembilan 3

Lao Hoe sendiri berada di Jalan Pancoran 5/10, Gang Kalimati Glodok. Kalau teman-teman tau gang gloria, jalan pancoran ini letaknya pas diseberang nya gang gloria. Tinggal nyusuri gang tersebut nemu dech Kedai Lao Hoe Petak Sembilan ini.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

30 thoughts on “Kedai Lao Hoe Petak Sembilan”

    1. semuanya halal Dani. Hehehe aku barusan tambahan keterangan halal ditulisan. Dan kalau dari yang aku rasain sich malah nga ada mecin, kaldunya kental dan beneran kaldu ayam gitu dech.

    1. benar, kuah-kuah hangat gitu yach Lia apalagi musim penghujan kayak gini. Setelah dua kali ikutan event Jakarta Good Guide akhirnya baru bisa nemu mas Farid. Doi mah favorite semua orang yach?

    1. iya mbak mie belitungnya menggoda. Laksa dan soto sich kuahnya agak beda mbak. tergantung daerahnya kalau laksa tangerang itu ada campuran kacang ijo tapi kalau laksa bogor ada unsur oncom gitu katanya hehehe..

    1. Kalau dari cerita bu Linda sich kedai ini baru dibuka oleh generasi mereka, kakak beradik bahu membahu mengelolah kedai. Dan jenis usahanya sudah beberapa kali ganti, mulai dari makanan non halal, sembako kalau nga salah trus sempat tutup, baru terakhir ini mereka mulai lagi. hanya memang interiornya jaman dahulu kala gitu. Dan anak-anak mereka tidak ada yang mau nerusin jadi kalau nantinya mereka nga ada mungkin kedai ini akan ditutup mas.

  1. weh nggak bisa membayangkan betapa enaknya menu – menu disini. La Mbak Adelina sendiri bisa dua kali mampir kesini. Eh mbak, habis juga ya nasi uduk sama laksanya? nggak kekenyangan tuh? hehehe

    1. Beneran enak dech Anis, karena kaldunya beneran asli kaldu ayam tanpa mecin. Di gentong cokelat itu isinya ayam semua hehehe. Porsi makan ku emang rada ajaib untuk ukuran perempuan Anis, wkwkwk.. 2 porsi = Nasi uduk + Laksanya habis ludes.

  2. lao hoe….usia tak menghalangi karya, mutiara yang Ade dapat dari bincang dengan Ibu Linda. Kelezatan Mie Belitungnya merambat melalui postingan ini. Salam

Leave a Reply