Potret Kehidupan

potret kehidupan 1

Setelah saya memilah-milah foto-foto lama dan menemukan beberapa foto yang bisa saya masukkan sebagai kategori foto Black and White. Yang ada saya jadi semangat untuk belajar lagi dan membawa kamera saya kemana saya pergi. Tapi karena beberapa bulan kedepan tidak ada agenda trip daripada manyun akhirnya saya pun mendokumentasikan beberapa foto yang menjadi potret kehidupan yang ada disekitar saya.

Pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang biasa bagi kacamata saya. Karena setiap hari saya melihat aktivitas dan kegiatan para tukang besi, kontraktor, tukang urug tanah dan ahli bangunan berseliweran disekitar saya. Dan setelah ngobrol panjang lebar dengan beberapa teman, dimana lagi-lagi saya mengeluhkan gagalnya rencana trip dan saya mati gaya karena nga bisa kemana-mana. Yang ada teman saya menganjurkan saya untuk melihat situasi dan kondisi yang ada disekitar saya dengan kacamata dan lensa yang berbeda.

 

potret kehidupan 4

 

Mungkin bagi saya, indahnya pemandangan pantai, birunya laut dan cantiknya langit dengan taburan bintang adalah objek yang selalu saya cari dan dambakan disetiap tempat yang saya kunjungi. Dan saat ini pemandangan yang saya lihat tidak jauh-jauh dari kegiatan penggalian, mobil pengangkut beton dan debu serta lumpur akibat hujan yang seharian mengguyur Jakarta. Suatu hal yang teramat kontras dengan apa yang saya harapkan.

Karena kemaren sebelum hujan turun dengan derasnya, saya menyempatkan diri untuk turun kelapangan, membawa kamera dan mengambil beberapa foto untuk kemudian saya edit. Dan seperti inilah potret kehidupan yang merupakan aktivitas proyek yang saat ini sedang kami tangani.

Saya yang lumayan jarang turun ke lapangan akhirnya merasakan betapa peluh dan keringat para pekerja yang ada di lapangan amat sangat berat. Dalam sehari mereka harus mengerjakan tugas pengelasan dan perakitan besi untuk dijadikan kerangka atau tiang pondasi.

 

potret kehidupan 3

 

Saya tidak sempat berbincang dengan mereka karena mereka harus segera menyelesaikan tugasnya secepat mungkin ditengah cuaca yang saat ini tidak menentu. Pada saat saya disini cuaca sangat panas sekali sampai baju saya basah oleh keringat dan kotor akibat debu dan lumpur, tetapi dari kejauhan sudah kelihata awan gelap sebagai petanda sebentar lagi hujan akan turun.

Mereka harus berpacu dengan waktu, karena jika hujan turun maka mereka harus segera menghentikan kegiatan mereka dan kembali ke pos untuk berteduh. Jika demikian maka berkuranglah penghasilan yang mereka dapat karena jumlah besi yang harusnya mereka hasilkan tidak sesuai dengan target yang diminta.

 

potret kehidupan 2

 

Kontrasnya potret kehidupan yang saya lihat. Disaat saya membayangkan pantai dan teman-temannya, ada pihak lain yang jangankan memikirkan liburan, untuk makanpun mereka harus berjuang sangat gigih mendapatkannya. Betapa manjanya saya, cuma karena tidak bisa liburan saja mengeluhnya dan berkoar-koar segitu panjangnya. Saya cuma bisa berdoa semoga bapak-bapak ini selalu sehat dan senantiasa diberi kekuatan agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik sehingga setoran kekeluarga mereka tetap lancar. Aminnn..

 

potret kehidupan 1

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

2 thoughts on “Potret Kehidupan”

Leave a Reply