Buku Petualangan Tini

buku petualangan tini 4

Saya lahir dan besar di kota kecil yang ada di Pekanbaru. Kami tinggal di komplek perumahan perusahaan minyak dimana perusahaan menyediakan semua fasilitas yang lengkap di dalam komplek perumahan sehingga kita jarang sekali keluar dari lingkungan perumahan tersebut.

Karena lingkungannya sangat jauh dari kota, jadi bisa dibilang kami banyak menghabiskan masa kecil di hutan, rawa-rawa dan halaman rumah yang mana jarak antara satu rumah dengan tetangga agak berjauhan. Arena tersebutlah yang kami pergunakan sebagai tempat kami bermain.

Masa Kecil Saya.

Kalau boleh dibilang masa kecil saya saat itu adalah masa yang paling indah. Pulang sekolah, les kemudian setelah selesai les tidak lupa kami selalu bermain dan macam-macam permainan tergantung peserta dan putusan yang paling banyak. Kegiatan yang sangat kami gemari adalah bermain kasti, patok lele, lompat tali dan kelereng di halaman rumah. Kadang kami juga ke kolam berenang, naik sepeda ke hutan, atau ke perpustakaan membaca buku. Jadi bisa dibilang kegiatan kami selama seminggu pada saat itu sangatlah padat.

Hari senin main kasti di halaman, selasa naik sepeda ke hutan, rabu ke kolam renang, kamis ke perpustakaan, jumat main patok lele di halaman tetangga, sabtu masang kemah dihalaman.  Sudah nyiapin buku, senter, bekal dan  snack untuk nanti malam di kemah tapi menjelang maghrib balik ke kamar masing-masing dan tidur di kasur. Hehehe, trus kemah nya dipasang buat apa dong? Kemudian hari Minggu bongkar kemah, dirapikan dan disimpan, begitu terus berulang setiap harinya.

Tetapi karena permainan kasti, lompat tali dan lain-lain saya nga pernah menang, lama-lama saya bosan jadi pihak yang kalah mulu. Kalaupun saya ikut main itupun kalau pesertanya kurang, hehehe anak bawang bangat yach? Dikala adik-adikku sedang aktif-aktifnya bermain dan menguras energi dengan bermain kasti, bola, patok lele dan semua kegiatan yang berbau fisik, saya lebih menyukai pergi ke perpustakaan yang jaraknya lumayan jauh dengan bersepeda.

Buku Bacaan Masa Kecil Saya.

Perpustakaan yang disediakan perusahaan adalah gedung kecil yang dibagi atas 3 bagian, dimana pembagiannya dibagi berdasarkan umur. Untuk yang berumur 6 – 9 tahun ruangannya dibagian belakang sedangkan yang berumur 9 – 15 tahun dibagian depan. Sedangkan untuk yang berumur 15 tahun keatas ada ruangan yang lain di gedung sebelah tapi disambung oleh koridor yang menghubungkan kedua gedung.

Pada saat itu saya merasa waktu yang kami habiskan di perpustakaan rasanya singkat bangat. Karena diperpustakaan ini tersedia begitu banyaknya buku bacaan anak-anak yang sangat menarik untuk kami. Buku bacaan yang mengisi hidup saya mulai dari anak-anak sampai remaja adalah buku petualangan Tini, buku karangan Hans Christian Andersen, Kisah 1001 Malam, Enid Blyton, buku karangan Astrid Lindgren dengan Pippi si Kaus Kaki Panjang, Tintin dan lain-lan.

Yang mana semakin bertambah nya usia jenis buku nya berubah dan bervariasi mengikuti perkembangan jaman pada saat itu. Tetapi kali ini yang ingin saya ulas lebih banyak adalah buku petualangan Tini. Karena buku ini lah yang menjadi awal mula saya menyukai buku.

 

buku petualangan tini 1

 

Buku Petualangan Tini.

Buku Petualangan Tini ditulis oleh Gilbert Delahaye yang mana bekebangsaan Belgia dan illustrator nya adalah Marcel Marlier . Buku ini sudah diterjemahkan keberbagai macam bahasa termasuk bahasa Indonesia dan dengan 50 judul. Layaknya buku bacaan anak-anak cerita yang ada dibuku ini sangat sederhana, berisi petualangan Tini, Robi dan Susi dengan gambar-gambar yang sangat menarik.

Membaca buku-buku seri petualangan Tini membuat masa kecil saya lebih berwarna, setiap buku berisi petualangan-petualangan baru yang membuat impian saya melambung tinggi. Dimulai dari cerita Tini di Hutan, Tini merayakan hari ibu, Tini Berulang Tahun, Tini Belajar Memasak, Tini Membantu Ibu dan berbagai macam kegiatan Tini lainnya.

Ketika membaca buku Petualangan Tini saya seperti masuk kedalam kisah tersebut. Membayangkan berada didunia penuh petualangan dan menikmati semua yang ada didalam cerita. Alasan kenapa saya suka menggambar mungkin salah satunya adalah karena melihat gambar-gambar yang ada di buku ini.

Rasanya semua judul sudah saya baca pada saat itu, dan di ruangan perpustakaan kami bergantian membaca tanpa harus berantem. Dan yang namanya anak kecil, kami bebas leluasa membaca sambil lesehan ataupun tidur-tiduran. Gaya sesuka hati dech pokoknya yang penting membaca tanpa berisik. Selain buku yang disediakan disini menarik, tempatnya juga menyenangkan. Karena itu wajar perpustakaan selalu ramai oleh anak-anak seusia kami.

 

buku petualangan tini 2

 

Kalau saya mengingat kenangan tersebut ingin rasanya saya kembali ke masa anak-anak. Menikmati seru nya berpetualangan dan menghabiskan waktu di perpustakaan. Dan ketika kembali ke masa kini, saya tiba-tiba ditegur untuk memperhatikan kondisi anak-anak saat ini. Sudahkan anak-anak yang ada disekitar saya merasakan apa yang dulu pernah saya rasakan. Mengalami serunya berpetualangan hanya dengan membaca buku.

Mempunyai mimpi, harapan dan cita-cita untuk mengarungi dunia dengan membaca buku petualangan Tini di Afrika, Tini ikut Pawai Bunga dengan melihat begitu cantiknya bunga-bunga dan kereta bunga yang ada di buku tersebut. Hanya dari buku yang saya baca, saya sebagai anak-anak dibawa kedunia imajinasi yang amat sangat indah dan dari sana ketika dewasa saya berharap dapat berkunjung ke negara yang ada didalam buku.

 

buku petualangan tini 3

 

buku petualangan tini 4

 

Boleh dibilang buku petualangan Tini adalah buku yang mengisi masa kecil saya. Kalau sudah membaca buku ini, saya dan adik-adik saya bisa akur seketika walaupun tadinya sempat berantem.  Mengamat-amati setiap gambar yang disuguhkan didalam buku tersebut dan hanyut dalam cerita yang dikisahkan. Buku ini adalah buku yang membuat adik-adik saya bersemangat untuk belajar membaca. Karena kalau sudah bisa membaca mereka tidak perlu mengandalkan saya untuk tau isi dalam buku tersebut.

Terima kasih buku petualangan Tini, yang sudah berjasa menambah kenangan indah di masa kecil saya. Terima kasih untuk Bapak Gilbert Delahage dan Marcel Marlier untuk idenya yang sangat luar biasa. Sayang nya buku ini sudah jarang ditemukan di toko buku dan kalaupun ada rasanya harganya  sangat mahal. Semoga anak-anak sekarang menemukan buku bacaan bermutu yang dapat membawa mereka menjadi manusia yang punya imajinasi tinggi. Kalau teman-teman lain kira-kira buku bacaan masa kecil apakah yang masih kalian ingat sampai sekarang?

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

28 thoughts on “Buku Petualangan Tini”

        1. Hehehe berat amat yach. Nama bukunya apa Nik. Kalau dulu adik-adikku menggandrungi Doa Sang Katak dan Dunia Sophie jaman SMP dan SMA. Itu buku bisa jadi diskusi hebat dirumah, bukunya sampai bulukan dan masih ada loh sekarang.

  1. Iyaa dulu seneng baca, sampe begadang karena seruu baca, sekarang kok malah males yaa, ada beberapa buku baru malah gak sempet2 baca, serunya kalo nonton tv series hahaha…cuman aku lupa pas masa kecil baca buku apa, ingetnya masa remaja ABG, baca Little House on the Prairie dan Harry Potter tentunyaaa 😀

    1. Ayooo Tiara, kita mulai targetin baca buku lagi yukkk. Biar semangat bagaimana kalau kita buat challenge lagi wkwkwkw..

      Gue ingat gimana lu bela-belain bawa dan baca buku Harry Potter yang tebel itu ke kantor. Padahal kan kalau lu baca lebih cepat daripada gue dan bacaannya inggris lagi hehehe..

  2. Hahaha,,, masa kecil sampean persis saya alami mbak,,, jauh dari tetangga, rumah dekat rawa – rawa. Bedanya aku yang maskulin mbak,,, main kelereng, mancing di dekat rawa, kasti, gobak sodor, dll. Masa kecil memang masa yang paling menyenangkan. Eh sudah tua gini kok yo pikiran tambah berat. Ingin rasanya kembali ke masa kecil, hehehehe.

  3. Wah dulu juga suka tuh baca Petualangan Tini. Pinjem di perpustakaan sekolah dan ada bebarapa yang dibeliin sama mama. Kita sama mba, tinggal di kota kecil jadi kebanyakan masa kecil dihabiskan dengan bermain diluar atau membaca.
    Selain Petualangan Tini, aku juga suka banget dongengnya Enid Blyton :). Kayaknya kalo udah baca Enid Blyton sampe kebawa jadi khayalan hahaha

    1. Buku Petualangan Tini itu yang paling suka gambarnya yach. karena kita tinggal di kota kecil jadinya kalau nga main paling hiburannya baca. Mau nonton jaman dulu nga sebanyak dan nga semerik sekarang jadilah kita anak-anak yang penuh imajinasi membayangkan buku dengan cara kita sendiri.

  4. Ade, salah satu bacaan favoritku petualangan Tini juga 😀 . Kalau ingat masa kecil senang banget kalau lihat gambar2 di buku tsb, jadi pinter menghayal haha krn gambarnya bagus sekali.

    Harganya memang mahal, kalau mau cari yg murah bisa ke proyek senen, banyak buku2 bacaan di jual harga miring loh. Ada juga yang baru harganya bisa dapat harga agen 🙂 . Atau kalau ada pesta buku gramedia saya sering ke pusat di Petamburan, sale besar2an bisa sampai 80% kesempatan borong komik juga 😀 .

    1. Hehehe, kakak ternyata suka petualangan Tini juga yach? gambarnya bagus dan arsirannya hidup gitu jadiny asering aku contoh buat gambar hehehe..

      senang yach berburu buku, di proyek senen emang banyak buku-buku murah kalau kesini bisa borong banyak yach.

    1. sempat ada di gramedia tapi lupa harganya berapa, yang pasti mahal gitu dech karena kertas dan gambarnya bagus punya dech. langsung mundur perlahan yang tadinya pengen beli untuk koleksi.

      kalau nemu kasih tau yach neng.

  5. Wah, masa kecilnya menyenangkan sekali… ngebayangin ada acara kemah, pasang tenda nya…

    dulu, paling suka baca memang. foto-foto ilustrasinya bisa diplototin lama sambil ngelamun nambahin dari bacaan.

  6. Liiin. Gw membayangkan masa kecil lu yang indah banget deh. Indah dengan alam di halaman rumah lu dan indah dengan petualangan dari Tini, Robi dan Susi. Beruntungnya dirimu Lin. 😊 😊

    1. masa kecil di desa kecil itu lebih berasa petualangannya Dani, hehehe.. karena kita nga punya hiburan yach sudah dech apa yang bisa dijadikan tempat bermain itu dech yang kita pakai. kebanyakan mainnya yach?

  7. klo diinget2 kayaknya saya belom pernah baca tini deh 😀 , rada susah dicari bukunya tu. klopun ada harganya mahal. kadang2 ada olshop yg jual. tapi biasanya gak pernah kebagian terus 🙁

    1. Benar Mayang, kalau dulu di perpustakaan nga disediakan aku pun pasti nga tau buku ini. Tampilan buku nya bagus, kertasnya juga tebal gitu dan ilustrasinya menarik jadi nga heran sich kalau harganya mahal. Sayang yach, kalau harganya miring pasti semua anak bisa menikmati buku ini 🙁

  8. lagi mau cerita ke teman orang Perancis tentang serial
    tini ini, dulu sering dibawain papa saya kalau dinas ke Jakarta karena tinggal di Kota kecil di pekanbaru .di Perancis ada namanya kan, Mantini atau siapalah. lagi googlimg ketemu blog ini…
    lalu…ya ampun….kok kisah kita bisa samaaaa! sy juga tinggal di rumbai dulu! hahahahhaah. tapi ngga lama sih, abis itu papa dipindahin ke jakarta!
    salam kenal btw..

    1. Kalau ingat cerita di buku Tini pasti ingat masa kecil karena dulu paling suka baca buku ini dulu.

      Senang nya ketemu blogger yang sama kampungnya. Hehehehe.. Aku lama tinggal di Duri jadi masih sering kangen dan kalau lagi kangen suka cerita disini mengenai kampung halaman.

      Terima kasih yach sudah berkunjung kemari. Entar aku main ke tempat mu dech.

Leave a Reply