Kotak Felita

kotak felita 5

Sekarang saya punya hobby baru yaitu tanam menanam. Awal mulanya saya menyukai tanam menanam yaitu ketika saya diajak mengunjungi rumah ramah lingkungan yang mana pernah saya ceritakan disini. Kemudian dari penjelasan yang saya dapat Komunitas Sahabat Bumi  saya diajarkan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan.

Salah satu nya adalah memisahkan sampah organik dan non organik. Kalau sampah organik bisa dijadikan kompos sedangkan non organik kita kumpulkan dan ditabung di bank sampah yang dikelolah oleh Komunitas Sahabat Bumi. Karena saat ini saya hanya bisa melakukan pilah memilah sampah, dan kebetulan di kantor teman-teman juga lagi rajin tanam menanam sayur. Jadinya saya pun ikut ngumpulin sampah dan belajar tanam menanam dirumah.

Karena kita sudah sepakat untuk ngumpulin sampah yang mana kebetulan saya mengkonsumsi sayur dan buah dengan porsi yang banyak tiap hari. Jadilah saya mengumpulkan dan memisahkan sisa sayur-sayuran dan buah-buahan tersebut didalam Kotak Felita.

Kotak Felita.

Kotak Felita adalah Kotak Fermentasi Limbah Rumah Tangga (Felita) yang mana bentuknya seperti kotak plastik minuman dingin yang dijual di toko-toko dan pasar swalayan. Hanya bedanya kalau kotak felita ada lapisan pemisah antara material sampah dan cairan yang ada dibawahnya. Dimana hasil fermentasi dari kerja bakteri melalui sampah menghasilkan cairan yang mana nantinya akan menetes sedikit demi sedikit dibagian bawah.

kotak felita 1

ini dia tampilan Kotak Felita. Kotak dengan bahan Plastik yang mana ada lubang corong dibagian bawah.

 

kotak felita 2

Lapisan pemisah antara material sampah dan cairan yang nantinya sebagai hasil proses kerja bakteri.

 

kotak felita 3

Corong berupa keran untuk mengambil cairan yang nantinya dipakai sebagai pupuk cair.

 

kotak felita 4

Setelah ditaruh lapisan pemisah kemudian ditaruh bakteri secara merata dibagian paling bawah.

 

kotak felita 5

 

Kemudian taruh sampah organik diatas bakteri. Dimana setiap ketebalan 4 cm taruh lagi bakteri, begitu seterusnya sampai sampahnya penuh. Kemudian tunggu 2 minggu maka proses kerja bakteri pada sampah akan menghasilkan cairan yang nantinya menetes sedikit demi sedikit dilapisan bawah.

Sebaiknya sich tidak mamasukkan daun kering seperti digambar. Ini fungsinya hanya sebagai ilustrasi saja, dimana bahan atau sampah organik dimasukkan kedalam kotak, baik itu sayur-sayuran atau buah-buahan, daging dan sisa olahan makanan yang kita makan dapat ditaruh dikotak ini.

Cairan ini dapat kita jadikan pupuk cair dengan komposisi 1 : 100 antar cairan dengan air. Dengan bantuan bakteri sampah yang ada didalam kotak felita dapat terurai dengan baik tanpa menimbulkan belatung dan binatang sejenisnya.

Sedangkan material padat dari sampah tersebut dapat dijadikan kompos. Tinggal ditaruh dan dicampur dengan tanah kemudian tunggu beberapa minggu, tanah tersebut sudah dapat kita pakai sebagai material tanah untuk menanam. Saat ini saya lagi menanam bebarapa jenis sayuran, antara lain bayam, sawi dan cabe. Karena bibit nya masih kecil jadi kalau nanti sudah rada besar saya akan ganti media tanahnya dari hasil kompos ini. Dan untuk pupuk sehari-hari saya dapat semprotkan pupuk cair hasil fermentasi bakteri dari kotak felita ini.

Harga kotak Felita besar dihargai Rp. 175.000 berikut bakterinya juga. Dan untuk informasi dan pemesanan dapat menghubungi Mbak Wulansary di nomor telephone 081905937788. Mbak Wulan akan sangat senang hati menjawab pertanyaan kita seputar kotak felita dan bagaimana caranya kita berkontribusi untuk bekerjasama mengolah sampah organik dan organik.

 

 

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

18 thoughts on “Kotak Felita”

  1. idenya mbak wulan bagus nih. dg kotak plastik yg biasanya paling dijadiin kotak mainan anak anak, bisa jadi pengurai kompos cair dan padat. sebab gak semua sampah harus dibuang ke tukang sampah.

    btw, awal liat fotonya saya kira drybox dslr, kak 😀

  2. apakah jika diproses pakai kotak ini … baunya masih menyengat …
    saya baru lihat di tv ada kampung di daerah sunter yang mengeloa sampahnya … diproses jadi kompos tapi tidak bau ..

    1. Bau nya nga menyolok mas, rada kayak bau fermentasi alkohol saja sich. aku dibilangin teman kalau daerah sunter sudah mengelolah sampah disekitar lingkungan mereka. jadi penasaran itu disebelah mananya yach, secara tmpt ku dekat bangat ama sunter.

    1. Iya mbak Kei model kotak Felita bentuk nya seperti ini. Kalau diluar gitu sich beberapa kali aku baca artikel teman-teman biasanya buat sendiri gitu dech mbak. Atau ditaruh di bak sampah khusus untuk kompos gitu, cmiiw.

Leave a Reply