Rumah Ramah Lingkungan

rumah ramah lingkungan 5

rumah ramah lingkungan 1

 

Weekend kemaren saya dan sahabat saya Nik, menghabiskan waktu dengan Komunitas Sahabat Bumi dan Jakarta Good Guide. Karena hari nya di waktu yang berbeda dan bahasannya agak panjang jadi saya pecah menjadi 2 bagian. Bagian pertama saya akan membahas mengenai Rumah Ramah Lingkungan yang mana pemilik rumah merupakan salah satu pengurus dari Komunitas Sahabat Bumi.

Rumah Ramah Lingkungan

 

Rumah ramah lingkungan yang kemaren kami kunjungi adalah rumah milik pasangan Andoko Aribowo dan Sherly Novita yang mana berada dikawasan Cibubur. Terima kasih mas Ari dan mbak Sherly atas kebaikan hati kalian, sehingga kami dapat masuk dan melihat-lihat isi rumah mereka. Banyak hal yang saya pelajari dari mereka dan rumah ini benar-benar sangat inspiratif sekali menurut saya. Keberadaan rumah ini secara tidak langsung bercerita bagaimana besarnya kepedulian pemilik rumah akan lingkungan dan itu semua diterapkan didalam rumah ini.

Karena pemilik rumah pada saat kami datang, lagi ada keperluan jadi kami pun disambut oleh pendiri dan pengurus Komunitas Sahabat Bumi yaitu mbak Wulan Sary dan mbak Ika Roseliyana. Mereka pun menjelaskan kepada saya dan Nik mengenai latar belakang terbentuknya Komunitas Sahabat Bumi dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan. Kalau mbak Wulan banyak bercerita mengenai sampah, sedangkan mbak Ika banyak menjelaskan mengenai air dan listrik. (Kalau ada yang salah atau kurang-kurang informasinya tolong dikoreksi yach mbak) πŸ™‚

Latar belakang terbentuk nya komunitas ini adalah adanya keprihatinan, kecemasan dan kegelisahan sekelompok orang akan kondisi alam saat ini. Dimana khususnya Indonesia yang amat sangat kecil kepedulian akan pelestarian lingkungan baik itu mengenai pencemaran lingkungan berupa limbah sampah. Kemudian kondisi air, yang mana jika musim panas terjadi kekeringan dan di musim penghujan tidak pernah absen akan banjir. Serta kebutuhan listrik yang selalu tidak seimbang dengan ketersediaan PLN.

Membuat mereka akhirnya harus ambil tindakan dengan membentuk komunitas sahabat bumi. Untuk melihat lebih detail mengenai aktivitas mereka dapat mengunjungiΒ Komunitas Sahabat Bumi.

Kenapa menggunakan nama sahabat bumi, karena mereka ingin berkontribusi untuk melakukan sesuatu bagi bumi. Jika menggunakan kata sahabat, selayaknya sahabat yang sesungguhnya pasti ada perasaan kind, love dan care. Bukti cinta bagaimana memperlakukan bumi dengan baik, yaitu dengan adanya rasa peduli dan lama-lama timbul rasa sayang, semua itu terjadi dengan cara mengenal bumi itu sendiri terlebih dahulu. Memiliki pengenalan yang baik mengenai bumi serta kondisi yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu salah satu agenda utama dari Komunitas Sahabat Bumi adalah memberi informasi dan pengenalan lebih dini kepada anak-anak dengan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Memperdayakan masyarakat untuk memisahkan sampah dan cara mendaur ulang sampah sehingga menghasilkan suatu kerajinan tangan yang berkualitas sehingga dapat dijual dipasaran dan menjadi komoditi yang dapat dibanggakan.

Hal yang berkaitan dengan Komunitas Sahabat Bumi itu terdiri dari 3 hal yaitu Sampah, Air dan Listrik.

Sampah.

Bagaimana cara mengelolah Sampah yaitu memisahkan sampah Organik dan Non Organik.

1. Sampah Non Organik

Sampah organik mereka kumpulkan di Bank Sampah. Jadi menurut mbak Wulan, sampah-sampah yang terkumpul dari nasabah sampah, mereka ambil ke rumah tiap-tiap nasabah. Dimana ada jadwal rutin berdasarkan area dan lokasi. Semisalnya hari senin khusus area Kota Wisata, hari selasa Cibubur Juction dan sekitarnya, demikian hari rabu dan hari-hari selanjutnya.

Dan jika memang jadwalnya hari senin di Kota Wisata, nasabah yang ada disekitar Kota Wisata terlebih dahulu menghubungi mbak Wulan untuk mengkonfirmasi bahwa di rumahnya sudah terkumpul banyak sampah dan siap untuk didatangi dan mengambil sampah yang dimaksud. Ini cukup membantu mbak Wulan agar tidak sia-sia datang ke rumah nasabah yang ternyata sampahnya belum banyak.

Sampah yang telah dikumpulkan dari nasabah sampah tersebut nantinya akan diolah menjadi produk dan kerajinan tangan yang nantinya dapat dijual. Beberapa produk yang telah dihasilkan dari bank sampah tersebut dapat dilihat disini.

2. Sampah Organik.

Sampah organik berupa daun, sisa potongan sayur dan buah yang biasa kita pergunakan dimasukkan kedalam kotak Fermentasi Limbah Rumah Tangga atau FELITA. Yang mana nantinya sisa sampah organik dapat menghasilkan kompos dan pupuk cair. Mbak Wulan sempat mengajarkan kepada kami bagaimana cara mengolah sampah organik sendiri yang mana dapat kita praktekkan dirumah masing-masing. Kotak FELITA dapat dibeli dengan menghubungi mbak Wulan di nomor telephone 081905937788.

Saya sudah membeli kotak FELITA dan tadi pagi langsung saya praktekan. Kotak tersebut bentuknya seperti kotak plastik besar dengan corong keran dibawah tetapi didalamnya terdapat dinding pemisah berlubang-lubang untuk memisahkan bahan material dan cairan hasil penguraian sampat tersebut. Dan satu paket dengan kotak FELITA juga ada bakteri yang nantinya bekerja sebagai pengurai yang mana mengubah sampah menjadi pupuk kompos.

Karena baru tadi pagi saya praktekan jadi saya mesti nunggu 2 minggu lagi agar bakteri tersebut bekerja dan jadilah kompos. Kalau berhasil akan saya bagikan disini mengenai cara dan tahapannya.

Air

Dirumah yang kami kunjungi ini sudah mempraktekan bagaimana caranya memanfaatkan dan memaksimalkan air dengan baik. Yaitu dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan membuat sumur resapan dan biopori. Di rumah ini terdapat 5 titik sumur resapan dan lebih dari 80 titik biopori dihalaman rumah mereka.

Dengan bahasa yang lebih sederhana adalah dengan adanya sumur resapan dan biopori tersebut membuat air hujan yang jatuh dari langit tidak langsung kebuang ke saluran kota. Melainkan diserap dan ditampung lebih lama, kemudian disaring dan dapat digunakan kembali. Sumur resapan berfungsi sebagai area penampungan sedangkan dengan adanya biopori kita mengundang biota-biota yang ada didalam tanah untuk tinggal dan membuat rongga-rongga.

Dengan adanya rongga-rongga hasil pekerjaan hewan yang ada didalm tanah membuat daya tampung tanah untuk menyerap air tinggi. Jika daya serap air lebih tinggi, cadangan air bersih lebih banyak dan kebutuhan akan air bersih terpenuhi walaupun dimusim kering sekalipun. Serta dapat mengurangi resiko banjir akibat meluapnya air hujan.

Listrik

Untuk materi listrik saya tidak terlalu bisa menguraikannya disini karena saya sendiri tidak begitu paham. Mbak Ika mencoba membantu kami untuk mengerti dengan menjelaskan cara kerja solar panel dan kincir angin sampai harus naik keatas atap. Ternyata cukup menguras energi untuk naik keatas atap dan melihat langsung peletakan solar panel dan kincir angin.

Menurut penuturan mbak Wulan dan mba Ika, pemilik rumah sudah dapat memproduksi listrik sendiri. Kelebihan supply listrik sudah dijual ke PLN. Pada saat saya datang, kincir angin nya sama sekali tidak bergerak dikarenakan kapasitas baterainya sudah penuh. Dan kincir angin akan kembali bergerak jika kapasitas baterai menipis atau berkurang.

 

rumah ramah lingkungan 2

Tampak Belakang Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita.

 

rumah ramah lingkungan 3

Dari ruang duduk keluarga kita dapat langsung melihat halaman. Yang hijau-hijau begini rasanya adem bangat.

 

rumah ramah lingkungan 5

Pada saat kami hendak naik keatas atap, saya mengambil foto situasi ruang tamu dari lantai atas.

 

rumah ramah lingkungan 6

Ini dia tampilan solar panel. (Informasi bagi yang belum pernah melihat wujud solar panel) :-). Saya lupa menghitung ada berapa panel yang ada disini.

 

rumah ramah lingkungan 4

Kincir Angin

 

rumah ramah lingkungan 7

Halaman Rumah, dari atas kelihatan beberapa lubang biopori dan sumur resapan.

 

rumah ramah lingkungan 8

Spot dibelakang rumah, ini juga merupakan salah satu lokasi penempatan sumur resapan.

 

rumah ramah lingkungan 9

Sumur resapan yang dikamuflase dengan adanya pot tanaman. Dirumah ini terdapat 5 titik.

 

rumah ramah lingkungan 10

Hijau sekali halaman rumahnya. Saya sangat betah untuk berlama-lama disini, sampai rasanya ogah bangat untuk pulang.

Pengalaman yang amat sangat berharga yang saya habiskan di Rumah Ramah Lingkungan milik mas Andoko Aribowo dan Sherly Novita. Jangan bosan yach mas dan mbak kalau kita datang berkunjung lagi (ngarep bangat untuk datang kesini lagi). Semoga dengan keberadaan rumah ramah lingkungan menjadikan inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain untuk mempertimbangkan aspek eco dan green house dirumah masing-masing dan dengan cara sendiri.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

45 thoughts on “Rumah Ramah Lingkungan”

  1. Selain ramah lingkungan, rumahnya juga keren yaa… Banyak hijau2nya bikin betah pastinya πŸ™‚
    Suka banget sama keseluruhan konsepnya. Kebayang pasti saat ngebangun, lamanya justru mikirin dan eksekusi konsep resapan dllnya, tapi hasilnya maksimal. Berharap arsitek2 kedepannya juga mikirin ke arah sini, ga hanya tampilan dan fungsional bangunan saja ya..

      1. Mba Adel, terimakasih sudah membuat tulisan mengenai rumah kami, semoga menginsiprasi yang lain dari sisi yang baik. Sebenarnya justru konsep rumah ini tidak terlalu lama dipikirkan sebelum membuat hanya impiannya sudah dimulai sejak 10 tahun sebelum rumah ini jadi hehehe. niatnya cuman punya rumah di tengah tanah yang luas sebagai daya dukung rumah sedangkan rumahnya sendiri tidak besar tidak mengapa namun harus “menyatu” dengan alam.

        1. Aku yang harusnya berterima kasih mas. Sudah berkunjung di rumah cantik milik keluarga mas. Aku belum kesampaian ketemu mas, dan nunjukin ruangan yang ada diloteng itu loh. Hehehehe..

  2. Postingnya inspiratif, mbak adel..
    Ini bisa jadi referensi utk kita semua..

    Rumah ramah lingkungan memang sulit diterapkan, apalagi kalau anggota keluarga kita nggak sejalan pemikirannya… tapi memang sedikit-sedikit mindet harus diperbaiki.. dan tentang solar cell dan kincir angin, mungkin belum mudah didapat di Indonesia ya, belum lagi perawatannya…

    Ingin sekali punya rumah seperti itu, semoga ke depan bisa lebih baik.. rumah seperti ini jadi trendsetter-nya.. πŸ™‚

    1. Setuju Mbak Lyliana rumahnya sangat inspiratif bangat. Kalau solar cell ama kincir angin emang rada mahal investasi diawal. Tapi sebenarnya sepadan dengan manfaat dan jangka waktunya lama. Jadi sebenarnya nga rugi-rugi juga sich.

      Amin.. ini memang rumah idaman bangat yach.

    2. Mba Lyliana Thia, rumah itu adanya di dalam hati, bangunannya yang ada di luar tubuh kita makanya istilahnya home sweet home bukan house sweet house. Jiwanya bangunan itulah rumahnya, yang ada di dalam hati setiap anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut untuk selalu pulang ke sana.

      Mengenai panel surya dan kincir angin sudah sangat mudah kok di dapat dan ternyata di luar dugaan umum, perawatannya tidak rumit kalau boleh dibilang malah minim perawatan sampai bebas perawatan.

      benar biaya investasi awalnya instalasi pembangkit listrik energi terbarukan agak lumayan, namun semuanya tergantung kemauan kita kok, kamipun menyicil pembelian alat alat jadi tidak sekaligus, namun sebanding dengan kepuasannya, semoga langkah yang kami mulai sedikit membantu beban pemerintah dalam hal energi listrik.

      Rumah kami diantara beberapa rumah di Indonesia yang sudah bisa mengirim kelebihan pasokan listrik yang diproduksi oleh kincir angin dan panel surya ke instalasi PLN dan dikompensasi dalam bentuk pengurangan tagihan pembayaran listrik.

      1. Wah senang bangat yang punya rumah langsung memberi komentar disini…

        Jadi setidaknya pertanyaan teman-teman disini sudah terjawab yach. Dan semoga dengan contoh keberadaan rumah ini kita jadi lebih giat untuk melestarikan alam dan lingkungan sekitar kita. Matur nuwun mas ari.

  3. Pemiliknya benar-benar memperhatikan lingkungan ya. Modalnya memang besar tapi efeknya jangka panjang. Rindu punya rumah dengan kehijauan seperti itu. Walaupun rumah sepetak rasanya tidak mustahil bisa menggunakan sistem diatas asal saja seluruh keluarga punya komitmen dan mau bantu sama-sama merawat. Cuman sayangnya sekarang saya kalah dengan yang praktis dan ogah repot πŸ˜€

    1. Kalau dari cerita nya si mbak Wulan sich nga repot sandrine. Mungkin awalnya iya, mesti harus pasang solar panel, kincir angin, sumur resapan dan biopori. Tapi selanjutnya alat-alat ini bekerja sendiri secara otomatis. Dan mengenai halaman, karena dibawah tanah persediaan air sudah mencukupi sepertinya untuk menyiram tanaman kayaknya bakalan jarang-jarang dech.

      Mungkin ribet kalau harus nyapu dan menyiangi tanaman dengan halaman seluas ini kali yach. Itu sich kayaknya harus ada bantuan dari tukang taman kali yach hehehehe..

  4. Waaah… Salut buat pasangan mas Ari dan mba Sherly. Ademnya membuat kita kangen rumah kalo bepergian. Home sweet home…

    Lina, posting ini kebanyakan kata “dimana” hahaha…

    1. Iya yach, kebanyakan kata “dimana”, “rumah ini” dan “disini” hehehe.. bentar dech aku edit lagi. Terima kasih mas Alris untuk koreksinya.

      Benar mas rumahnya buat malas keluar yach.

  5. Konsep rumah dengan langit-langit tinggi itu oke banget Mbak, sirkulasi jadi lancar, tak perlu pendingin ruangan karena ruangan pasti adem, jadi makin hemat deh.
    Salut dengan mereka, memang dari hal-hal kecil untuk lingkungan, apabila dilakukan secara konstan dan simultan, dampaknya pasti hebat. Sumur resapan, pengolahan sampah, solar cell, semua sedikit-sedikit pasti punya dampak yang jika digabung bakal hebat banget. Tertarik deh buat mengikutinya juga di rumah di kampung :hehe. Terima kasih buat sharingnya ya Mbak! Ini datang ke sana secara pribadi apa bareng Jakarta Good Guide itu? Inspiratif banget soalnya kunjungannya :hehe.

    1. Komunitas Sahabat Bumi dan Jakarta Good Guide ini acaranya terpisah Gara. Kalau ke rumah ramah lingkungan emang kebetulan sudah janjian ama pengurus komunitas sahabat bumi untuk nantinya mau ngadain event edukasi ke anak sekolahan. Jadi sekalian mau buat event juga pengen nunjukin salah satu contoh rumah ramah lingkungan Gara. hehehehe…

    1. Rumah dengan halaman kecil sepertinya juga bisa koq mas. hehehehe.. Dan nga harus punya sumur resapan dan biopori juga kali yach. Kita bisa terapin dengan cara kita sendiri. Aku nga punya halaman jadi yang bisa aku lakukan adalah nanam tanaman di pot, sama misahin sampah organik dan non organik, rasanya ini doang yang bisa aku lakukan :-).

      1. Kebetulan saja alhamdulillah tanah sisa sedikit luas, namun enurut saya yang paling penting adalah pola pikir kita. sumur resapan tidak selalu perlu tanah lebih dari rumah kita, bisa di bawah garasi kita tersembunyi yang penting di bawahnya ada sumur yang bisa menampung grey water dari limbah mandi, cuci piring dan cuci baju kita misalnya. sebagian dari biopori saya juga ada di pinggir jalan aspal, sumur resapan besar ada di blakang rumah dan di carport…saya yakin kalau kita optimis semua bisa dilakukan ya hehehe..tetap semangat…!!!

        1. Benar sich mas, dibenak ku yang namanya sumur resapan dan biopori selalu identik dengan halaman luas dan langsung menyentuh dengan tanah. Sedangkan yang kita punya saat ini halaman kebanyakan dipakai perkerasan untuk carport. Ternyata bisa yach mas? Aduhh aku mesti belajar banyak lagi nich.

          Satu lagi yang aku mau tanya mas. Kalau biopori itu tergantung jenis tanah kah? Kalau tanah lempung atau clay kan emang air gampang menyerap. Tapi kalau jenis tanah berpasir gitu cocok nga sich dibuat biopori?

          Mas buat seminar dong mas mengenai air dan listrik. Setidaknya orang-orang seperti saya ini bisa punya bekal ilmu. Jadi nga salah lagi kalau ada orang yang nanya. Dan juga bisa kita terapkan dirumah masing-masing hehehehe.. Terima kasih yach mas

          1. Halo mba Adel, menjawap pertanyaan tentang biopori, sepengalaman aku justru tanah yang lempung atau tanah merah itu lebih kurang menyerap daripada yang berpasir. kendalanya kalau yang berpasir biasanya mudah gugur. Nah untuk biopori di tanah yang berlempung akan relatif kedap dan sulit meresap makanya kita gunakan sampah organik yang diharapkan organisme tanah pada waktunya akan membantu menggemburkan tanah dan sampah organiknya menjadi pupuk kompos. nah untuk tanah yang agak berpasir dan mudah gugur bisa digunakan pipa pralon, tidak perlu yang baru, kalau bisa dapat yang bekas, untuk menahan diding agar tidak runtuh, mungkin pipanya dilubangin sisinya agar membantu peresapan. kapan main lagi ke rumah saya ada beberapa bahan presentasi mengenai hal hal terkait pengelolaan air dan energi yang kita sempat bikin. Untuk seminar, heheheh keknya saya belum sampe ilmunya deh, saya lebih ke arah praktisi yang “hayuk sama sama kita belajar dan terapkan”, baru sampe situ aja levelnya..heheh

          2. nga seminar dalam bentuk formal sich mas. hanya sharing aja gitu kali yach. hehehe.. ditunggu dech undangannya karena bahas topik seperti ini benar-benar menarik sich mas. walaupun jauh aku pasti jabanin dech πŸ™‚

  6. Keren! Akan lebih baik sih kalau developer” Indonesia mulai menawarkan konsep green house seperti ini. Saya rasa bukan karena kita gak mau punya rumah yang ramah lingkungan tapi pengetahuan kita juga minim, jadi yah konsep” seperti ini menjadi pertimbangan terakhir karena kita gak ngerti. Mungkin bagi komunitas sahabat bumi bisa mulai perkenalkan konsep rumah ramah lingkungan ini ke instansi-instansi yang bisa melebarkan niat baiknya. Sekedar masukkan aja kak adel ?.

    1. Benar cubby. Aku aja yang kerja di developer masih minim bangat loh pengenalan akan rumah ramah lingkungan. Kalau diluar negeri gitu pemerintah kasih reward buat desain yang mengusung tema green and eco building. Dikita yang beginian kayaknya selalu identik dengan high cost jadi orang-orang pun bawaannya malas.

      Setuju dengan lu cubby, tadi aku juga minta mas ari ataupun komunitas sahabat bumi untuk buat seminar atau training kecil-kecilan buat kita nambah ilmu dan bagaimana menerapkan pelestarian lingkungandalam kehidupan sehari-hari.

  7. Salut dengan yang punya rumah tersebut, ada banyak panel surya yang bisa dimanfaatkan menjadi listrik. Selain itu, konsep rumahnya pun asyik. Serasa di antara kebun karena banyak yang teduh πŸ™‚

    1. Benar mas, konsep nya asyik bangat. Banyak ruang-ruang terbuka dan langsung menyatu ke halaman yang mana halamannya hijau bangat. Duduk-duduk santai sambil baca buku pasti kerasan bangat.

  8. Ide rumah ini sebenarnya sederhana, tempat yang nyaman bagi siapa saja yang berada di lingkungan rumah baik penghuninya maupun tanam tanamannya. binatang liar seperti burung, kodok, kadal, codot pun kita welcome heheh. Rumah yang hemat energi dan mandiri air serta minim perawatan

    1. Benar mas, dari yang hanya unuk memproduksi sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai akhirnya kelebihan supply dan bisa dijual kembali ke PLN adalah sesuatu keuntungan tambahan buat pemillik rumah.

  9. Menarik banget ini, dan sebagai orang yang pernah belajar tentang teknik lingkungan, aku salut banget dengan pemilik rumah ini, mereka benar-benar menerapkan teknologi yang ramah lingkungan bahkan juga memberikan manfaat balik ke sekitar.

    Rumahnya idamanku bangeeeet.

    Kapan-kapan kalau ada acara seperti ini, aku dicolek dong Del. Siapa tahu pas lagi di darat dan bisa ikutan πŸ™‚

    1. Setuju Bart. Rumah idaman kita semua ini hehehehe.. Apalagi ketemu langsung pemilik rumahnya tambah terpesona dech Bart (aku belum ketemu langsung sich tapi mas Arie nya ikutan comment di halaman ini).

      Rencana bulan April Bart mau buat event disini. Akan kita kabari yach.

  10. hi, apa saya bisa kontek bapak Andoko ? beberapa pertanyaan mengenai solar panel , lubang berpori , dlsb. mungkin mau terima project tambahan. thanks.

Leave a Reply