Weekly Photo Challenge; Victory

weekly photo challenge victory 8

weekly photo challenge victory 1

Victory = Win, Glory, Triumph

 

Victory secara umum dapat diartikan sebagai suatu kejayaan, kemenangan, keberhasilan dalam mencapai suatu hal. Dan bagi banyak orang juga dapat dikaitkan dengan kesuksesan. Kesuksesan sendiri tidak selalu berhubungan dengan materi dan kekayaan. Tetapi bagi saya pribadi kata victory dapat mengandung pengertiaan bebas, menang, merdeka terhadap diri saya sendiri.

Memasuki bulan kesebelas dalam tahun 2015 masuk kepengujung tahun. Pastinya sebagian besar dari kita harus kembali mereview kinerja dan produktivitas yang kita lakukan dalam setahun. Kalau di kantor, pasti ada evaluasi dan reward yang kita hasilkan yang nantinya jadi pertimbangan perusahaan untuk melanjutkan atau tidak nya proyek yang sedang kita jalankan.

Begitu juga dengan diri kita sendiri, ada resolusi jangka pendek dan jangka panjang yang sedang atau akan kita capai. Mengenai kata victory dan hubungannya dengan resolusi jangka panjang dan jangka pendek tersebut, yang ada saya teringat di masa dimana saya dan teman-teman kantor merencanakan suatu acara bakti sosial ke satu sekolahan yang ada disekitaran area kami.

weekly photo challenge victory 2

 

Dimasa dimana daerah pedongkelan masih sangat kumuh dan rawan akan perampokan dan kapak merah. Hingga berubah menjadi waduk dan tempat wisata bagi saya ini dapat dijadikan contoh proyek yang sangat baik. Dari luar dan kasat mata saya tau bangat perubahan yang terjadi di area ini, karena saya bertahun-tahun tinggal didaerah ini. Walaupun setiap hari saya selalu melewati daerah ini, ternyata saya tidak terlalu tau apa yang terjadi didalam sana.

Sampai saat dimana kami datang dan masuk kerumah-rumah penduduk yang ada disana. Untuk wilayah yang relatif tidak terlalu besar saya melihat begitu banyaknya penduduk yang tinggal dan berdesak-desakan sehingga yang ada kesan kumuh dan jorok yang ada dibenak saya.

Dan kami menemukan banyak anak-anak usia sekolah dengan keadaan yang tidak begitu terurus. Padahal kalau boleh dibilang tempat ini berada di jantung kota jakarta. Kebanyakan orang tua mereka adalah pemungut sampah dan pengamen yang berada disekitaran Cempaka Putih dan Cempaka Mas.

 

weekly photo challenge victory 3

 

Kami masuk keruang kelas dimana dinding yang hanya berlapis triplek bekas yang mereka pungut disekitar area tersebut. Dan satu kelas terdapat berbagai macam anak dengan usia yang berbeda. Sebagian ada yang berpakaian seragam dan sebagian lagi hanya berpakaian kaos saja.

Tidak ada bangku ataupun meja untuk mereka duduk dan belajar. Setiap anak duduk berdesak-desakan sambil lesehan dilantai. Karena jam kami datang sudah masuk jam makan siang kami pun membawa nasi kotak untuk kami makan bersama mereka di ruang kelas yang sempit.

Melihat keceriaan yang ada diwajah anak-anak tersebut membuat hati kami sangat terharu. Dan ini adalah moment terakhir saya ikut acara bakti sosial dan tidak berapa lama dari waktu kami berkunjung kesana, tempat ini diratakan oleh pemerintah untuk dijadikan waduk. Dimana sempat terjadi sengketa dan perebutan hak tanah, tetapi dengan berjalannya waktu waduk dan daerah ini menjadi tempat yang rapi dan tertata dengan baik.

 

weekly photo challenge victory 6

 

Sampai hari ini saya tidak tau dimana keberadaan anak-anak ini beserta guru-gurunya. Dan saya sangat merindukan saat dimana saya diberi kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak atau orang yang kurang mampu. Bertemu dengan anak-anak atau orang tua yang menempati panti asuhan dan panti jompo membuat kita tau kondisi hati kita seperti apa.

Sudah kah saya menang dengan peperangan batin saya. Dikala saya sibuk memikirkan diri saya sendiri tanpa tau bahwa ada sekelompok orang yang ada disekitar saya membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari kita. Kadang saya harus didorong atau dipaksa untuk memberi sedikit waktu, materi dan perhatian bagi orang-orang yang kurang.

Padahal sebenarnya saya bisa menciptakan sendiri kesempatan untuk saling berbagi dan turun langsung kedaerah-daerah sekitar saya tanpa harus dipaksa dan didorong terus menerus. Ternyata untuk mencapai kemenangan itu sendiri tidak lah semudah yang saya pikirkan. Setiap hari saya harus berperang dan berjuang untuk mendapatkan kemenangan atau victory itu sendiri.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Guru yang berjasa dan sangat mendedikasi diri mereka untuk pendidikan anak-anak yang ada disana.

 

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

16 thoughts on “Weekly Photo Challenge; Victory”

  1. Doh, kontemplasinya mengena banget Mbak. Miris dan bagaimana ya, melihat kekumuhan yang paling kumuh, keterbelakangan yang paling terbelakang tidak jauh di ujung Indonesia tapi ada di balik pintu belakang rumah sendiri. Menurut saya, di sana kita masih kalah. Semoga pemikiran ini jadi pengingat bagi kita semua buat mengubah sekitar menjadi lebih baik–kalau kita semua bergerak, kan dunia jadi betulan bisa lebih baik?

    1. Terima kasih Gara. Kita harus terus menerus belajar agar hati kita lebih cepat peka dan sensitif dengan lingkungan disekitar kita. Semoga dengan apa yang bisa kita kerjakan walaupun kelihatannya kecil dapat membangun sesuatu menjadi lebih baik yach Gara.

    1. Benar Dani dan ini tempat sudah diratakan. Aku nga tau mereka ada dimana, sebenarnya masih banyak sich yg model begini disekitar kita hanya kitanya mst rajin-rajin cari info.

      Sama Dan aku pun kalau terjun sendiri kelokasi memang blm sanggup mst nunggu diajakin dulu baru dech jalan.

  2. hmm 🙁 Victory itu sendiri belum bisa didapat oleh semuanya mbak Lin :’ masih banyak juga ya mereka yang kurang beruntung. Tugas yang sudah mendapat victory itu ya membantu yang belum merasakan victory itu :’

    1. Setuju Febri. Kita nya sendiri kadang dibanyak area masih belum menang, yang kita tau jadi kelebihan aja yang kita lebih dipertajam. Yang pasti keberadaan kita punya manfaat buat orang lain. Gitu kan yach?

  3. Hiks… di sisi sebelah gedung bertingkat menjulang di Thamrin, banyak juga perkampungan kumuh seperti itu Lin. kadang mikir, betapa bertolak belakangnya orang di Jakarta ini.
    Setuju sama komen dirimu yang terakhir (balasan ke Febri tuh)

    1. Di Sudirman – Thamrin lagi Ryan. Langsung kontras gitu yach perbedaannya.

      Benar Ryan, apa yang kira-kira bisa kita kerjain sepanjang berguna dan benar buat orang lain kita berusaha untuk melakukannya yach.

Leave a Reply