Cara Membuat Tempe Penyet

 

Dikarenakan saya sangat suka dengan tempe. Dimana tempe gampang ditemukan dan diolah seperti apapun pasti enak. Selain sehat, tempe juga dapat dipadu padankan dengan berbagai macam menu. Karena saya adalah melaku food combining, dimana tempe bisa dimakan bersamaan dengan karbohidrat ataupun daging.

Jadi saya nga perlu kuatir bakalan kelaparan, karena dengan memasukkan tempe didalam menu harian saya sudah membuat perut kenyang. Karena gampang ditemui, harganya juga terjangkau dan sehat membuat tempe menjadi menu favorite saya. Tapi supaya sayanya tidak bosan karena terus-terusan makan tempe, kita bisa variasikan cara memasak dan kombinasi bumbu yang ada.

Salah satu menu yang paling saya suka adalah tempe penyet. Karena bagi saya yang tidak begitu bisa memasak sekalipun, cara memasak dengan metode ini paling bisa saya kuasai dan lakukan. Dan setelah mencoba berbagai macam variasi tempe yang pernah saya buat, akhirnya saya nemu cara yang paling saya suka.

Cara membuat tempe penyet.

Bumbu sambal:

  • 1 buah bawang putih
  • 5 buah cabe rawit (sesuai tingkat kepedasan)
  • Terasi
  • Gula
  • Garam

Bahan-bahan:

  • Tempe
  • 2 ikat kemangi

Cara memasak:

Ulek semua bumbu.
Goreng tempe hingga matang.
Taruh sedikit minyak panas dari penggorengan tempe ke sambal. Campur kan minyak hingga merata. Setelah rata taruh tempe dan dicampur sambil ditekan-tekan. Kemudian masukkan kemangi. Masakan sudah siap disajikan.

Selamat mencoba dan selamat menikmati.

 

 

 

Broken Beach Nusa Penida

broken beach nusa penida 2

 

Pasih Uug atau dalam istilah bahasa bali disebut pantai yang rusak atau kalau turis asing suka menyebutnya dengan Broken Beach. Dimana terdapat jembatan alami dengan karang yang bolong sebagai terowongan air laut. Bentuk dan permukaan karang ataupun tanahnya tidaklah rata dan justru menjadi ciri khas yang membuat tempat ini menjadi unik.

Airnya sangat bening dengan gradasi warna hijau dan biru pada permukaan airnya. Dimana langsung berhadapan dengan laut lepas. Dari atas kita dapat melihat permukaan bawah air karena sngat jernihnya dan rasanya tidak sabar pengen langsung melompat. Tetapi tebing-tebing yang ada sangat tinggi sedangkan kedalaman airnya tidak dalam jadi rada serem aja pengen lompat.

Kawasan disekitar pasih uug tidaknya ramai, justru terkesan sunyi dari aktivitas manusia. Telinga saya dipuaskan dengan suara deburan ombak dan angin kencang akibat benturan air laut yang menabrak tebing-tebing. Bukan hanya telinga, mata saya juga sangat dimanjakan dengan pemandangan rumput yang hijau, hamparan pohon-pohon kering dan laut serta langit yang biru. Perpaduan yang amat sempurna.

Saya hanya duduk terdiam untuk menikmati semua yang ada didepan saya.

 

broken beach nusa penida 3

 

broken beach nusa penida 4

 

Kondisi jalan yang kami lewati. Dibeberapa lokasi terdapat lubang yang besar sehingga rasanya mau kesini itu berasa jauh dan penuh perjuangan. Tapi ketika melihat pemandangan yang ditawarkan oleh tempat ini yang ada jadi lupa betapa beratnya perjuangan yang kami lewati.

 

 

Pantai Kelingking Nusa Penida

pantai kelingking nusa penida 2

 

Tidak berapa jauh dari Pura Paluang atau sering disebut dengan pura mobil terdapat pantai cantik yang dari pandangan sekejab mata saja sudah membuat saya jatuh cinta. Namanya Pantai Kelingking, yang oleh turis luar disebut dengan nama Dream Beach. Hanya kalau makai nama Dream Beach pasti orientasi nya selalu Dream Beach Bali dong yach. Oleh karena itu saya lebih senang nyebut pantai ini dengan Pantai Kelingking.

Kalau dihalaman sebelumnya saya sempat cerita tentang Pura Paluang atau Pura Mobil yang mana pada saat diceritakan oleh driver kami, membuat bulu kuduk saya berdiri. Kenapa disebut pura mobil karena dipelataran pura dibangun rekayasa atau model mobil. Mobil-mobil tersebut dibangun dimana dahulunya masyarakat setempat sering mendengar deru dan klakson mobil terdengar disekitaran tempat ini. Padahal jaman disaat itu belum bermunculan mobil.

Terus si bapak masih ngelanjutin cerita-cerita mistis dan asal usul daerah yang ada disana, makin membuat pikiran saya sepanjang perjalanan menerawang kemana-mana. Dan sepanjang perjalanan si Bapak nyetel lagu kayaknya senandung puji-pujian Hindu dengan latar belakang dan bahasa India gitu dech. Walaupun iramanya itu-itu saja dan diulang-ulang entah kenapa saya senang bangat. Kayak berasa di studio yoga dengan posisi meditasi, ngademin hati bangat.

Belum kelar menghayalnya tau-taunya sudah sampai dong di Pantai Kelingking. Turun dari mobil nemu pura kecil ini. Koq yach kita kesini, mana pantainya?

 

pantai kelingking nusa penida 3

Pura nya kecil tapi menarik dan rapi bangat.

 

Ternyata kalau kita nyisirin pagar yang ada dipinggir pantai kita langsung melihat pantai kelingking dari atas. Pantainya putih bersih, tapi sayang kita hanya bisa melihat dari jauh. Untuk dapat kesana kita harus sewa perahu dan disekitaran sini merupakan Manta Point dan binatang-binatang laut yang kece-kece. Tempat ini merupakan spot diver bagi yang suka menyelam.

Karena kita berada ditepi tebing sehingga mesti perhatiin langkah dan gerakan kaki kita. Karena tidak ada pagar pembatas yang dapat kita pegang kalau-kalau tergelincir. Lahan tempat kita berada sangatlah sempit dan langsung berhadapan dengan tebing yang tinggi. Jadi harap berhati-hati yach teman kalau sedang berada disini.

 

pantai kelingking nusa penida 7

 

Dari atas saya dapat merasakan hembusan angin yang kencang karena gelombang ombak dan air laut langsung menghantam tebing-tebing yang tinggi yang berjejeran disepanjang pantai. Dalam waktu sekejap pantai yang kelihatan putih ketutupan kabut dan kami pun bubar jalan, kembali ke mobil sewaan.

 

pantai kelingking nusa penida 8

Deretan tebing sepanjang pantai kelingking.

 

 

Mie Time bersama SahabatIDC

mie time bersama sahabat idc 5

 

Dihalaman sebelumnya saya sempat nyebut kalau saya ini pecinta berat segala macam makanan sejenis mie. Mulai dari namanya mie instant sampai ramen dan teman-temannya. Namanya juga orang Siantar, dimana kota ini terkenal dengan produk mie, jadi nga sah namanya kalau ngaku-ngaku anak Siantar tapi nga doyan mie. Disetiap sudut kota pasti menemukan kedai makanan yang semuanya mengandung unsur Mie. Mulai dari Mie Pangsit, Mie Panjang, Mie Gomak, Kwetiau dan lain-lain.

Kemudian dalam perjalanan waktu saya ketemu teman dalam suatu trip, dimana teman saya ini ternyata punya restaurant atau warung mie yang menurut saya enak bangat. Tapi karena beberapa kali buat janji untuk makan di tempat ini selalu batal dan batal terus. Sampai akhirnya saya nyerah dan kalau lagi pengen makan mie produk restaurant teman saya ini, kayaknya lebih praktis dan gampang mesan lewat Gojek.

Selain lebih praktis saya nga perlu susah-susah nyari tempat, saya juga terlepas dari hiruk pikuknya jalanan dan polusi udara. Hanya dari beberapa teman-teman yang saya ajak ngobrol ketika saya minta review mereka mengenai Mie Time, mereka lebih suka makan mie langsung disaji ketika kita mesan ketimbang harus nunggu makanan tersebut diantar oleh Gojek. Makanan yang tiba di tangan kita sudah tidak fresh dan tidak hangat bila dibandingkan jika kita makan ditempat. Sudah begitu bentuk makanan ketika dibawa ama driver Gojek bentuknya sudah nga jelas. Semua kecampur jadi satu dan nga cantik lagi.

Kebetulan teman-teman yang bergabung di komunitas Inindonesiaku.com lagi membuat acara ramah tamah dan silatuhrahmi diantara sesama anggota. Dan ngadainnya di Mie Time hari sabtu kemaren. Saya yang tadinya masuk kantor setengah hari setiap hari sabtu pun ikutan acara tersebut. Untuk ngebuktiin ke teman-teman kalau saya akhirnya bisa juga datang kesini sendirian tanpa harus ngerepotin teman-teman yang lain untuk sekedar minta jemput, manja amat yach?

 

mie time bersama sahabat idc 6

Tampilan Depan Restaurant

 

Pulang kantor jam 2 saya langsung mesan Gojek dengan harapan saya bisa duduk manis dan si bapak yang nyari lokasi restaurant ini. Dan benar saja menuju ketempat ini saya dan driver Gojek hampir menyerah, untung sebelumnya teman saya sudah ngasih koordinat lokasi lewat GPS sebagai panduan kami.

Sempat bingung bangat nyari lokasi restaurant karena tempatnya berada didalam komplek perumahaan. Yang pasti patokannya perempatan lampu merah McDonald Buaran kemudian ketemu Univesitas Dharma Persada belok kiri, kemudian lurus terus sampai mentok. Lalu nemu belokan kekanan sampai akhirnya nemu gapura nah dari gapura sini sudah dekat bangat. Tinggal nyari alamatnya yaitu Jl. Taman Enau, Blok L4 No. 34, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta.

Kalau baca rute diatas kayaknya gampang bangat tapi yang namanya saya buta ama jalanan disana dan kebetulan ada perbaikan jalan tetap aja kita muter-muter nga jelas. Tapi saya yakin bangat tempatnya pasti sekitaran lokasi dimana saya bingung-bingung gitu dech. Akhirnya saya pun menelphone teman saya dan ternyata beliau menyusul saya dan yach ampun ternyata dekat bangat ama tempat saya tadi.

 

mie time bersama sahabat idc 7
Masuk ke restaurant langsung disuguhi tempat yang adem dan kursi sofa yang nyaman. Karena kita ramean yang ada sofanya berantakan. Hehehe..

 

Akhirnya sampai juga kesini walaupun dengan penuh perjuangan. Dan didalam restaurant saya menemukan beberapa teman yang sudah lebih dahulu sampai ditempat ini. Tempatnya tidak terlalu besar sehingga dengan keberadaan kami membuat tempat makan ini menjadi berantakan. Tapi serius seru bangat akhirnya bisa sampai, ketemu teman-teman dan makan makanan yang enak. Seperti bayangan saya disepanjang jalan menuju Mie Time, saya harus mendapatkan rasa yang lebih enak ketimbang jika saya mesan lewat Gojek. Sepanjang jalan yang panas dan macet bawaannya kebayang mie dan minuman yang dingin-dingin. Sruppp..

 

mie time bersama sahabat idc 9

Beberapa pengunjung yang lain sedang menikmati makanan yang mereka pesan sambil ngobrol-ngobrol dan juga mengerjakan pekerjaan mereka dengan laptop mereka.

 

mie time bersama sahabat idc 1
Menu yang saya pesan yaitu Black Noodle Cheesy.

 

Bahan mie yang disajikan di restaurant ini berasal dari bahan-bahan alami dan dengan menggunakan pewarna alami juga. Warna mie nya ada 5 macam yaitu Black Noodle berasal dari tinta cumi, Green Noodle dari sayur sawi, Pink Noodle dari buah naga, Orange Noodle dari wortel sedangkan Red Noodle dari bit. Dan dipastikan semua mie tidak mengandung bahan pengawet dan bahan pewarna. Karena mie yang ada disini cepat bangat habisnya, hari ini dibuat hanya bisa tahan 3 hari. Itupun pada prakteknya sebelum 3 hari sudah ludes semua.

Biasanya kalau mesan lewat Gojek saya takut nyoba-nyoba rasa yang beda, jadi selalu mesan Green Noodle. Tapi karena saya langsung berada ditempat, selain pengen nyoba-nyoba yang lain, setidaknya kalaupun tidak sesuai dengan lidah saya bisa ngasih ke teman atau setidaknya saya bisa protes langsung ke yang punya. Tapi teman saya benar-benar meyakinkan saya kalau Black Noodle itu jauh dari kesan anyir dan bau amis. Akhirnya saya pun memberanikan diri memesan menu yang berbeda. Black Noodle Cheesy Level 1.

Disini kita dapat memesan tingkat kepedasan, yaitu dari level 1-4. Saya pernah mesan level 2 dan langsung nyerah karena makin kesini lidah saya tidak tahan untuk makan makanan yang pedas. Jadi saya pun memesan level 1. Dan aneh juga sich kenapa saya mesan mie dengan tambahan keju. Nga kebayang rasanya bakalan jadi apa? Tapi ketika makanan ada dihadapan saya, sempat ragu mau makannya, karena bentuknya rada gimana gitu. Tapi ketika saya makan, yach ampun.. enak bangat.

Mie nya legit dan kenyal. Bentuk mie nya pipih tapi nga besar. Jadi ketika dimakan nyes dalam sekejab. Keju nya membuat mie kental dan gurih. Saya benar-benar lahap memakannya dan dalam waktu sekejap habis tanpa bersisa. Ohyaaa, selain tingkat kepedasannya, kita juga dapat menambah topping yang kita mau. Selain bisa nambah keju kita juga dapat memilih tambah seperti bakso, pangsit kering atau jamur.

 

mie time bersama sahabat idc 4
Dan satu lagi favorit nya saya dan teman-teman yaitu Green Tea Latte.

 

Selain mie, disini juga kita dapat memesan minuman sehat seperti Green Juice yaitu perpaduan sayur sawi dan nanas, kemudian ada Brokonas campuran sayur brokoli dan nanas, Coklat dingin maupun Green Tea Latte. Karena setiap hari saya minum jus kali ini boleh dong yach saya minum yang bukan jus-jusan. Dan emang sudah dari kantor yang kebayang Green Tea Latte, jadi saya pun memilih minuman Green Tea Latte Dingin.

Karena moment kesini sungguh amat berharga yang ada selama ngobrol di Mie Time saya memesan 2 gelas green tea latte dan 1 gelas cokelat dingin. Hiksss… Kapan lagi saya bisa puas menikmati minuman favorit saya sepuas yang saya mau. Hehehehe.

Seperti motto dari Mie Time itu sendiri Healthy, Tasty, Cozy. Saya rasa motto yang ada sangatlah tepat jika kita melihat suasana dan rasa makanan yang disediakan di tempat ini. Makanan yang disajikan sangat sehat, mie nya fresh dibuat langsung oleh mereka, tidak mengandung pewarna dan pengawet makanan. Tasty, walaupun makanan sehat tapi rasanya enak. Dan cozy, di tempat ini kita merasa seperti makan dirumah sendiri karena memang tempat makan ini memang rumah yang punya restauran. Dengan sofa dan kursi yang nyaman, pelayanan dan service sangat bersahabat. Dan juga ditempat ini disediakan AC dan juga Wifi sehingga kita dapat betah berlama-lama disini.

Selain untuk memuaskan dahaga dan lidah, saya juga menikmati kebersamaan dengan teman-teman dari SahabatIDC. Kami saling berbagi pengalaman dan cerita yang kami punya mengenai keindahan alam Indonesia. Bertukar informasi mengenai tempat-tempat yang pernah kami kunjungi. Dan berbagi cita-cita dan harapan kami akan bangsa ini.

Proyek-proyek apa yang sedang dan akan kami lakukan. Membagi sedikit dari apa yang kami punya untuk diberi kepada teman-teman atau pihak yang membutuhkan yang ada dipelosok negeri ini. Usaha yang kami punya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan anak-anak pinggiran yang kami sendiri tidak tau atau belum pernah menginjakkan kaki disana. Serta membagikan kebanggaan dan kecintaan kami akan negeri ini. Semoga spirit dan harapan kami dapat menular kepada teman-teman yang lain.

 

mie time bersama sahabat idc 8
Beberapa personil SahabatIDC yang hadir kemaren.

 

 

mie time bersama sahabat idc 2

 

 

 

 

 

 

 

Challenge versi Kita (Adel dan Tiara)

challenge versi kita adel dan tiara 2

Saya punya sahabat di kantor yang rada gokil. Namanya Tiara, orang nya asyik bangat buat diajak diskusi, curhat ataupun gila. Saya berteman ama dia kira-kira sudah masuk di tahun ke-8. Dan karena kebanyakan waktu saya bersama dengan dia yang ada hari-hari jadi nga terlalu berasa. Kalau orang lihat kerjaan kita dikantor sudah kayak orang main-main, padahal kalau dipikir-pikir yach kita tetap bekerja dan yang namanya kerja sering sekali bawaannya menyebalkan.

Persahabatan Adel dan Tiara.

Sebel sama atasan, sebel sama pekerjaan yang kita kerjakan, sebel sama orang yang diminta ini dan itu yang ada itu orang kerjanya tar sok tar sok ujung-ujungnya kita juga yang ngerjain dan lain-lain. Ritme dan suasana yang dikerjaan, saya rasa semua orang melakukan dan mengalami hal yang sama dech. Hanya lucunya kita berdua itu menanggapi semuanya kayak orang main-main dan kalau kita ketemu dan berbagi cerita yang ada bawaannya jadi lucu bukannya sebel.

Karena kita beda divisi sering sekali kita sehari cuma ketemu beberapa kali kalau kebetulan saya ada perlu ke ruangannya atau dia yang lagi mampir ke ruangan saya. Tapi yang pasti di jam istirahat makan siang kita punya waktu lebih lama dari pada jam-jam lainnya. Walaupun misalnya seharian nga ketemu kita saling telphone dan nanya kabar. Kayak orang yang tidak pernah ketemu bertahun-tahun.

Pernah suatu hari saya ketemu dengan Om dan mamanya nya Tiara. Pas ngenalin nama, si om langsung ngobrol panjang lebar dan berasa seperti orang sudah kenal bangat sama saya. Akhirnya mamanya Tiara pun buka rahasia, kalau namaku itu bolak balik diceritain sama ini om. Sampai-sampai secara tidak langsung si om sudah hafal dan bisa nebak ending dari ceritanya Tiara kalau nemu kasus yang berhubungan dengan diriku.

Malu-maluin bangat dech Tiara ini. Dan pasti yang dia ceritain kasus-kasus yang memalukan dan bikin telinga saya panas. Jadi kalau hari ini saya melakukan hal yang bodoh dan memalukan, sudah dipastikan besok harinya mama, suami dan orang-orang yang dekat ama dia tau semua berita bodoh itu. Hikksss..

Challenge versi kita (Adel dan Tiara).

Tapi dibalik semua drama yang kami jalani, setiap hari rasanya emang beda kalau salah satu dari kita nga ada atau berhalangan masuk kantor. Tetap aja kita berdua saling cari-carian atau kangen-kangenan. Dan yang paling saya suka dari dia adalah dia orangnya sangat mendukung dan membantu apa yang bisa dia bantu jika saya nemu ide atau hal-hal yang menurut kita berdua itu hal yang baik.

Seperti misalnya pengen Diet dan menurunkan berat badan. Bisa-bisa dia yang lebih cerewet dari emak-emak yang pernah saya kenal kalau di jam nya diet saya cheating. Begitu juga sebaliknya. Dan untuk menurunkan berat badan kita cukup berhasil menyelesaikan sesuai dengan target, di tahun ini. Jadi dari beberapa kali ketemu teman-teman lama nya kita pasti bilang kalau kita kelihatan lebih langsing daripada tahun-tahun sebelumnya. Keren kan.

Minggu kemaren kita berdua buat challenge versi kita, yaitu makai rok atau dress selama seminggu. Secara saya paling males kalau disuruh berpakaian ala cewek. Rasanya ribet dan jalan mesti hati-hati takutnya rok nya ketiup angin apalagi sekarang lagi masuk musim penghujan. Dan kalau jalan dan duduk pasti nga benar punya dech. Sampai suatu hari saya ketemu HRD saya dan bilang saya nga pantes bangat pakai rok. Wajar aja secara kalau jalan saya kayak preman yang pengen nantangin berantem.

Namanya juga challenge ala-ala jadi yach suka-suka nya kita juga. Setidaknya kami sudah melakukan dan berhasil menyelesaikan sampai waktu yang kita tetapkan. Nga tau dech apa besok-besok bakalan buat challenge serupa atau nyari ide yang lain. Dan sekalian saya mau ngucapin Terima Kasih buat sahabat saya Tiara buat semua-semuanya. Karena beliau telah menjadi sahabat, teman dan saudara saya walaupun kita punya banyak perbedaan dan berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Tapi selama bertahun-tahun kita masih bisa bareng dan tetap bersama. Hihihii.. sok romantis yach gue.

challenge versi kita adel dan tiara 1
Hari ke-7 nga punya foto Tiara pakai rok, hikss maafkan yach

 

 

Weekly Photo Challenge; Victory

weekly photo challenge victory 1

Victory = Win, Glory, Triumph

 

Victory secara umum dapat diartikan sebagai suatu kejayaan, kemenangan, keberhasilan dalam mencapai suatu hal. Dan bagi banyak orang juga dapat dikaitkan dengan kesuksesan. Kesuksesan sendiri tidak selalu berhubungan dengan materi dan kekayaan. Tetapi bagi saya pribadi kata victory dapat mengandung pengertiaan bebas, menang, merdeka terhadap diri saya sendiri.

Memasuki bulan kesebelas dalam tahun 2015 masuk kepengujung tahun. Pastinya sebagian besar dari kita harus kembali mereview kinerja dan produktivitas yang kita lakukan dalam setahun. Kalau di kantor, pasti ada evaluasi dan reward yang kita hasilkan yang nantinya jadi pertimbangan perusahaan untuk melanjutkan atau tidak nya proyek yang sedang kita jalankan.

Begitu juga dengan diri kita sendiri, ada resolusi jangka pendek dan jangka panjang yang sedang atau akan kita capai. Mengenai kata victory dan hubungannya dengan resolusi jangka panjang dan jangka pendek tersebut, yang ada saya teringat di masa dimana saya dan teman-teman kantor merencanakan suatu acara bakti sosial ke satu sekolahan yang ada disekitaran area kami.

weekly photo challenge victory 2

 

Dimasa dimana daerah pedongkelan masih sangat kumuh dan rawan akan perampokan dan kapak merah. Hingga berubah menjadi waduk dan tempat wisata bagi saya ini dapat dijadikan contoh proyek yang sangat baik. Dari luar dan kasat mata saya tau bangat perubahan yang terjadi di area ini, karena saya bertahun-tahun tinggal didaerah ini. Walaupun setiap hari saya selalu melewati daerah ini, ternyata saya tidak terlalu tau apa yang terjadi didalam sana.

Sampai saat dimana kami datang dan masuk kerumah-rumah penduduk yang ada disana. Untuk wilayah yang relatif tidak terlalu besar saya melihat begitu banyaknya penduduk yang tinggal dan berdesak-desakan sehingga yang ada kesan kumuh dan jorok yang ada dibenak saya.

Dan kami menemukan banyak anak-anak usia sekolah dengan keadaan yang tidak begitu terurus. Padahal kalau boleh dibilang tempat ini berada di jantung kota jakarta. Kebanyakan orang tua mereka adalah pemungut sampah dan pengamen yang berada disekitaran Cempaka Putih dan Cempaka Mas.

 

weekly photo challenge victory 3

 

Kami masuk keruang kelas dimana dinding yang hanya berlapis triplek bekas yang mereka pungut disekitar area tersebut. Dan satu kelas terdapat berbagai macam anak dengan usia yang berbeda. Sebagian ada yang berpakaian seragam dan sebagian lagi hanya berpakaian kaos saja.

Tidak ada bangku ataupun meja untuk mereka duduk dan belajar. Setiap anak duduk berdesak-desakan sambil lesehan dilantai. Karena jam kami datang sudah masuk jam makan siang kami pun membawa nasi kotak untuk kami makan bersama mereka di ruang kelas yang sempit.

Melihat keceriaan yang ada diwajah anak-anak tersebut membuat hati kami sangat terharu. Dan ini adalah moment terakhir saya ikut acara bakti sosial dan tidak berapa lama dari waktu kami berkunjung kesana, tempat ini diratakan oleh pemerintah untuk dijadikan waduk. Dimana sempat terjadi sengketa dan perebutan hak tanah, tetapi dengan berjalannya waktu waduk dan daerah ini menjadi tempat yang rapi dan tertata dengan baik.

 

weekly photo challenge victory 6

 

Sampai hari ini saya tidak tau dimana keberadaan anak-anak ini beserta guru-gurunya. Dan saya sangat merindukan saat dimana saya diberi kesempatan untuk berbagi dengan anak-anak atau orang yang kurang mampu. Bertemu dengan anak-anak atau orang tua yang menempati panti asuhan dan panti jompo membuat kita tau kondisi hati kita seperti apa.

Sudah kah saya menang dengan peperangan batin saya. Dikala saya sibuk memikirkan diri saya sendiri tanpa tau bahwa ada sekelompok orang yang ada disekitar saya membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari kita. Kadang saya harus didorong atau dipaksa untuk memberi sedikit waktu, materi dan perhatian bagi orang-orang yang kurang.

Padahal sebenarnya saya bisa menciptakan sendiri kesempatan untuk saling berbagi dan turun langsung kedaerah-daerah sekitar saya tanpa harus dipaksa dan didorong terus menerus. Ternyata untuk mencapai kemenangan itu sendiri tidak lah semudah yang saya pikirkan. Setiap hari saya harus berperang dan berjuang untuk mendapatkan kemenangan atau victory itu sendiri.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Guru yang berjasa dan sangat mendedikasi diri mereka untuk pendidikan anak-anak yang ada disana.

 

 

Nusa Penida Bali

nusa penida bali 1

Kami sampai di Bali sekitar jam 5, berputar-putar di area bandara mengambil bagasi dan mencari cemilan untuk dimakan dijalan. Sekitar jam 6 kami pun mencari transportasi yang ada disekitar bandara menuju ke penginapan. Karena kami tinggal ber-14, 2 orang diantara kami berpisah penginapan karena mereka sudah terlebih dahulu memesan kamar di penginapan lain. Tetapi besok harinya mereka tetap ikut trip bersama kami ke Nusa Penida.

Tinggallah kami ber-12 berusaha mencari kendaraan yang bisa langsung mengangkut kami sekaligus. Hanya karena tidak menemukan kendaraan besar akhirnya kami pun berpisah-pisah menjadi 3 taksi dan jalannya beriringan. Sebelumnya kami sudah dipesankan kamar, hanya karena tidak tau lokasi tepatnya dimana akhirnya kami pun mengandalkan driver taksi masing-masing.

Dan sampailah kami di penginapan, disini peserta nambah satu yaitu adik saya. Dia tinggal di Bali, karena kebetulan saya mampir dikotanya yang ada saya pun mengajak dia untuk ikut bersama kami besok mengitari Nusa Penida.

Besok harinya jam 6 pagi kami pun berangkat menuju Sanur untuk menyeberang ke Nusa Penida. Selain Nusa Penida dari dermaga ini kita juga bisa menyeberang ke Nusa Lembongan dan Ceningan. Diantara ketiga pulau tersebut, Nusa Penida lah yang paling besar.

Sehingga kalau kita menggunakan kapal untuk menyeberang ke tiga pulau tersebut harga dan lama nya waktu tempuh tidak terlalu jauh beda. Dari Sanur menuju Nusa Penida jaraknya sekitar 45 menit dan biaya Rp. 75.000,-

nusa penida bali 2

 

Dari dermaga, kita dapat melihat aktivitas penumpang dan pekerja lalu lalang. Sesampainya kami disini, turun ke dermaga, penumpang yang dari Nusa Penida yanga akan menuju Bali langsung gantian naik ke kapal yang sama dengan yang tadi kami tumpangi.

Hanya karena airnya surut sehingga kapal tidak bisa bersandar di dermaga, yang ada penumpang mesti turun dan dipindahkan satu demi satu dengan kapal sekoci yang lebih kecil. Jadi di dermaga saja kami membutuhkan waktu sekitar 15 menit sampai semua peserta komplit turun dan kemudian kendaraan yang akan mengantarkan kami keliling nusa penida sudah menanti dan kamipun siap berangkat.

 

nusa penida bali 3

 

Pemandangan sekitar dermaga cukup bagus dan bersih. Matahari bersinar dengan teriknya sehingga kelihatan langitnya bersih dan cerah. Kondisi disekitar pantai cukup bersih dengan pasir yang putih dan pantai yang cukup panjang.

 

nusa penida bali 5

Menanti teman-teman yang lain pada antri di toilet saya pun berkeliling diseputaran dermaga untuk melihat situasi sekitar pantai.

 

nusa penida bali 3

 

Setelah kendaraan mulai jalan saya asyik menikmati pemandangan yang kami lalui. Sepanjang mata memandang saya melihat deretan pohon jati, pohon jambu monyet, kandang sapi dan langit yang biru. Saya sudah lama tidak makan jambu monyet dan sepanjang jalan saya melihat hampir seluruh pohon sudah berbuah dan matang.

Karena gregetan melihat jambu yang ranum-ranum kamipun meminta driver untuk berhenti dan kami pun turun mengambil buah jambu monyet yang dibiarkan begitu saja oleh warga setempat. Kalau menurut driver yang adalah warga setempat, mereka sendiri hampir tidak pernah memakan jambu monyet mungkin karena sudah terlalu banyak dan sering yang ada bosan kali yach.

Jadinya kalau ada pengunjung yang mau ambil diperbolehkan koq (hehehe.. pembelaan diri). Hanya kenapa nga pada dijualin aja yach kan sayang nga ada yang makan buahnya. Kalau biji dari jambu monyet sendiri sepertinya mereka kelolah untuk dijadikan snack atau produk lain. Hanya sayang aja sama buahnya dibiarkan busuk di pohon tidak menghasilkan apa-apa.

nusa penida bali 7

Karena ukuran pulau ini cukup besar yang ada kami mengelilingi pulau tersebut seharian tetapi tidak semuanya dapat kami singgahi. Dari satu tempat ke tempat lain jaraknya cukup jauh dan jalan yang kami lewati hampir seluruhnya jelek. Rata-rata kondisi jalan yang kami lalui berlubang dan masih berupa tanah berpasir sehingga dimusim kemarau seperti saat ini membuat jalanan berdebu.

 

nusa penida bali 8

 

Tidak berapa lama kami pun sampai ke tujuan kami yang pertama yaitu Pura Paluang. Adik saya, Samuel disetiap spot saya minta jadi model. Sebenarnya dia sama dengan saya paling males kalau diminta berfoto, yang ada disetiap tempat ketika saya minta berpose dia ogah-ogahan. Tapi karena saya maksa-maksa akhirnya dia mau juga tapi yang ada posenya sama disetiap tempat, hanya beda background doang.

Kalau dilihat sekilas dari luar, pura itu tidak berbeda jauh dengan pura yang ada pada umumnya di Bali. Hanya bedanya pura disini lebih kecil dengan bahan dasar didominasi dengan batu kapur. Pura Paluang terletak di Desa Karang Dawa, berada di kawasan paling barat Nusa Penida.

Jarak tempuh ke Pura ini dari pelabuhan Nusa Penida dengan kendaraan bermotor kurang lebih 40 menit. Dan yang paling istimewa dan berbeda yaitu didalam Pura terdapat 2 model mobil yang memang sengaja ditaruh disana.

Kalau dari cerita driver yang membawa kami, keberadaan mobil yang ada di pura ini dikarenakan warga setempat pada malam-malam tertentu sering mendengar deru mobil dan suara klakson dari arah Pura. Padahal dijaman dahulu area ini belum ada kendaraan yang masuk pulau. Hikss mendengar cerita nya saja sudah merinding.

Kemudian warga berdiskusi dan kemudian sepakat membangun mobil-mobilan didalam pura. Sejak dibangun mobil-mobilan tersebut suara deru dan klakson mobil hilang. Di Pura ini terdapat 2 mobil yaitu mobil Jimny dengan plat DK 28703 itu maksudnya DK itu singkatan Dusun Karang Dawa. Selain DK itu sendiri juga merupakan kode plat kendaraan untuk Bali.

Untuk plat nomernya yaitu 28703 dibuat sebagai penanda tanggal selesai renovasi 28 Juli 2003. Sedangkan mobil satu lagi dengan jenis VW dan plat nomernya KD 013 yang menjadi penanda Karang Dawa 2013. Hanya entah kenapa saya tidak mengambil satu pun foto yang ada diarea dalam pura. Hikss maafkan saya.

nusa penida 9

 

Dari posisi kami berdiri di Pura Paluang kami juga melihat satu pura lagi persis ditepi karang diseberang kami. Tapi karena kelihatannya jauh sehingga kami tidak berminta untuk mampir kesana. Kalau melihat pura tersebut dari posisi kami, ada kesan anggun dan mistis. Karena letaknya pas diujung karang sehingga uap air akibat angin dan ombak atau air laut yang berpecah dan menabrak tebing sehingga terlihat kabut menutupi area pura.

Sebelum kami meninggalkan pura Paluang, saya pun mengambil foto detail ornamen yang ada disekitar pura. Ini salah satu yang saya suka setiap kali berkunjung ke Bali, selalu saja saya menemukan ornamen-ornamen dan detail dekorasi yang menarik disetiap sudut kota, baik itu di pura, taman ataupun jalanan.

 

nusa penida 11

 

nusa penida bali 11

 

Pohon Kamboja Bali dengan latar langit yang biru, perpaduan yang kontra sekaligus menarik buat saya. Perjalanan selanjutnya di Nusa Penida akan kita lanjutkan di artikel selanjutnya.

 

Bandar Udara Komodo

bandar udara komodo 2

 

Artikel ini adalah cerita hari terakhir dimana saya dan teman-teman mengakhiri perjalanan trip Komodo . Selesai dari Goa Batu Cermin dari jam 10:30 sampai jam 12:30, kami pun makan siang yang mana dari perjalanan Nina sudah menelphone seorang teman untuk menyiapkan menu makanan yang nanti akan kami makan.

Jadi setelah sampai di warung makan, makanan sudah tersedia tanpa harus menunggu lagi makanan dimasak atau digoreng. Sehingga sesampainya di warung, makanan sudah tersedia dan langsung dimakan untuk menghemat waktu. Butuh waktu singkat untuk menghabiskan makanan, kami langsung berangkat lagi menuju tempat yang menjual oleh-oleh dan kerajinan tangan yang posisinya tepat diseberang bandara.

Karena disini tidak ada makanan khas yang bisa saya bawa pulang ke jakarta untuk dijadikan oleh-oleh akhirnya saya sama sekali tidak membeli apa-apa disini. Sempat tertarik sama kain tenun tapi bingung aja entar kalau beneran beli trus nantinya nga bakalan kepake jadi buat apa? Sudah gitu harganya mahal lagi, hikss..

Karena pesawat yang kami tumpangi berangkat jam 15:45 jadi jam 14:00 kami pun menyelesaikan urusan belanja-belanja dan langsung menyeberang ke bandara untuk check in dan mengurus bagasi. Di bandara kami punya waktu 1 jam lebih untuk melihat-lihat dan menanti kedatangan pesawat.

Dari 18 peserta yang ikut trip Komodo, 1 orang tetap tinggal di Labuan Bajo meneruskan trip keliling dan wisata kota Labuan Bajo karena besok akan melanjutkan perjalanan ke Ende. 3 orang langsung pulang ke Jakarta dimana sebelumnya transit dulu di Bali, sedangkan 14 orang lainnya akan tinggal sehari di Bali dengan tujuan wisata Nusa Penida Bali. Hip hip horeee..

Jadi di Bandara Labuan Bajo lah kesempatan kami terakhir bertemu dalam kelompok yang komplit sebelum berpisah di Bandar Udara Gusti Nguhrah Rai. Selamat tinggal Labuan Bajo, selamat tinggal komodo-komodo dan selamat tinggal laut dan pantai yang keren-keren. Saya akan selalu merindukan kalian. Doakan suatu hari nanti saya akan kembali kesini. Aminnn.

Berikut ini pemandangan dan situasi yang ada di Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo, desain bangunannya baru, mengikuti desain bandara yang ada diseluruh Indonesia, masih sepi dan rapi. Belum banyak terdapat tenant jadi masih banyak ruang-ruang yang kosong.

 

bandar udara komodo 4

 

bandar udara komodo 5

 

bandar udara komodo 6

 

bandar udara komodo 7

 

bandar udara komodo 8

 

bandar udara komodo 9

bandar udara komodo 1

 

 

 

Goa Batu Cermin Labuan Bajo

Setelah check out dari penginapan di Sylvia Hotel jam 10 pagi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Goa Batu Cermin. Jarak dari Hotel menuju Goa sekitar 4 km atau hanya 15 – 20 menit saja dengan kendaraan bermotor. Ternyata Labuan Bajo selain merupakan pintu gerbang turis menuju Pulau Komodo dan sekitarnya, daerah ini juga punya objek wisata yang juga meninggalkan bukti sejarah bahwa daerah ini dulunya merupakan dasar laut.

Penemu goa ini adalah Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang juga seorang arkeolog, pada 1951. Dimana goa ini tepatnya berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, mempunyai luas sekitar 19 hektar dengan tinggi goa sekitar 75 meter. Untuk menuju goa, dari tempat parkir kendaraan, kita harus berjalan kaki sekitar 300 meter menyusuri jalan setapak. Pada siang hari seperti jam kami berkunjung wisatawan banyak kami temui. Baik itu wisatawan dari luar negeri, dalam negeri ataupun siswa yang datang untuk mengerjakan tugas sekolah.

Dari tempat parkir menuju goa kita mesti berjalan kaki terlebih dahulu. Disepanjang jalan sudah disediakan jalanan setapak sehingga kalaupun datang kesini saat musim penghujan menuju goa tidaklah becek dan berlumpur. Dikiri kanan menuju goa kita akan menemukan tumbuhan bambu yang berderet dan dapat dijadikan objek foto preweding disini, sangatlah bagus. Mendekati goa kita akan bertemu dengan batu-batu besar dan kita harus melewati celah batu untuk masuk ke goa tersebut.

Tadinya sempat bingung apanya sich yang istimewa dari goa ini. Ternyata di goa ini selain meninggalkan bukti bahwa dahulunya area ini adalah dasar laut dengan meninggalkan fosil berupa ikan dan binatang laut yang ada disekitar dinding goa, juga merupakan goa yang masih hidup dengan stalagtit dan stalagmit yang ada disepanjang goa.

Dan diujung goa terdapat lubang diatas permukaan goa sehingga matahari dapat masuk dan menimbulkan efek cahaya yang sangat indah seperti yang saya pernah temui di Goa Jomblang Jogjakarta. Sinar matahari yang masuk ke dinding goa memantulkan cahaya diarea lain didalam goa sehingga menimbulkan efek seperti cermin, maka goa ini pun disebut goa batu cermin. Pantulan-pantulan yang dihasilkan oleh dinding goa berasal dari kandungan garam yang ada sehingga kelihatan seperti cahaya kristal.

Karena kita akan memasuki area goa dimana didalam goa tersebut terdapat lorong dengan ukuran yang tidak begitu besar sehingga kamipun diminta untuk antri masuk kedalam goa. Sebelum masuk kita sudah dibekali helm dan senter untuk membantu penerangan didalam nantinya. Setiap rombongan terdiri atas 10 peserta dan dipandu oleh seorang guide yang mana memberi penjelasan mengenai goa tersebut.

 

goa batu cermin labuan bajo 1

Dari pintu masuk atau plank nama ini kita mesti berjalan kaki terlebih dahulu menuju goa

 

goa batu cermin labuan bajo 5

Pemandangan yang ada disepanjang jalan menuju goa

 

goa batu cermin labuan bajo 2

Deretan bambu dan jalan setapak menuju goa

 

goa batu cermin labuan bajo 3

Tangga menuju goa, kita sudah memasuki area goa batu cermin.

 

goa batu cermin labuan bajo 4

Celah dan lorong menuju goa. Disini kami diminta antri karena didalam sudah ada pengunjung yang sedang masuk. Kami diminta untuk memakai helm dan senter, perlengkapan untuk masuk kedalam goa

 

goa batu cermin labuan bajo 6

Suasana didalam goa dengan stalagtit dan stalagmit

 

goa batu cermin labuan bajo 7

Lorong didalam goa

 

goa batu cermin labuan bajo 15

Photo diambil oleh Bowi Basu Buwono.
Ada kalanya kita menemukan lorong yang sempit dan pendek, sehingga untuk melalui nya kita harus jongkok dan mesti berhati-hati.

 

goa batu cermin labuan bajo 9

Beberapa fosil yang dapat kita lihat dipermukaan dinding goa

 

goa batu cermin labuan bajo 10

Fosil hewan yang menempel didinding goa dilihat dari dekat. Sekilas terlihat seperti cangkang penyu.

 

goa batu cermin labuan bajo 11

Karena kami datangnya di musim kemarau sehingga permukaan dinding kelihatan kering dan berpasir.

 

goa batu cermin labuan bajo 14

Kami berpose di hall dalam goa. Area ini cukup luas dengan pasir dipermukaan bawahnya. Photo diambil dari kamera Bowi Basu Buwono.

 

 

 

Push Up Yoga

push up yoga 1

Ada kalanya ketika saya melakukan surya namaskara secara rutin di rumah, saya didera rasa bosan yang amat sangat. Sama seperti pagi ini, sudah naruh matras ditempatnya, hanya karena tadi lupa kalau niatnya mau yoga yang ada sarapan dulu.

Minum air jeruk dan mangga, jeda antara makan dan yoga terlalu dekat yang ada perut saya kembung. Alhasil saya duduk-duduk terlebih dahulu sambil mencet-mencet remote tv nonton acara BBC Earth The Hunt. Kalau sudah didepan tv lupa waktu dech, sedangkan acaranya ini bisa ngabisin waktu 1 jam. Akhirnya saya selesaikan nonton dan menanti makanan di perut turun, tapi waktunya jadi kepotong banyak hiksss..

Alhasil yang saya lakukan adalah melakukan push up yoga sebanyak 20 round. Sebenarnya kalau saya bandingkan jika melakukan push up cara biasa dengan push up yoga saya lebih senang melakukan push up yoga. Dimana pada prinsipnya sich sebenarnya sama saja hanya push up yoga lebih berirama dan masing-masing gerakan kita dapat lakukan secara perlahan-lahan sehingga kita punya waktu untuk istirahat ataupun menfokuskan kekuatan tangan ditiap gerakan.

Untuk hal ini sebaiknya lakukan perlahan-lahan tidak usah terlalu terburu-buru yang ada akan menimbulkan cedera atau salah otot.

 

Push up Yoga terdiri dari gerakan:
1. Downward Facing Dog
2. Plank Pose
3. Chaturanga
4. Upward Facing Dog
5. kembali ke Downward Facing Dog

 

Dari pose 1 – 5 hitungan nya 1 round. Lakukan sekuat yang bisa kita lakukan. Untuk awal mungkin bisa dimulai dengan 5 round dulu jika sudah mantap 5 round untuk minggu-minggu berikutnya dapat ditambah hingga menjadi 10 round, begitu seterusnya. Usahakan jumlah nya meningkat disetiap minggunya. Lakukan berulang-ulang dengan irama yang lambat/jangan buru-buru. Setidaknya setiap gerakan lakukan 1 nafas atau sekitar 5-10 detik.

Hanya saja bagian yang tersulit dari push up biasa maupun push up yoga adalah terletak di posisi chaturanga, kalau di foto ada pada gerakan no 3. Tidak ada cara yang gampang untuk melakukan chaturanga kecuali dilakukan dengan rutin. Secara alami otot-otot yang ada di lengan (bagi yang biasa melakukan surya namaskara) lambat laun akan terlatih untuk melakukan gerakan chaturanga dengan benar.

Bagi pemula pose chaturanga dapat dilakukan dengan bantuan lutut ditekuk dilantai terlebih dahulu sebelum badan diturunkan, tapi menurut saya jika pemula dibiasakan melakukan gerakan chaturanga dengan lutut ditekuk membuat kita menjadi malas dan nantinya akan sulit mengubah kebiasaan tanpa menaruh lutut ditekuk terlebih dahulu dilantai.

Pose Chaturanga yang benar dapat dilihat di foto dibawah ini

 

push up yoga chaturanga

Blog

 

Gerakan push up yoga dapat kita variasikan menjadi berbagai macam gerakan. Apakah itu ketika melakukan chaturanga kaki diangkat keatas secara bergantian kaki kiri dan kanan. Atau dapat juga divariasikan dengan perkuatan tangan dengan menaikkan tangan keatas ataupun ditaruh dibelakang punggung ketika plank pose atau chaturanga secara bergantian tangan kanan dan tangan kiri. Semua dapat dengan bebas kita lakukan dengan pertimbangan kita mempelajari dan mengenal lebih dahulu dimana letak kekuatan tubuh kita sebelumnya. Selamat mencoba dan semoga dapat membantu bagi yang berminat melakukan sendiri gerakan-gerakan yang memperkuatan lengan, kaki dan perut.