Pink Beach Komodo

pink beach komodo 4

pink beach komodo 1

Headstand di Pink Beach Komodo

 

Dari pulau Padar kami melanjutkan perjalanan ke Pink Beach Komodo. Jarak tempuh dari Pulau Padar ke Pink Beach sekitar 2 – 2,5 jam tergantung cuaca dan ombak. Melewati beberapa pulau-pulau kecil dengan pemandangan yang menakjubkan. Sehingga saya tidak terlalu merasa bosan dan jenuh berada di kapal selama lebih dari 2 jam.

Selain pemandangan yang indah, disuguhi makanan yang enak dan menghabiskan waktu yang panjang dengan ngobrol dan curhat diatas kapal adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. 2 kapal saling beriringan berjalan dan ditengah jalan peserta di kapal yang kecil pindah ke kapal yang besar untuk makan dan ngobrol-ngobrol. Makanan yang dihidangkan saat itu adalah udang saos padang, cumi goreng tepung, gulai ayam, mie goreng, ikan bakar dan capcay plus kerupuk dan semangka sebagai makanan pencuci mulut.

Benar-benar puas dan masakan dari crew kapal kami sangat enak dan seger-seger. Perut saya benar-benar berasa penuh tapi entah kenapa saya tidak terlalu merasa bersalah karena nanti nya pasti ada acara trekking dan snorkling lagi. Jadi dipastikan makanan tadi akan dipakai menjadi energi. Pembelaan diri.

Pink Beach Komodo sendiri adalah pulau yang tidak berpenduduk jadi ketika kita sampai di pantai ini jangan berharap ada warung atau kedai yang menyediakan makanan atau minuman. Berhubung kami sudah dibekali makan siang di kapal sehingga kami tidak mencari makanan lagi sesampainya di pantai pink. Pantai ini kalau secara kasat mata warna pink nya tidak terlalu kelihatan dikarenakan saat kami datang airnya sedang surut. Warna pink akan kelihatan menyala jika basah/kena air atau kondisi air nya pasang sehingga pasirnya terkena air baru dech butir-butir pink nya akan kelihatan.

Warna merah dari pasir ini berasal dari pecahan terumbu karang, koral atau organisme laut yang mati dan hancur dimana hidup diperairan Taman Nasional Komodo. Disepanjang pantai kami menemukan banyak terumbu karang berwarna pink bertebaran. Kondisi pantai nya sangat baik dan sepanjang mata memandang pasirnya halus dan bersih. Di Pantai ini kita dapat berenang, bersnorkling dan trekking dengan kondisi jalan lebih mudah sehingga kami cukup gampang dan cepat sampai di puncak bukit. Dari atas bukit kita dapat melihat pemandangan keseluruhan dari pantai pink.

Dan jika berada di Pantai ini mesti selalu waspada akan keberadaan komodo, karena menurut tour guide yang menemani kami kadang-kadang komodo juga datang, berkeliaran dan berjemur disekitar pulau. Tapi tidak usah kuatir karena disepanjang pulau apalagi pada saat ramai pengunjung banyak petugas dan orang-orang setempat yang bertugas untuk mengawal para turis atau pengunjung.

Setelah naik ke bukit bersantai-santai dan menikmati pemandangan sekitar kami turun ke pantai dan melakukan snorkling. Airnya bersih dan kondisi terumbu karangnya masih sangat baik. Setelah puas snorkling dan main air kami pun naik ke kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju Gili Laba.

 

pink beach komodo 2

 

pink beach komodo 3

 

pink beach komodo 4

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

11 thoughts on “Pink Beach Komodo”

  1. Mbak, caranya headstand gitu gimana sih? Saya dari dulu nyoba gak bisa bisa 😀

    Pantai Pink, dulu pas numpang ojek kapal dari Bajo ke Kampung Komodo cuma lewat dan dadah-dadah ke pantainya, gak ada duit buat sewa kapal ke sana 🙂

    1. maaf mas, entah kenapa comment mu keselip, jadinya baru baca.

      yach sayang bangat nga mampir ke pantai pink hehehehe.. tapi pasti nanti ada kesempatan kesana lagi yach mas.

      cara headstand itu untuk pemula sebaiknya pakai bantuan dinding dulu mas. karena kadang-kadang kita yang melakukan tidak tau apakah badan kita sudah pas apa belum, kalau nyender di dinding setidaknya kita masih bisa meraba-raba posisi kita ada dimana dan kalaupun jatuh nga sakit-sakit amat karena masih ditopang ama dinding. agak susah sich menjelaskan kalau lewat tulisan hehehehe.. maaf yach kalau jawabanku tidak menjawab pertanyaannya mas.

      1. Heheh gapapa Mbak, iyaa pasti bisa ke sana lagi amiin.

        Iya dulu pernah coba sandar dinding dulu, tapi ada rasa agak takut memang Mbak, karena takut jatuh gitu. Thanks Mbak buat penjelasannya, membantu banget kok 🙂

Leave a Reply