Weekly Photo Challenge Extra Ordinary

snorkling di gili laba 15 manta ray

Weeklya Photo Challenge Extra Ordinary

Bertepatan dengan hari kejepit nasional dan dari bulan lalu memelas-melas sama atasan saya di kantor supaya dia memberi saya ijin untuk cuti. Karena amat sangat tergoda dengan tawaran teman untuk ikut Trip Komodo. Akhirnya saya pun berangkat dari tanggal 14 – 18 Oktober 2015.

Dari 2 tahun yang lalu sudah ngiler bangat pengen pergi ke Komodo, tapi setiap kali mau pergi selalu ada halangan baik itu tawaran trip lain ataupun ada kerjaan yang nga bisa ditinggal akhirnya saya pun mengalah dan gigit jari lihat foto teman-teman di social media. Untungnya pas kemaren minta cuti semua dilancarkan dan si Bapak benar-benar nga protes ataupun nga ceramah panjang lebar ke saya.

5 hari 4 malam petualangan di Komodo, ada satu hal yang amat sangat berkesan buat saya. Tadinya saya kira bahwa sesampainya saya di pulau Komodo dan langsung melihat sang bintang tamu pulau yang selama ini hanya bisa saya lihat di TV merupakan hal yang paling berkesan buat saya ternyata dugaan saya salah.

Bukannya tidak berkesan, hanya mungkin karena sebelum berangkat kebetulan di saluran NatGeo sering muterin tayangan tentang Komodo yang ada saya jadi tidak begitu bersemangat. Dan untuk petualangan yang lain saya tidak terlalu mengharapkan yang macam-macam yang ada saya malah menemukan bonus pemandangan yang sangat indah yaitu bertemu dengan manta ray secara langsung dan benar-benar tepat didepan mata.

Mungkin saking bersemangatnya saya saat ini, setiap kali melihat foto dibawah saya langsung merinding. Saya benar-benar tidak pernah bermimpi akan bertemu manta ray sepanjang umur saya. Dan menurut saya ini adalah pengalaman yang amat luar biasa atau extraordinary dalam hidup saya. Waktu mengambil foto ini saya sedang melawan rasa takut saya akan kedalaman dan lebih menakutkan lagi ketika manta tersebut mendekati saya dan mangap.

Ukuran lebar tubuhnya sekitar 4-6 meter dan jarak saya dengan manta hanya berkisar 2 meter. Saking besarnya ukuran mulut nya mungkin badan saya bisa masuk/kesedot kedalam kali yach (efek nonton film Jaws). Saya berusaha tetap tenang dan terus mengambil foto sampai manta tersebut melewati saya, ternyata dibelakang manta tersebut ada manta kedua. Saya berusaha tidak berhenti mengambil foto tanpa mikir lagi hasilnya seperti apa?

snorkling di gili laba 15 manta ray

 

Setelah manta kedua lewat baru saya teriak-teriak dan menjerit-jerit karena sadar kalau saya sendirian dan berada dilaut lepas. Untung salah satu bapak ABK datang menghampiri saya turun dengan sekoci. Tadinya dia kira saya sedang bermain-main atau bercanda kali yach, sempat-sempatnya si Bapak ABK comment “Ibu lanjut aja ngejar mantanya, dia masih disekitar sini koq” Hikksss..

Hanya satu hal yang membuat hati saya miris. Ketika saya panik dan menjerit-jerit saya menelan begitu banyaknya air beserta minyak/bahan bakar yang bertumpahan dipermukaan laut. Setelah saya renungkan dan pikir-pikir lagi kenapa sich begitu banyaknya minyak atau bahan bakar yang bertumpahan disekitar area tersebut?

Akhirnya saya mengambil kesimpulan tapi saya tidak tau apakah kesimpulan saya ini benar. Selain kapal yang kami tumpangin ada beberapa kapal lainnya yang juga merapat disekitar Manta Point tersebut. Dan keberadaan kapal-kapal yang kami tumpangi menjadi sumber kerusakan yang ada disana. Sesaat saya langsung merasa tertuduh bahwa semakin banyaknya pengunjung seperti saya yang datang untuk melihat lebih dekat keberadaan manta merupakan penyebab dari kerusakan lingkungan yang ada disana. Hikkssss… Akan amat sangat disayangkan kalau ini terus terjadi. Bisa saja keberadaan manta akan berkurang atau berpindah posisi ditempat lainnya.

 

 

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

23 thoughts on “Weekly Photo Challenge Extra Ordinary”

    1. Hikss . Benar mas. Aku kirain tadinya ada yang kecelakaan atau kena bekas apa gitu yach. Ternyata tumpahan minyak dari kapal-kapal yang lewat. Aku aja yang ketelan rasa tenggorokan kayak kebakar gitu mas. Gimana lah mereka yang hidup didalam sana yach. sedihhhh… 🙁

        1. Benar mas, kayak 2 sisi mata uang saja. Satu pihak kita pengen tempat tersebut menjadi tempat tujuan wisata dunia tapi kitanya sendiri nga bisa menjaga dan merawat kebersihan.

          Semuanya pengennya eksis pengen nunjukin ke orang lain kalau kita pernah datang ketempat tersebut tapi kitanya sendiri nga punya budaya untuk melestarikan alam. Rasanya kayak ketampar-tampar sendiri dech.

  1. Mbak, kalau menelan banyak minyak itu Mbak tidak apa-apakah? Duh memang keterlaluan sekali, padahal di sana banyak organisme laut yang langka dan perlu dilindungi :huhu. Eh tapi itu terlihat di fotonya ya, genang-genangan minyak yang ada di permukaan itu (eh itu minyak bukan sih :haha).

    1. Benar Gara itu genangan minyak. Sempat berasa tenggorokan panas dan beberapa saat batuk nga berhenti-henti. Tapi setelah minum air putih yang banyak lumayan berkurang batuknya. Hikksss jujur aku sedih bangat, walaupun takut sama manta tapi membayangkan mereka-mereka makluk yang ada didalam laut merasakan efek kebodohan kita gitu rasanya gimana yach.

  2. Wah itu minyak Lin di fotonya? 🙁
    Btw fotonya keren banget. Dan kalo gw ngadepin manta raynya mungkin bakalan jauh lebih panik dari lu Lin. Keren!

Leave a Reply