Naik Kereta Api

naik kereta api 1

Foto diambil oleh Ina

Berhubung saya masih anak baru di kantor, dimana ketersediaan cuti sangat terbatas. Tapi kakinya gatel terus, tetap kepengen jalan-jalan yang ada saya harus pinter-pinter menghemat jatah cuti dengan off hari sabtu sekali dalam sebulan. Lumayanlah sebulan sekali bisa berkelana, nga harus keluar kota juga sich, seputar jakarta juga banyak koq objek yang bisa kita kunjungi. Jadi ganti-gantian dech, bulan depan keliling kota, bulan depannya lagi keluar kota.

Kalau beberapa bulan kemaren mencoba short trip ke Jogjakarta, kali ini kamipun berkelana ke kota Semarang. Dari beberapa kali berkelana menggunakan jalur kereta api saya mulai berpikir lagi, sebenarnya bagi kita yang tinggal di Jakarta (Jakarta secara khususnya dan pulau Jawa umumnya) kita cukup beruntung loh bisa pergi keluar kota dengan fasilitas transportasi yang cukup memadai.

Dulu saya melihat teman-teman kantor yang keluarga nya tinggal diluar kota sedangkan beliau harus bekerja di Jakarta, rasanya koq segitu berat nya perjuangan mereka untuk bertemu keluarga tercinta. Waktu bersama keluarga sangat pendek dengan jauhnya jarak, lamanya perjalanan dan diperjalanannya juga cukup melelahkan pasti rasanya berat yach?

Tetapi seberat-beratnya perjuangan kalau itu buat keluarga apapun pasti ditempuh dengan senang hati. Inti nya adalah dengan keberadaan kereta api yang memadai membuat beberapa rekan sekerja saya masih dapat bertemu keluarga mereka yang diluar kota tanpa kehilangan moment berharga walapun tinggal di kota yang berbeda.

Tapi makin kesini saya jadi sangat menikmati perjalanan keluar kota dengan menggunakan jalur kereta api. Mungkin karena jarang-jarang juga kali yach, tidak rutin setiap minggu jadinya sich masih enak-enak aja.

Kalau saya lihat perkembangan kereta api saaat ini dibandingkan sepuluh tahun kebelakang banyak bangat loh kemajuannya. Jangan terlalu muluk-muluk mengharapkan dan membandingkan kereta api yang ada diluar negeri dulu dech. Tapi setidaknya saya sangat mengapresiasi kemajuan yang ada di perkereta-apian Indonesia.

Yang dulunya saya rajin naik kereta api Jakarta-Bandung, dimana dijaman itu boro-boro saya mau naik kereta api Bisnis atau Ekonomi, pasti saya milihnya kereta Eksekutif. Bukannya sombong, hanya saja saat itu naik kereta api kelas Bisnis dan Ekonomi sangat tidak mengenakan. Perokok dengan leluasa merokok tanpa memperhatikan kalau disebelahnya ada anak bayi/balita ataupun penumpang yang sesak nafas hampir semaput akibat asap rokoknya.

Belum lagi banyaknya pengamen, penjual makanan/minuman yang lalu lalang saat kereta api akan berangkat, berhenti ataupun sampai di stasiun tujuan. Disaat lagi enak-enaknya tidur, tiba-tiba terbangun dengan kaget dan terganggu karena mendengar suara pengamen yang kecang dan cempreng. Yang ada mau tidak mau saya memilih kereta api eksekutif walaupun untuk ukuran kantong mahasiswa lumayan mahal. Masih tertanam dibenak saya bagaimana dulu masih nemu penjual kopi gendong dan penumpang yang bergelantungan diatas kereta api. Tapi bersyukurlah kalau saat ini pemandangan seperti itu sudah tidak lagi kita jumpai.

Selain kondisi kereta api nya yang berubah juga tidak kalah ketinggalan stasiunnya juga ditata dengan rapi. Kebersihannya juga terjaga, baik itu kebersihan peron dan kereta nya juga toilet beserta fasilitas umum yang ada di stasiun. Kemudian ketersedian informasi juga meningkat, keterhubungan antara kereta api luar kota dan commuter line nya juga sangat teratur dan saya percaya PT. KAI juga akan terus berbenah dan menjadi lebih baik lagi.

Kembali kebagian keterbatasan cuti yang saat ini saya alami tetapi masih kepengen jalan-jalan, kereta api adalah pilihan yang sangat saya rekomendasikan saat ini. Selain nyaman dan aman juga lumayan ramah untuk kantong saya. Kalau punya uang lebih dan kebetulan perjalanannya memang tidak memungkinkan untuk ditempuh dengan kereta api yach pilihan lain milihnya naik pesawat.

Kalau ngomongin budget kita bisa lebih fleksibel menentukan jenis kereta api mana yang mau kita naiki serta bisa disesuaikan dengan aktivitas kita dengan jadwal keberangkatan yang disediakan kereta api, karena pilihan lumayan banyak.

Karena kami sudah menentukan jauh-jauh hari jadwal keberangkatan jadi harganya pun sangat bersahabat, pada saat memesan keberangkatan 2 bulan lalu untuk kelas Ekonomi Tawang Jaya kami mendapatkan tiket seharga Rp. 70.000,-/keberangkatan, kalau PP totalnya menjadi Rp. 140.000,- Murah kan?

Dengan harga yang lumayan murah, dimana saat ini semua kelas yang ada di kereta api sudah difasilitasi pendingin ruangan, tidak ada lagi perokok, penjual makanan/minuman, bagian keamanan dan kebersihan setiap beberapa jam mengitari gerbong jadi bisa dipastikan perjalanan yang kita tempuh menjadi lebih aman dan nyaman. Nah sekarang tinggal milih jenis kursi mana yang akan kita pilih.

Karena kami naik kereta api Tawang Jaya jadi saya mengambil contoh jadwal kereta api seperti yang ada dibawah ini:

Jadwal KA Tawang Jaya (KA 202) Pasar Senen – Semarang Poncol

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Pasar Senen – 23.00
Pegadenbaru 00.38 00.40
Haurgeulis 00.52 00.54
Cirebon Prujakan 02.00 02.12
Tanjung 02.46 02.49
Brebes 03.08 03.10
Tegal 03.22 03.27
Pemalang 03.51 03.55
Pekalongan 04.22 04.27
Weleri 05.11 05.15
Semarang Poncol 05.52 –

Jadwal KA Tawang Jaya (KA 201) Semarang Poncol – Pasar Senen

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Semarang Poncol – 14.00
Weleri 14.35 14.38
Pekalongan 15.22 15.25
Pemalang 15.51 15.56
Tegal 16.20 16.25
Kutoarjo 16.36 16.38
Cirebon Prujakan 17.28 17.38
Jatinegara 20.27 20.29
Pasar Senen 20.38 –

Sumber: http://keretaapikita.com/jadwal-kereta-api-tawang-jaya/

Table diatas menunjukkan jam pemberhetian di tiap-tiap kota persinggahan. Jadwalnya tepat waktu dan kalaupun telat nga lama kecuali memang ada kerusakan atau kecelakaan.

Karena kami semua harus bekerja/masuk kantor di hari Jumat, dan beberapa teman saya bekerja ditempat yang lumayan jauh, lalu lintas di hari Jumat dipastikan macet maka kamipun mengambil jadwal keberangkatan paling akhir dari Stasiun Senen dan tiba di Stasiun Poncol Semarang jam 06:00. Cukup beristirahat didalam perjalanan kereta api, sampai di Semarang pagi-pagi langsung melanjutkan perjalanan ke tujuan wisata yang kami sepakati.

naik kereta api 2
Ekspresi muka bahagia walaupun duduknya mepet-mepetan, hehehehe… Foto diambil oleh Nik Ratmini

Walaupun kursinya seadanya tapi karena berangkatnya dengan teman-teman yang menyenangkan tidak mengurangi keseruan kami selama di perjalanan.

 

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

10 thoughts on “Naik Kereta Api”

  1. Bener banget sih memang kalo perjalanan naik kereta sekarang murha dna menyenangkan. Beda dengan beberapa tahun lalu sih ya. Jadi mupeng banget gw.

Leave a Reply