Kampung Halaman Kota Duri

kampung halaman kota duri 1

kampung halaman kota duri 3

Beberapa bulan ini pembicaraan teman-teman di group whatsapp SMA saya tidak jauh dari Acara Reuni yang rencananya akan diadakan tahun depan kampung halaman kota Duri. Dikarenakan 2 tahun berturut-turut alumni diatas kami sukses melakukan acara reuni, yang ada angkatan saya pun ikutan getol pengen mengadakan reuni juga.

Tahun depan tepat 20 tahun angkatan saya lulus dimana awal kami merantau, meninggalkan Duri untuk kuliah dan melanjutkan ke dunia pekerjaan. Selain untuk mengadakan reuni, acara ini juga ajang kangen-kangenan dan napak tilas kota kami tercinta. (Dari sini sudah ketahuan dong yach saya lulus tahun berapa? Hehehe..)

Secara pribadi saya terakhir menginjakkan kaki ke kampung halaman kota Duri pada tahun 2004, dimana Bapak saya pensiun dan memutuskan pindah ke kota Siantar. Setelah itu saya tidak pernah lagi mengunjungi kota Duri. Dan bagi saya (kalau acara ini beneran jadi dan saya tidak ada halangan untuk ikut) berarti saya sudah 12 tahun meninggalkan kota ini.

Karena ngikutin kelanjutan reuni di group tersebut dan beberapa hari kemudian dikirimin video mengenai situasi Duri saat ini. Yang ada saya mewek dong, langsung pengen share di blog. Tapi berhubung saya tidak begitu ngerti meng-convert video ke mp3 dan naruh di blog akhirnya saya nyari-nyari di youtube dan untungnya ketemu. Hehehehe..

Lihat video begini membuat rasa rindu saya akan kampung halaman terobati. Berhubung saya tidak punya foto kenangan jaman dahulu kala yang ada saya akhirnya ambil foto-foto yang ada di google.

Sebenarnya saya lahir di Rumbai, saat itu adalah rumah sakit terdekat dari Minas tempat bapak saya bertugas. Dan saat saya berumur 7 tahun, kami pun pindah ke Duri karena bapak saya dipindah tugaskan ke Duri. Sebenarnya sich antara Duri, Dumai, Rumbai dan Minas hampir sama aja sich. Perusahaan yang sama hanya beda kota dan fungsi/peranan dari masing-masing kota. Dan jarak tempuh nya juga tidak terlalu jauh sekitar 3-4 jam perjalanan darat (nga jauh yach? wkwkwk..)

Duri adalah ibu kota kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Riau, Indonesia. Duri terletak di kecamatan Mandau, berada di lajur Jalan Raya Lintas Sumatera, sekitar 120 km dari Pekanbaru dalam perjalanan menuju Medan. Duri berbatasan langsung dengan Dumai di utara, kecamatan Pinggir di selatan, dan kecamatan Rantau Kopar di barat. Wikipedia

kampung halaman kota duri 1

Duri adalah salah satu ladang minyak di provinsi Riau. Ladang Minyak Duri telah dieksploitasi sejak tahun 50-an dan masih berproduksi oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Bersama Minas dan Dumai, Duri menyumbang sekitar 60% produksi minyak mentah Indonesia, dengan rata-rata produksi saat ini 400.000-500.000 barel per hari.

Minyak mentah yang dihasilkan, meskipun tidak sebaik lapangan minyak Minas, merupakan salah satu minyak dengan kualitas terbaik di dunia, yakni Duri Crude. Pada bulan November 2006, Ladang Minyak Duri atau Duri Steam Flood Field mencapai rekor produksi 2 miliar barel sejak pertama kali dieksplorasi pada 1958. Untuk menunjang produksi ini, di Duri terdapat puluhan perusahaan kontraktor, mulai dari yang besar seperti Schlumberger, Halliburton, dan Tripatra-Fluor, hingga perusahaan kontraktor-kontraktor kecil. Wikipedia (Ini data lama, tidak tau dech masih berlaku apa tidak hari ini).
Deretan Rumah di Komplek Krakatau. Jarak satu rumah ke rumah lain sekitar 10-15 m, tanpa pagar dan halaman yang luas. Dilihat dari Google Earth

Saya sebenarnya tidak terlalu terpaku dengan data-data diatas hanya perlu saya kasih info tambahan buat ngasih keterangan detail mengenai posisi kota Duri. Karena beberapa orang baru yang kenalan dengan saya jika menanyakan saya berasal darimana, agak kesulitan memetakan posisi Duri itu ada dimana.

Karena Kampung halaman kota Duri adalah ladang minyak dan kelapa sawit jadi bisa dibayangkan betapa gersang dan panas nya suhu dikota ini. Ditambah lagi daerah tersebut setiap tahun selalu terkena dampak asap akibat kebakaran hutan. Jadi bisa dibilang saya sangat jarang keluar komplek kalau tidak perlu-perlu bangat (alasan bangat yach?).

Sehingga saya tidak bisa menggambarkan situasi kota secara keseluruhan. Saya hanya ingin bercerita mengenai kondisi perumahan dan fasilitas yang disediakan perusahaan yang punya ladang minyak. Karena sebagian hidup saya ada disini yang ada memori saya penuh dengan kenangan akan kehidupan sebuah komplek perumahan yang cukup nyaman untuk kami saat itu.

Karena posisinya jauh dari mana-mana, kalaupun pengen refreshing paling dekat yach ke kota Pekanbaru atau Singapur sekalian dech. Karena dari sini tinggal nyeberang naik kapal ke Batam tidak sampai sejam nyampe dech ke Singapur. Oleh karena itu perusahaan pun menyediakan fasilitas yang cukup buat karyawannya antara lain kolam renang, lapangan golf, lapangan sepakbola, lapangan soft ball, bowling, perpustakaan, commissary atau supermarket mini, bioskop (nga tau dech ini masih ada apa nga?

karena saat saya masih disana gedung bioskop banyakan dipakai untuk acara kesenian sekolahan), taman bermain disetiap blok komplek, gelanggang olahraga, restpark (hutan lindung yang tertata rapi) dll. Yang ada didalam perumahan tersebut kami berasa berada di sebuah kota didalam kota (kayak cluster komplit tapi ukuran sebesar kota).

Karena semuanya sudah tertata rapi, terprogram dan teratur yang ada kami pun menghabiskan masa anak-anak sampai remaja tidak jauh dari kegiatan sekolah, olahraga, perpustakaan kalau nga ke hutan lindung untuk kegiatan rekreasi.

Saya paling senang ke perpustakaan, hutan lindung dan supermarket mini kalau kebetulan ibu saya perlu sesuatu barang untuk dibeli. Perpustakaannya nyaman sekali dengan buku-buku yang lengkap dan kalau kesini bisa lupa jam dech. Paling sering minjam buku seri cerita anak tini, enid blyton dan trio detektif.

Sedangkan di restpark atau hutan lindung selain dekat dengan rumah, tinggal naik sepeda atau lari sore bersama bapak saya, lalu sesampainya di hutan lindung puas-puasin duduk santai sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi. Sama persis kalau saya berkunjung ke Kebun Raya Bogor pasti nga tahan pengen bobo (disini saya bisa ketiduran saking nyamannya).

Menjelang masa-masa kuliah kalau pulang ke Duri saya menghabiskan liburan dengan olahraga renang setiap harinya dan sesekali menyempatkan diri ke snack bar membeli burger favorite yang kayaknya rasa burger seperti ini sudah tidak pernah saya temui lagi ditempat lain. Karena roti, bumbu dan dagingnya langsung diimpor dari luar dan bumbunya juga pas.

Nyam nyam membayangkannya saja saya sudah lapar duluan. Karena seringnya ke kolam berenang dan kembali ke Jakarta lagi sehabis liburan dari kampung pasti saya kelihatan lebih hitam.

Komplek perumahannya sendiri dikelompok-kelompok kan berdasarkan jabatan dan posisi masing-masing karyawan. Tetapi fasilitas yang didapat untuk semua karyawan hampir sama hanya prioritasnya saja yang kadang agak dibedakan.

Kalau di Duri nama kompleknya semua dikategorikan berdasarkan nama gunung. Ada komplek Sibayak, Merapi, Krakatau, Talang, Kerinci, Dempo, Singgalang, Sinabung, Seulawah, Leuser, Sago. Kalau di Rumbai dan Minas kategori nama komplek nya berbeda lagi.

Setiap keluarga karyawan disediakan rumah tinggal dengan fasilitas komplit seperti listrik, air, telephone, tv kabel, pendingin ruangan, pemanas air, furniture (mulai dari kursi, lemari, tempat tidur, kompor listrik + oven, tong sampah, jemuran) semuanya sama.

Dan semua disediakan gratis. Untuk telephone kita bisa nelphone kesesama komplek dan distrik gratis sesuka hati, tetapi untuk HP, SLJJ dan SLI tetap dikenakan biaya karena masuk keranah Telkom.

Jarak satu rumah dengan rumah lainnya sekitar 10-15 meter dengan halaman yang luas dan tidak diberi pembatas pagar, sehingga kalau main ke rumah tetangga sebelah tinggal teriak dan si tetangga pun nyahutin wkwkwkwk. Selain fasilitas rumah yang lengkap, beberapa karyawan juga diberi fasilitas kendaraan mobil untuk yang tugasnya kebanyakan dilapangan. Sedangkan karyawan yang menghabiskan waktu di kantor disediakan mobil antar jemput dari rumah ke kantor.

Begitu juga dengan anak karyawan, disediakan bis sekolah dari masing-masing halte terdekat dari rumah dan kemudian dianter ke sekolah begitu juga sebaliknya jika kita pulang dari sekolah. Berhubung sekolah berada di area yang berbeda. TK, SD, SMA berada di komplek Krakatau sedangkan SMP berada di komplek Talang.

Sehingga siswa yang berada diluar komplek tersebut disediakan bis sedangkan siswa yang berada di komplek yang sama kebanyakan kami tinggal jalan kaki. Karena saya tinggal nya di komplek Krakatau jadi sepanjang saya menjadi siswa kebanyakan ke sekolah jalan kaki, kecuali waktu SMP baru dech ngerasain naik bis.

Diluar bis sekolah, perusahaan juga menyediakan round bus dan taksi untuk kendaraan antar komplek dan keluar komplek. Jadi kalau tiap minggu ibu saya berbelanja ke pasar yang letaknya diluar komplek, tinggal naik round bus ke halte terluar dari komplek demikian juga demikian ketika pulang ke rumah. Dan bis nya tersedia setiap jam, tinggal kita menyesuaikan dengan berapa lama waktu yang kita pakai diluar komplek.

Kalau antar komplek kita bisa menggunakan taksi yang bisa kita hubungi lewat telephone. Tinggal nelphone kebagian transportasi, menyebut nama, badge number (nomor kepegawaian orang tua), alamat rumah dan kemana tujuan kita mau pergi. Semisalnya saya mau ke perpustakaan, saya tinggal bilang “Adelina, 14169, dari Krakatau no. 77 ke library”. (ckckckck.. sampai hari ini saya masih ingat badge number bapak saya). Tinggal nunggu didepan rumah dalam beberapa menit taksinya datang.

Kalau masih berada didalam komplek ataupun luar komplek kita sebagai anak karyawan bisa pesan langsung melalui telephone. Tetapi kalau urusan ke luar kota semisal ke Pekanbaru dan booking pesawat ke Jakarta, ini yang urus harus bapak saya langsung. Jadi jauh hari bapak saya mesti melapor ke departement transportasi untuk menanyakan kesediaan tempat duduk untuk fasilitas ini.

Selain fasilitas perumahan, rekreasi dan transportasi perusahaan juga menyediakan sarana kesehatan. Baik itu pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan rutin, perawatan gigi, kacamata maupun rawat inap, bapak saya mendaftarkan dulu nama yang mau diperiksa kebagian Medical, setelah didaftarkan tinggal datang ke hospital/rumah sakit ngantri dech ke dokter mana kita mau tuju.

kampung halaman kota duri 2

Jadi yang namanya suntik imunisasi sampai segala macam jenis obat-obatan yang pakai suntik sudah pernah saya alami. Seperti tetanus, hepatitis, apalagi yach lupa. Dan itu sifatnya wajib. Kalaupun orang tua lupa ataupun tidak sempat mendaftarkan anaknya menjalani perawatan suntik, secara otomatis bagian medical datang langsung ke sekolah untuk mendata anak-anak yang belum menjalani suntik rutin dan melakukannya secara bergilir.

Dan data base mereka lengkap dan terperinci sehingga tidak ada siswa yang luput/ketinggalan ataupun double. Sewaktu saya masuk ke masa-masa kuliah, kalau liburan selain berenang saya pasti menyempatkan diri ke dokter gigi memeriksa kebersihan karang gigi dan fasilitas cabut dan tambal gigi. Karena kalau kembali ke Jakarta kebetulan giginya sakit dan harus ke dokter gigi biayanya pasti mahal (walaupun nantinya pasti di reimburse) sedangkan kalau disini semua nya gratis.

Sebenarnya sich banyak lagi kemudahan-kemudahan yang disediakan perusahaan hanya yang saat ini keingat sama saya baru segini dulu yach. Semakin saya ingat semakin saya rindu dan pengen balik kesini lagi, hikssss…

 

 

Sumber : Youtube

 

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

5 thoughts on “Kampung Halaman Kota Duri”

  1. Keren banget Mbak kampung halamannya, sudah seperti kota mandiri, perusahaannya pun memperlakukan karyawan dan keluarga dengan sangat baik sekali, dan in return pegawai pasti loyal dan cinta dengan perusahaannya ya, sebab motivated banget buat bekerja, meski jauh dari pusat pemerintahan :)). Di Sumatera memang jarak antara satu kota dengan kota yang lain fantastis ya, bilangannya ratusan kilometer, kalau di kampung halaman saya di Lombok itu sudah bisa membelah pulau dari ujung barat ke ujung timur :hehe.

    Semoga reuninya sukses sehingga bisa pulang kampung lagi!

    1. Benar Gara. Dari cerita ku saja kelihatan betapa bangganya aku bisa merasakan sedikit dr fasilitas yang perusahaan berikan. Padahal kalau dipikir2 dia dpt keuntungan dari kekayaan negeri ini sudah pasti lbh dong yach dr apa yg perusahaan berikan kpd karyawannya. Hanya karena kita sama2 merasakan untungnya dan merasa betapa karyawan sangat dihargai itu suatu kebanggaan yg nga semua org bisa merasakan.

      Iya gara, dari satu kota ke kota lain jauh bangat itupun msh dibilabg dekat wkwkwk.

      Terima kasih gara untuk doanya. Semoga jadi yach. Aminnn.

Leave a Reply