Weekly Photo Challenge; Ephemeral

weekly photo challenge ephemeral

Senja yang cantik di Pelabuhan Dungkek – Sumenep Madura

Menyambung cerita perjalanan di Madura. Hari terakhir kami di Sumenep kami menjelajahi Pantai Lombang dan Gili Iyang. Sebelum berangkat ke Madura saya sama sekali tidak menyiapkan diri dan tidak mencari info apapun mengenai daerah yang akan saya kunjungi. Benar-benar bawa diri dan tidak berharap apapun.

Karena saya cukup galau dengan kepergian saya kali ini ditambah cuaca nga menentu daripada dipikirin yach sudahlah terima-terima saja dan berusaha untuk menikmati apapun yang terjadi.

Dan benar saja sepanjang di Madura hujan terus turun, hiksss. Tapi satu hal yang saya suka sepanjang perjalanan di Sumenep Madura, saya menemukan teman dan keluarga yang sangat baik. Kalau bisa dibilang, kami belum pernah ketemu ataupun kontak-kontak sebelumnya.

Hanya karena teman yang mandu kami kesana punya teman yang mana keluarganya tinggal di Sumenep alhasil kamipun diinapin dirumah keluarga temannya teman kami ini. Dan selama di Madura kami benar-benar dilayani dan ditemani kemanapun kami mau.

Dihari terakhir baru dech kita mencoba jalanin beberapa tempat yang dekat tapi bagus salah satunya Pantai Lombang dan Gili Iyang. Dan saya pun menemukan sunset yang indah bangat. Kebetulan langit nya juga cantik dan hanya bisa menikmatinya sebentar saja karena beberap menit kemudian langit berubah menjadi gelap diganti dengan sinar rembulan.

Weekly Photo Challenge Ephemeral

Dermaga Bintaro Madura

dermaga bintaro madura 2

Hari ini kami tidak banyak melakukan aktivitas trip. Secara bangun sudah jam 12 siang dan karena hari itu hari jumat salah satu teman kita mesti melakukan sholat jumat terlebih dahulu. Sisa waktu kami hanya makan dan ngobrol di rumah penginapan yang sangat nyaman dan rasanya untuk bangkit dari kasur dan keluar rumah rada males. Belum lagi diluar hujan terus, sedari subuh langit nya gelap.

Bahagia bangat dech trip keluar kota kali ini bisa menemukan teman yang baru kenal hari ini dan langsung bisa merasakan kenyamanan dan kemurah hati sang tuan rumah itu sesuatu bangat dech. Terima kasih banyak untuk keluarga mas Dayat yang mau menampung kami di rumahnya selama kami di Madura.

Agak siang menjelang sora akhirnya kami pun keluar rumah setelah sebelumnya disuguhi makanan khas madura hasil masakan ibu mertua mas Dayat. Entah apa yang berbeda dari sambel buatan si ibu, rasa makanan hari ini enak bangat.

Dan setelah ngobrol-ngobrol sama si ibu ternyata dia menggunakan sambal terasi khas Madura yang memang khusus. Alhasil salah satu teman saya pun memesan untuk membeli terasi tersebut untuk dibawa ke Jakarta, tapi sayangnya akibat kebodohan kami, itu terasi pun ketinggalan di rumah.

Tujuan kami sore itu adalah ke Dermaga Bintaro. Saat itu suasana dermaga sangat sepi, para nelayan melabuhkan kapal-kapal mereka disepanjang dermaga. Dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan ombak yang tinggi kebanyakan nelayan tidak melaut. Saya tidak melihat aktivitas penduduk disekitar dermaga ini. Rasanya seperti kota mati yang sangat sepi. Hanya ada satu dua warung yang masih buka dan kamipun duduk-duduk santai disalah satu warung yang ada di pinggir dermaga.

Sambil menunggu teman kami mencari nelayan yang mau menumpangkan kapalnya untuk kami berkeliling mengitari sepanjang pesisir pantai. Kalau-kalau ada spot snorkling yang bisa kami lihat. Saya mencoba memperhatikan kondisi dermaga ini, sepanjang pantai nya bersih dan pantainya panjang sekali.

Saya tidak melihat kondisi yang kumuh seperti dibeberapa desa nelayan yang selama ini saya kunjungi. Dan orang-orangnya pun ramah. Beberapa nelayan yang kami temui sepanjang kami nongkrong di warung sangat baik dan ramah setiap kali ditanya dan diajak ngobrol.

Agak lama menunggu dan terjadi tawar menawar akhirnya ketemu lah satu kapal yang kebetulan datang membawa penumpang dari salah satu pulau yang ada disekitar dermaga bintaro. Kapal tersebut sebenarnya kapal transportasi antar pulau-pulau yang ada, hanya karena penumpangnya sepi, akhirnya dia pun bersedia menemani dan membawa kami berkeliling.

Ada satu spot yang tidak jauh dari dermaga sebenarnya terumbu karangnya lumayan bagus dan masih sehat, hanya karena hujan sepanjang hari sehingga air nya keruh. Jadi jarak pandang pun terbatas. Walaupun demikian karena kami senang bermain-main dengan air laut dan sudah bawa peralatan snorkling akhirnya kitapun tetap turun ke laut untuk basah-basahan.

Hanya sebentar di spot ini kami pun kembali ke dermaga. Ganti baju dan bersih-bersih badan seadanya. Langsung lanjut ke kota Sumenep untuk berwisata kuliner. Rasanya kalau sudah selesai snorkling pasti selera makan langsung naik. Dan semua makanan rasanya pengen dilahap. Hap hap.. sruppp.

dermaga bintaro madura 1

Dermaga Bintaro – Madura

 

Trip Singkat ke Sumenep – Madura

 

trip singkat ke sumenep madura 1a

Tahun yang lalu seorang teman yang sedang gatel kakinya mengajak saya trip ke Madura. Rasanya agak aneh aja sich pas dapat undangan trip kedaerah yang nga begitu familiar ditelinga saya. Secara kaki saya juga gatel tapi nga bisa memprediksikan setahun lagi seperti apa, undangan tersebut saya terima. Akhirnya kami pun melakukan trip singkat ke Sumenep Madura.

Di awal tahun saya pindah di perusahaan baru otomatis cuti saya pun hangus. Menjelang mau berangkat mulai dech berasa galau antara tetap pergi atau hangusin tiket pesawat. Pergi nga yach? Pergi atau nga? Daripada bingung saya nanya atasan saya dan untungnya dikasih cuti dong. Horeee.

Beberapa hari menjelang berangkat saya tidak terlalu berharap banyak akan seperti apa perjalanan ini? Karena belakangan ini hujan turun lumayan deras padahal kan seharusnya bulan-bulan ini panas dong yach? Kenapa justru hujan yach? hikss..

Kamipun berangkat hari Kamis malam jam 20:30 dan sampai di Surabaya jam 21:45. Dijemput sama teman yang ada disana. Ngobrol-ngobrol dan makan disekitar Bandara. Sekitar jam 00:00 menyeberang ke Madura melewati jembatan Suramadu.

Semangat-semangat mau ambil foto jembatan ehhh ternyata lampu di jembatannya pas yang diatas nga dinyalakan. hiksss hiksss sedih. Intinya lampunya nga seterang yang saya lihat di internet. Asli malam itu saya cuma bisa manyun saja. Kenapa ohhh kenapa?

Rencananya sich kita mau nginap dulu di Bangkalan, tapi setelah dipikir-pikir koq yach tanggung kenapa nga langsung subuh ini juga jalan ke Sumenep. Dan di Sumenep kita nantinya menginap di rumah teman nya teman yang nganterin kita.

Lama perjalanan dari Surabaya ke Sumenep sekitar 3 – 4 jam. Dan kamipun sampai disana sekitar jam 02:30. Mau menghubungi teman tempat kami menginap tidak ada jawaban. (Tamu macam apa kami ini yach, menghubungi orang di subuh-subuh) wkwkwk.. Akhirnya kamipun berhenti di Mesjid Agung yang ada di Sumenep.

Sepanjang jalan dari Surabaya saya tertidur di mobil tapi ketika sampai di mesjid sempat lanjutin tidur juga sich hanya karena nyamuk mulai banyak saya pun terbangun dan melihat-lihat sekitaran mesjid. Saat itu sudah jam 03:30 dan masuk sholat subuh. Orang-orang perlahan-lahan mulai memasuki mesjid untuk sembahyang.

Saya perhatikan lumayan banyak juga yach yang datang ke mesjid untuk sholat subuh, secara di jakarta saya perhatiin yang datang ke mesjid bisa dihitung dengan jari dech.

Keliling mesjid dan ambil foto sampai akhirnya teman tempat kami menumpang menginap datang sekitar jam 05:30. Lumayan sich disini saya dapat banyak foto. Dan karena asyik foto sampai nga ingat kalau kita lagi nunggu teman tersebut. Sesampainya teman kami datang, kita diajak sarapan disekitar alun-alun Sumenep.

Sarapan dan ngobrol-ngobrol setelah itu kami dianter ke rumahnya, mandi dan langsung tidur. Hari yang cukup panjang dan melelahkan buat kami.

trip singkat ke sumenep madura 2a

Kalau dipikir-pikir ada enak nya juga yach trip singkat ke Sumenep Madura. Pulau yang cukup menawan untuk dikunjungi dan kalau diajak kesana lagi untuk melakukan perjalana singkat seperti saat ini rasanya saya nga bakalan menolak.

Naik Kelas

 

naik kelas

Naik Kelas – Level Up

Kehidupan itu ibarat sekolah, setiap hari ada saja pelajaran yang mesti kita pelajari. Diawal musim kehidupan kita dibekali dengan norma-norma, etika atau nilai-nilai yang nanti nya akan kita gunakan sebagai bekal atau modal nantinya disaat kita menghadapi sebuah ujian.

Dan itu nantinya menentukan seperti apa kita nantinya mengambil keputusan dan bagaimana menyikapi suatu masalah. Beberapa hari ini saya mulai merenungkan di-area mana saya selalu mengalami kegagalan dan sering sekali harus bolak balik tinggal kelas dan keteteran dalam ujian yang sama. Yang ada saya harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga karena gagal dan gagal lagi dalam hal yang sama.

1. Memaafkan dan Mengampuni

Saya bukan tipe orang yang gampang dekat dengan orang lain, tetapi ketika dekat sering sekali terjadi konflik. Sekali dua kali saya masih bisa memahami tapi kalau habit orang tersebut buat saya kesal, hal tersebut bisa membuat saya gondok dan nga mau temenan lagi sama orang tersebut.

Kadang kalau sudah kelewat gondok, mau nga mau saya tetap ketemu dengan ini orang dan rasanya setiap kali bertemu muka sudah malas duluan. Dan kalaupun diajak ngobrol sama orang tersebut pasti jawabannya datar-datar dan ogah-ogahan. Wkwkwk yang ini penyakit saya bangat dari tahun ke tahun.

2. Memberi sedekah/zakat/perpuluhan

Seperti yang kita pelajari disemua agama apapun, kalau berapa persen dari penghasilan yang kita terima adalah milik orang lain dan harus dikembalikan ke pihak-pihak yang mana kita terbeban untuk memberi. Hanya sering sekali setiap kali terima gaji saya secara otomatis membagi-bagi di pos nya masing-masing.

Tapi entah kenapa untuk pos perpuluhan/sedekah/zakat saya seakan-akan pura-pura lupa/amnesia dan mencoba berutang dengan diri saya sendiri dan memberi “excuse” dengan berbagai macam alasan. Tapi untuk item ini di tahun ini saya sudah janji dengan diri saya untuk setia memberi perpuluhan/zakat/sedekah. Setidaknya satu item saja dalam hidup saya di tahun ini saya berusaha untuk naik kelas.

3. Jatuh cinta dengan orang yang salah

Yang ini sebenarnya saya agak malas membahasnya. Hanya saja diusia yang setua ini saya masih terus jatuh bangun dalam hal cinta. Wkwkwk.. yang jadi persoalan adalah saya masih bertahan di status melajang daripada serius menjalankan hubungan dengan orang yang sama.

Disatu pihak saya tidak pernah lulus dalam test yang satu ini sehingga bisa dibilang setiap tahun saya harus mengalami ujian yang sama berkali-kali. Tapi bukannya kapok saya malah menikmati dan senang berada di area yang sama selama bertahun-tahun. Maaf yach untuk yang ini jangan ditiru. Pengen sich naik kelas tapi koq yach enak, wkwkwk..

4. Kesehatan

Untuk area ini saya sudah bisa dibilang naik kelas hanya untuk kedepannya saya harus terus fokus dalam mempertahankan dan memelihara kebiasaan baik sehingga menjadi kebiasaan.

5. Hubungan dengan pencipta semakin jauh

Saya sadar sesadarnya bahwa Pemilik Kehidupan ini selalu rindu bertatap muka dan bercengkrama dengan hasil ciptaanNya. Hanya saja sering kali ada perasaan tidak berdaya, tidak layak dan tidak pantas untuk mendapatkan kemurahan, kebaikan dan belas kasihan dari Yang Maha Kuasa.

Sampai hari ini saya masih bergelut dan hati nurani saya mengatakan ada sesuatu yang salah dengan diri saya sehingga saya kesulitan untuk dekat denganNya. Untuk area ini saya masuk di kategori kelas paling bawah. Nga pernah lulus dan harus selalu mengulang.

Harapan nya sich diakhir tahun saya bisa menutup tahun dengan pencapaian-pencapaian yang baik dan naik kelas. Setidaknya belajar dan mengkoreksi area-area tersebut dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Weekly Photo Challenge; Reward

weekly photo challenge reward 1

 

weekly photo challenge reward 2

Weekly Photo Challenge; Reward

Berhubung beberapa bulan makanan mesti dijaga, demi program penurunan berat badan. Akhir minggu kemaren saya memberi reward untuk diri sendiri berupa makanan yang diluar kebiasaan sehari-hari. Kebetulan lagi kepengennya makan daging dan keju jadilah makan beginian. yummiiieee..

Judul yang aneh

trip singkat ke sumenep madura 1a judul yang aneh

Jatuh Cinta dengan bos atau rekan sekerja.

Sebenarnya ini judul nga saya bangat dech tapi berhubung beberapa bulan ini saya bertemu dengan teman yang rata-rata curhatannya pasti seputar cinta tapi cinta terlarang, wkwkwkwk.. Yang ada ketika menuli dengan tema judul yang aneh saya ketawa sendiri bacanya.

Mendengar curhatan mereka saya sebenarnya cukup memaklumi tapi juga mengundang tanda tanya besar didalam hati. Sebenarnya apa sich penyebab terjadinya hal ini? Tidak bisa dipungkiri sich kita menghabiskan waktu cukup lama di kantor lebih banyak dari waktu bersama teman atau keluarga.

Ada yang hanya iseng-iseng sekedar kagum tapi ada juga yang hubungan mereka lebih dari hubungan bawahan dan atasan. Sempat geleng-geleng kepala juga sich lihat tingkah mereka layaknya anak remaja yang lagi jatuh cinta padahal kalau dilihat dari umur dan status mereka sudah dewasa dan beberapa ada yang sudah berkeluarga.

Pemandangan seperti ini rasanya bukan pemandangan yang luar biasa, karena kasus seperti ini banyak ditemui dihampir seluruh perusahaan.

Saya tidak akan membahas salah benarnya, baik buruknya dan menjudge seolah-olah saya orang paling benar sedunia. Tapi ketika melihat fenomena tersebut saya masih bisa melihat sisi positifnya dan agak-agak geli sekaligus takjub, antara lain:

  • Semangat bekerja menjadi lebih tinggi. Ada pemacu ketika akan berangkat ke kantor. Dimana disaat orang lain malas-malasan datang dan bekerja, mereka justru datang lebih awal.
  • Jam istirahat atau jam makan siang rasanya akan menjadi waktu yang paling singkat dari seluruh jam kerja. Disaat ini kesempatan untuk bercengkerama dan memandang sang pujaan hati sangat sedikit. Wkwkwk…
  • Pulang kantor rasanya males, karena baru bisa ketemu lagi besoknya lagi.
  • Menanti-nanti moment meeting dengan divisi/department orang yang bersangkutan.

Bila perlu cari-cari alasan/masalah dan bersedia menyediakan jasa/bantuan supaya bisa ngobrol dan lebih lama menatap beliau.
Kalau mendengar cerita mereka sich masih banyak hal-hal lucu yang biasanya terjadi kalau dikumpulin bisa dibuat novel dech, hanya saja kalau disebut satu-satu yang ada justru membuka aib orang lain dech.