Buku #2 di Tahun 2015 – To Kill A Mockingbird

to kill a mockingbird harper lee

Buku #2 di Tahun 2015 – To Kill A Mockingbird

Buku To Kill a Mockingbird sebenarnya buku lama dan saya baru bisa menyelesaikan untuk membacanya sekarang. Buku peninggalan adik perempuan saya, yang entah bagaimana ceritanya bisa ada di rumah saya. Sudah lama sich menyadari buku itu ada di rumah tapi berhubung bukunya tebal sehingga ada perasaaan malas untuk membacanya.

Karena beberapa buku yang adik saya tinggalin dari penampilan bukunya yang kelihatannya tipis tapi pas dibuka isinya rada-rada berat. Berhubung adik perempuan saya ini latar belakangnya adalah psikolog yang ada selera buku yang dia punya membuat kepala saya pusing. Sehingga ketika melihat buku ini saya sudah langsung menilai ini pasti temanya berat punya dech. Tapi setelah baca bab demi bab, saya suka bangat. Buku ini bisa dikategorikan buku novel tapi isinya benar-benar penuh makna.

Buku ini bercerita mengenai kehidupan seorang anak perempuan bernama Jeane Louis yang dibesarkan oleh ayah nya yang bernama Atticus Finch yang mana adalah seorang pengacara disalah satu kota di Alabama. Jeane dan kakaknya Jeremy besar dalam asuhan Atticus yang menerapkan sistem keterbukaan didalam keluarganya.

Tidak jarang Atticus menceritakan kasus yang dia kerjakan kepada anak-anak nya dan bagaimana prinsip-prinsip kebenaran didalam ruang pengadilan sering kali diterapkan didalam kehidupan keluarga mereka.

Buku ini banyak bercerita tentang kehidupan sehari-hari Jeane yang berusia lima tahun dan Jeremy yang berusia delapan tahun. Dan kisah persahabatan kedua kakak beradik ini dengan Scout yang adalah teman Jeremy. Keisengan anak-anak dijaman itu yang mana mereka mengintai dan mencurigai tetangga mereka yang sangat tertutup, menjadi cerita menarik dan pemanis di buku ini.

Kebiasaan mereka disekolah dan bagaimana Atticus sebagai seorang ayah tunggal mendidik dan membesarkan mereka. Setiap makan malam mereka berkumpul bersama untuk makan malam dan membaca koran. Bagaimana hubungan keluarga ini dengan pengasuh rumah tangga yang adalah seorang kulit hitam, dimana pengasuh keluarga ini walaupun berkulit hitam tapi diperlakukan dengan baik dan sudah dianggap sebagai keluarga oleh Atticus, Jeane dan Jeremy.

Sampai suatu hari Atticus mendapat suatu kesempatan untuk membela seorang kulit hitam yang terkena kasus hukum. Dimana keluarga ini mendapat benturan fisik dan psikologis dari orang-orang sekitarnya. Disinilah peran Atticus sebagai seorang ayah memberi pengertian dan pemahaman yang sangat bagus bagi anak-anaknya. Dan peristiwa ini membawa Jeane dan Jeremy sebagai sosok yang terbuka, kritis dan cerdas dari anak-anak seusia mereka dimasa itu.

Buku to kill a mockingbird menurut saya sangat rekomen bangat dech. Makin baca makin penasaran dan sampai lupa waktu.

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

14 thoughts on “Buku #2 di Tahun 2015 – To Kill A Mockingbird”

  1. it’s a very nice book indeed, eda. ada satu kutipan yang paling aku suka: you never really understand a person until you consider things from his point of view, until you climb around in his skin and walk around in it.

Leave a Reply