Buku Bacaan #1 di tahun 2015 Shelf Driving

self driving rhenald kasali

Self Driving – Rhenald Kasali

 

Memasuki tahun 2015 saya punya resolusi yaitu membaca buku 1 buah dalam 1 bulan. Dan mengakhiri bulan Januari satu buku sudah terselesaikan yaitu buku Rhenald Kasali yang judulnya Self Driving.
Isi buku Self Driving membuat mata saya mulai terbuka dan diingatkan kembali ke banyak hal yang dulunya sering saya dengar tapi disini di refresh kembali. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan banyak memberi contoh melalu keteladanan hidup orang-orang besar yang berjuang menemukan jati diri dan terobason dalam hidup mereka.

Banyak hal dalam buku ini berisi hal-hal yang ditemui Rhenald Kasali ketika dia harus bertemu murid dalam proses belajar mengajar, berhadapan dengan kurikulum dan bersentuhan dengan dunia pendidikan yang ada di Indonesia, secara dia adalah dosen dan menjadi guru besar disalah satu universitas yang ada di Jakarta (FEUI).

Mungkin banyak hal yang mengusik hatinya tapi dia tidak dapat melakukan banyak hal untuk mengubah sistem pendidikan yang ada di Indonesia dengan sekejab.

Oleh karena itu Beliau mendirikan sebuah komunitas yang diberi nama Rumah Perubahan. Di Rumah Perubahan banyak terdapat pelatihan dan seminar-seminar yang mengubah persepsi kita dari seorang passenger menjadi driver yang baik.
Inti dari buku ini adalah bagaimana menjadikan pribadi kita menjadi seorang driver yang baik. Seorang driver adalah seseorang yang mempunyai otoritas penuh akan dirinya sendiri.

Mempergunakan mandat yang dia punya untuk tumbuh dan berkarya. Menjadi pribadi yang sungguh-sungguh bertanggung jawab akan keputusan yang diambil. Mandat yang Tuhan telah berikan untuk menjalani kehidupan berhubungan dengan “kendaraan” yang dipinjamkan Tuhan selama kehidupan berlangsung dan kita namakan self (diri) yaitu yourself. Diri masing-masing.

“Kendaraan” itulah yang akan mengantarkan setiap manusia menuju impian-impiannya. Semua “kendaraan” itu baru akan menunjukkan keperkasaan ditangan pengemudinya, apakah ia dipelihara dengan prinsip-prinsip yang biasa dikerjakan seorang professional driver atau ditangan seorang bad passanger.

Sesuatu yanga ada pada dirimu itulah kendaraanmu. Ia telah menjelma menjadi kekuatan mencipta, berkarya, berprestasi atau berkreasi. Kita menyebutnya sebagai gabungan antara kompetensi (what you can do), kecekatan (how agile you are) dan perilaku (your attitude, your gesture). Dan untuk itu, Anda memerlukan kendaraan dan pengemudinya. Kendaraan itu milik Anda demikian juga pengemudinya.


Driver adalah sikap hidup yang membedakan dirinya dengan ‘passenger”. Anda tinggal memilih, ingin duduk manis, menjadi penumpang dibelakang atau mengambil resiko menjadi driver di depan? Dibelakang Anda boleh duduk sambil ngobrol, makan-makan, bercanda bahkan mengantuk dan tertidur. Anda juga tak harus tahu jalan, tak perlu memikirkan keadaan lalu lintas dan tak perlu merawat kendaraan. Enak bukan?

Dibuku ini dijelaskan tahapan-tahapan kita hidup mulai dari interdependent bergantung kepada orang tua, guru maupun orang yang ada disekitar kita sehingga kelaknya kita menjadi manusia yang dependent. Bertanggung jawab dan punya otoritas penuh akan diri kita sendiri.

Bagaimana membangun masyarakat yang punya mental driver nation. Mendidik cara berpikir kritis dan creative, masuk menjadi pemimpin-pemimpin yang revolusioner. Dan menciptakan orang-orang yang punya dedikasi dan disiplin yang tinggi.
Makin masuk ke bab demi bab rasanya cepat sekali melahap isi buku ini. Hanya saja kalau saya mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari banyak catatan-catatan yang harus saya lakukan dan saya harus memulai dari diri saya sendiri.

Buku ini berisi kalimat-kalimat motivasi yang mendorong saya berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi. Mengubah sikap malas, takut mengambil resiko dan takut terhadap perubahan, punya pemikiran yang simple dan tidak nge-jelimet. Ini saya bangat dech, wkwkwk. Dan untuk menciptakan kebiasaan-kebiasaan tersebut kita harus senantiasa melatih dan membutuhkan waktu yang sangat lama tapi pasti.

Change will not come if we wait for some other person, or if we wait for some other time. We are the ones we’ve been waiting for. We are the change that we seek – Barak Obama.

Masuk ke bab terakhir, Beliau banyak memberi contoh tokoh-tokoh perubahan yang mengubah basic business dengan brand yang terkenal ketika mengalami krisis dan perubahan perkembangan jaman mereka keluar dari zona nyaman dan mau mengambil resiko dan berubah ke jalur bisnis yang sama sekali tidak mereka kenal/tau dan kemudian berhasil.

Dan tidak lupa beberapa pembahasan yang isinya pelatihan, jika ada sebuah kasus seperti ini apa yang akan Anda lakukan? Kasus-kasus tersebut membawa kita ke tingkat kreativitas dan critical mind kita.

Hanya saja di bab terakhir saya kurang suka dengan bagian penutupnya, dimana epilog yang harusnya menjadi bagian kesimpulan dibuat seolah-olah menggantung dan tidak ada kalimat penutup. Padahal saya sudah menduga-duga bakalan ada kalimat penutup yang manis dan menyimpulkan semua bab menjadi rangkaian yang apik.

Tapi secara keselurahan isi buku ini sangat menarik dan bagus untuk dijadikan referensi buku bacaan. Dan saya senang bisa menuntaskan bulan Januari dengan bacaan buku berkualitas.

Hidup yang indah adalah hidup yang bermanfaat, bermartabat dan tumbuh – Self Driving Rhenald Kasali.

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

15 thoughts on “Buku Bacaan #1 di tahun 2015 Shelf Driving”

  1. Waduhh. Jadi penasaran. He’s one of my inspiration. Rumah Perubahan hebat. Kalau bahas marketing dia enak banget. Gak pusing bahasnya. Hahaa.

    Eh tapi.. Sy lbh suka jd penumpang kalau di mobil. Gimana dong. Abisnya kl penumpang kan enak. Tinggal tidur. Secara jalur macet kl plg.

    1. hehehe, orangnya juga sederhana dan bahasanya mudah dimengerti. yang dimaksud penumpang disini kan bukan secara fisik ryan, tapi mental penumpang. lebih kepada menjadi orang yang bertanggung jawab, berintegritas dan disiplin. menjadi pribadi yang berpengaruh gitu dech, hehehe..

      1. Hahaha. Iya. Bahasanya gampang. Pas kuliah, utk matkul marketing saya malah pakai dia buat referensi. Hahaha.

        Tapi krn dah kebiasaan secara fisik jd penumpang malah bablas. Hahaha

Leave a Reply