Natal masa kecil

natal masa kecil

Saya lahir dan besar di perumahan yang dibangun oleh perusahan minyak Caltex yang ada di kota Duri, Pekanbaru. Di perumahan ini saya punya banyak sekali kenangan. Dari TK sampai SMA saya bersekolah di Duri kemudian merantau ke Jakarta untuk meneruskan kuliah. Di tahun 2004, bapak saya pensiun dan merekapun pindah ke kota Pematang Siantar.

Jadi bisa dibilang saya lebih cinta kota Duri ketimbang Pematang Siantar. Karena kami tinggal, tumbuh dan bermain dilingkungan yang sama selama bertahun-tahun membuat kami sangat dekat dengan tetangga dan teman-teman sepermainan.

Walaupun saya sudah tidak tinggal disana lagi, hubungan saya dan teman-teman masa kecil, sampai saat ini masih sangat baik dan masih sering ketemuan. Dan rata-rata mereka pun merantau ke Jakarta, bekerja dan memiliki keluarga sendiri setelah selesai kuliah.

Karena perusahaan tersebut berbasis diluar negeri, sehingga beberapa hal yang ada diluar sana diterapkan di perumahan yang ada disini (selain di Duri, terdapat juga perumahan Caltex yang ada Minas, Dumai, dan Rumbai). Ada beberapa hal yang membuat saya rindu apalagi menjelang perayaan Natal seperti saat ini.

Kenangan Natal masa kecil di Duri

1. Pembagian Kado Natal.

Setiap tahunnya menjelang perayaan Natal, setiap anak karyawan yang berusia 5 – 12 tahun diberi kado Natal. Baik itu yang merayakan ataupun tidak merayakan Natal semua mendapat bagian. Sebenarnya sich ini moment pembagian kado tahunan khusus untuk anak-anak hanya diadainnya pas tutup tahun jadi tidak khusus buat perayaan Natal sich.

Biasanya hadiah yang diberikan selain makanan kecil dan permen kita juga dapat kado yang isinya lego, balok-balok kayu, tas sekolah, crayon, pensil warna, barbie, boneka, mobil-mobilan dan lain-lain. Setiap tahun hadiahnya tidak jauh dari item diatas.

Hanya semua disesuaikan dengan trend yang ada pada saat itu, umur anak dan jenis kelamin. Jauh hari sebelum hari pembagian kado, masing-masing karyawan (orangtua) diberi stiker atau kartu untuk mengetahui berapa jumlah anak dalam satu keluarga, jenis kelamin dan usia anak-anak.

Sehingga ketika waktunya membagikan hadiah, orangtua tinggal menukarkan stiker atau kartu tersebut dengan kado. Peristiwa yang selalu dinantikan oleh kami, anak-anak dan hanya bisa menikmati nya sampai kami berumur 12 tahun.

2. Sinterklas (Santa Claus) is coming to town.

Sebelum orangtua mengambil kado atau hadiah Natal, biasanya diadakan di taman yang ada disetiap komplek (pembagian kado itu selalu diadakan sore) sebelumnya ada ritual Santa Claus. Hal yang menarik adalah Santa Claus datang keliling komplek untuk membagikan permen.

Santa Claus ditemani pit hitam naik diatas mobil pemadam kebakaran dan berkeliling sambil melemparkan permen. Diiringi oleh sirene pemadam kebakaran dan bunyi bel Santa Claus datang sambil berteriak Ho..Ho..Ho…Merry Christmas.

Walaupun hanya permen tapi bagi kami anak-anak, moment mengejar santa claus adalah moment yang menyenangkan. Saking semangat kadang-kadang kami lari-larian mengejar Santa. Dan karena kami termasuk anak yang iseng sambil berlari-lari tidak lupa membawa payung, tujuannya ketika Santa Claus mulai melemparkan permen, itu payung dibuka dan dipegang dalam posisi terbalik.

Sehingga permen yang harusnya dilempar untuk semua anak jadinya jatuh dan ngumpul dipayungnya kita. Wkwkwk.. Senang dech. Walaupun akhirnya permen-permen tersebut setelah dikumpulkan akhirnya dibagi-bagi juga dengan teman-teman yang ada disana, yang ikutan lari-lari.

 

natal masa kecil

3. Lampu Hias sepanjang halaman rumah.

Beberapa karyawan yang ada disana adalah expatriat, sering sekali halaman mereka dihias dengan lampu-lampu hias seperti yang ada di film-film. Sehingga dimalam hari kelihatan bagus dan ramai karena lampu-lampu tersebut.

Dan lama-lama bukan hanya expatriat saja yang menghiasi halamannya dengan lampu-lampu, pegawai-pegawai lain yang juga merayakan Natal pun ikutan meramaikan halaman mereka. Semakin ramai semakin seru.

Kalau di rumah kami lampu dipasang hanya disekeliling rumah saja, tidak ikut pohon-pohon cemara (disana rata-rata tiap rumah menanam pohon cemara, sehingga dikala Natal pohon cemara nya dihiasi lampu).

4. Masak kue kering bersama-sama.

Karena ibu-ibu kami sudah saling mengenal dan saling dekat. Adakalanya selain masak masakanan sehari-hari, kue kering pun bisa kompakan masaknya. Mungkin kalau dikerjakan sendiri di rumah masing-masing suka bete dan capek kali yach?

Mereka kerja bakti dong ngerjain kue. Kalau tahun lalu ngumpul di rumah si A, mungkin tahun ini di rumah si B, dan lanjut ditahun-tahun berikutnya. Disela-sela memasak mereka bisa saling bercerita dan bergosip sehingga yang tadinya acara memasak dan membuat kue merupakan hal yang melelahkan tapi karena dikerjakan beramai-ramai jadinya lebih fun dan happy.

Nah kalau sudah begini yang ada agenda keliling ke rumah tetangga buat bersilaturahmi dan merasakan kue yang ada di rumah sebelah jadi nga nikmat. Karena isinya sama ama yang ada di rumah. Wkwkwkwk jadi nga surprise dong yach?

5. Agenda berkeliling ke rumah tetangga.

Karena di perumahan ini karyawannya sangat banyak, terdiri dari berbagai jenis suku, bangsa, agama dan budaya. Tidak semua nya kita bisa kenal. Jadi masing-masing rumah diberi plank nama. Oleh karena itu didepan rumah saya sudah pasti dong ada nama bapak saya.

Dan biasanya mereka nyebut nama family lebih dahulu daripada nama bapak saya. Semisalnya Adelina Tampubolon menjadi Tampubolon, A. Dengan begini sudah pasti dong yang punya rumah orang batak dan kemungkinan besar beragama Nasrani.

Sehingga tidak heran kadang-kadang anak tetangga dari komplek mana atau kadang dari luar komplek, datang dan ngebel kerumah kami walaupun kami tidak mengenal mereka. Dengan tujuan akan disuguhi kue kering, makanan, permen dan sirop ataupun soft drink.

Setelah survey dari satu rumah ke rumah yang lain mereka bisa cerita dan saling ngomong ke teman mereka yang lain “dirumah sana makanannya enak, kalau yang rumah sana dikasih soft drink” wkwkwkwk..kocak.

Mengingat item diatas saya jadi kangen pengen kembali ke jaman itu, mengenang kembali natal masa kecil. hiksss… Saya tidak akan menemukan moment seperti ini ditempat lain. Dan mungkin saja saat ini ditempat yang sama ritual ini tidak dilakukan lagi. Saya sich belum nanya lagi ke teman-teman yang masih tinggal disana.

Selamat Natal dan Tahun Baru semua.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

6 thoughts on “Natal masa kecil”

  1. Indah ya Lin kenangannya. Hihihi. Kalo soal anak-anak keliling itu sama dengan lebaran di kampung kami.
    Btw Lin gw dah coba beberapa kali masukkan alamat blog baru ke feedly kok ga bisa dapet feednya ya?

    1. Seru yach mas. Lebaran dan natalan masa kecil itu memang menyenangkan.

      Hiksss aku juga nga ngerti mas. Kemaren coba diskusi sama IT yang ngurusin website ku bilang memang nga bisa. Sudah dijelasin tetap nga ngerti wkwkwk

Leave a Reply