Kenangan 5 hari perjalanan di Raja Ampat

Hari ini selesailah sudah petualangan kami di Raja Ampat. Waktunya kembali ke Jakarta dan berpisah dengan teman-teman. Saya naik pesawat Sriwijaya dari Sorong menuju Makasar, berangkat jam 11:10 dan tiba di Makasar jam 12:10 dan lanjut dari Makasar jam 13:50 dan tiba di Jakarta jam 14:50.

Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, saya merasa apa yang saya dapat dari perjalanan di trip Raja Ampat kali ini benar-benar berbeda dari apa yang saya pikirikan dan bayangkan. Sepertinya setiap moment yang saya lalui di trip ini sungguh menyenangkan.

Baik itu pemandangan alamnya, penduduk setempat yang saya temui, teman-teman seperjalanan, dimana semua hal yang saya lalui dimudahkan dan dilancarkan. Jika menceritakan keindahan alam Raja Ampat, dihalaman sebelumnya setiap sudut keindahannya sudah banyak yang bisa saya bagikan.

Selama di Waisai tiap hari saya selalu bangun pagi untuk mencari foto matahari terbit. Dari penginapan menuju dermaga jaraknya cukup dekat, dan kadang keluar dari penginapan langit masih sangat gelap tapi saya berusaha memberanikan diri berangkat menuju dermaga. Sepanjang perjalanan menuju dermaga dan kembali ke penginapan beberapa kali saya bertemu dengan penduduk setempat.

Yang tadinya perasaan saya takut bercampur was-was karena saya berangkatnya sendirian yang ada mereka justru sangat ramah, menyapa dan mengajak saya mengobrol sembari menemani saya menanti matahari terbit.

mengenang trip raja ampat 1

Lalu ada suatu pagi dimana alarm hp saya salah menunjukkan waktu. Seharusnya bangun jam 04:30 yang ada ternyata sudah jam 05:30. Dengan terburu-buru saya lari dari penginapan menuju dermaga. Yang ada teman-teman pada menertawakan saya yang bangun kesiangan.

Karena malam sebelumnya kami tidur larut malam/begadang dan saya mengumbar akan tetap bisa bangun pagi. Ternyata saya tidak dapat membuktikan omongan saya sendiri, wkwkwkwkkkkk…

mengenang trip raja ampat 2

Pantai Waisai sepanjang yang saya jelajahi tiap pagi cukup panjang. Jadi banyak moment-moment indah dan lucu yang bisa saya temui setiap hari. Suatu pagi saya menemui penduduk yang memancing ditepi dermaga, 30 menit menemani si bapak memancing saya melihat 2 ekor cumi-cumi berhasil dia tangkap dan ukurannya lumayan besar.

Sedangkan disisi pantai yang lain saya lihat beberapa orang anak sedang membuat istana pasir dan beberapa remaja asyik bermain bola.

mengenang trip raja ampat 3

Di hari lain, ketika duduk di dermaga seorang diri menanti matahari terbit. Celingak celinguk melihat kondisi sekitarnya sepi dan langitnya masih gelap, disisi lain pantai saya melihat segerombolan pemuda bermotor berkumpul. Perasaan takut mulai muncul. Tidak berapa lama kemudian entah dari mana dari kejauhan saya mendengar nama saya dipanggil.

Ternyata dari sisi lain dermaga saya melihat teman saya juga sedang menanti matahari terbit dengan membawa perlengkapan kamera dan tripodnya. Ada perasaan lega ketika tau ada teman yang sama hobi berada di dermaga ini. Dan ketika melewati gerombolan pemuda yang tadi, mereka semua secara otomatis menyapa saya dan ternyata mereka baru pulang melaut setelah semalaman berada di kapal. Padahal sedari tadi saya cukup takut dengan keberadaan mereka.

mengenang trip raja ampat 4

Dan di hari lain, saya sudah menyiapkan alarm, peralatan kamera dan tripod, bangun pagi dan jalan ke dermaga. Tiba di dermaga perut saya sakit sekali dan harus kembali ke penginapan. Setelah selesai urusan perut yang ada saya masuk lagi ke kamar dan tidur. Yaelah, percuma dong yach? wkwkwkwk..

Tetapi disetiap pagi dimana saya menanti dan mengambil foto matahari terbit. Dari kejauhan saya tahu dan sadar (dan ini yang membuat saya selalu berani datang pagi-pagi kedermaga) adalah adanya keberadaan satu bapak yang juga merupakan peserta trip ini. Si bapak yang sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri dimana beliau selalu lari pagi setiap harinya.

Dari kejauhan secara tidak langsung dia menemani dan menjaga saya. Bapak Pangaribuan adalah bapak teman saya Kathy. Dimana bapak pangaribuan yang merupakan mantan tentara adalah sosok bapak yang sangat disiplin. Dikala trip seperti ini saja beliau tidak pernah bolos berolahraga dan kalau melihat cara si bapak mengatur pola makan menurut saya sesuatu yang perlu saya acungin jempol.

Dan keluarga besar Kathy lah yang membuat suasana di trip Raja Ampat kali ini menyenangkan. Jarang saya melihat keluarga besar begitu akrabnya dan selalu punya agenda jalan-jalan setiap tahunnya. Belum lagi jika bertemu dan curhat dengan mamanya Kathy rasanya seperti ngobrol dengan ibu sendiri.

Hal-hal seperti ini yang sangat saya rindukan dalam perjalanan. Belum lagi kalau menceritakan tingkah lucu teman seperjalan ataupun teman sepenginapan. Mulai dari kebiasaan makan, kebiasaaan tidur, ada yang suka nyanyi, main musik dimana acara makan malam merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Selesai makan, waktu bebas seperti ini kami pergunakan sebagai sesi curhat, ada yang ketawa-ketawa, karaoke, bakar-bakar ikan, dll. Banyak hal-hal lucu dan indah yang tidak bisa kita temukan di hari lain ataupun di trip lain. Sungguh, saya sangat merindukan teman-teman saya di trip raja ampat dan juga kenangan selama diperjalanan.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

4 thoughts on “Kenangan 5 hari perjalanan di Raja Ampat”

  1. ini ikutan trip apa ya mba klo boleh tau? per packaged nya brapa? wanna explore raja ampat so much hehe.. thanks for info 🙂

Leave a Reply