Raja Ampat Trip Day 2

Desa Arborek

Perjalanan Raja Ampat hari ketiga, rasanya hari ini sangat terik. MenikmatiĀ air kelapa muda pasti sangat menyegarkan. Di tepi dermaga ketika kami memasuki desa Arborek segerombolan anak-anak menyambut kedatangan kami dengan meriah. Beberapa diantaranya membawa beberapa kelapa muda kepada pengunjung yang sebelumnya datang dan memesan. Kami pun yang pada saat itu kelaparan juga haus segera memesan kepada mereka.

perjalanan raja ampat hari kedua 7

perjalanan raja ampat hari kedua 1

Desa Arborek adalah desa wisata dan juga desa dengan menerapkan zona larangan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Desa wisata karena di desa ini kita bisa melihat kehidupan sehari-hari masyarakat dengan hasil kerajinan tangan mereka, yaitu membuat topi dan anyaman yang dapat dipakai untuk tempat sirih, kotak pensil dll. Dan desa ini juga merupakan salah satu desa pelopor sadar lingkungan, dimana mereka menjaga dan melestarikan biota laut.

Anak-anak yang ada disana usia rata-rata belum bersekolah, anak-anak dengan usia sekolah mereka tidak tinggal di pulau ini melainkan di pulau lain yang memiliki fasilitas sekolah yang lebih baik. Sehingga waktu kami disana anak-anak tersebut dengan semangat mengerumuni dan minta difoto. Serta kebanyakan pengunjung yang datang akan memberikan mereka makanan ringan yang memang sengaja dipersiapkan sebelumnya.

Mungkin karena saat itu saya sangat lapar, saya sampai tidak terlalu memperhatikan lagi kehebohan mereka memperebutkan biskuit dan permen yang diberikan teman-teman pengunjung lainnya. Dimana pengunjung mengumpulkan mereka untuk diajak berfoto bersama dan sesekali mengajak mereka menyanyikan satu dua lagi yang kira-kira mereka tau dan hafal.

Jadilah ajang paduan suara kecil-kecilan, mulai dari lagu nasional sampai lagu rohani dapat dengan lantang mereka nyanyikan. Dari kejauhan saya sangat senang melihat semangat, keceriahan dan mimik bahagia yang ada di wajah anak-anak ini.

perjalanan raja ampat hari kedua 2

Dikala yang lainnya masih asyik bermain dengan anak-anak setempat, saya sibuk mencari objek foto. Mendokumentasikan pemandangan alam yang indah yang ada di pulau ini. Pantainya bersih karena penduduk desa ini benar-benar menerapkan kebersihan lingkungan dan pantai yang ada.

Dan pasirnya putih dan halus, airnya jernih sekali. Ingin rasanya saat itu saya menyebur. Jika saya punya kesempatan lagi untuk datang ke tanah papua, saya hanya ingin meluangkan waktu beberapa hari khusus di perkampungan, berbaur dengan masyarakat sekitar dan juga menyelam sepuasnya.

perjalanan raja ampat hari kedua 4

perjalanan raja ampat hari kedua 6

Desa Arborek

perjalanan raja ampat hari kedua 5

perjalanan raja ampat hari kedua 3

Desa Arborek

Raja Ampat Dive Lodge

Perjalanan selanjutnya kami menuju Raja Ampat Dive Lodge. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai tempat ini karena kami hanya pendatang yang hanya datang untuk melihat-lihat. Sehingga waktu yang kami pergunakan sangat sedikit.

Kawasan ini adalah kawasan resort yang telah dikelola sendiri dan dimiliki oleh WNI yang mana merupakan keturunan Bali. Jadi bisa dilihat dari interior dan umbul-umbul sepanjang dermaga sampai memasuki restaurant dan kawasan resortnya semua bernuansa Bali.

perjalanan raja ampat hari kedua 8

perjalanan raja ampat hari kedua 9

perjalanan raja ampat hari kedua 10

Ketika memasuki resort ini melewati dermaga, ada hal yang membuat saya merinding (tidak ada hubungan dengan hal yang berbau mistis yach?). Dibawah jembatan/ sepanjang dermaga saya melihat banyak sekali ikan.

Resort ini pada saat kami datang sangat sepi, yang ada hanya kami dan para pegawai resort. Security menyambut kami dengan ramah dan menanyakan maksud kedatangan kami kesana. Dan kamipun mengitari resort dan mengambil foto dokumentasi.

Sedari pagi saya sangat ingin menyebur tapi belum juga kesampaian. Dan teman-teman yang lainpun saya yakin sudah tidak sabar untuk ber-snorkling ria. Akhirnya kamipun pindah dari Raja Ampat Dive Lodge ke pulau Saonekmonde.

Hanya saja saat itu airnya sudah pasang dan dermaganya sedang dalam perbaikan/renovasi sehingga untuk turun ke laut kurang nyaman. Kita mesti melewati tukang yang sedang memotong kayu dan tangga untuk turun agak patah. Tapi saya dan teman-teman tetap ingin menyebur.

Waiwo

Sebelum malam, menjelang matahari terbenam kami pun pulang ke Waisai. Sebelum pulang kami menyempatkan diri ke Waiwo. Waiwo dan Waisai jaraknya sangat dekat. Dari Waiwo kita sudah dapat melihat pulau Waisai. Disini kami menunggu matahari terbenam di dermaga dan yang lainnya bermain-main di laut.

Hari yang sangat menyenangkan dan penuh petualangan. Sesampainya di penginapan barulah saya merasakan paha dan kaki saya pegel, serta kaki penuh lecet-lecet dan luka. Padahal tadinya rasa sakit itu sama sekali tidak saya rasakan karena saya sangat asyik menikmati perjalanan hari ini. Sebelum tidur saya tidak lupa mengucapkan doa syukur “Terima kasih Tuhan buat keindahan alam yang Kau sediakan buat negeri ini, AMIN”.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

Leave a Reply