Tiket/Pin Masuk Raja Ampat

Satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengelilingi kawasan wisata Raja Ampat adalah pengunjung sudah harus memiliki tiket atau pin masuk Raja Ampat. Pin ini khusus dan merupakan tiket masuk berkunjung, berwisata dan melakukan aktivitas menyelam disekitar wilayah Raja Ampat.

Dimana pin ini harus kita bawa atau gantungkan di tas sehingga kita dapat dengan mudah memperlihatkan ke pihak petugas patroli yang selalu berada dan menjaga perairan Raja Ampat.

tiket atau pin masuk raja ampat 1

 

Pin ini merupakan bentuk kepedulian kita sebagai pengunjung untuk kelestarian dan kebersihan alam Raja Ampat. Harga pin untuk wisatawan lokal adalah Rp. 250.000,- sedangkan untuk wisatawan asing Rp. 500.000,-

Dimana Pemerintahan Daerah Kabupaten Raja Ampat bekerjasama dengan Conservation Internasional dengan tujuan untuk mempertahankan dan melestarikan wisata yang ada. Biaya ini dipergunakan untuk kegiatan konservasi dan kelestarian lingkungan sumber daya alam Raja Ampat.

Pembelian Pin dapat dilakukan di kantor khusus pariwisata yang berada di dalam area lobby hotel Meridien. Lokasi Hotel Meridien itu sendiri terletak tepat di depan Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.

 

tiket atau pin masuk raja ampat 2

Masa berlaku pin ini hanya untuk satu tahun saja dimana disain pin setiap tahunnya berubah. Jadi ada baiknya sebelum masuk ke kawasan taman wisata ini untuk terlebih dahulu memiliki tiket atau pin masuk Raja Ampat.

 

Kenangan 5 hari perjalanan di Raja Ampat

Hari ini selesailah sudah petualangan kami di Raja Ampat. Waktunya kembali ke Jakarta dan berpisah dengan teman-teman. Saya naik pesawat Sriwijaya dari Sorong menuju Makasar, berangkat jam 11:10 dan tiba di Makasar jam 12:10 dan lanjut dari Makasar jam 13:50 dan tiba di Jakarta jam 14:50.

Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, saya merasa apa yang saya dapat dari perjalanan di trip Raja Ampat kali ini benar-benar berbeda dari apa yang saya pikirikan dan bayangkan. Sepertinya setiap moment yang saya lalui di trip ini sungguh menyenangkan.

Baik itu pemandangan alamnya, penduduk setempat yang saya temui, teman-teman seperjalanan, dimana semua hal yang saya lalui dimudahkan dan dilancarkan. Jika menceritakan keindahan alam Raja Ampat, dihalaman sebelumnya setiap sudut keindahannya sudah banyak yang bisa saya bagikan.

Selama di Waisai tiap hari saya selalu bangun pagi untuk mencari foto matahari terbit. Dari penginapan menuju dermaga jaraknya cukup dekat, dan kadang keluar dari penginapan langit masih sangat gelap tapi saya berusaha memberanikan diri berangkat menuju dermaga. Sepanjang perjalanan menuju dermaga dan kembali ke penginapan beberapa kali saya bertemu dengan penduduk setempat.

Yang tadinya perasaan saya takut bercampur was-was karena saya berangkatnya sendirian yang ada mereka justru sangat ramah, menyapa dan mengajak saya mengobrol sembari menemani saya menanti matahari terbit.

mengenang trip raja ampat 1

Lalu ada suatu pagi dimana alarm hp saya salah menunjukkan waktu. Seharusnya bangun jam 04:30 yang ada ternyata sudah jam 05:30. Dengan terburu-buru saya lari dari penginapan menuju dermaga. Yang ada teman-teman pada menertawakan saya yang bangun kesiangan.

Karena malam sebelumnya kami tidur larut malam/begadang dan saya mengumbar akan tetap bisa bangun pagi. Ternyata saya tidak dapat membuktikan omongan saya sendiri, wkwkwkwkkkkk…

mengenang trip raja ampat 2

Pantai Waisai sepanjang yang saya jelajahi tiap pagi cukup panjang. Jadi banyak moment-moment indah dan lucu yang bisa saya temui setiap hari. Suatu pagi saya menemui penduduk yang memancing ditepi dermaga, 30 menit menemani si bapak memancing saya melihat 2 ekor cumi-cumi berhasil dia tangkap dan ukurannya lumayan besar.

Sedangkan disisi pantai yang lain saya lihat beberapa orang anak sedang membuat istana pasir dan beberapa remaja asyik bermain bola.

mengenang trip raja ampat 3

Di hari lain, ketika duduk di dermaga seorang diri menanti matahari terbit. Celingak celinguk melihat kondisi sekitarnya sepi dan langitnya masih gelap, disisi lain pantai saya melihat segerombolan pemuda bermotor berkumpul. Perasaan takut mulai muncul. Tidak berapa lama kemudian entah dari mana dari kejauhan saya mendengar nama saya dipanggil.

Ternyata dari sisi lain dermaga saya melihat teman saya juga sedang menanti matahari terbit dengan membawa perlengkapan kamera dan tripodnya. Ada perasaan lega ketika tau ada teman yang sama hobi berada di dermaga ini. Dan ketika melewati gerombolan pemuda yang tadi, mereka semua secara otomatis menyapa saya dan ternyata mereka baru pulang melaut setelah semalaman berada di kapal. Padahal sedari tadi saya cukup takut dengan keberadaan mereka.

mengenang trip raja ampat 4

Dan di hari lain, saya sudah menyiapkan alarm, peralatan kamera dan tripod, bangun pagi dan jalan ke dermaga. Tiba di dermaga perut saya sakit sekali dan harus kembali ke penginapan. Setelah selesai urusan perut yang ada saya masuk lagi ke kamar dan tidur. Yaelah, percuma dong yach? wkwkwkwk..

Tetapi disetiap pagi dimana saya menanti dan mengambil foto matahari terbit. Dari kejauhan saya tahu dan sadar (dan ini yang membuat saya selalu berani datang pagi-pagi kedermaga) adalah adanya keberadaan satu bapak yang juga merupakan peserta trip ini. Si bapak yang sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri dimana beliau selalu lari pagi setiap harinya.

Dari kejauhan secara tidak langsung dia menemani dan menjaga saya. Bapak Pangaribuan adalah bapak teman saya Kathy. Dimana bapak pangaribuan yang merupakan mantan tentara adalah sosok bapak yang sangat disiplin. Dikala trip seperti ini saja beliau tidak pernah bolos berolahraga dan kalau melihat cara si bapak mengatur pola makan menurut saya sesuatu yang perlu saya acungin jempol.

Dan keluarga besar Kathy lah yang membuat suasana di trip Raja Ampat kali ini menyenangkan. Jarang saya melihat keluarga besar begitu akrabnya dan selalu punya agenda jalan-jalan setiap tahunnya. Belum lagi jika bertemu dan curhat dengan mamanya Kathy rasanya seperti ngobrol dengan ibu sendiri.

Hal-hal seperti ini yang sangat saya rindukan dalam perjalanan. Belum lagi kalau menceritakan tingkah lucu teman seperjalan ataupun teman sepenginapan. Mulai dari kebiasaan makan, kebiasaaan tidur, ada yang suka nyanyi, main musik dimana acara makan malam merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Selesai makan, waktu bebas seperti ini kami pergunakan sebagai sesi curhat, ada yang ketawa-ketawa, karaoke, bakar-bakar ikan, dll. Banyak hal-hal lucu dan indah yang tidak bisa kita temukan di hari lain ataupun di trip lain. Sungguh, saya sangat merindukan teman-teman saya di trip raja ampat dan juga kenangan selama diperjalanan.

Menyelam di Mioskun Raja Ampat (Trip Day 4)

Hari ini beberapa grup di trip mengalami perpecahan, wkwkwkwk.. Provokasi sekali kalimatnya? Karena masing-masing grup punya hobi dan kesukaannya sendiri-sendiri maka hari ini merupakan acara bebas.

Grup A sudah kembali ke Sorong di hari sebelumnya dan hari ini balik ke Jakarta. Grup B karena masih belum puas bersnorkling, maka hari ini mereka minta tambahan waktu sehingga mereka pun berangkat pagi-pagi menuju Yenbuba, Sawingrai dan Sauwendarek.

Grup C lebih senang menjelajah daratan Waisai, melihat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat dan lanjut ke Teluk Mayalibit dan sekitarnya. Dan saya masuk di Grup D menyelam di Mioskun. Horeeeee, senangnya. Tidak sah rasanya ke Raja Ampat kalau tidak menyelam.

Peserta diving hari ini satu pun tidak membawa kamera underwater. Kalaupun ada kemampuan kamera hanya sampai 5-10 meter. Kalau untuk snorkling kamera pocket masih cocok digunakan. Tetapi untuk kedalaman lebih dari 10 m sebaiknya menggunakan kamera yang punya kemampuan lebih dari kamera underwater biasa.

Oleh karena itu kita tidak punya dokumentasi foto-foto selama diving. Semua foto yang ada di halaman ini adalah foto hasil jepretan Dive Master yang membawa kami, yaitu Bang Rudy (Terima kasih yach bang).

Saya menyelam dikedalaman 23,6 m dengan waktu 43 menit. Ini record terdalam yang pernah saya capai. Secara baru 2 kali diving sehingga tidak ada pembanding yang significant. Sebelumnya saya diving 2 tahun yang lalu di Bunaken hanya dikedalaman 7 m rasanya sudah kewalahan karena hampir kehabisan nafas.

Tapi kali ini rasanya takjub dan ucapan syukur yang bisa saya rasakan. Mungkin karena saya sangat terpaku dengan keindahan bawah laut mioskun sehingga saya tidak terlalu merasakan kesulitan dalam bernafas maupun beradaptasi dikedalaman. Berikut ini saya bagikan hasil foto keindahan bawah laut yang didokumentasikan oleh Bang Rudy.

 

mioskun raja ampat 2

Hiu Karpet

mioskun raja ampat 3

Schooling Fish

mioskun raja ampat 6

Kima Terbesar yang pernah saya jumpai

mioskun raja ampat 7

Mini Sea Horse

mioskun raja ampat 8

Mini Sea Horse

Senang rasanya bisa menyelam hari ini. Pulang dari menyelam, kembali ke penginapan untuk bebenah karena siang ini kami check-out dari penginapan. Menanti teman-teman yang lain kembali dari aktivitas mereka, saya menyempatkan diri istirahat dan makan siang.

Sekitar jam 3 setelah semua peserta siap bebenah kamipun berangkat dari Waisai menuju Sorong. Tiba di Sorong jam 6 sore. Check in di penginapan, meletakkan tas di kamar kemudian lanjut mencari oleh-oleh dan makan malam. Moment makan malam selain berkumpul adalah ajang berbagi cerita mengenai kegiatan yang kami lakukan hari ini. Senangnyaaa…

Raja Ampat Trip Day 3

Teluk Kabui

Perjalanan Raja Ampat hari ketiga, kami mengitari Teluk Kabui. Dari Waisai menuju Kabui sekitar 45 – 60 menit. Di Teluk Kabui, terdapat ribuan pulau kecil yang muncul dari dasar laut. Karena dikelilingi oleh pulau-pulau kecil sehingga pemandangan sekitarnya sangat teduh dan indah.

Airnya tenang dan jernih, warna airnya biru kehijau-hijauan. Cantik sekali. Kami cukup lama mengitari Teluk Kabui, kecepatan kapal dikurangi dan kamipun mengabadikan moment ini dengan mengambil foto/video selama perjalanan. Menurut nakhoda kapal, beberapa pulau yang ada disini ada yang berpenghuni. Nah lohh gimana bisa yach pulau sekecil dan setinggi ini dihuni penduduk.

perjalanan raja ampat hari ketiga 1

Indah sekali.

perjalanan raja ampat hari ketiga 5

Saya berpose diantara pulau-pulau.

perjalanan raja ampat hari ketiga 4

Saya diatas kapal ketika mengitari pulau-pulau di Teluk Kabui

perjalanan raja ampat hari ketiga 3

Refleksi Awan. Jernih sekali airnya.

perjalanan raja ampat hari ketiga 2

Refleksi Awan.

Akhirnya semua pulau yang ada di teluk kabui sudah kami sambangin. Ukuran dan bentuknya bermacam-macam. Ada satu pulau yang bentuknya pipih dan memanjang. Penduduk setempat menyebutnya pulau pensil.

perjalanan raja ampat hari ketiga 14

Ini dia Pulau Pensil

perjalanan raja ampat hari ketiga 13

Sudah tidak tahan menyebur, akhirnya beberapa teman langsung turun dari kapal merasakan kejernihan air yang ada.

Pasir Timbul, Kri- Mansuar

Setelah puas menjelajahi pulau-pulau yang ada di teluk kabui kamipun dibawa menuju pasir timbul. Jika air surut maka pasir yang ada disini muncul ke permukaan, oleh karena itu ketika kami berada di teluk kabui nakhoda kapal berulang-ulang mengingatkan kami supaya bergegas menuju pulau ini supaya kami sempat menikmati pasir yang ada.

Dan ternyata di pulau ini terdapat spot snorkling yang indah. Hanya kedalaman 2-5 meter saya sudah dapat melihat beraneka ragam jenis ikan yang ada. Kami cukup lama berada di Pasir Timbul dimana selain snorkling kamipun menikmati makan siang.

Pasir Timbul yang ada disini menurut saya lumayan luas, jika dibandingkan pasir timbul/gosong yang pernah saya temui menurut saya pasir timbul yang ada merupakan pasir timbul terluas. Pasirnya putih dan halus. Disekitar pasir timbul terdapat pulau-pulau kecil, yang satu tidak berpenghuni sedangkan yang satunya adalah resort milik WNA yang dimana kabarnya sangat private.

perjalanan raja ampat hari ketiga 6

perjalanan raja ampat hari ketiga 7

Desa Yenbuba

Sekitar jam 3 kami berpindah tempat menuju Yenbuba. Yenbuba juga merupakan desa/kampung wisata. Tidak berbeda dengan Desa Arborek, Yenbuba juga menerapkan Kawasan Konsevasi Laut Daerah, yang memiliki kearifan untuk menjaga kelestarian laut yang ada.

Memasuki dermaga kampung Yenbuba sangat sepi, saya merasa berada di desa tidak berpenghuni. Mungkin karena jarak dermaga dengan perumahan setempat cukup jauh. Jadi sesampainya saya di dermaga bukannya langsung memasuki area desa melainkan terjun ke laut bersnorkling sepuasnya.

perjalanan raja ampat hari ketiga 8

perjalanan raja ampat hari ketiga 12

Bisa dilihat betapa jernih nya air yang ada disekitar dermaga. Terumbu karang disini sangat luas dan rapat-rapat. Menurut nakhoda kapal Yenbuba merupakan spot ikan Baraccuda. Dan memang benar, tidak jauh dari dermaga ketika saya bersnorkling saya menemukan sekumpulan ikan Baraccuda dan berbagai jenis ikan lainnya. Rasanya seperti berada di kolam aquarium sea world.

perjalanan raja ampat hari ketiga 10

Tidak habis-habisnya saya memuji kebesaran Pencipta atas kekayaan alam yang ada di negeri ini. Baik di darat maupun di laut semuanya indah. Setelah puas ber-snorkling, saya pun naik ke dermaga dan memasuki kampung Yenbuba. Saya menemukan beberapa anak-anak kecil dan dengan spontan saya pun mendokumentasikan kepolosan dan keceriaan anak-anak ini.

perjalanan raja ampat hari ketiga 9

Kami cukup lama bermain dengan anak-anak ini. Yang tadinya cuma kelihatan satu dua orang lama-lama semua anak-anak pada berdatangan menghampiri kami di dermaga. Teman-teman yang telah menyediakan makanan ringan dan permen pun dengan senang hati memberikan apa yang mereka punya untuk anak-anak tersebut. Sungguh menyenangkan melihat keceriaan anak-anak ini.

Sebelum malam tiba, kami bergegas pulang ke Waisai. Tidak terasa sudah hari ketiga berada di papua. Menanti untuk melanjutkan perjalanan berikutnya yang pastinya tidak kalah menyenangkan.

perjalanan raja ampat hari ketiga 11

Raja Ampat Trip Day 2

Desa Arborek

Perjalanan Raja Ampat hari ketiga, rasanya hari ini sangat terik. Menikmati air kelapa muda pasti sangat menyegarkan. Di tepi dermaga ketika kami memasuki desa Arborek segerombolan anak-anak menyambut kedatangan kami dengan meriah. Beberapa diantaranya membawa beberapa kelapa muda kepada pengunjung yang sebelumnya datang dan memesan. Kami pun yang pada saat itu kelaparan juga haus segera memesan kepada mereka.

perjalanan raja ampat hari kedua 7

perjalanan raja ampat hari kedua 1

Desa Arborek adalah desa wisata dan juga desa dengan menerapkan zona larangan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Desa wisata karena di desa ini kita bisa melihat kehidupan sehari-hari masyarakat dengan hasil kerajinan tangan mereka, yaitu membuat topi dan anyaman yang dapat dipakai untuk tempat sirih, kotak pensil dll. Dan desa ini juga merupakan salah satu desa pelopor sadar lingkungan, dimana mereka menjaga dan melestarikan biota laut.

Anak-anak yang ada disana usia rata-rata belum bersekolah, anak-anak dengan usia sekolah mereka tidak tinggal di pulau ini melainkan di pulau lain yang memiliki fasilitas sekolah yang lebih baik. Sehingga waktu kami disana anak-anak tersebut dengan semangat mengerumuni dan minta difoto. Serta kebanyakan pengunjung yang datang akan memberikan mereka makanan ringan yang memang sengaja dipersiapkan sebelumnya.

Mungkin karena saat itu saya sangat lapar, saya sampai tidak terlalu memperhatikan lagi kehebohan mereka memperebutkan biskuit dan permen yang diberikan teman-teman pengunjung lainnya. Dimana pengunjung mengumpulkan mereka untuk diajak berfoto bersama dan sesekali mengajak mereka menyanyikan satu dua lagi yang kira-kira mereka tau dan hafal.

Jadilah ajang paduan suara kecil-kecilan, mulai dari lagu nasional sampai lagu rohani dapat dengan lantang mereka nyanyikan. Dari kejauhan saya sangat senang melihat semangat, keceriahan dan mimik bahagia yang ada di wajah anak-anak ini.

perjalanan raja ampat hari kedua 2

Dikala yang lainnya masih asyik bermain dengan anak-anak setempat, saya sibuk mencari objek foto. Mendokumentasikan pemandangan alam yang indah yang ada di pulau ini. Pantainya bersih karena penduduk desa ini benar-benar menerapkan kebersihan lingkungan dan pantai yang ada.

Dan pasirnya putih dan halus, airnya jernih sekali. Ingin rasanya saat itu saya menyebur. Jika saya punya kesempatan lagi untuk datang ke tanah papua, saya hanya ingin meluangkan waktu beberapa hari khusus di perkampungan, berbaur dengan masyarakat sekitar dan juga menyelam sepuasnya.

perjalanan raja ampat hari kedua 4

perjalanan raja ampat hari kedua 6

Desa Arborek

perjalanan raja ampat hari kedua 5

perjalanan raja ampat hari kedua 3

Desa Arborek

Raja Ampat Dive Lodge

Perjalanan selanjutnya kami menuju Raja Ampat Dive Lodge. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai tempat ini karena kami hanya pendatang yang hanya datang untuk melihat-lihat. Sehingga waktu yang kami pergunakan sangat sedikit.

Kawasan ini adalah kawasan resort yang telah dikelola sendiri dan dimiliki oleh WNI yang mana merupakan keturunan Bali. Jadi bisa dilihat dari interior dan umbul-umbul sepanjang dermaga sampai memasuki restaurant dan kawasan resortnya semua bernuansa Bali.

perjalanan raja ampat hari kedua 8

perjalanan raja ampat hari kedua 9

perjalanan raja ampat hari kedua 10

Ketika memasuki resort ini melewati dermaga, ada hal yang membuat saya merinding (tidak ada hubungan dengan hal yang berbau mistis yach?). Dibawah jembatan/ sepanjang dermaga saya melihat banyak sekali ikan.

Resort ini pada saat kami datang sangat sepi, yang ada hanya kami dan para pegawai resort. Security menyambut kami dengan ramah dan menanyakan maksud kedatangan kami kesana. Dan kamipun mengitari resort dan mengambil foto dokumentasi.

Sedari pagi saya sangat ingin menyebur tapi belum juga kesampaian. Dan teman-teman yang lainpun saya yakin sudah tidak sabar untuk ber-snorkling ria. Akhirnya kamipun pindah dari Raja Ampat Dive Lodge ke pulau Saonekmonde.

Hanya saja saat itu airnya sudah pasang dan dermaganya sedang dalam perbaikan/renovasi sehingga untuk turun ke laut kurang nyaman. Kita mesti melewati tukang yang sedang memotong kayu dan tangga untuk turun agak patah. Tapi saya dan teman-teman tetap ingin menyebur.

Waiwo

Sebelum malam, menjelang matahari terbenam kami pun pulang ke Waisai. Sebelum pulang kami menyempatkan diri ke Waiwo. Waiwo dan Waisai jaraknya sangat dekat. Dari Waiwo kita sudah dapat melihat pulau Waisai. Disini kami menunggu matahari terbenam di dermaga dan yang lainnya bermain-main di laut.

Hari yang sangat menyenangkan dan penuh petualangan. Sesampainya di penginapan barulah saya merasakan paha dan kaki saya pegel, serta kaki penuh lecet-lecet dan luka. Padahal tadinya rasa sakit itu sama sekali tidak saya rasakan karena saya sangat asyik menikmati perjalanan hari ini. Sebelum tidur saya tidak lupa mengucapkan doa syukur “Terima kasih Tuhan buat keindahan alam yang Kau sediakan buat negeri ini, AMIN”.

Pianemo, surga tersembunyi di Raja Ampat (Trip Day-2)

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Waisai. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar. Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama. Wikipedia

Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antar pulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut. Demikian juga untuk menjangkau Waisai, ibu kota kabupaten.

Bila menggunakan pesawat udara, lebih dulu menuju Kota Sorong. Setelah itu, dari Sorong perjalanan ke Waisai dilanjutkan dengan transportasi laut. Sarana yang tersedia adalah kapal cepat berkapasitas 10, 15 atau 30 orang. Waisai dapat dijangkau dalam waktu 1,5 hingga 2 jam.

Berdasarkan sejarah, di Kepulauan Raja Ampat terdapat empat kerajaan tradisional, masing-masing adalah kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo; kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara; kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan kerajaan Misol, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol. Wikipedia

Kisah Legenda Empat Raja

Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul penamaan Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi di dalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat. Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut:

Pada suatu saat di Teluk Kabui Kampung Wawiyai ada sepasang suami istri pergi ke hutan (sebagai perambah hutan) untuk mencari makanan, ketika mereka tiba di tepi Sungai Waikeo(Wai artinya air, kew artinya teluk) mereka menemukan enam butir telur naga.

Telur-telur tersebut disimpan dalam noken (kantong) dan dibawa pulang, sesampainya di rumah telur-telur tersebut disimpan dalam kamar. Ketika malam hari mereka mendengar suara bisik-bisik, betapa kagetnya mereka ketika mereka melihat di dalam kamar ternyata ke-lima butir telur telah menetas berwujud empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, semuanya berpakaian halus yang menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan raja.

Sampai saat ini belum jelas siapa yang memberikan nama kepada anak-anak tersebut tapi kemudian diketahui bahwa masing-masing anak bernama :
1. War menjadi Raja di Waigeo.
2. Betani menjadi Raja di Salawati.
3. Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool)
4. Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta)

Sedangkan anak yang perempuan (bernama Pintolee), pada suatu ketika anak perempuan tersebut diketahui sedang hamil dan oleh kakak-kakaknya Pintolee diletakkan dalam kulit bia(kerang) besar kemudian dihanyutkan hingga terdampar di Pulau Numfor.

Satu telur lagi tidak menetas dan menjadi batu yang diberi nama Kapatnai dan diperlakukan sebagai raja bahkan di beri ruangan tempat bersemayam lengkap dengan dua batu yang berfungsi sebagai pengawal di kanan-kiri pintu masuk bahkan setiap tahunnya dimandikan dan air mandinya disiramkan kepada masyarakat sebagai babtisan untuk Suku Kawe. Tidak setiap saat batu tersebut bisa dilihat kecuali satu tahun sekali yaitu saat dimandikan.

Oleh karena masyarakat sangat menghormati keberadaan telur tersebut maka dibangunlah sebuah rumah ditepi Sungai Waikeo sebagai tempat tinggalnya dan hingga kini masih menjadi objek pemujaan masyarakat. (Wikipedia)

pianemo perjalanan raja ampat hari kedua 7

Kapal menyandar di Bukit Pianemo, selanjutnya kita beriringan menaiki bukit.

pianemo raja ampat 1

Di Raja Ampat sendiri terdapat ribuan gugusan bukit karst yang sangat cantik. Dengan air yang jernih dan bersih, sehingga kita dapat dengan jelas melihat terumbu karang yang ada hanya dari atas kapal.

Icon Raja Ampat sendiri adalah Wayag, untuk menuju ke wayag dibutuhkan waktu 3 jam dari Waisai. Hanya pada saat kami berkunjung ke Wayag lokasi tersebut sedang ditutup dan dipalang oleh masyarakat setempat. Dikarenakan adanya konflik antara warga setempat dan Pemerintah. Dan kamipun dibawa ke Pianemo, gugusan bukit karst yang tidak kalah cantik dengan wayag. Jarak tempuh dari Waisai ke Pianemo kurang dari 2 jam.

pianemo raja ampat 3

Sungguh pemandangan yang sangat indah. Terbayar sudah perjuangan menuju kesini.

Untuk naik ke Pianemo kita mesti menanjak bukit dengan kemiringan 80 derajat. Dimana jika tidak hati-hati maka akan terpeleset dan sudah pasti mendapatkan lecet-lecet. Ada baiknya kita mempersiapkan diri dengan kondisi fisik yang baik, menggunakan sendal gunung ataupun sepatu dan jangan lupa sarung tangan. Persiapan fisik dan kelengkapan yang baik akan sangat membantu memperlancar perjalanan kita ke bukit Pianemo.

Dan sebaiknya datanglah di pagi hari, sehingga tidak terjadi penumpukan wisatawan. Karena lokasi diatas puncak bukit sangat terbatas yang ada kita harus mengantri untuk naik, dikarenakan pengunjung yang lain sudah menanti dibawah. Sehingga waktu untuk bernarsis ria dan mengambil foto pemandangan akan sangat terbatas.

Waktu yang dibutuhkan untuk naik, mengantri dan turun serta menunggu peserta trip yang lain mengumpul diperkirakan sekitar 3-4 jam. Setelah semua peserta sudah lengkap berada di kapal kami pun menuju desa Arborek untuk makan siang. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang dan perutpun keroncongan karena lapar.

Perjalanan selanjutnya: Desa Arborek, Raja Ampat Dive Lodge, waiwo dan saonekmonde akan saya lanjutkan di halaman berikutnya.

pianemo raja ampat 2

Perjalanan Menuju Raja Ampat

Raja Ampat adalah tujuan wisata yang sudah saya mimpi-mimpikan selama 2 tahun ini. Rasanya membayangkannya saja sudah membuat saya senang. Dan ketika hari H keberangkatan, saya sampai tidak bisa tidur karena sangat senangnya (mulai dech lebay)!!!

Perjalana menuju Raja Ampat akan saya ceritakan di paragraf berikut ini. Penerbangan dari Jakarta menggunakan pesawat Merpati MZ7620 menuju Makasar, berangkat jam 05:00 dan tiba di Makasar jam 08:15. Kemudian dari Makasar dengan pesawat Merpati MZ806 berangkat jam 10:10 (yang seharusnya 09:25) dan tiba di Sorong jam 13:10.

Saya merasa agak deg-degan dengan pesawat yang akan kami naiki. Karena sehari sebelum keberangkatan, saya mendengar berita bahwa terjadi demo/mogok pilot Merpati. Tetapi ternyata kekhawatiran saya tidak terjadi. Perjalanan saya dari Jakarta-Makasar-Sorong berjalan lancar.

perjalanan menuju raja ampat 14

Pemandangan pagi hari diatas pesawat. Hari ini cerah dan merupakan awal yang baik sepanjang perjalanan saya.

Singgah di bandara Sultan Hasanudin Makasar.

Saya sangat senang berada di bandara Makasar karena kondisi bandaranya yang bagus dan bersih. Saya sudah 2 kali transit di bandara ini, hanya secara khusus saya belum pernah menjelajah kota Makasar. Karena adanya keterlambatan, justru moment ini saya bertemu dan berkenalan dengan peserta tim seperjalanan saya nantinya.

perjalanan menuju raja ampat 5

Bandara Sultan Hasanuddin Makasar

perjalanan menuju raja ampat 7

perjalanan menuju raja ampat 6

perjalanan menuju raja ampat 8
Bandara Sultan Hasanuddin Makasar

perjalanan menuju raja ampat 10

perjalanan menuju raja ampat 9

Pemandangan diatas kota Makasar.

Tiba di Bandara Dominique Edward Osok Sorong.

Jam 13:00 kamipun tiba di Bandara Udara Dominique Edward Osok, Sorong. Menanti barang di bagasi turun cukup lama, untungnya pihak dari Dinas Pariwisata yang mengatur perjalanan kami sudah mengurus semua barang-barang bagasi milik seluruh peserta trip. Jadinya kita tinggal duduk manis dan barang-barangpun diangkut ke bis Damri. Bandara udara Sorong ukurannya kecil dan masih belum teratur. Saya melihat bandara ini sedang dalam tahap pengembangan. Semoga tahun depan menjelang perayaan Sail Raja Ampat 2014, pemerintah Sorong sudah dapat mengejar pembangunan bandara menjadi lebih baik lagi

perjalanan menuju raja ampat 2

Bandara Udara Dominique Edward Osok, Sorong.

perjalanan menuju raja ampat 4

View Kota Sorong. Disebelah kiri adalah satu-satunya mall yang ada di Sorong yaitu Mall Saga.

Di Mall Saga kami menyempatkan diri melihat situasi mall, makan siang di KFC, membeli snack dan perlengkapan harian untuk dibawa ke desa Waisai. Jam 16:30 kami menuju pelabuhan sorong. Dari Sorong ke desa Waisai memakan waktu 1,5 – 2 jam.

perjalanan menuju raja ampat 1

Situasi Kota Sorong

perjalanan menuju raja ampat 3

Pelabuhan Sorong menuju Desa Waisai.

Tiba di Waisai.

Setibanya di desa waisai kami disuguhi pemandangan sunset yang sungguh amat indah. Dan sepertinya tinggal dan menetap di desa ini cukup nyaman dan menyenangkan.

perjalanan menuju raja ampat 15

Sunset di Dermaga Desa Waisai

perjalanan menuju raja ampat 16

Cottage tempat saya menginap. Acrophora – Penginapan di Waisai

Sesampainya di penginapan kamipun berbagi kamar, meletakkan barang di kamar masing-masing, disuguhi makan malam dari penginapan, kemudian bercengkeramah dan beramahtama dengan anggota trip lainnya.

Selanjutnya mandi dan beristirahat. Mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Perjalanan menuju Raja Ampat rasanya semua dimudahkan dan saya siap untuk menyelesaikan keseluruhan trip dengan hati gembira.

 

 

Postcard from Pianemo Raja Ampat

Salah satu tempat terindah yang pernah saya kunjungi yaitu Pianemo Raja Ampat. Dan ketika berkunjung kesini keinginan untuk mengabadikan karya ciptaan Yang Maha Kuasa. Yaitu dengan mengabadikan dalam bentuk Postcard ala-ala saya. Dan inilah postcard Pianemo Raja Ampat hasil karya saya.

Rasanya nga perlu editan dan polesan yang macam-macam untuk menampilkan keindahan yang ada di Raja Ampat. Dan secuik keindahan tersebut dapat dilihat dalam hasil foto dibawah ini.

pianemo raja ampat adelina 1

Postcard Pianemo Raja Ampat by Adelina Tampubolon

pianemo raja ampat adelina

Postcard Pianemo Raja Ampat by Adelina Tampubolon