Trip Cirebon Day 2

Keraton Keprabonan – Keraton Kanoman – Keraton Kesepuhan – Grage Sangkan Hurip

Cirebon dikenal dengan nama Kota Udang dan Kota Wali. Selain itu kota Cirebon disebut juga sebagai Caruban Nagari (penanda gunung Ceremai) dan Grage (Negeri Gede dalam bahasa jawa cirebon berarti kerajaan yang luas). Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan Jawa.

Nama Cirebon berasal dari kata Caruban, dalam Bahasa sunda yang berarti campuran (karena budaya Cirebon merupakan campuran dari budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan unsur-unsur budaya Arab) atau bisa juga berasal dari kata Ci yang artinya air atau sungai dan Rebon yang artinya udang dalam Bahasa Sunda (karena udang merupakan salah satu hasil perikanan Kota Cirebon). (Wikipedia)

Hari ini kami memulai perjalanan dari Keraton Keprabonan. Karena teman yang akan menemani kami berjalan-jalan hari ini belum sampai akhirnya kami menggunakan mobil sewaan dengan dipandu oleh GPS. Dari panduan peta kami sadar bahwa lokasi yang akan kami tuju sangat dekat dan mudah hanya saja ketika kami hendak menuju Keprabonan yang ada kami nyasar dikarenakan banyaknya jalan yang searah dan ditutup. Tidak jarang kami sesekali berhenti dan bertanya ke penduduk setempat. Seringkali kami memperhatikan logat dan bahasa yang mereka pergunakan agak susah dimengerti karena dialek nya berbeda dengan dialek sunda yang biasa kita dengar jika kita ke Bandung.

12b

Keraton Keprabonan

Cirebon mempunyai 4 keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon. Semuanya memiliki arsitektur gabungan dari elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda.

Menurut sejarah Kesultanan Cirebon terbagi menjadi 3, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Pangeran Wangsakerta sebagai Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Dimana masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya.

Sebagai sultan, mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh, rakyat, dan keraton masing-masing. (Wikipedia)

Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron), yaitu tempat belajar para intelektual keraton. Oleh karena itu ketika berkunjung ke Keraton Keprabonan kami tidak menemukan sesuatu yang istimewa layaknya sebuah istana, dikarenakan keprabonan hanya dijadikan tempat belajar.

13a

Keraton Kanoman

Keraton Kanoman jaraknya tidak jauh dari Keraton Keprabonan. Karena kita sampai di Keraton Kanoman agak kepagian jadi kita tidak menemukan penjaga atau guide yang dapat menjelaskan sejarah dan detail mengenai bangunan ini. Kami hanya berkeliling dan mengambil foto. Hal yang menarik dari Keraton di Cirebon adalah adanya piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding semua keraton di Cirebon. Tak cuma di keraton, piring-piring keramik itu bertebaran hampir di seluruh situs bersejarah di Cirebon.

Dan yang tidak kalah penting dari Keraton di Cirebon adalah keraton selalu menghadap ke utara. Dan di halamannya ada patung macan sebagai lambang Prabu Siliwangi. Di depan keraton selalu ada alun alun untuk rakyat berkumpul dan pasar sebagai pusat perekonomian, di sebelah timur keraton selalu ada masjid. (Wikipedia)

27

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya. Keraton Kasepuhan adalah kerajaan islam tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.

Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yaitu kereta Singa Barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati. Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja. (Wikipedia)

Di keraton ini terdapat banyak halaman dan pelataran yang memiliki tingkatan-tingkatan dan fungsi masing-masing. Dan dikomplek ini juga para keluarga keraton tinggal. Area para sultan dan keluarga terpisah dan tidak sembarangan orang dapat masuk ke area tersebut. Disini kami dipandu oleh guide dan mendapat penjelasan terperinci mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan keraton kesepuhan.

28

Grage Sangkan Hurip

Setelah mengunjungi 3 keraton (kurang satu keraton lagi yaitu Keraton Kacirebonan) kami pun bergegas berangkat menuju Kuningan. Tempat yang kami tuju adalah Grage Sangkan Hurip Resort dan Spa. Disini kami menghabiskan waktu memanjakan diri dengan Aqua therapy/medic dan luluran. Grage Sangkan Hurip Resort dan Spa ini berlokasi Jl. Raya Sangkanhurip No 1 Kuningan Regency dengan latar belakang gunung Ciremai dan merupakan tempat sumber air panas. Grage sangkan hurip merupakan tempat penginapan dengan berbagai macam fasilitas spa dan hot spring juga menyediakan tempat permainan anak-anak.

Setelah puas memanjakan diri kami pun menikmati wisata kuliner disepanjang jalan kuningan – cirebon. Dan kembali ke penginapan sekitar jam 11 malam. Sungguh perjalanan yang sangat menyenangkan.

 

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

Leave a Reply