Kunstkring Paleis

Kata Kunstkring berasal dari bahasa Belanda yang artinya Lingkaran Seni. Jika melirik sejarah Arsitektural, bangunan ini sudah berulang kali mengalami perubahan fungsi. Gedung Kunstkring resmi dibuka pada tanggal 17 April 1914, dimana saat itu berfungsi sebagai ajang pameran seni.

kunstkring paleis 14

Pada tahun 1950 – 1993 Gedung kunstkring berubah menjadi kantor Imigrasi. Kemudian diakhir tahun 2008 gedung bersejarah ini beralih fungsi menjadi restaurant dan lounge bernama Buddha Bar. Keberadaan Buddha Bar diprotes dan diawal tahun 2009 resmi ditutup.

Beberapa pihak akhirnya mengimbau pemerintah DKI Jakarta untuk mengambil alih gedung ini dan mengembalikan fungsinya sebagai gedung kesenian. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan gedung itu pun diserahkan pengelolahannya kepada pihak swasta yaitu Group Hotel Tugu. Dimana pengelolah diminta untuk tetap mempertahankan keasrian bentuk arsitektur gedung agar tetap terjaga seperti semula.

 

kunstkring paleis 16

kunstkring paleis 10

Kunstkring Paleis terdiri dari 2 lantai, dengan masing-masing lantai memiliki ketinggian yang cukup besar. Dilantai dasar terdapat ruangan makan besar dengan satu meja berkapasitas 10 kursi dan dikelilingi oleh meja-meja berkapasitas 4 kursi.

Area ini diberi nama ruangan Diponegoro dimana memang didedikasikan untuk mengenang perjuangan Diponegoro. Disudut ruangan terdapat lukisan The Fall of Java dengan ukuran 9 x 4 m yang menceritakan kisah penangkapan Pangeran Diponegoro.

Selain ruangan Diponegoro terdapat ruangan-ruangan lain seperti Ruang Multatuli untuk mengenang jasa Douwes Deker bagi bangsa Indonesia. Ruang Soekarno, World of Suzie Wong dan beberapa ruangan yang namanya tidak bisa saya ingat.

Diarea dibelakang lukisan Diponegoro terdapat ruangan yang dikhususkan untuk pertemuan resmi, meeting dan private dengan kapasitas 8 kursi disetiap ruangannya. Yang paling saya suka dari Gedung ini adalah saya dimanjakan dengan detail-detail arsitektur dan didukung oleh interior jaman dahulu kala yang merupakan perpaduan budaya Belanda, Betawi dan Tioghoa.

Material bangunan masih terjaga dengan baik. Lantai, pintu, plafond dan lain-lain terbuat dari Jati dan masih terlihat sangat bagus. Lampion, kursi, meja, lukisan dan semua ornamennya sangat mendukung nuansa disetiap ruangan.

kunstkring paleis 3

Di ruangan Soekarno terdapat lukisan Soekarno ditengah penari Bali.

kunstkring paleis 2

Koridor penghubung dari lift menuju ruang Soekarno. Setiap sudut baik itu dikoridor maupun ditangga terdapat kursi dan meja yang dilengkapi dengan pot dan tanaman.

Pada jaman Belanda gedung ini tidak hanya dipergunakan sebagai tempat pameran, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya para insan kreatif di Batavia. Mereka kerap menggelar acara pesta dengan menu makanan komplit yang disebut “Rijstaffel”.

Nuansa Rijsttafel Betawi di Kunstkring Palesi saat ini masih dipertahankan. Ditengah acara makan, tiba-tiba terdengar lantunan musik betawi dengan diiringi para penari yang diperankan oleh pelayan yanga bekerja di restaurant ini sambil membawa sajian komplit (berisi 12 macam makanan) bernuansa Betawi dibuat sesuai dengan suasana tempo doeloe.

Tugu Kunstkring Paleis

Jalan Teuku Umar No. 1
Menteng, Jakarta Pusat, 10350
Telp: 021 3900899
Email: kunstkring@tuguhotels.com

kunstkring paleis 7

kunstkring paleis 1

Pelayanan yang ada di restaurant ini sangat ramah dan informatif. Selesai kita menyantap makanan maka petugas restaurant akan dengan senang hati menemani kita berkeliling gedung disertai narasi dan cerita seputar ruangan yang kita kunjungi.

Masakan yang disajikan bernuansa Peranakan, yang merupakan campuran kebudayaan Betawi, Belanda dan Tionghoa.

kunstkring paleis 6

kunstkring paleis 5

The World of Suzie Wong

Lounge “The World of Suzie Wong” merupakan ruangan yang mana terinspirasi dari film dengan judul yang sama. Bercerita mengenai kisah asmara seorang wanita penghibur dimasa pasca perang Hongkong dengan seorang pemuda Inggris. Film ini sangat “booming” dan terkenal di era tahun 1960-an, termasuk di Jakarta.

kunstkring paleis 7

Ruang Multatuli
kunstkring paleis 8

Setiap meja dibuat seperti ini.
kunstkring paleis 9

Ruang Pamer. Berisi barang-barang koleksi dan cenderamata dimana beberapa barang dapat dibeli disini. Setiap beberapa bulan, secara berkala tema ruang pamer dapat berubah dan disesuaikan dengan tema koleksi yang ada.

kunstkring paleis 17

Area Galeri Seni

kunstkring paleis 19

Salah satu ornamen lampu yang mempercantik interior bangunan Kunstkring Palais

kunstkring paleis 15

Suasana Gedung dimalam hari

Diarea depan gedung kustkring juga terdapat toko roti. Saya tidak sempat berkunjung dan memasuki area ini karena asyik mengambil foto tampak bangunan depan yang mana pada malam hari dengan pencahayaan yang minim membuat hasil foto saya tidak sebagus yang saya inginkan.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

Leave a Reply