Ambon Manise, 6-10 Juni 2013

Akhirnya saya menginjakkan kaki di tanah Maluku. Sesuatu yang rasanya diluar imajinasi saya. Jika dulu saya ditanya, dimana Ambon? Mungkin saya akan geleng-geleng kepala karena saya masih agak bingung Ambon itu ada dimana? wkwkwkwkwk.

Suatu waktu, teman saya Nina Wong owner Ceria Traveller yang biasa me-arrange trip menyapa saya lewat BBM. Beliau mem-broadcast agenda trip 2-3 bulan kedepan.

Ketika saya lihat tujuan trip nya ke Ambon, saya merasa bahwa agenda ini adalah agenda yang jarang diadakan oleh penyelenggara trip lainnya. Setelah berbincang dan berdiskusi dengan teman saya tersebut mulai ada rasa ketertarikan dan saya menghubungi dia lagi setelah tiket pesawat sudah saya pesan. Akhirnya confirm saya berangkat ke Ambon.

Sedikit mengenai kota Ambon (Wikipedia)

” Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti Kota Ambon Yang Indah/Manis/Cantik, merupakan Kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Saat ini kota Ambon menjadi pusat pelabuhan, pariwisata dan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku.

Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku Tengah) dan di sebelah utara (kecamatan Salahutu, Maluku Tengah)”.

Berangkat hari kamis 6 Juni 2013 dengan pesawat Garuda Airlines dengan kode penerbangan GA 0640 jam 00:30 WIB dan tiba di Bandara Pattimura jam 07:35 WIT. Dimana transit di Bandara Internasional Sultan Hasannudin Makasar jam 03:30 WITA selama 30 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Ambon selama 3 jam.

Setibanya di Bandara Pattimura bis yang akan membawa kami sudah menanti di Bandara. Berhubung jumlah peserta ada 22 orang jadi kami pun menyewa bis kecil. Dan perjalanan hari ini berlanjut disekitar kota Ambon.

ambon manise 1

 

Perjalanan Trip Ambon Hari 1

Benteng Amsterdam – Pantai Liang – Desa Waai (Belut Raksasa) – Masohi.

ambon manise 2

Benteng Amsterdam

Benteng Amsterdam terletak di Kecamatan Hila, tepatnya 42 km dari pusat Kota Ambon atau 25 km dari Bandara Pattimura. Tempat ini bisa dicapai dengan mobil dari Ambon selama sekitar satu jam. Kontruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah, maka oleh bangsa Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.

Bangunannya terdiri dari 3 lantai, pada lantai satu terdiri lantai berbata merah, lantai dua dan tiga terdiri lantai berkayu besi. Pada ujung bangunan terdapat sebuah menara pengintai. Lantai satu berfungsi sebagai tempat tidur para serdadu, lantai dua untuk tempat pertemuan para perwira dan lantai tiga berfungsi sebagai pos pemantau.

http://www.ambon.go.id/benteng-amsterdam/

ambon manise 3

Pemandangan disekitar Benteng Amsterdam. Dapat langsung melihat keindahan pesisir pantai.

 

ambon manise 4

ambon manise 5

View dari lantai atas Benteng Amsterdam

Tidak jauh dari Benteng Amsterdam terdapat Gereja tua Immanuel dan Mesjid Tua Wapaue. Gereja Tua Immanuel merupakan bangunan kedua yang dibangun oleh Belanda di Ambon.

Gereja ini pernah dihancurkan pada saat kerusuhan yang terjadi di Ambon namun setelah masa perdamaian dikumandangkan gereja ini dibangun kembali dan tetap pada desain semula. Sayangnya saya tidak mengambil foto gereja ataupun mesjid yang ada disini.

Makan siang di Pantai Natsepa – Pantai Liang.

Saat ini kondisi tubuh agak tidak baik. Sebelum berangkat saya sudah merasakan keluhan di lambung. Tapi ketika menjelang keberangkatan tiba-tiba diare yang saya derita hilang sekejab. Mungkin saya begitu bersemangat nya berlibur ke kota ini. Hanya karena perjalanan yang kami tempuh cukup jauh dan tidur yang kurang sehingga saya butuh ekstra energi dan semangat untuk menghabiskan sisa hari ini.

Jadi ketika kami berhenti di Pantai Natsepa maupun Pantai Liang saya tidak begitu menikmati keindahan pantai ini. Saya asyik berteduh dibawah pohon rindang ataupun di warung dipinggir jalan dan menikmati makan siang dan rujak natsepa yang dijajakan dipinggir pantai ini. Jadi kalau ditanya seperti apa keindahan Natsepa, jujur saja saya tidak dapat menjawab.

ambon manise 6

Deretan warung disepanjang Pantai Natsepa

 

ambon manise 7

ini dia rujak Natsepa yang terkenal.
ambon manise 8

Pantai Liang

ambon manise 9

Pantai Liang

DESA WAAI.

Desa Waai berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Ambon. Desa ini terdapat di kabupaten Maluku Tengah tepatnya kecamatan Tulehu. Disini terdapat belut raksasa yang hanya muncul jika dipanggil oleh pawang belut.

ambon manise 10

Masuk di kawasan Kolam Morea. Yang pertama kali kita temui adalah ibu-ibu dan anak-anak sedang mandi, bersenda tawa dan mencuci pakaian bersama di kali tempat morea tinggal.

ambon manise 11

Dalam bahasa Maluku, belut disebut sebagai Morea. Dan pawang morea yang bernama Bapak Markus Bakarbesi sebelum turun ke kolam dan memanggil morea, beliau mengucap doa-doa terlebih dahulu sambil membawa telur mentah untuk makanan morea.

Kemudian si bapak mengetuk lubang tempat morea itu bersembunyi baru dech morea nya keluar dan bermain-main dengan Pak Markus. Menurut Pak Markus morea yang ada di kolam itu ada sekitar seratus dan mereka bersembunyi dibalik bata disepanjang kolam/kali.

Setelah selesai bersenda gurau dengan Pak Markus, moreanya di kasih telur mentah dan kemudian kembali ke lubang tempat dia sembunyi.

ambon manise 12

Masohi

ambon manise 13

Dari Desa Waai kami pun melanjutkan perjalanan menuju Masohi. Masohi terletak di Pulau Seram, perjalanan dari Ambon ke Masohi kita mesti menyeberang pulau dengan kapal cepat diperkirakan 2 jam perjalanan. Kapal cepat melayani penyeberangan dari Ambon 2 kali sehari yaitu jam 08:00 dan 16:00 WIT.

Sedangkan dari Masohi yaitu jam 08:00 dan 14:00 WIT. Dari Pelabuhan Tulehu (kota Ambon) menuju Pelabuhan Amahai (Pulau Seram) kita dapat menggunakan kapal cepat. Harga kapal cepat Rp. 91.000,- untuk kelas ekonomi untuk VIP Rp. 150.000,-

Di Masohi kamipun dijemput dengan mobil sewaan menuju Penginapan Isabella. Jarak dari Dermaga ke Penginapan tidak lah jauh, sekitar 10 menit. Di penginapan kami pembagian kamar, menaruh barang, mandi dan setelah itu mencari makan malam.

Hari ini rasanya perjalanan sangat panjang dan melelahkan. Makan malam kali ini enak sekali, semua bahan makanan yang dimasak fresh. Kami makan di restaurant chinese food sambil ditemani senda gurau teman-teman seperjalan. Senang bisa berkenalan dengan mereka.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

Leave a Reply