Wisata kota Jakarta

Menelusuri Wisata kota Jakarta rasanya tidak ada habisnya. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke 486 tahun, saya mencoba mencatat beberapa tempat yang bisa dikunjungi dan menjadi objek wisata kota Jakarta. Dimana dalam beberapa hari, saya mencoba menyusuri beberapa tempat atau lokasi yang ada di kota tercinta Jakarta.

Serunya berwisata di Kota Jakarta

Sebenarnya kalau mau ditelusuri lebih panjang. Ada banyak tempat lain yang tidak masuk dalam halaman ini. Ada yang belum saya bahas dan mungkin akan ada kelanjutan dihalaman berikutnya.

Atau ada tempat yang belum saya kunjungi ataupun sudah saya kunjungi hanya saja saya lupa menaruh fotonya dimana, seperti contoh Monas dan Monumen Gajah. Rasanya saya sudah berkali-kali mengunjungi dua tempat diatas, tapi setelah saya periksa lagi file saya, koq tidak ada yach?

Keterangan detail dan sejarah mengenai tempat dan lokasi dibawah saya ambil dari Wikipedia. Saya khawatir jika saya menaruh informasi dengan bahasa saya sendiri yang ada jadi salah.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

IMG_0068

IMG_0066
Deretan sepeda onthel

Menara Syahbandar

Menara Syahbandar (Uitkijk) dibangun sekitar tahun 1839 yang berfungsi sebagai menara pemantau bagi kapal-kapal yang keluar-masuk Kota Batavia lewat jalur laut serta berfungsi kantor “pabean” yakni mengumpulkan pajak atas barang-barang yang dibongkar di pelabuhan Sunda Kelapa.

Menara ini sebenarnya menempati bekas bastion (kubu) Culemborg yang dibangun sekitar 1645, seiring pembuatan tembok keliling kota di tepi barat. Sebelum dibangun Menara Syahbandar, fungsi menara pemantau sudah dibangun didekat bastion Culemborg dengan bentuk “tiang menara”, diatasnya terdapat “pos” bagi petugas.

Salah satu saksi bisu perkubuan Belanda adalah pintu besi di bawah Menara Syahbandar yang berupa jalan masuk ke dalam lorong bawah tanah menuju Benteng Frederik Hendrik (sekarang Masjid Istiqlal).

Pada awal April 2007, telah dilakukan perbaikan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai realisasi Program Revitalisasi Kota Tua yang dicanagkan sejak tahun 2006.

Menaiki tangga menara, menelusuri ruang-ruangnya, serta mencapai puncak dan memandang kapal- kapal aneka rupa di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah daya tarik menara ini.

Sebagai bekas benteng, dilantai bawah masih terdapat ruang bawah tanah untuk perlindungan dan pintu terowongan bisa tembus hingga Fatahillah (Museum Fatahillah, dulu Stadhuis) bahkan kemungkinan hingga Masjid Istiqlal karena dulu pernah ada Benteng Frederik Hendrik. Saat ini pintu menuju terowongan sudah ditutup, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

IMG_0207

Jembatan Tarik Kota Intan

IMG_0240

 

 

Pelabuhan Sunda Kelapa

Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah

Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.

IMG_0108

Taman Mini Indonesia Indah

6

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi.

Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.

Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.

7

22

Pusat Perbelanjaan

Kalau ditanya sebutan apa yang paling cocok buat kota Jakarta, saya pasti akan menjawab “Kota dengan 1001 Mall”. Jumlah Mall atau Pusat Perbelanjaan di kota ini amat sangat banyak. Saat ini saya tidak akan mengomentari dampak positive dan negative Mall yang ada.

Hanya saja saya lebih mengomentari bahwa ada satu sudut tepatnya di roof top salah satu Mall yang saya kunjungi buat mengambil foto pemandangan kota Jakarta, yaitu Plasa Semanggi.

47

54
Pemandangan Matahari Terbenam dibelakang gedung di pusat kota Jakarta

69

Kelenteng Pancoran Jakarta

Walaupun saya tidak merayakan perayaan Tahun Baru China, tapi secara otomatis tiap tahun setiap perayaan Tahun Baru China saya pasti mengunjungi Klenteng ini.

140

143

104

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828.

Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

DSC_0882

Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia.

Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.

Museum Bank Indonesia buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dan mengunjunginya tidak dipungut biaya.

171

Pekan Raya Jakarta – JIExpo

Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair adalah pameran tahunan terbesar di Indonesia. Walaupun dinamai “pekan”, biasanya berlangsung selama satu bulan penuh dari pertengahan Juni sampai pertengahan Juli untuk memperingati hari jadi kota Jakarta.

 

Tahun ini rencananya adalah tahun terakhir diadakannya PRJ di JIExpo.

DSC_0036

DSC_0009

DSC_0033

Ancol

DSC_0007

Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Sejak awal berdirinya pada tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat.

c

Taman Nasional Kepulauan Seribu

Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia yang terletak kurang lebih 45 km pada lokasi geografis 5°23’ – 5°40’ LS, 106°25’ – 106°37’ BT sebelah utara Jakarta.

Secara administratif kawasan TNKpS berada dalam wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan.

Secara geografis Taman Nasional ini terletak pada 5°24’ – 5°45’ LS, 106°25’ – 106°40’ BT’ dan mencakup luas 107.489 ha, yang terdiri dari wilayah perairan laut seluas 107.489.ha (22,65% dari luas perairan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu). Dan 2 pulau (Pulau Penjaliran Barat dan Pulau Penjaliran Timur) seluas 39,50 ha.

Dengan demikian, pulau-pulau lain (wilayah daratan) yang berjumlah 108 sesungguhnya tidak termasuk dalam kawasan TNKpS Pulau Seribu.

3
Pulau Pari

SN852198
Pulau Pari

4
Pulau Tidung

13
Jembatan Cinta Pulau Tidung

Selamat Ulang Tahun Jakarta 486 tahun

Sebelumnya saya ingin mengucapkan “Selamat Ulang Tahun Jakarta yang ke-486 tahun”. Ucapan selamat ulang tahun yang terlambat saya ucapkan.

3

Cukup lama memikirkan apa yang harus dibahas mengenai kota Jakarta. Setiap kali membicarakan kota ini kebanyakan orang pasti berkomentar mengenai padatnya lalu lintas, ruwetnya jalanan, polusi udara, sampah berserakan dimana-mana. Tapi bagi saya Jakarta itu penuh hal-hal menarik. Bukannya saya ingin mengabaikan hal-hal tersebut diatas, tapi saya mencoba melihat sisi kota ini dari sudut positive.

Hari Ulang Tahun Jakarta Buat Saya

Saya merantau di kota ini lebih dari 15 tahun. Belum banyak yang saya ketahui mengenai kota ini. Hanya entah kenapa jika dibandingkan kota-kota lain di Indonesia, saya justru jatuh cinta dengan kota Jakarta.

Di kota ini saya tinggal serta mencari nafkah, dimana banyak peluang dan kesempatan yang bisa saya dapat. Banyak hal tersedia dan dengan mudah kita dapatkan.

Hal Menarik yang ada di Kota Jakarta.

Hal menarik yang saya dapatkan dan jarang saya temui di kota lain adalah:

  1. Berkeliling Jakarta dengan Busway cukup dengan Rp. 3.500,-

  2. Menikmati wisata kota dengan harga murah meriah. Berhubung saya tipe cewek berpetualang, bagi saya jalan sendiri sambil menenteng kamera diseputaran Monas dan sekitarnya adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Selain Monas juga terdapat banyak objek wisata yang jaraknya berdekatan.

  3. Masih terdapat banyak ruang publik terbuka, seperti Hutan Mangrove Muara Angke, Taman Surapoti, Taman Menteng, Monas, dll.

  4. Menikmati belanja barang bekas murah meriah seperti Pasar Senen dan Pasar Baru. Kita akan menemukan barang-barang lucu dan menarik ditempat ini.

  5. Pasar Kue Subuh Senen.

  6. Menikmati keindahan bawah laut di Pulau Seribu.

  7. Berwisata kuliner dari berbagai macam daerah ada di Jakarta. Mulai dari yang harganya selangit sampai harga kaki lima.

6

9

IMG_3794

IMG_3822

IMG_3825

IMG_3868

Rasanya masih banyak hal yang menarik yang bisa diulas dari Kota Jakarta. Dan tulisan ini merupakan apresiasi saya buat Ulang Tahun Jakarta, semoga semakin hari menjadi kota yang tertata dengan baik.

 

Penginapan Mengapung Ora Beach

Menapakkan kaki di kota Manise dan lanjut ke pulau cantik ini, kamipun menginap di Penginapan mengapung Ora Beach. Penginapan di Ora Beach terdiri dari 2 jenis yaitu Penginapan Mengapung dan Penginapan di Pinggir Pantai.

Dari dermaga yang berada diseberang pulau sebenarnya penginapan mengapung sudah dapat kita lihat. Dan dengan menyeberang menggunakan kapal hanya ditempuh 5 menit saja. Baru duduk sudah harus berdiri lagi.

Pengen rasanya nyemplung dan berenang menyeberangi pulau. Hanya mikirin barang bawaan dan kamera, nga jadi dech. Hehehehe niat apa nga sich?

Nyamannya menginap di penginapan Mengapung Ora Beach

Penginapan mengapung Ora Beach terletak di kaki bukit. Sehingga sinar matahari ketutupan oleh bukit yang membuat udara disekitar penginapan menjadi sejuk walaupun berada di pinggir pantai.

Dengan ketutupkan pemandangan akan kapan matahari terbit ataupun tenggelam membuat kami kesulitan untuk mengambil foto sunrise ataupun sunset hiksss…

Untuk Fasilitas antara kedua Penginapan ini tidak ada perbedaan. Terdapat Air Panas untuk mandi tetapi tidak terdapat pendingin ruangan baik AC maupun kipas angin. Walaupun demikian udara disini tidak lah gerah.

Menginap di Penginapan Mengapung Ora Beach sangatlah nyaman. Dimana kamarnya bersih dengan amenities yang lengkap. Pada waktu kami datang, ada beberapa pondokan yang baru selesai dibangun. Kami masih menemukan cat yang belum rata di sisi dinding. Tapi secara keseluruhan saya sangat senang menginap disini.

50

52
Suasana Kamar di Penginapan Mengapung Ora Beach.

54

51
Kamar Mandi nya terbuka. Ini kamar mandi baru dibuat, cat nya belum diratain.

53
Tante Ina berpose didepan teras kamar.

55
Tante Honny berpose dan menemani saya berbincang-bincang di depan kamar sambil memandangi teman-teman yang lagi bersnorkling.

 

Papeda atau Bubur Sagu

Papeda atau Bubur Sagu adalah salah satu makanan pokok masyarakat Ambon dan penduduk yang berada di Indonesia bagian timur. Dikarenakan banyaknya pohon sagu yang tumbuh didaerah ini maka sagu menjadi komoditas utama bagi masyarakat Ambon.

Cara pengolahan sagu dari pohonnya sampai menjadi tepung cukup memakan waktu yang lama. Untuk mendapatkan tepung sagu, harus memeras sari pati sagu dari batangnya.

Tepung sagu diolah menjadi beragam jenis makanan. Ada yang membuat sagu lempeng, sagu bakar, sagu gula, sagu tumbu, bagea, dan papeda. Papeda terbuat dari tepung sagu yang dicampur dengan air panas, kemudian diaduk sampai mengental.

Kali ini saya mendapat kesempatan untuk mencicipi papeda. Dimana Papeda sangat cocok dimakan dengan ikan kuah kuning. Dan nikmat pada saat disajikan masih hangat.

papeda atau bubur sagu 2

Ini dia tampilan Papeda atau bubur sagu dengan kuah asam. Lihat penampilan papeda saya jadi lapar pengen makan ini.

 

papeda atau bubur sagu 1

Saya dan Marlina, teman trip Ambon. Senang bisa bertemu dan mengenal sosok cewek cantik ini.

papeda atau bubur sagu 3

Masih bingung-bingung pas mencoba memberanikan diri mencicip Papeda atau Bubur Sagu Kuah Asam. Rasanya agak kenyal-kenyal gimana tapi setelah lama-lama bisa juga menikmati makanan ini.

Trip Ambon (Finish)

Hari Ketiga

Hari ini rasanya meninggalkan Ora Beach berat sekali. Pagi ini kami sudah harus meninggalkan pulau untuk mengejar kapal cepat, tapi atas permintaan teman-teman yang masih ingin berlama-lama di pulau ini akhirnya Nina yang memimpin trip memperpanjang masa berleha-leha sampai jam 1 siang. Dengan konsekuensi kami tidak naik kapal cepat tapi naik kapal biasa dari Pelapuhan Waipirit yang letaknya di Seram Barat. Untuk menuju Pelabuhan Waipirit dari Ora Beach diperkirakan 4 jam perjalanan darat dimana kapalnya berangkat ke Ambon jam 6 sore.

Tapi memang tidak sia-sia, perpanjangan waktu diperguanakan teman-teman yang lain untuk bersnorkling atau hanya berjemur-jemur santai di pinggir pantai. Disaat yang lain menikmati alam bawah laut, saya lebih memilih berfoto-foto, makan dan bersantai disekitar dermaga. Sesekali saya melihat nelayan datang dan pergi mencari ikan serta melihat aktifitas anak-anak pantai bermain air rasanya pemandangan yang jarang saya lihat.

8

 

9

 

12

 

18

 

19

Biaya tiket kapal di Pelabuhan Waipirit Ayang Rp. 12.000 + Rp 5.000 untuk VIP. Perjalanan dari Seram menuju Ambon dengan kapal besar diperkirakan 2 jam.

Sampai di Ambon sekitar jam 20:30, bis yang akan membawa kami sudah menanti di dermaga. Kemudian kami dibawa ketempat oleh-oleh yang berjualan dimalam hari (Cakalang Fufu, Bagea, Kacang Kenari, Halua Kenari, Minyak Kayu Putih, perhiasan dari Besi Putih dan Mutiara). Sepanjang perjalanan mencari oleh-oleh saya sangat menikmati pemandangan malam hari kota Ambon, sungguh cantik. Gemerlap lampu kota diantara bebukitan, sungguh saya tidak dapat berkomentar banyak. Disepanjang jalan saya juga menemukan beberapa gerai restaurant ternama yang biasa kita temui di Jakarta, pusat jajanan makanan dan satu mall yang cukup besar. Setelah selesai mencari oleh-oleh kami pun dibawa ke penginapan yaitu di Hotel Pacific.

Hotel Pacific terletak ditengah kota Ambon dan sepertinya baru beroperasi. Hotel ini bersih dan rapi, dilengkapi AC dan Hot Water untuk mandi. Malam ini saya tidur dengan pulas dan malam ini adalah malam terakhir kami perpetualangan.

Hari Keempat

Check out dari Penginapan – Pantai Pintu Kota – Gong Perdamaian – Bandara Pattimura (kembali ke Jakarta)

32
Pantai Pintu Kota. Sayangnya langit lagi tidak bersahabat. Sehingga fotonya agak gelap.

 

33

 

34
Menaiki tangga diatas Pantai Pintu Kota

 

30

 

31

Pesawat yang kami tumpangi berangkat jam 12:45 WIT. Oleh karena itu tujuan perjalanan kami hari ini tidak banyak. Hanya ke Pantai Pintu Kota dan melewati Gong Perdamaian. Saat ini cuaca sangat tidak bersahabat, hujan deras disepanjang perjalanan ke Bandara. Dari beberapa hari berada di Ambon sepanjang hari selalu cerah, hujan baru turun deras di hari terakhir kami berada di Ambon. Dan bersyukur jadwal keberangkatan tidak mengalami delay.

Saya dan beberapa teman naik pesawat Lion Air JT-887 berangkat jam 12:45 WIT dan transit di Bandara International Juanda Surabaya dan kemudian perjalanan berlanjut ke Jakarta. Selebihnya teman-teman yang lain naik pesawat Sriwijaya Air dengan jadwal penerbangan 12:30, lebih awal 15 menit daripada Lion Air. Dan sesampainya di Bandar International Soekarno-Hatta Jakarta kita kembali bertemu. Dan saya pun pulang bersama teman-teman yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan tempat tinggal saya. Indahnya trip kali ini, semoga kita dapat bertemu di trip berikutnya.

 

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Island Hopping disekitar Ora Beach

Aktifitas yang dapat kita lakukan disekitar Ora Beach adalah:

MENYUSURI SUNGAI SALAWAI

28

Sungai Salawai merupakan sungai yang mengaliri hutan bakau, dimana disini terdapat pohon sagu, berbagai jenis tumbuhan palem-paleman dan keaneka ragaman binatang muara.

DESA SAWAI – PULAU KELELAWAR – PULAU RAJA

38

37

36

SNORKLING DI TEBING BATU

Tebing Batu Sawai adalah tebing dengan dinding vertikal yang biasa disebut Hatupia oleh penduduk setempat. Disini kami berhenti beberapa lama untuk menikmati pemandangan bawah lautnya. Airnya jernih sekali. Tidak habis-habisnya saya berdecak kagum menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan.

22

21

23

AIR BELANDA

971444_593530434011231_1825624505_n
photo by Nina Wong

1010545_593536337343974_975892949_n
photo by Nina Wong

KEMBALI KE ORA BEACH

18

20

19

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Ora Beach Resort Ambon

HARI KEDUA

MASOHI – ORA BEACH – ISLAND HOPPING

Masohi berada di pulau Seram dan ibukota Kabupaten Maluku Tengah. Setelah kemaren sore kami sampai di Masohi dan menginap di Penginapan Isabella. Pagi hari kami bertujuan mengunjungi Ora Beach Resort.

Kemungkinan karena kemaren aktifitasnya panjang dan banyak, maka tidur saya semalam nyenyak sekali. Jadi hari ini untuk melakukan aktifitas berat rasanya saya sanggup dech.

Ora Resort sendiri letaknya di Seram utara, sedangkan Masohi di Seram Selatan. Untuk ke Ora Resort harus melewati dermaga Saleman. Dari Masohi menuju dermaga Saleman diperkirakan sekitar 2 jam. Dari Dermaga Saleman menuju Pantai Ora sangat dekat yaitu sekitar 10 menit. Jalan yang ditempuh dari Masohi ke Saleman menanjak gunung. Sebagian besar jalan sudah bagus tapi ada beberapa tempat yang rusak berat. Setiba di Dermaga Saleman kami disambut oleh anak-anak penduduk setempat. Air disekitar dermaga jernih bangat. Sehingga kita dapat melihat kumpulan ikan dibawah perahu. Dan pemandangan disekitar pantai tersebut indah sekali.

5
Keramahan anak-anak pantai yang menyambut kami di dermaga

6 copy
Perahu yang merapat di dermaga. Airnya jernih sekali, sehingga ikan-ikan dapat dengan jelas kita lihat dari permukaan.

7
Saya berpose disekitar dermaga

14
Ini dia primadona nya. Ora Beach Resort. Walaupun resort ini terletak di pinggir pantai tapi karena dikelilingi bukit-bukit hawa disekitar resort nyaman sekali. Untuk bersantai-santai menikmati semilir angin pantai sangat cocok di pantai ini.

22

26

29

30

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Ambon Manise, 6-10 Juni 2013

Akhirnya saya menginjakkan kaki di tanah Maluku. Sesuatu yang rasanya diluar imajinasi saya. Jika dulu saya ditanya, dimana Ambon? Mungkin saya akan geleng-geleng kepala karena saya masih agak bingung Ambon itu ada dimana? wkwkwkwkwk.

Suatu waktu, teman saya Nina Wong owner Ceria Traveller yang biasa me-arrange trip menyapa saya lewat BBM. Beliau mem-broadcast agenda trip 2-3 bulan kedepan.

Ketika saya lihat tujuan trip nya ke Ambon, saya merasa bahwa agenda ini adalah agenda yang jarang diadakan oleh penyelenggara trip lainnya. Setelah berbincang dan berdiskusi dengan teman saya tersebut mulai ada rasa ketertarikan dan saya menghubungi dia lagi setelah tiket pesawat sudah saya pesan. Akhirnya confirm saya berangkat ke Ambon.

Sedikit mengenai kota Ambon (Wikipedia)

” Kota ini dikenal juga dengan nama Ambon Manise yang berarti Kota Ambon Yang Indah/Manis/Cantik, merupakan Kota terbesar di wilayah kepulauan Maluku dan menjadi sentral bagi wilayah kepulauan Maluku. Saat ini kota Ambon menjadi pusat pelabuhan, pariwisata dan pendidikan di wilayah kepulauan Maluku.

Kota Ambon berbatasan dengan Laut Banda disebelah selatan dan dengan kabupaten Maluku Tengah di sebelah timur (pulau-pulau Lease yang terdiri atas pulau-pulau Haruku, pulau Saparua, pulau Molana, pulau Pombo dan pulau Nusalaut), di sebelah barat (petuanan negeri Hila, Leihitu, Maluku Tengah dan Kaitetu, Leihitu, Maluku Tengah yang masuk dalam kecamatan Leihitu, Maluku Tengah) dan di sebelah utara (kecamatan Salahutu, Maluku Tengah)”.

Berangkat hari kamis 6 Juni 2013 dengan pesawat Garuda Airlines dengan kode penerbangan GA 0640 jam 00:30 WIB dan tiba di Bandara Pattimura jam 07:35 WIT. Dimana transit di Bandara Internasional Sultan Hasannudin Makasar jam 03:30 WITA selama 30 menit. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Ambon selama 3 jam.

Setibanya di Bandara Pattimura bis yang akan membawa kami sudah menanti di Bandara. Berhubung jumlah peserta ada 22 orang jadi kami pun menyewa bis kecil. Dan perjalanan hari ini berlanjut disekitar kota Ambon.

ambon manise 1

 

Perjalanan Trip Ambon Hari 1

Benteng Amsterdam – Pantai Liang – Desa Waai (Belut Raksasa) – Masohi.

ambon manise 2

Benteng Amsterdam

Benteng Amsterdam terletak di Kecamatan Hila, tepatnya 42 km dari pusat Kota Ambon atau 25 km dari Bandara Pattimura. Tempat ini bisa dicapai dengan mobil dari Ambon selama sekitar satu jam. Kontruksi bangunan benteng ini seperti sebuah bangunan rumah, maka oleh bangsa Belanda mereka menyebutnya Blok Huis.

Bangunannya terdiri dari 3 lantai, pada lantai satu terdiri lantai berbata merah, lantai dua dan tiga terdiri lantai berkayu besi. Pada ujung bangunan terdapat sebuah menara pengintai. Lantai satu berfungsi sebagai tempat tidur para serdadu, lantai dua untuk tempat pertemuan para perwira dan lantai tiga berfungsi sebagai pos pemantau.

http://www.ambon.go.id/benteng-amsterdam/

ambon manise 3

Pemandangan disekitar Benteng Amsterdam. Dapat langsung melihat keindahan pesisir pantai.

 

ambon manise 4

ambon manise 5

View dari lantai atas Benteng Amsterdam

Tidak jauh dari Benteng Amsterdam terdapat Gereja tua Immanuel dan Mesjid Tua Wapaue. Gereja Tua Immanuel merupakan bangunan kedua yang dibangun oleh Belanda di Ambon.

Gereja ini pernah dihancurkan pada saat kerusuhan yang terjadi di Ambon namun setelah masa perdamaian dikumandangkan gereja ini dibangun kembali dan tetap pada desain semula. Sayangnya saya tidak mengambil foto gereja ataupun mesjid yang ada disini.

Makan siang di Pantai Natsepa – Pantai Liang.

Saat ini kondisi tubuh agak tidak baik. Sebelum berangkat saya sudah merasakan keluhan di lambung. Tapi ketika menjelang keberangkatan tiba-tiba diare yang saya derita hilang sekejab. Mungkin saya begitu bersemangat nya berlibur ke kota ini. Hanya karena perjalanan yang kami tempuh cukup jauh dan tidur yang kurang sehingga saya butuh ekstra energi dan semangat untuk menghabiskan sisa hari ini.

Jadi ketika kami berhenti di Pantai Natsepa maupun Pantai Liang saya tidak begitu menikmati keindahan pantai ini. Saya asyik berteduh dibawah pohon rindang ataupun di warung dipinggir jalan dan menikmati makan siang dan rujak natsepa yang dijajakan dipinggir pantai ini. Jadi kalau ditanya seperti apa keindahan Natsepa, jujur saja saya tidak dapat menjawab.

ambon manise 6

Deretan warung disepanjang Pantai Natsepa

 

ambon manise 7

ini dia rujak Natsepa yang terkenal.
ambon manise 8

Pantai Liang

ambon manise 9

Pantai Liang

DESA WAAI.

Desa Waai berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Ambon. Desa ini terdapat di kabupaten Maluku Tengah tepatnya kecamatan Tulehu. Disini terdapat belut raksasa yang hanya muncul jika dipanggil oleh pawang belut.

ambon manise 10

Masuk di kawasan Kolam Morea. Yang pertama kali kita temui adalah ibu-ibu dan anak-anak sedang mandi, bersenda tawa dan mencuci pakaian bersama di kali tempat morea tinggal.

ambon manise 11

Dalam bahasa Maluku, belut disebut sebagai Morea. Dan pawang morea yang bernama Bapak Markus Bakarbesi sebelum turun ke kolam dan memanggil morea, beliau mengucap doa-doa terlebih dahulu sambil membawa telur mentah untuk makanan morea.

Kemudian si bapak mengetuk lubang tempat morea itu bersembunyi baru dech morea nya keluar dan bermain-main dengan Pak Markus. Menurut Pak Markus morea yang ada di kolam itu ada sekitar seratus dan mereka bersembunyi dibalik bata disepanjang kolam/kali.

Setelah selesai bersenda gurau dengan Pak Markus, moreanya di kasih telur mentah dan kemudian kembali ke lubang tempat dia sembunyi.

ambon manise 12

Masohi

ambon manise 13

Dari Desa Waai kami pun melanjutkan perjalanan menuju Masohi. Masohi terletak di Pulau Seram, perjalanan dari Ambon ke Masohi kita mesti menyeberang pulau dengan kapal cepat diperkirakan 2 jam perjalanan. Kapal cepat melayani penyeberangan dari Ambon 2 kali sehari yaitu jam 08:00 dan 16:00 WIT.

Sedangkan dari Masohi yaitu jam 08:00 dan 14:00 WIT. Dari Pelabuhan Tulehu (kota Ambon) menuju Pelabuhan Amahai (Pulau Seram) kita dapat menggunakan kapal cepat. Harga kapal cepat Rp. 91.000,- untuk kelas ekonomi untuk VIP Rp. 150.000,-

Di Masohi kamipun dijemput dengan mobil sewaan menuju Penginapan Isabella. Jarak dari Dermaga ke Penginapan tidak lah jauh, sekitar 10 menit. Di penginapan kami pembagian kamar, menaruh barang, mandi dan setelah itu mencari makan malam.

Hari ini rasanya perjalanan sangat panjang dan melelahkan. Makan malam kali ini enak sekali, semua bahan makanan yang dimasak fresh. Kami makan di restaurant chinese food sambil ditemani senda gurau teman-teman seperjalan. Senang bisa berkenalan dengan mereka.

Itinerary Lombok 10-14 Mei 2013

Sepertinya kenangan di Lombok kemaren masih berbekas sampai hari ini di benak saya. Kadang ketika bangun dari tempat tidur, saya masih merasakan suara deburan ombak di pantai dan hembusan angin yang membuat daun kelapa menari-nari. Gelak tawa dan tingkah lucu teman-teman sepanjang perjalanan membuat saya sangat merindukan kesempatan untuk berlibur. Terutama berlibur dengan teman-teman yang menyenangkan. Miss you all, hiksss…

33
Photo by : Habibie

Supaya moment tersebut tidak hilang begitu saja dari ingatan saya, disini saya mencantumkan jadwal perjalanan kami di Lombok. Semoga berguna dan membantu teman-teman lainnya yang sedang membuat jadwal perjalanan ke Lombok dengan rute yang sama.

10 Mei 2013
18.10 – 21.10 : Penerbangan Jumat Sore – menginap di Mataram ” Lombok
Guest House ”

11 Mei 2013
06.00 – 08.00 : Berangkat dari Penginapan, Sarapan
08.00 – 11.00 : Lombok Barat Daya (Gili Nanggu, Gili Kedis, Gili
Sudak, Gili Tangkong)
11.00 – 12.30 : Sekotong, Jemput Arie di Bandara
12.30 – 13.00 : Makan siang di Bandara
13.00 – 15.00 : Perjalanan dari Mataram menuju Pantai Mawun
15.00 – 1615 : Pantai Mawun
16.15 – 18.30 : Perjalanan dari Pantai Mawun menuju Malimbu
18.30 – 19.30 : Menikmati sunset di Malimbu
19.30 – 22.00 : Makan Malam di Seafood 55 Mataram
22.00 : Istirahat

12 Mei 2013
05.00 – 06.30 : Mandi dan Berangkat dari Penginapan 06.30 – 09.00 : Sarapan, perjalanan menuju Gili Kondo
09.00 – 13.00 : Gili Lampu, Gili Bidara, Gili Kondo
13.00 – 14.00 : Mencari tempat bilas dan mandi
14.00 – 16.00 : Makan siang dan melanjutkan perjalanan ke desa Sembalun
16.00 – 17.00 : Di Desa Sembalum
17.00 – 20.00 : Kembali ke Mataram
20.00 – 22.00 : Makan malam di Ayam Taliwang Mataram
22.00 : Istirahat

13 Mei 2013
07.00 – 08.30 : Mandi dan Berangkat dari Penginapan
08.30 – 09.00 : Sarapan, perjalanan menuju Pantai Tangsi/Pink
09.00 – 11.00 : Pantai Pink Tangsi
11.00 – 12.00 : Bukit Pantai Pink
12.00 – 13.30 : Tanjung Bloam
13.30 – 15.30 : Tanjung Ringgit
15.30 – 19.00 : Perjalanan dari Tanjung Ringgit menuju Mataram
19.00 – 19.30 : Mencari oleh-oleh di Mataram
19:30 – 20.00 : Makan Malam di Sate Rembige Mataram
20.00 – 21:00 : Balik ke penginapan, mandi
21.00 – 23:00 : Nongkrong di café T&T, ngopi dan transfer/copy foto
23.00 – 24:00 : Istirahat

14 Mei 2013
05.00 – 06.00 : Mandi, Packing Barang dan Check Out
06.00 – 08.00 : Sarapan, perjalanan menuju Pantai Batu Payung
08.00 – 12.30 : Pantai Batu Payung, Tanjung A’an, Kuta, Mandalika.
12.30- 14.30 : Menuju Bandara, Makan siang dan Check In
14.30 : Take Off to Jakarta

22
Photo by : Habibie

(berhubung beliau yang mengambil foto jadi bibie nya tidak pernah ada didalam foto, wkwkwkwk)

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time