Lombok Day-3

PANTAI PINK, TANJUNG BLOAM, TANJUNG RINGGIT

Hari ini adalah hari ketiga petualangan kami di Lombok dimana saat ini adalah hari senin dan bertepatan dengan adanya Pilkada Lombok. Teman-teman yang mennemani kami berkeliling Lombok hari ini harus terlebih dahulu mencoplos. Dan ini merupakan kesempatan kami untuk istirahat malam lebih panjang sehingga bisa bangun lebih lama daripada hari sebelumnya.

Kami berangkat dari penginapan jam 08:00, singgah sarapan nasi rames dijalan yang kami lalui menuju Lombok Timur.Perjalanan dari Mataram menuju pantai Pink diperkirakan sekitar 3 jam.

24

Dan jalan yang menuju Pantai Pink tidak begitu bagus. Untuk mencapai pantai pink dari arah Mataram kita dapat melewati arah Praya dan lanjut ke Jerowaru. Dimana sebagian kecil jalanan dari Jerowaru sudah diaspal tapi sebagian besar masih berpasir dan berdebu. Dikarenakan saat ini adalah musim kemarau. Saya tidak bisa membayangkan jika saat ini adalah musim penghujan. Bisa dipastikan jalanan akan lebih sulit lagi dikarenakan licin dan berlumpur. Sepanjang jalan saya melihat daerah ini tandus dan kering.

Untuk mendapatkan air bersih sepertinya sangat sulit. Sesekali saya melihat kolam air tempat mereka menampung air hujan untuk bekal sepanjang musim kemarau. Penduduk pada umumnya bertani jagung dan tembakau. Saya melihat sebagian besar mereka sedang menggiling jagung yang baru panen serta menjemurnya di depan rumah mereka.

25

26

27

29

Sehari sebelumnya saya sudah membuat janji untuk bertemu dengan pemilik bungalow Pantai Pink. Tapi berhubung sinyal operator xl susah didapat didaerah ini membuat saya was-was, takut salah komunikasi sehingga batal bertemu dengan pemilik bungalow. Untungnya penduduk setempat sudah mengenalnya jadi ketika kami menyebut namanya orang-orang yang ada disekitar pantai pink dengan mudah mempertemukan kami dengan beliau.

Di pantai pink saya sempat mengamati pasir yang ada, butiran-butiran koral pink yang ada di pasir tersebut terlihat dengan jelas ketika saya genggam. Tapi secara keseluruhan hamparan warna pink tersebut tidak begitu terlihat disepanjang pantai. Dari kejahuan saya melihat hamparan pasirnya hampir menyerupai warna putih ketimbang warna pink.

30

31

32

Seharusnya kami bisa singgah di pulau-pulau kecil (seperti gili petelu dkk) yang ada disekitar pantai pink, hanya saja kami sudah sangat kesiangan sehingga untuk naik kapal dan bersnorkling rasanya kami tidak punya cukup waktu. Menurut penduduk sekitar, pemandangan bawah laut (karang dan ikan) yang ada di gili petelu adalah karang-karang indah berwarna biru dan pink. Rasanya sich sayang sekali untuk melewatkannya. Hanya saja apa boleh buat berhubung waktu yang tidak mencukupi kami lebih memilih mengunjungi Tanjung Bloam dan Tanjung Ringgit.

Tanjung Bloam saat ini dikelola oleh Jeeva Bloam, oleh karena itu pintu masuk menuju jalan ke bungalow Jeeva Bloam tidak boleh dimasuki oleh pengunjung umum. Saat ini saya belum tahu persis bagaimana caranya masuk ke Tanjung Bloam tanpa melewati gerbang Jeeva Bloam.

33

34

Kami bisa memasuki Tanjung Bloam berkat bantuan seorang teman yang sangat baik hati. Kawasan Jeeva Bloam tidak begitu besar, oleh karena ini wajar juga pengelolanya menutup area ini demi kenyamanan tamu yang menginap di bungalow. Dan bungalow yang ada langsung menghadap ke pantai. Setelah dari bungalow kami harus mengitari pantai dan bukit untuk dapat menikmati keindahan Tanjung Bloam. Amazing and Beautiful, tidak sia-sia perjuangan kami kesini. Deburan ombak, hamparan pasir putih dan pemandangan indah tanjung bloam adalah perpaduan yang sempurna di siang hari ini.

34a

35

Setelah puas menikmati tanjung bloam kami kembali ke jeeva bloam, disini sang pengelola bungalow menyuguhi kami dengan minuman selayaknya kami tamu kehormatan di bungalow tersebut. Terima kasih banyak yach mas. Hehehehehe.

Saatnya kami ijin dari Tanjung Bloam dan melanjutkan perjalanan di Tanjung Ringgit. Pesona tanjung ringgit tidak kalah bila dibandingkan dengan tempat-tempat indah lainnya. Tanjung ringgit langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Dari sini kita bisa melihat pemandangan lautan lepas dengan tebing-tebing yang menjulang tingginya.

Disini terdapat goa peninggalan Jepang yang langsung terhubung dengan lautan lepas serta sisa peninggalan meriam yang masih utuh. Kami menemukan satu goa yang cukup besar dipinggir tebing, hanya saja kami tidak berani masuk lebih dalam. Dikarenakan banyak terdapat kelelawar yang mana kotorannya sangat menyengat membuat kami tidak kuat untuk menuruni goa tersebut.

Sekitar jam 15:30 kamipun bergegas meninggalkan Tanjung Ringgit. Mengingat kondisi jalan yang tidak bagus dan kurangnya penerangan disepanjang jalan membuat kami harus segera meninggalkan daerah ini. Menuju Mataram, makan malam terlebih dahulu sebelum kembali ke penginapan.

36

37

38

39

40

41

 

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

2 thoughts on “Lombok Day-3”

Leave a Reply