Lombok Day – 2

GILI LAMPU – GILI BIDARA – GILI KONDO – SEMBALUN

Berangkat dari penginapan Mataram jam 6 pagi. Kami mampir terlebih dahulu sarapan. Warung tempat kami makan letaknya di pinggir jalan yang mana disekitar jalan ini terdapat sawah. Saya dan bibie melihat suatu pemandangan yang menarik, pancaran sinar matahari pagi diantara pohon-pohon dan sawah. Suatu pemandangan yang langkah saya lihat di perkotaan Jakarta.

 

11

Perjalanan dari Mataram menuju Lombok Timur diperkirakan sekitar 2 jam 45 menit. Setiaba di pelabuhan kami langsung mengadakan tawar menawar dengan pemilik perahu yang ada disana. Sewa kapal perahu + alat snorkling Rp. 300.000,- perahu nelayan dapat menampung 6-8 orang. Dan kamipun mengitari pulau-pulau yang ada disekitar gili kondo.

Kami bersnorkling disalah satu spot antara gili kondo dan gili lampu. Arus nya lumayan kencang saat kami bersnorkling, karena saya sangat menikmati acara berendam dan berenang ketika kembali ke perahu saya sampai tidak punya tenaga untuk mengarungi arus air laut dan itu membuat saya menjauh dari kapal. Tapi bersyukur bapak yang punya kapal menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya dan beliau akhirnya menggerakkan kapalnya menuju tempat saya mengapung.

 

12

Setalah puas bersnorkling kami menuju Gili Lampu. Disebut Gili lampu karena di gili ini terdapat lampu penerang berupa mercusuar mini yang diletakkan disekitar gili. Pulau ini tidak berpenghuni dan terdapat hutan bakau dan padang savana didalam pulau. Hutan bakau yang ada di pulau ini cukup terjaga kelestariaannya sehingga masih banyak ditemukan kerang dan teripang yang menjadi mata pencaharian nelayan yang ada disekitar pulau.

 

13

 

Dari Gili Lampu kamipun mengunjungi Gili Bidara. Gili Bidara adalah pulau dengan penghuni mayoritas nya adalah nelayan. Tapi karena besok harinya adalah Pilkada Lombok, kebanyakan penghuni gili bidara kembali kedaratan untuk melakukan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Jadi saat kami ke Gili Bidara bisa dipastikan sangat sepi, hanya ada 2 orang nelayan yang sedang memancing dipinggir pantai. Sebagian hasil pancingan yang mereka tangkap sedang dibakar. Kami yang datang kesana bertepatan jam makan siang, memcium aroma ikan bakar membuat perut meronta-ronta. Untungnya nelayannya baik hati dan mau membagikan hasil tangkapan yang mereka bakar kepada kami. Lumayan mengganjal perut yang sedang kosong.

 

15

 

14

 

Dan spot terakhir adalah Gili Kondo. Gili ini sangat indah, pasirnya putih serta airnya jernih. Gili ini tidak terlalu besar, luasnya diperkirakan hampir sama dengan Gili Nanggu dan juga dikelola oleh pihak swasta. Tiap orang dikenakan karcis masuk sebesar Rp. 3.000,-/orang.

 

18

 

17b

 

17

 

16

 

19

 

Yang saya lihat dari kunjungan saya kebeberapa gili ini adalah pamor nya tidak segemerlap Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Tetapi pesonanya sangat indah, pengelolah gili berusaha membenah diri untuk lebih baik lagi. Hanya saja infrastrukturnya belum memadai. Toilet, kamar mandi ataupun tempat bilas sangat susah ditemukan.

Kami mengisi perut yang sudah sedari tadi bergejolak. Paduka menyarankan kami singgah di warung soto Mule Ngeno. Sotonya unik, biasanya pakai nasi kalau yang ini sotonya menggunakan lontong, dan juga diberi telur puyuh, daging, bihun serta kuah nya berwarna coklat penuh dengan bumbu-bumbu racikan. Saya merasakan bumbu soto ini seperti racikan jamu tapi rasanya tidak terlalu tajam.

Dan yang menarik adalah kita disuguhi air putih dari kendi tanah liat. Ini membuat air yang ada menjadi dingin dan segar sekali.

Setelah puas mengelilingi gili dan mengisi perut, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Sembalun. Desa Sembalun adalah desa yang berada di kaki gunung rinjani. Dari Lombok Timur kamipun menuju Lombok Utara menyusuri jalan mendaki yang mengitari gunung. Desa ini subur sekali, sepanjang jalan kami menemukan kebun bunga dan juga sayur-sayuran yang tumbuh. Kami cukup lama di desa ini. Menikmati pemandangan deretan gunung rinjani, padang savana dan juga udara yang bersih.

 

20

 

21

 

22

Selanjutnya kami pun kembali pulang ke Mataram. Perjalanan yang kami tempuh sangat jauh, memakan waktu 3 jam untuk sampai ke Mataram, melewati jalur utara. Singgah dahulu di Tanjung untuk menikmati sate ikan tanjung yang terkenal. Akhirnya kami pun sampai di Mataram jam 21:30. Makan malam di warung ayam taliwang dan pulang ke penginapan.

 

23

 

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

4 thoughts on “Lombok Day – 2”

  1. Hay,,
    Mw nanya soal Gili kondo.. sempet stay ga ya dsana?
    Ada kontak untuk penginapannya?

    Terima Kasih

Leave a Reply