Lombok, May 11-14th 2013

Perjalanan liburan ke Lombok adalah perjalanan saya untuk yang kedua kalinya dan merupakan petualangan yang sudah sangat lama kami rencanakan. Tiket Penerbangan PP sudah kami pesan jauh hari sebelum keberangkatan yaitu tanggal 7 Agustus 2012. Dan akhirnya saya dan teman saya Ina pun berangkat tanggal 10 Mei 2013.

Berangkat dari Jakarta dengan penerbangan jam 18:10 dan sampai di Bandara Praya 21:10. Perjalanan awal yang mulus tanpa adanya delay mengawali keseluruhan perjalanan kami selama di Lombok.

Perjalanan ke lombok itu rasanya seperti pulang ke kampung halaman sendiri karena saya merasa diterima dengan adanya keberadaan teman-teman yang baik yang mana mereka sudah berasa seperti keluarga sendiri. Setibanya di Lombok teman-teman (Paduka, Rio dan Bibie) sudah menanti dengan manisnya di depan terminal bandara. Terakhir saya bertemu mereka 2 tahun yang lalu tapi rasanya baru sebentar saja, tidak berasa waktu berjalan sangat cepat. Dan melihat mereka rasanya tidak ada yang berubah sedikit pun. Karena hari telah larut malam maka kami pun diantar menuju ke penginapan untuk beristirahat karena besok kami akan memulai perjalanan yang padat tapi menyenangkan.

Hari 1

GILI NANGGU – GILI TANGKONG – GILI KEDIS – GILI SUDAK

Di Lombok terdapat banyak sekali pulau-pulau kecil (gili) yang sangat indah. Pada umumnya turis lokal kalau ke Lombok pasti ke Gili Trawangan, Meno dan Air. Tapi berhubung kita sudah pernah pergi ketiga gili tersebut, kali ini kami ingin mengunjungi gili-gili yang jarang orang kunjungi. Hari pertama kami menyusuri pulau-pulau kecil disekitar Barat Daya Lombok. Perjalanan dari penginapan (Mataram) menuju pelabuhan Tawun diperkirakan sekitar 45 menit. Kemudian dari Tawun ke Gili Nanggu hanya 10-15 menit saja. Biaya sewa perahu nelayan dari Tawun sekitar Rp. 250.000,- dan bisa menampung 6-8 orang. Dengan sewa perahu kita dapat mengitari pulau-pulau yang ada disekitar gili nanggu sepuasnya, dan kembali ke Tawun paling lama jam 16:00 sehingga tidak terlalu kemalaman untuk kembali ke pelabuhan dan juga penginapan.

Gili Nanggu luasnya sekitar 8 Ha dan merupakan pulau yang telah dikelola oleh pihak swasta, dengan resort yang indah serta kebersihan yang terjaga. Gili Nanggu adalah tempat yang tepat untuk bersantai, jauh dari hiruk pikuk kebisingan dan paling pas untuk pasangan yang ingin berbulan madu. Pasirnya putih dan landai, untuk mengitari pulau ini cukup 45 menit – 1 jam berjalan kaki. Untuk mengunjungi pulau ini kita dikenakan tiket/administrasi sebesar Rp. 5000,-/orang. Sedangkan untuk menginap di resort ini harganya sekitar Rp. 300.000 – 500.000 untuk regular season dan Rp. 400.000 – 600.000 untuk high season.

1
Pemandangan disekitar Gili Nanggu

2
Pemandangan di Dermaga Gili Nanggu

3
Deretan pepohonan disepanjang jalan setapak

4
Gili Kedis

Setelah dari Gili Nanggu kami menuju Gili Kedis, Sudak dan Tangkong. Di Gili Sudak dan Tangkong kami hanya berhenti sesaat tapi tidak melabuhkan perahu ke gili tersebut, sedangkan di Gili Kedis kami sempat berlama-lama. Gili Kedis adalah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Untuk mengelilingi pulau ini cukup 10 menit karena pulaunya sangat kecil dengan hamparan pasir putih dan halus. Airnya jernih sekali sehingga kami pun puas berendam, mengapung, snorkling di gili ini.

SEKOTONG – MAWUN – MALIMBU

6

 

5
Dermaga Sekotong

Diperkirakan sekitar 3-4 jam kami mengitari gili-gili tersebut, kami sudah harus kembali ke Tawun dan berangkat lagi ke Bandara Praya untuk menjemput satu lagi teman kami yang baru akan mendarat dari Jakarta. Sebelum ke bandara kami singgah dahulu ke dermaga Sekotong. Disini kami sempat berfoto-foto dan mengitari pantai disekitar dermaga Sekotong.

6
Pantai Mawun

Pantai Mawun berada di Lombok Tengah. Letaknya di sebelah barat Pantai Kuta dan sebelah timur Pantai Selong Belanak. Perjalanan dari Bandara menuju Pantai Mawun sekitar 45 menit. Pantai Mawun adalah pantai perawan dengan pasir putih dan air yang jernih. Kebanyakan turis yang datang kesini adalah turis mancanegara. Dan pada saat kami sampai di Pantai ini lautnya sudah surut, sehingga terdapat cekungan yang cukup dalam antara daratan dengan perairan lautnya. Tapi kondisi tersebut tidak mengurangi pesona keindahan pantai Mawun. Untuk ke Pantai Mawun hanya dikenakan biaya parkir Rp. 10.000/mobil.

DSC_0363
Sunset di Malimbu 2

Hari sudah menjelang sore dan kamipun bergegas berangkat mengejar sunset di Malimbu 2. Perjalanan dari pantai Mawun menuju Malimbu diperkirakan sekitar 1,5-2 jam. Saat kami ke Lombok ternyata adalah musim kawin lari/merariq bagi suku Sasak. Sehingga sepanjang jalan kami menemui beberapa spot yang dipakai untuk iring-iringan pengantin dalam upacara adat merarig. Sesuatu hal yang lucu juga unik mengenai adat perkawinan yang pernah saya dengar sepanjang hidup saya. Dengan adanya arak-arakan ini membuat jalan yang kami lewati menjadi macet dan lama. Sehingga kami sampai di Malimbu menjadi agak kemalaman yaitu jam 18:30. Tapi untungnya kami masih bisa menikmati sisa-sisa matahari terbenam, wkwkwkwk..

DSC_0387

DSC_0388

Perjalanan yang sungguh melelah kan yang kami tempuh seharian. Tapi kami sangat puas karena beberapa tempat yang kami rencanakan semuanya bisa kami capai dalam satu hari. Mulai dari Mataram – Lombok Barat Daya – Bandara – Lombok Tengah – Lombok Barat dan berakhir/kembali ke Mataram lagi.

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

Leave a Reply