Kuliner Lombok

Selama liburan di Lombok, kami sangat terpaku dengan keindahan alam dan pantai-pantai yang ada. Sehingga untuk wisata kuliner kami tidak terlalu fokus, yang penting perut terisi. Yang ada kami mencari makan selewat dan segampang mungkin. Berikut ini adalah beberapa Kuliner Lombok yang kami santap.

Nasi Balap Puyung di RM. Cahaya

Lokasinya tepatnya di depan Bandara Praya Lombok. Kami makan di Nasi Balap Puyung setelah menjemput teman kami Arie yang baru saja sampai dari Jakarta. Dimana pesawat yang dia naiki mengalami delay.

Sehingga kami menghabiskan waktu tanpa dirinya mengunjungi Gili Nanggu, Kedis, Sudak dan Tangkong. Selesai dari keempat gili tersebut kami menjemput Arie dan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Mawun.

Kami di Bandara bertepatan dengan makan siang. Karena perut sudah meronta-ronta mau tidak mau kami mencari makanan diseputaran Bandara.

Mengenai rasa, sepertinya Nasi Balap Puyung yang ada disini biasa saja, tidak begitu istimewa. Menurut saya yang empunya warung tidak memberi bumbu yang tajam, kemungkinan agar dapat diterima oleh semua tamu yang pada umumnya pendatang.

Ayam yang disajikan adalah ayam kampung. Dagingnya empuk, tidak alot. Harga seporsi Nasi Balap Puyung Rp. 9.000,- Nasi Balap extra Lauk Rp. 11.000,- sedangkan Nasi Balap Puyung Ayam Kampung Rp. 13.000,- Untuk harga menurut saya aman buat kantong.

kuliner lombok 1

Sea Food 55 – Mataram.

Setelah sepanjang hari berkeliling Lombok Barat dan sekitarnya, disepanjang perjalanan pulang dibenak saya terbayang-bayang udang saos padang. Kayaknya malam ini makan sea food seperti enak nich.

Akhirnya teman saya membawa kami di SeaFood 55 Mataram. Kami memilih menu udang saos padang, cumi tumis, telor dadar, ikan bakar, capcay, plecing kangkung, terong balado. Menurut saya rasanya lumayan enak.

kuliner lombok 6

Nasi Rames Pinggir Jalan.

kuliner lombok 2

Sarapan Nasi Rames dipinggir jalan menuju Lombok Timur. Sepanjang jalan banyak terdapat warung-warung pinggir jalan yang rasanya lumayan enak dengan kisaran harga Rp. 5.000 – 7.000/porsinya.

Warung Soto Mule Ngeno .

Kami mengunjungi warung soto ini sepulang dari perjalanan dari Gili Kondo, Gili Bidara dan Gili Lampu. Teman saya Paduka berkali-kali salah jalan ketika menemukan tempat makan ini. Yang dia ingat petunjuk jalan menuju warung ini adalah gang setelah mesjid.

Bisa dibayangkan betapa bingung nya dia karena sepanjang jalan terdapat lebih dari 3 mesjid. Sedangkan teman-teman semobil semuanya sudah kelaparan, alhasil Paduka pun panik. Rasanya melihat Paduka berceloteh jadi seperti melihat ayam goreng menari-nari. Wkwkwkwk.

Akhirnya dia pun menanya ke rombongan anak gadis yang kebetulan nongkrong di pinggir jalan (pinter amat dech lu Paduka, nanya apa ngerayu sich lu!!). Entah apa yang dia katakan ke anak gadis tersebut, yang penting hasilnya mereka menuntun kami dengan motor mereka menuju warung ini.

Soto yang disajikan di warung ini unik. Biasanya kalau soto disajikan dengan nasi, kalau disini disajikan dengan lontong. Lalu ada telur puyuh, daging, bihun serta kuah nya berwarna coklat penuh dengan bumbu-bumbu racikan. Saya merasakan bumbu soto ini seperti racikan jamu tapi rasanya tidak terlalu tajam.

Dan yang menarik adalah kita disuguhi air putih dari kendi tanah liat. Ini membuat air yang ada menjadi dingin dan segar.

kuliner lombok 3

Warung Taliwang

Malam hari nya sepulang dari Sembalun kami makan di Warung Taliwang Mandiri. Kalau biasanya ayam taliwang itu disuguhkan dengan rasa yang teramat pedas ditambah plecing kangkung yang super pedas.

Disini ayam taliwang disajikan dengan rasa yang lumayan manis. Karena ayam taliwangnya digoreng dan dibumbui dengan madu. Kalau menurut saya sich ayam taliwang yang ada disini enak.

Tidak pedas tapi bumbu-bumbunya meresap, dan gurih. Tapi untuk lidah orang lombok asli, seperti teman-teman saya yang lain mereka kurang cocok karena mereka terbiasa dengan ayam taliwang dengan rasa yang sangat pedas. Harga seporsi Rp. 25.000,-

kuliner lombok 4

Nasi Balap Puyung

 

kuliner lombok 7

Malam terakhir sebelum kembali ke Jakarta kami membeli Nasi Balap Puyung asli cap Inaq Esun dan Sate Rembige. Nah yang ini kami sungguh-sungguh berwisata kuliner yang maknyos.

Sepanjang hari kami hanya sarapan nasi campur, siangnya kami tidak makan karena kami keasyikan berada di Pantai Pink Tangsi, Tanjung Ringgit dan Tanjung Bloam. Untuk mencari makan diluar area ini rasanya tanggung. Karena lokasinya jauh dari mana-mana. Oleh karena itu kami pun melewatkan makan siang.

Keluar dari Lombok Timur sudah jam 15:30. Rute menuju Mataram masih 2 jam perjalanan. Untuk kembali ke Mataram kami melewati daerah Puyung, alhasil kamipun singgah membeli nasi balap puyung asli bu inaq esun. Kami tidak makan di warung makan ini melainkan makan di Mataram. Tujuan kami makan malam yaitu di Warung Sate Rembige. Sekalian makan malam porsi besar setelah tadi siang puasa.

Nasi Balap Puyung letaknya masih 100 m dari jalan besar dan berada diantara perumahan/kampung puyung. Walaupun tempat makan masih harus masuk gang dan tidak begitu representative tapi karena makanannya enak, sudah terkenal dan asli, maka pengunjung yang datang tetap ramai di tempat ini.

Saya suka sekali sama nasi puyung nya yang pedas ditambah dengan rasa manis dari sate rembige, perpaduan yang sangat cocok. Walaupun porsinya lumayan besar saya menghabiskannya dengan bersih tanpa tersisa ditambah beberapa tusuk sate rembige. Mantap..

kuliner lombok 5

Lombok Guest House

Selama saya dan teman berlibur di Mataram, kami menginap di Lombok Guest House. Dengan harga yang terjangkau kita sudah dapat menikmati fasilitas penginapan yang baik. Kamarnya yang kami pesan bersih dan luas. Dimana dapat menampung 4 orang didalam satu kamar. 2 twin bed dan 2 extra bed. Tapi berhubung kami menginap bertiga jadi cukup 1 extra bed saja.

Lombok Guest House Mataram

Jl.Pariwisata 82 Mataram-LOP
+62370 633431 & +6281936736754
E-Mail/YM : LombokGuestHouse@yahoo.com
BBM : 212A5A49.

Lombok Guest House memiliki 7 buah kamar dengan keterangan sebagai berikut :
– 2 Small Room : IDR 160.000,- (no tv) /nett/room/night
– 3 Medium Room : IDR 180.000,- (no tv) /nett/room/night
– 2 Large Room : IDR 200.000,- (LED-TV)/nett/room/night

extra bed : IDR 50.000,-/night

lombok guest house 1

Fasilitas Lombok Guest House

Fasilitas di semua tipe kamar :
– Springbed
– Fan or AC
– Semi-Furnished
– Hot and Cold Shower
– Light Breakfast+Coffee/Tea

Ada juga fasilitas bersama :
– Ruang makan-kulkas-dispenser
– Sharing open kitchen
– Living Room/Ruang TV
– Teras halaman depan dan belakang
– Parkir luas

lombok guest house 5

Suasana halaman Homestay

lombok guest house 2

Ruangan Makan Belakang, dan langsung terhubung dengan Kolam Renang

lombok guest house 3

Ruang Makan Dalam. Sarapan (Teh/Kopi/Roti) tersedia disini

lombok guest house 4
Ruang duduk dan menonton yang mana merupakan fasilitas bersama.

lombok guest house 6

Dapur

Optatissimus

Producer: Heru Winanto
Executive Producer : Dicky Rampengan
Sutradara: Dirmawan Hatta
Pemeran: Rio Dewanto, Nadhira Suryadi, Landung Simatupang

optatissimus 1

Akan ditayangkan serentak pada tanggal 23 Mei 2013 di Bioskop.

optatissimus 2

Rio Dewanto dan Nadhira Suryadi

optatissimus 3

Produser: Heru Winanto

optatissimus 4

Pers Conference

Tanggal 21 Mei 2013 tepatnya jam 21:00 di XXI Planet Hollywood Jakarta saya menghadiri Gala Premiere film “Optatissimus”. Crew film dan semua yang terlibat dalam film tersebut menghadiri pagelaran acara. Dimulai dengan pers conference dan kemudian acara inti yaitu nonton bersama.

Film ini bercerita mengenai seseorang pemuda bernama Andreas yang berusaha memaknai hidupnya dengan mengurai kembali semua petanda yang telah dia alami. Akhirnya dia menemukan perjumpaan dengan Tuhan yang pada awalnya hanya dianggap sebagai suatu kebetulan-kebetulan semata.

Kisah Nyata kehidupan Alex AbrahanTanuseputera

Film ini terinspirasi oleh kisah nyata kehidupan Bapak Alex Abraham Tanuseputera. Yang mengalami pergumulan yang sangat luar biasa ketika dia menabrak seorang anak dimana anak tersebut hampir meninggal. Ditengah keputusasaannya, beliau berikrar akan menyerahkan seluruh kehidupannya untuk melayani Tuhan jika anak tersebut hidup dan pulih dari kecelakaan.

Doa Pertama “Optatissimus” yang dia ucapkan menjadi awal dari seluruh pelayanannya kepada Tuhan.

Point penting yang paling saya suka dari film ini adalah cinematography nya sangat indah. Dengan latar belakang Gunung Batok, Ranu Pane dan Padang Savana Bromo membuat memori saya kembali kepada kisah petualangan saya di Bromo.

Begitu banyaknya film belakangan ini yang saya lihat dengan menampilkan latar belakang keindahan alam Indonesia merupakan suatu hal positif yang sangat saya sukai, dan terutama Bromo membuat mata kita terkagum-kagum. “ohh ini syutingnya di Indonesia yach?”

Didalam film ini banyak menggunakan kata-kata yang dilantunkan penuh dengan bahasa puisi. Sederhana namun indah tapi penuh dengan makna.

yang terpenting tak terlihat oleh mata, hanya hati yang mampu melihatnya. (Little Prince, Antoine St. De Exupery).

 

Akordeon telah membawaku padanya. Musik adalah kuilku, dan aku memainkannya dengan sungguh-sungguh. Sampai kemudian,kusadari bahwa batinnya berumah ditempat yang berbeda (kutipan dari ayat 68 “optatissimus” )

Juga yang tidak kalah pentingnya adalah Accordion. Menurut saya ini ide yang sangat jenius. Seorang pemuda bermain alat musik accordion disebuah cafe menurut saya itu suatu hal yang sangat jarang ditampilkan di film manapun.

Awalnya Andreas bermain accordion sebagai mata pencaharian nya tapi setelah dia menemukan apa yang dia cari, accordion tersebut kemudian dia mainkan sebagai alat musik pengiring yang menemaninya melayani di gereja.

Dengan durasi 108 menit. Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam, puisi dan lantunan musik yang indah. Demikian sedikit ulasan saya mengenai film Optatissimus. Semoga menikmati dan jangan lupa menontonnya di bioskop favorite Anda.

Lombok Day-3

PANTAI PINK, TANJUNG BLOAM, TANJUNG RINGGIT

Hari ini adalah hari ketiga petualangan kami di Lombok dimana saat ini adalah hari senin dan bertepatan dengan adanya Pilkada Lombok. Teman-teman yang mennemani kami berkeliling Lombok hari ini harus terlebih dahulu mencoplos. Dan ini merupakan kesempatan kami untuk istirahat malam lebih panjang sehingga bisa bangun lebih lama daripada hari sebelumnya.

Kami berangkat dari penginapan jam 08:00, singgah sarapan nasi rames dijalan yang kami lalui menuju Lombok Timur.Perjalanan dari Mataram menuju pantai Pink diperkirakan sekitar 3 jam.

24

Dan jalan yang menuju Pantai Pink tidak begitu bagus. Untuk mencapai pantai pink dari arah Mataram kita dapat melewati arah Praya dan lanjut ke Jerowaru. Dimana sebagian kecil jalanan dari Jerowaru sudah diaspal tapi sebagian besar masih berpasir dan berdebu. Dikarenakan saat ini adalah musim kemarau. Saya tidak bisa membayangkan jika saat ini adalah musim penghujan. Bisa dipastikan jalanan akan lebih sulit lagi dikarenakan licin dan berlumpur. Sepanjang jalan saya melihat daerah ini tandus dan kering.

Untuk mendapatkan air bersih sepertinya sangat sulit. Sesekali saya melihat kolam air tempat mereka menampung air hujan untuk bekal sepanjang musim kemarau. Penduduk pada umumnya bertani jagung dan tembakau. Saya melihat sebagian besar mereka sedang menggiling jagung yang baru panen serta menjemurnya di depan rumah mereka.

25

26

27

29

Sehari sebelumnya saya sudah membuat janji untuk bertemu dengan pemilik bungalow Pantai Pink. Tapi berhubung sinyal operator xl susah didapat didaerah ini membuat saya was-was, takut salah komunikasi sehingga batal bertemu dengan pemilik bungalow. Untungnya penduduk setempat sudah mengenalnya jadi ketika kami menyebut namanya orang-orang yang ada disekitar pantai pink dengan mudah mempertemukan kami dengan beliau.

Di pantai pink saya sempat mengamati pasir yang ada, butiran-butiran koral pink yang ada di pasir tersebut terlihat dengan jelas ketika saya genggam. Tapi secara keseluruhan hamparan warna pink tersebut tidak begitu terlihat disepanjang pantai. Dari kejahuan saya melihat hamparan pasirnya hampir menyerupai warna putih ketimbang warna pink.

30

31

32

Seharusnya kami bisa singgah di pulau-pulau kecil (seperti gili petelu dkk) yang ada disekitar pantai pink, hanya saja kami sudah sangat kesiangan sehingga untuk naik kapal dan bersnorkling rasanya kami tidak punya cukup waktu. Menurut penduduk sekitar, pemandangan bawah laut (karang dan ikan) yang ada di gili petelu adalah karang-karang indah berwarna biru dan pink. Rasanya sich sayang sekali untuk melewatkannya. Hanya saja apa boleh buat berhubung waktu yang tidak mencukupi kami lebih memilih mengunjungi Tanjung Bloam dan Tanjung Ringgit.

Tanjung Bloam saat ini dikelola oleh Jeeva Bloam, oleh karena itu pintu masuk menuju jalan ke bungalow Jeeva Bloam tidak boleh dimasuki oleh pengunjung umum. Saat ini saya belum tahu persis bagaimana caranya masuk ke Tanjung Bloam tanpa melewati gerbang Jeeva Bloam.

33

34

Kami bisa memasuki Tanjung Bloam berkat bantuan seorang teman yang sangat baik hati. Kawasan Jeeva Bloam tidak begitu besar, oleh karena ini wajar juga pengelolanya menutup area ini demi kenyamanan tamu yang menginap di bungalow. Dan bungalow yang ada langsung menghadap ke pantai. Setelah dari bungalow kami harus mengitari pantai dan bukit untuk dapat menikmati keindahan Tanjung Bloam. Amazing and Beautiful, tidak sia-sia perjuangan kami kesini. Deburan ombak, hamparan pasir putih dan pemandangan indah tanjung bloam adalah perpaduan yang sempurna di siang hari ini.

34a

35

Setelah puas menikmati tanjung bloam kami kembali ke jeeva bloam, disini sang pengelola bungalow menyuguhi kami dengan minuman selayaknya kami tamu kehormatan di bungalow tersebut. Terima kasih banyak yach mas. Hehehehehe.

Saatnya kami ijin dari Tanjung Bloam dan melanjutkan perjalanan di Tanjung Ringgit. Pesona tanjung ringgit tidak kalah bila dibandingkan dengan tempat-tempat indah lainnya. Tanjung ringgit langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Dari sini kita bisa melihat pemandangan lautan lepas dengan tebing-tebing yang menjulang tingginya.

Disini terdapat goa peninggalan Jepang yang langsung terhubung dengan lautan lepas serta sisa peninggalan meriam yang masih utuh. Kami menemukan satu goa yang cukup besar dipinggir tebing, hanya saja kami tidak berani masuk lebih dalam. Dikarenakan banyak terdapat kelelawar yang mana kotorannya sangat menyengat membuat kami tidak kuat untuk menuruni goa tersebut.

Sekitar jam 15:30 kamipun bergegas meninggalkan Tanjung Ringgit. Mengingat kondisi jalan yang tidak bagus dan kurangnya penerangan disepanjang jalan membuat kami harus segera meninggalkan daerah ini. Menuju Mataram, makan malam terlebih dahulu sebelum kembali ke penginapan.

36

37

38

39

40

41

 

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Lombok Day – 2

GILI LAMPU – GILI BIDARA – GILI KONDO – SEMBALUN

Berangkat dari penginapan Mataram jam 6 pagi. Kami mampir terlebih dahulu sarapan. Warung tempat kami makan letaknya di pinggir jalan yang mana disekitar jalan ini terdapat sawah. Saya dan bibie melihat suatu pemandangan yang menarik, pancaran sinar matahari pagi diantara pohon-pohon dan sawah. Suatu pemandangan yang langkah saya lihat di perkotaan Jakarta.

 

11

Perjalanan dari Mataram menuju Lombok Timur diperkirakan sekitar 2 jam 45 menit. Setiaba di pelabuhan kami langsung mengadakan tawar menawar dengan pemilik perahu yang ada disana. Sewa kapal perahu + alat snorkling Rp. 300.000,- perahu nelayan dapat menampung 6-8 orang. Dan kamipun mengitari pulau-pulau yang ada disekitar gili kondo.

Kami bersnorkling disalah satu spot antara gili kondo dan gili lampu. Arus nya lumayan kencang saat kami bersnorkling, karena saya sangat menikmati acara berendam dan berenang ketika kembali ke perahu saya sampai tidak punya tenaga untuk mengarungi arus air laut dan itu membuat saya menjauh dari kapal. Tapi bersyukur bapak yang punya kapal menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya dan beliau akhirnya menggerakkan kapalnya menuju tempat saya mengapung.

 

12

Setalah puas bersnorkling kami menuju Gili Lampu. Disebut Gili lampu karena di gili ini terdapat lampu penerang berupa mercusuar mini yang diletakkan disekitar gili. Pulau ini tidak berpenghuni dan terdapat hutan bakau dan padang savana didalam pulau. Hutan bakau yang ada di pulau ini cukup terjaga kelestariaannya sehingga masih banyak ditemukan kerang dan teripang yang menjadi mata pencaharian nelayan yang ada disekitar pulau.

 

13

 

Dari Gili Lampu kamipun mengunjungi Gili Bidara. Gili Bidara adalah pulau dengan penghuni mayoritas nya adalah nelayan. Tapi karena besok harinya adalah Pilkada Lombok, kebanyakan penghuni gili bidara kembali kedaratan untuk melakukan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Jadi saat kami ke Gili Bidara bisa dipastikan sangat sepi, hanya ada 2 orang nelayan yang sedang memancing dipinggir pantai. Sebagian hasil pancingan yang mereka tangkap sedang dibakar. Kami yang datang kesana bertepatan jam makan siang, memcium aroma ikan bakar membuat perut meronta-ronta. Untungnya nelayannya baik hati dan mau membagikan hasil tangkapan yang mereka bakar kepada kami. Lumayan mengganjal perut yang sedang kosong.

 

15

 

14

 

Dan spot terakhir adalah Gili Kondo. Gili ini sangat indah, pasirnya putih serta airnya jernih. Gili ini tidak terlalu besar, luasnya diperkirakan hampir sama dengan Gili Nanggu dan juga dikelola oleh pihak swasta. Tiap orang dikenakan karcis masuk sebesar Rp. 3.000,-/orang.

 

18

 

17b

 

17

 

16

 

19

 

Yang saya lihat dari kunjungan saya kebeberapa gili ini adalah pamor nya tidak segemerlap Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Tetapi pesonanya sangat indah, pengelolah gili berusaha membenah diri untuk lebih baik lagi. Hanya saja infrastrukturnya belum memadai. Toilet, kamar mandi ataupun tempat bilas sangat susah ditemukan.

Kami mengisi perut yang sudah sedari tadi bergejolak. Paduka menyarankan kami singgah di warung soto Mule Ngeno. Sotonya unik, biasanya pakai nasi kalau yang ini sotonya menggunakan lontong, dan juga diberi telur puyuh, daging, bihun serta kuah nya berwarna coklat penuh dengan bumbu-bumbu racikan. Saya merasakan bumbu soto ini seperti racikan jamu tapi rasanya tidak terlalu tajam.

Dan yang menarik adalah kita disuguhi air putih dari kendi tanah liat. Ini membuat air yang ada menjadi dingin dan segar sekali.

Setelah puas mengelilingi gili dan mengisi perut, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Sembalun. Desa Sembalun adalah desa yang berada di kaki gunung rinjani. Dari Lombok Timur kamipun menuju Lombok Utara menyusuri jalan mendaki yang mengitari gunung. Desa ini subur sekali, sepanjang jalan kami menemukan kebun bunga dan juga sayur-sayuran yang tumbuh. Kami cukup lama di desa ini. Menikmati pemandangan deretan gunung rinjani, padang savana dan juga udara yang bersih.

 

20

 

21

 

22

Selanjutnya kami pun kembali pulang ke Mataram. Perjalanan yang kami tempuh sangat jauh, memakan waktu 3 jam untuk sampai ke Mataram, melewati jalur utara. Singgah dahulu di Tanjung untuk menikmati sate ikan tanjung yang terkenal. Akhirnya kami pun sampai di Mataram jam 21:30. Makan malam di warung ayam taliwang dan pulang ke penginapan.

 

23

 

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time

 

Lombok, May 11-14th 2013

Perjalanan liburan ke Lombok adalah perjalanan saya untuk yang kedua kalinya dan merupakan petualangan yang sudah sangat lama kami rencanakan. Tiket Penerbangan PP sudah kami pesan jauh hari sebelum keberangkatan yaitu tanggal 7 Agustus 2012. Dan akhirnya saya dan teman saya Ina pun berangkat tanggal 10 Mei 2013.

Berangkat dari Jakarta dengan penerbangan jam 18:10 dan sampai di Bandara Praya 21:10. Perjalanan awal yang mulus tanpa adanya delay mengawali keseluruhan perjalanan kami selama di Lombok.

Perjalanan ke lombok itu rasanya seperti pulang ke kampung halaman sendiri karena saya merasa diterima dengan adanya keberadaan teman-teman yang baik yang mana mereka sudah berasa seperti keluarga sendiri. Setibanya di Lombok teman-teman (Paduka, Rio dan Bibie) sudah menanti dengan manisnya di depan terminal bandara. Terakhir saya bertemu mereka 2 tahun yang lalu tapi rasanya baru sebentar saja, tidak berasa waktu berjalan sangat cepat. Dan melihat mereka rasanya tidak ada yang berubah sedikit pun. Karena hari telah larut malam maka kami pun diantar menuju ke penginapan untuk beristirahat karena besok kami akan memulai perjalanan yang padat tapi menyenangkan.

Hari 1

GILI NANGGU – GILI TANGKONG – GILI KEDIS – GILI SUDAK

Di Lombok terdapat banyak sekali pulau-pulau kecil (gili) yang sangat indah. Pada umumnya turis lokal kalau ke Lombok pasti ke Gili Trawangan, Meno dan Air. Tapi berhubung kita sudah pernah pergi ketiga gili tersebut, kali ini kami ingin mengunjungi gili-gili yang jarang orang kunjungi. Hari pertama kami menyusuri pulau-pulau kecil disekitar Barat Daya Lombok. Perjalanan dari penginapan (Mataram) menuju pelabuhan Tawun diperkirakan sekitar 45 menit. Kemudian dari Tawun ke Gili Nanggu hanya 10-15 menit saja. Biaya sewa perahu nelayan dari Tawun sekitar Rp. 250.000,- dan bisa menampung 6-8 orang. Dengan sewa perahu kita dapat mengitari pulau-pulau yang ada disekitar gili nanggu sepuasnya, dan kembali ke Tawun paling lama jam 16:00 sehingga tidak terlalu kemalaman untuk kembali ke pelabuhan dan juga penginapan.

Gili Nanggu luasnya sekitar 8 Ha dan merupakan pulau yang telah dikelola oleh pihak swasta, dengan resort yang indah serta kebersihan yang terjaga. Gili Nanggu adalah tempat yang tepat untuk bersantai, jauh dari hiruk pikuk kebisingan dan paling pas untuk pasangan yang ingin berbulan madu. Pasirnya putih dan landai, untuk mengitari pulau ini cukup 45 menit – 1 jam berjalan kaki. Untuk mengunjungi pulau ini kita dikenakan tiket/administrasi sebesar Rp. 5000,-/orang. Sedangkan untuk menginap di resort ini harganya sekitar Rp. 300.000 – 500.000 untuk regular season dan Rp. 400.000 – 600.000 untuk high season.

1
Pemandangan disekitar Gili Nanggu

2
Pemandangan di Dermaga Gili Nanggu

3
Deretan pepohonan disepanjang jalan setapak

4
Gili Kedis

Setelah dari Gili Nanggu kami menuju Gili Kedis, Sudak dan Tangkong. Di Gili Sudak dan Tangkong kami hanya berhenti sesaat tapi tidak melabuhkan perahu ke gili tersebut, sedangkan di Gili Kedis kami sempat berlama-lama. Gili Kedis adalah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Untuk mengelilingi pulau ini cukup 10 menit karena pulaunya sangat kecil dengan hamparan pasir putih dan halus. Airnya jernih sekali sehingga kami pun puas berendam, mengapung, snorkling di gili ini.

SEKOTONG – MAWUN – MALIMBU

6

 

5
Dermaga Sekotong

Diperkirakan sekitar 3-4 jam kami mengitari gili-gili tersebut, kami sudah harus kembali ke Tawun dan berangkat lagi ke Bandara Praya untuk menjemput satu lagi teman kami yang baru akan mendarat dari Jakarta. Sebelum ke bandara kami singgah dahulu ke dermaga Sekotong. Disini kami sempat berfoto-foto dan mengitari pantai disekitar dermaga Sekotong.

6
Pantai Mawun

Pantai Mawun berada di Lombok Tengah. Letaknya di sebelah barat Pantai Kuta dan sebelah timur Pantai Selong Belanak. Perjalanan dari Bandara menuju Pantai Mawun sekitar 45 menit. Pantai Mawun adalah pantai perawan dengan pasir putih dan air yang jernih. Kebanyakan turis yang datang kesini adalah turis mancanegara. Dan pada saat kami sampai di Pantai ini lautnya sudah surut, sehingga terdapat cekungan yang cukup dalam antara daratan dengan perairan lautnya. Tapi kondisi tersebut tidak mengurangi pesona keindahan pantai Mawun. Untuk ke Pantai Mawun hanya dikenakan biaya parkir Rp. 10.000/mobil.

DSC_0363
Sunset di Malimbu 2

Hari sudah menjelang sore dan kamipun bergegas berangkat mengejar sunset di Malimbu 2. Perjalanan dari pantai Mawun menuju Malimbu diperkirakan sekitar 1,5-2 jam. Saat kami ke Lombok ternyata adalah musim kawin lari/merariq bagi suku Sasak. Sehingga sepanjang jalan kami menemui beberapa spot yang dipakai untuk iring-iringan pengantin dalam upacara adat merarig. Sesuatu hal yang lucu juga unik mengenai adat perkawinan yang pernah saya dengar sepanjang hidup saya. Dengan adanya arak-arakan ini membuat jalan yang kami lewati menjadi macet dan lama. Sehingga kami sampai di Malimbu menjadi agak kemalaman yaitu jam 18:30. Tapi untungnya kami masih bisa menikmati sisa-sisa matahari terbenam, wkwkwkwk..

DSC_0387

DSC_0388

Perjalanan yang sungguh melelah kan yang kami tempuh seharian. Tapi kami sangat puas karena beberapa tempat yang kami rencanakan semuanya bisa kami capai dalam satu hari. Mulai dari Mataram – Lombok Barat Daya – Bandara – Lombok Tengah – Lombok Barat dan berakhir/kembali ke Mataram lagi.

Adelina Tampubolon – GOD is good all the time