7 Alasan Mengapa Yogi adalah orang yang berbahagia

Saya pernah membaca suatu artikel di www.mindbodygreen.com dengan judul “Why Yogis are Happier People” By Adrienne Jurado. Artikel lama tapi sampai hari ini saya masih ingat.  Tiap hari tulisan tersebut menjadi rhema buat saya. Dan saya membuktikan sendiri mengapa yogi itu orang yang berbahagia.

Artikel lengkap dapat dibaca disini http://www.mindbodygreen.com/0-7921/7-reasons-why-yogis-are-happier-people.html.

Saya menulis ini bukan berarti saya mengatakan bahwa hanya yogi saja yang punya hak untuk berbahagia. Hehehe.. bukan. Hanya ketika saya berada dilingkungan komunitas yoga saya merasakan aura yang berbeda.

Ada nya rasa damai, tenang, dukungan yang positif, saling berbagi dan terbuka satu sama lain. Rasanya kalau sudah berada diantara mereka keinginan untuk berpisah jadi enggan.

yoga rutin di kantor dan yogi itu orang yang berbahagia

 

Dan ternyata studi membenarkan Mereka yang konsisten berlatih yoga atau disebut dengan yogi itu orang yang berbahagia. Berikut ini alasannya:

1. Sebuah dosis yang sehat dari hormon.

Seperti latihan fisik, praktek asana meningkatkan level zat kimia di otak, seperti endorfin, dopamin, dan serotonin. Ini bertanggung jawab untuk mengangkat mood Anda, memblokir rasa sakit, menciptakan perasaan senang dan meningkatkan energi Anda. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang melakukan lebih banyak gerakan, seperti vinyasa.

2. Penyembuh Nyeri/Luka.

Nyeri kronis dapat menumpulkan indera dan fungsi kognitif dan dapat menyebabkan tidak aktif, pasif, kelelahan, insomnia, kecemasan, dan depresi. Sebagai hasilnya, juga dapat memiliki dampak besar pada hubungan dengan keluarga, teman, dan rekan kerja.

Yoga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi dan bahkan mengobati rasa sakit dengan menargetkan penyebab utama: ketegangan otot dan keselarasan. Ada beberapa kasus yang tak terhitung jumlahnya orang yang telah mengklaim yoga telah memberi mereka kehidupan mereka kembali dengan mengurangi atau menghilangkan nyeri kronis mereka.

3. Meningkatan kesehatan dan stamina.

Yoga tidak hanya meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan, dan rentang gerak, tetapi juga memberikan kontribusi untuk menstabilkan tekanan darah yang menurun, meningkat kekebalan tubuh, dan menstabilkan kadar glukosa, natrium, LDL dan VLDL (kolesterol jahat), dan trigliserida.

Selanjutnya, gerakan yoga membantu untuk merangsang organ internal dan membuang racun. Ketika tubuh Anda kuat, fleksibel, bebas dari racun, kimia tubuh Anda seimbang, tubuh Anda mulai memancarkan semacam cahaya yang bersinar ke dalam setiap aspek kehidupan Anda.

4. Memusatkan perhatian (mindfulness).

Tidak seperti beberapa bentuk lain dari olahraga, gerakan yoga melatih Anda untuk fokus – tidak hanya pada posisi dari tulang dan otot dalam setiap pose, tetapi juga pada kualitas dan aliran nafas.

Fokus ini menarik Anda ke dalam, jauh dari kebisingan dan kekacauan dari dunia luar. Yoga membantu kita berada di area transisi dari rangsangan eksternal ke sensasi internal. Pada dasarnya, setiap latihan asana menjadi meditasi dalam gerakan. Ini memberikan otak kita istirahat yang sangat dibutuhkan dari beban berlebih terus menerus.

5. Meningkatkan kepercayaan diri.

Keyakinan kita alami tumbuh sebagai pikiran dan tubuh kita berubah melalui yoga. Ketangkasan fisik membaik, fleksibilitas, kekuatan, dan postur tubuh, serta kemampuan untuk mengelola stres. Menjadi lebih rileks, dan mencapai tempat ketenangan batin yang mendalam semua berkontribusi untuk pandangan yang lebih positif. Terutama tentang diri kita sendiri.

Selain itu, yoga mendorong kita untuk menunjukkan belas kasih yang lebih besar terhadap diri kita sendiri. Dalam setiap pose, kita diberi kesempatan untuk bekerja melalui penilaian diri yang sehat.

6. Memperkuat hubungan.

Interaksi kita dengan orang lain cenderung mencerminkan keadaan pikiran kita. Ketika Anda merasa lebih tenang, jernih, dan berpusat, menciptakan efek riang yang dirasakan oleh semua orang di sekitar Anda, terutama orang-orang terdekat Anda.

Ini sering mengatakan bahwa senyum itu menular, dan ini juga berlaku untuk efek centering dan revitalisasi yoga. Yoga membantu kita menjadi lebih sabar, penyayang, dan hadir dengan diri kita sendiri – keterampilan yang sangat penting dalam mengembangkan dan memperkuat hubungan.

7. Pilihan gaya hidup.

Sebuah praktik yoga yang konsisten cenderung mengarah kepengambilan keputusan yang lebih baik. Makanan yang kita makan, proyek yang kita kejar, orang yang selalu bersama kita habiskan waktu bersama, dan jumlah tidur yang kita dapatkan. Semua berkontribusi terhadap pengalaman hidup kita dan tingkat kebahagiaan.

Akhirnya, yoga mendorong rasa syukur yang mendalam dan penghargaan diri sendiri, guru, teman-teman, keluarga, dan pengalaman, bahkan yang sulit. Ketika rasa syukur menjadi lensa melalui mana kita memandang hidup, ketika kita berhenti mengambil hal-hal kecil untuk diberikan, hidup menjadi yang lebih manis.

Saya membenarkan artikel diatas bahwa alasan mengapa yogi itu orang yang berbahagia adalah benar adanya.

Author: Adelina

I Love Yoga, Photograph and Travelling around the world (someday)

Leave a Reply